
Setelah kepergian Dara, Raditya kemudian mulai mengemasi barang-barangnya yang berada di rumah itu. Lelaki itu kini hanya bisa pasrah dengan nasib yang menimpanya.
Pratama yang melihat itu, merasa prihatin. Dalam hati, timbul penyesalan. Seandainya dulu dirinya bisa lebih tegas pada Mira untuk tidak mencampuri urusan rumah tangga Raditya, mungkin saat ini putranya itu akan tetap bahagia bersama Dara.
Seandainya saja dia lebih tegas pada Raditya saat tahu dia selingkuh, mungkin saat ini Raditya dan Dara masih menjadi sepasang suami istri. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Semuanya sudah terlambat. Tidak ada yang bisa ia lakukan selain pasrah menghadapi takdir yang sudah digariskan Tuhan pada putranya.
"Papa akan menyuruh beberapa karyawan toko papa untuk membantumu berkemas. Barang-barang di rumah ini terlalu banyak. Kamu tidak bisa membereskannya sendiri."
"Terima kasih, Pa. Sepertinya, sebagian besar barang ini akan aku jual saja daripada tidak terpakai. Uangnya lumayan bisa aku simpan untuk bekal pengangguran." Raditya tersenyum tipis. Menangisi takdirnya dalam hati.
Tidak disangka, keputusannya mengkhianati Dara adalah keputusan yang menghancurkan hidupnya. Bercerai, kehilangan rumah yang ditempatinya selama menikah dengan Dara, kemudian kembali kehilangan rumah mewah yang biasa ditempati oleh dirinya dengan Kinara.
Memang benar, jangan bermain api jika kamu tidak ingin terbakar. Sama seperti kisah Raditya yang bermain api dengan berselingkuh dengan mantan pacar hingga akhirnya menghancurkan pernikahannya dengan Dara.
"Kalau kamu tidak keberatan, kamu bisa bantu di toko papa. Papa mempunyai beberapa cabang kios yang papa percayakan pada orang lain. Kalau kamu tidak keberatan, kamu boleh ikut bantuin papa mengawasi mereka," ucap Pratama menawarkan. Biar bagaimanapun, toko-toko yang dia pegang saat ini adalah warisan dari kakek Raditya. Meskipun pada kenyataannya Raditya bukanlah putra kandungnya.
__ADS_1
"Aku akan berjuang dulu sampai aku mendapatkan pekerjaan yang aku inginkan, Pa. Kalau dalam waktu dekat ini aku belum juga mendapatkannya, aku akan minta pekerjaan sama papa." Raditya tersenyum menatap Pratama yang juga tersenyum menatapnya.
"Apapun yang terjadi di masa lalu, kamu tetap putra kebanggaan papa, Raditya."
"Terima kasih, Pa." Raditya mendekati Pratama kemudian memeluk pria paruh baya itu.
"Terima kasih sudah menyayangiku meskipun papa tahu kalau aku bukanlah anak kandung papa. Maafkan aku karena aku belum bisa membalas jasa papa selama ini. Aku terlalu naif. Selalu mengedepankan nafsu dan lebih mendengarkan mama yang selalu mendukungku meskipun aku salah dibandingkan mendengarkan nasihat Papa yang selalu benar."
"Maafkan aku, Pa." Raditya memeluk erat sang papa. Lelaki yang selama ini kadang ia abaikan karena selalu menentang keinginannya. Seperti saat papanya menentang dengan keras saat mengetahui perselingkuhannya dan akhirnya menikahi Kinara.
Kini, semua ucapan papanya terbukti benar. Raditya benar-benar hancur setelah Dara mengetahui semuanya.
Raditya melanjutkan mengemasi barang-barangnya. Raditya meminta tolong pada sang papa agar karyawan toko yang akan membantunya, membawa kardus besar.
Beberapa saat kemudian, ada sekitar lima orang pegawai Pratama datang dengan membawa mobil besar yang biasa digunakan untuk mengangkut barang.
__ADS_1
Mobil besar itu akan digunakan untuk mengangkut perabotan-perabotan besar milik Raditya seperti tempat tidur, lemari juga sofa.
Sebelum Dara pergi dari rumah itu, dia mengingatkan pada Raditya untuk membawa semua barang-barang yang berada dalam rumah itu tanpa tersisa sedikitpun.
Dara juga meminta Raditya keluar dari rumah itu paling lambat besok pagi. Wanita itu benar-benar tidak memberikan Raditya kesempatan untuk tinggal lebih lama lagi di rumah itu. Rumah yang Raditya beli dari hasil kerja kerasnya di perusahaan milik Dara.
Beruntung, rumah itu dulu belum Raditya berikan pada Kinara. Seandainya benar, Raditya pasti akan sangat menyesal.
Saat Raditya dan Pratama juga beberapa karyawan toko Pratama sedang sibuk berkemas, Mira datang ke rumah itu. Wanita paruh baya itu sangat terkejut saat melihat Raditya dan suaminya sedang sibuk berkemas. Memasukkan barang-barang yang ada di rumah itu ke dalam kardus-kardus besar.
"Apa-apaan ini? Apa yang sedang kalian lakukan?"
BERSAMBUNG ....
Cerita novel punya author, rata-rata menggunakan alur lambat. Jadi, jangan heran kalau dalam beberapa bab Author masih bahas masalah yang sama.
__ADS_1
Lope-lope buat kalian ❤️❤️❤️