CINTA BERSELIMUT LUKA

CINTA BERSELIMUT LUKA
KENAPA HARUS MENYESAL?


__ADS_3

Raditya menatap Dara dengan tatapan tidak percaya. Tidak menyangka kalau wanita yang selama ini begitu menurut dan sangat memujanya itu berubah dengan drastis.


Raditya sadar, seharusnya ia memang sudah meninggalkan rumah saat sehari setelah hakim ketuk palu mengabulkan perceraian mereka.


Rumah mewah itu menjadi harta gono-gini yang jatuh ke tangan Dara karena Raditya telah melanggar perjanjian pernikahan mereka.


Setelah berpisah dengan Dara, Raditya begitu terpuruk sampai-sampai tidak memikirkan kalau dirinya harus meninggalkan rumah mewah yang dulu ia tempati bersama Kinara. Dara benar-benar membuktikan ucapannya untuk memiliki rumah itu.


Dara yang tidak bisa dihubungi setelah mereka resmi bercerai, membuat Raditya mengulur waktu untuk meninggalkan rumah itu. Ia bertekad, ingin bertemu dengan Dara terlebih dahulu sebelum akhirnya meninggalkan rumah yang dibeli dengan hasil kerja kerasnya selama bekerja di kantor Dara.


Raditya sendiri yang ingin tinggal lebih lama dan sengaja menunggu Dara datang mengusirnya. Akan tetapi, setelah Dara benar-benar datang dan mengusirnya secara terang-terangan, kenapa hatinya terasa sakit sekali?


Perempuan yang biasa menatapnya dengan penuh puja itu kini menatapnya dengan sorot mata penuh kebencian.

__ADS_1


Benarkah Dara tidak punya sedikitpun cinta yang tersisa dalam hatinya? Benarkah wanita itu sudah benar-benar melupakannya?


Mengingat itu, sudut hati Raditya kembali nyeri. Raditya tidak pernah membayangkan akan tiba di mana hari dirinya benar-benar akan kehilangan Dara.


"Dara, apa benar, kamu sudah tidak mempunyai rasa cinta sedikitpun untukku? Aku mohon, beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Aku tahu, saat ini kita sudah bercerai, tapi aku mohon, beri aku kesempatan sekali lagi untuk memperbaiki diri agar suatu saat aku bisa menjadi lebih baik lagi dan pantas untuk mendampingimu," ucap Raditya memohon.


"Kita tidak sedang membahas hal lain, Raditya! Hubungan kita sudah berakhir. Tidak akan pernah ada kesempatan untuk lelaki pengkhianat seperti kamu, tidak akan pernah sampai kapanpun.


"Asal kamu tahu, Raditya. Di luaran sana masih banyak pria yang menginginkan aku dan jelas mereka lebih dari kamu. Jadi untuk apa aku kembali pada pria yang dengan sadar telah mengkhianati aku?"


"Jangan terlalu percaya diri, Raditya. Hubungan kita sudah berakhir semenjak kamu menikahi wanita itu. Seandainya aku tahu perselingkuhan kamu dari awal, sudah dari dulu kita bercerai!" ucap Dara tanpa bekas kasihan.


Dulu, dirinya sangat mencintai pria itu hingga rela melakukan apapun demi cintanya. Namun, setelah cintanya dibalas pengkhianatan, apakah dirinya harus tetap bersama pria itu? Jawabannya tentu saja tidak.

__ADS_1


Rasa cintanya yang mendalam berubah kebencian. Lihatlah! Dara bahkan tidak mempunyai rasa simpatik Sam sekali meskipun pria terlihat sangat menyedihkannya.


Pratama menatap Dara. Lelaki itu hanya menatap perdebatan mantan suami istri itu tanpa berniat ingin ikut campur. Lihatlah! Wanita yang dulu sangat penurut itu kini berubah menjadi wanita yang sangat tegas.


Semut pun akan marah jika dirinya diinjak. Begitupun dengan Dara.


"Papa sudah pernah memperingatkan kamu berkali-kali. Tapi kamu tidak pernah mau mendengarkan papa. Kini, lihatlah! Kamu pasti sangat menyesal karena telah kehilangan Dara bukan?" gumam Pratama.


Penyesalan selalu datang terlambat. Kamu akan merasakan kehilangan saat seseorang yang kamu anggap tidak penting itu pergi dari kehidupanmu.


"Raditya, kamu sendiri yang telah memilih meninggalkan aku. Lalu, kenapa sekarang kamu seolah menyesal? Saat kamu bersama dengan perempuan itu, apa kamu tidak pernah memikirkan kalau suatu saat kamu akan menyesal saat kehilangan aku?" Dara tersenyum mencibir.


"Saat itu, kamu hanya mencintai perempuan itu. Seharusnya kamu tidak menyesal telah meninggalkan aku bukan? Bukankah berpisah denganku adalah hal yang sangat kamu inginkan sedari dulu? Lalu, kenapa kamu harus menyesal?"

__ADS_1


BERSAMBUNG ....



__ADS_2