CINTA BERSELIMUT LUKA

CINTA BERSELIMUT LUKA
KAMU HANYA CUKUP MENERIMA SAJA


__ADS_3

Davin menggelengkan kepala mendengar ucapan Dara. Laki-laki itu mengusap wajah cantik Dara yang mendongak ke arahnya.


"Bukankah aku sudah bilang padamu untuk tidak memikirkan perkataan orang tuamu?" Davin menatap manik mata bulat milik Dara. Tatapannya begitu lembut menembus jantung Dara.


Wajah tampannya terlihat lelah. Namun, tidak mengurangi ketampanannya. Davin adalah lelaki sempurna yang Dara kenal sebelum bertemu dengan Raditya.


"Aku tidak bisa menolak keinginan papa dan mama. Apalagi, kedua orang tuamu. Aku menyayangi mereka. Aku tidak ingin membuat mereka kecewa." Dara memeluk Davin.


Wanita itu mengatakan tidak mempunyai perasaan apapun pada Davin. Akan tetapi, Dara tidak pernah menyadari jika dirinya begitu nyaman saat berada dekat dengan sahabatnya itu.


"Aku juga tidak ingin membuat mereka kecewa. Tapi, aku lebih memikirkan perasaan kamu. Aku tidak akan memaksamu untuk segera menikah denganku, aku akan mengatakan pada mereka kalau–"


"Aku tetap ingin menikah denganmu," potong Dara cepat.


"Sweetie–"


"Aku ingin menikah denganmu karena aku tahu kamu orang yang baik. Meskipun sebenarnya aku ragu. Baik saja tidak cukup untuk membuktikan seseorang akan setia bukan?" Dara menatap Davin dengan wajah sendu. Bayangan pengkhianat Raditya berkelebat di kepalanya.


"Dia juga baik. Tapi ternyata kebaikannya hanya untuk menyembunyikan kebohongannya."

__ADS_1


"Sweetie. Ini aku, Davin, bukan dia!" Davin memegang kedua bahu Dara dan mendongakkan wajah perempuan itu agar menatapnya.


Hati Davin ikut teriris melihat wajah Dara yang terlihat sendu dengan kedua mata berkaca-kaca.


"Aku mencintaimu. Sungguh-sungguh mencintaimu. aku berjanji padamu, Dara. Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti kesalahan yang sudah dia lakukan padamu." Davin mencoba meyakinkan wanita di hadapannya itu.


"Dulu, dia juga mengatakan hal yang sama seperti kamu. Tapi kenyataannya, dia malah menyimpan perempuan lain di belakangku."


"Sweetie." Davin tidak sanggup melihat raut wajah sedih Dara. Pria itu meraih tubuh Dara kemudian memeluknya dengan erat.


Luka yang disematkan oleh Raditya memang begitu dalam, hingga membuat Dara merasa ketakutan. Dia tidak ingin kejadian yang menimpanya kembali terulang. Wanita itu masih trauma dan kesulitan mempercayai orang lain.


"Maafkan aku." Dara kembali masuk ke dalam pelukan Davin. Perempuan itu semakin menangis mendengar ucapan Davin.


Dari jaman putih abu-abu pria itu menyimpan perasaan untuknya. Davin bahkan menjaga hati dan raganya untuk wanita lain. Sampai hari ini, pria itu mengatakan masih mencintainya. Sama seperti dulu. Tidak berubah. Bahkan bertambah besar setiap harinya.


Davin melepaskan pelukannya. Lelaki itu menuju sofa kemudian berbaring di sana. Tubuhnya sangat lelah. Lelaki itu belum istirahat dari semenjak kepulangannya dari perjalanan bisnisnya di negara sakura.


"Aku lelah. Aku ingin istirahat sebentar."

__ADS_1


Dara menghela napas mendengar ucapan Davin. Sedikit merasa bersalah karena telah mendesak Davin tadi.


"Sweetie, apa benar kamu ingin menikah denganku?" tanya Davin dengan kedua mata terpejam.


"Ya. Aku ingin menikah denganmu."


"Demi papamu?"


"Iya. Aku tidak ingin mengecewakannya. Biar bagaimanapun, aku sudah membuat papa dan mama kecewa karena aku pernah memilih menikah dengan Raditya. Lelaki pilihan yang justru membuatku terluka."


Davin terdiam mendengar ucapan Dara. Memang benar apa yang dikatakan oleh wanita itu. Haris Sanjaya dan istrinya sangat kecewa karena Raditya. Lelaki yang dengan mati-matian dicintai oleh Dara saat itu.


"Aku akan menikah denganmu. Besok, kita bicara sama orang tua kita untuk menikahkan kita di KUA. Pekerjaan kita sedang banyak, kita tidak mungkin menikah dan mengadakan resepsi dalam waktu dekat bukan?"


"Kamu tenang saja, Sweetie. Meskipun aku tahu kamu tidak mencintaiku, Tapi aku akan memperlakukan yang terbaik untukmu."


"Kamu hanya cukup menerima dan merasakan semua cinta yang aku punya."


BERSAMBUNG ....

__ADS_1



__ADS_2