CINTA BERSELIMUT LUKA

CINTA BERSELIMUT LUKA
AKU ADALAH PAPAMU


__ADS_3

"Jadi, kau adalah kekasih ibuku yang bekerjasama dengannya untuk menghancurkan papa dan membunuh Tante Nadia?"


Galang tampak terkejut mendengar ucapan Raditya. Sementara itu, Raditya menatap lelaki di hadapannya dengan tajam.


"Kamu mengetahuinya?" Galang bertanya dengan penasaran. Tidak mungkin Mira mengatakan semua kejahatannya pada putranya bukan? Tetapi, kalau bukan Mira, lalu siapa lagi?


Galang masih menunggu jawaban dari Raditya. Pria paruh baya itu sudah mencari tahu tentang Raditya. Dia adalah putra pertama Mira saat menikah dengan Pratama. Akan tetapi, Galang curiga, kalau Raditya adalah putranya.


"Aku bahkan mengetahui lebih banyak semua kejahatan ibuku, termasuk lelaki yang diperalat oleh ibuku dan membuatnya hamil, kemudian mengakui jika anak dalam kandungannya itu adalah anak papaku. Aku sungguh tidak membayangkan kalau aku terlahir dari rahim seorang ibu yang sangat kejam dan ... ayah bajingan seperti kamu!" Raditya menatap Galang dengan penuh kebencian. Sementara itu, Galang tampak semakin terkejut mendengar kalimat demi kalimat yang keluar dari mulut Raditya.


"Jadi, kamu adalah putraku? Janin yang dimanfaatkan oleh Mira untuk menjebak Pratama?" Galang menatap Raditya dengan kedua mata berkaca-kaca.


Tebakannya ternyata adalah benar. Raditya adalah putranya. Tetapi, bagaimana bisa Raditya mengetahui rahasia masa lalu ibunya?


"Papaku hanya Pratama. Aku tidak punya papa lain selain papa Pratama. Aku bahkan tidak mengenal Anda!"


"Raditya." Galang menggeleng pelan.


"Dari mana kamu mengetahui semua rahasia mamamu? Apa dari mama kamu sendiri atau–"

__ADS_1


"Papa Pratama mengetahui semua kebusukan kalian. Bahkan saat kalian merencanakan untuk membunuh istri papa Pratama yang sedang mengandung, papaku juga mengetahui semuanya."


"Apa?"


"Pratama mengetahuinya? Bagaimana mungkin?" Galang menatap Raditya dengan ekspresi terkejut.


"Bukan hanya mengetahuinya, tapi papa juga mempunyai bukti-bukti kejahatan kalian."


"Tidak mungkin." Galang menggeleng tak percaya.


Selama bertahun-tahun, dirinya baru mengetahui kalau selama ini Pratama mengetahui tentang kejahatannya bahkan dengan semua buktinya. Kalau Pratama memang mengetahui kejahatan yang aku lakukan bersama Mira, lalu kenapa dia diam saja dan tidak melaporkan mereka ke polisi?


"Kenapa? Apa kamu sedang berpikir kalau papaku adalah orang bodoh karena tidak melaporkan kalian dari dulu?"


"Radit."


"Dengar, Tuan. Papaku bukan bodoh, dia bisa saja melaporkan kalian dari dulu. Tapi, saat melihat kehamilan ibuku, papa berubah pikiran. Dia tidak mungkin memasukkan perempuan yang sedang hamil ke dalam penjara bukan?"


Galang kembali terkejut. Ia sungguh tidak menyangka kalau Pratama melakukan hal itu hanya untuk melindungi Mira dan anaknya. Mira bahkan sudah sangar jahat pada Pratama, tetapi, kenapa Pratama begitu baik pada Mira?

__ADS_1


"Papa tidak tega memenjarakan wanita yang dulu sedang mengandung aku. Biar bagaimanapun, aku yang saat itu masih berada dalam kandungan ibuku tidak bersalah. Kalian berdualah yang salah. Lelaki bajingan dan perempuan tidak tahu diri dan terima kasih," ucap Raditya mengungkapkan semua kekesalannya.


"Seandainya saat itu papa melaporkan kalian berdua, aku pasti akan lahir di penjara."


"Raditya." Galang mendekati Raditya dan memohon maaf pada Raditya. Sang putra yang baru kali ini ditemuinya.


"Maafkan papa, Nak. Maafkan papa." Galang menangis menyesali perbuatannya di masa lalu. Seandainya dulu dia tidak bertindak seperti pengecut, menuruti semua keinginan Mira tanpa bisa membantah wanita itu, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini.


"Maafkan papa, Raditya. Maaf!"


"Kau bukan papaku! Papaku adalah Pratama. Walaupun dia bukanlah papa biologisku, tapi hanya dialah yang aku kenal dari semenjak aku lahir ke dunia." ucap Raditya tanpa perasaan.


"Raditya." Galang menatap putranya dengan rasa sakit yang menyayat hatinya.


"Aku papamu, Raditya. Aku Galang, papamu. Maafkan papa karena papa tidak ada di sampingmu dari semenjak kamu lahir."


"Kau bukan papaku! Aku tidak punya papa jahat seperti kamu!"


"Raditya."

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


__ADS_2