CINTA BERSELIMUT LUKA

CINTA BERSELIMUT LUKA
MEMULAI HIDUP BARU


__ADS_3

Mira masih diliputi dengan kemarahan. Namun, wanita itu tidak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan Raditya dan yang lainnya mengemasi barang-barang yang ada di rumah itu.


Mira bungkam saat Raditya mengatakan kalau saat ini Dara bukanlah lawannya. Jadi, Mira tidak bisa seenaknya menindas Dara. Namun, dalam hati kecilnya, tentu saja Mira menolak ucapan Raditya. Baginya, Dara tetaplah Dara. Mira bahkan masih belum percaya jika wanita lemah yang seringkali ditindasnya itu saat ini berubah menjadi seorang putri kaya raya.


"Jangan mencari masalah dengan Dara saat Mama bertemu dengannya. Aku tidak akan menolong Mama jika Mama bersikeras mengusik Dara." Ucapan Raditya sebelum Mira meninggalkan rumah mewah itu.


"Kamu terlalu bodoh, Raditya. Jika benar dia adalah orang kaya, kenapa dia meminta rumah milikmu?"


***


Dara mengembuskan napas panjang. Ada rasa sesak sekaligus puas. Akhirnya, semua masa lalunya berakhir. Wanita itu kini tidak lagi memikirkan Raditya. Dirinya sekarang hanya fokus pada pekerjaan.


Kembali menikmati hidup tanpa seseorang di sisinya. Dara tersenyum tipis. Tidak pernah menyangka kalau dirinya akan menjadi janda di usia muda. Janda tanpa anak.


Dulu, Dara sebenarnya sangat ingin menolak ketika Raditya memutuskan menyuruhnya untuk meminum obat pencegah kehamilan. Ia seringkali merasa sedih karena Raditya dengan terang-terangan tidak ingin mempunyai anak dengannya.


Dara bahkan dengan bodohnya memberikan kesempatan pada Raditya untuk naik jabatan agar penghasilan pria itu bertambah. Jadi, tidak ada lagi alasan bagi Raditya menunda untuk mempunyai anak karena penghasilan jelas sangat cukup untuk menghidupi Dara dan anaknya kelak. Namun, setelah penghasilan Raditya bertambah dan kehidupan semakin membaik, Raditya masih tetap beralasan dengan pekerjaannya.


Awalnya Dara percaya saja dengan semua ucapan lelaki yang saat itu masih sah menjadi suaminya itu. Namun, kepercayaannya hancur saat Dara justru mendapati kenyataan kalau Raditya berselingkuh dan telah mempunyai seorang anak dari hasil perselingkuhannya.


"Semua sudah berlalu, Dara. Meskipun tidak mudah, tetapi kamu harus tetap menjalani hidupmu," ucap Dara dalam hati.

__ADS_1


Perempuan itu kembali mengembuskan napas panjang. Membuang jauh-jauh semua ingatan dan kenangan indahnya bersama Raditya.


"Aku hanya ingin bahagia. Bertahun-tahun aku hidup dalam kebohongan yang diciptakan oleh suamiku sendiri. Ternyata, dalam beberapa tahun yang ia lalui bersama dengan Raditya, dirinya hanya merasakan kebahagiaan semu.


"Cinta boleh, bodoh jangan. Kamu sudah menjadi orang lain selama bertahun-tahun menjalani pernikahan dengan pria brengsek itu. Kini, kamu harus bangkit. Hidupmu terlalu berharga untuk kamu sia-siakan, Dara." Kalimat yang keluar dari mulut Davin kembali muncul dalam kepalanya.


Davin benar. Hidupnya sangat berharga. Tidak mungkin seorang Dara kalah hanya karena lelaki seperti Raditya.


***


Dara sedang berada di kantor. Mengerjakan tumpukan berkas di mejanya. Wanita itu memeriksa satu persatu berkas-berkas penting di hadapannya dengan teliti sebelum akhirnya menandatanganinya.


"Bu Dara, sebentar lagi kita ada janji makan siang bersama klien." Suara Lisa sang sekretaris terdengar.


Dara menghentikan pekerjaannya. Wanita cantik itu menatap Lisa sambil membuka kacamatanya, kemudian bersandar pada kursi kebesarannya.


"Apa kamu sudah urus semuanya? Saya tidak ingin gagal kali ini." Dara menatap Lisa dengan datar.


"Semua dokumen sudah saya siapkan, Bu. Saya juga sudah meneliti ulang. Saya yakin, Bu Dara tidak akan gagal. Sama seperti biasanya." Lisa tersenyum menatap atasannya. Tidak biasanya wanita di hadapannya itu merasa tidak percaya diri dengan kemampuannya.


"Baiklah! Setengah jam lagi saya siap." Dara kembali mengenakan kacamatanya.

__ADS_1


"Baik, Bu. Saya permisi." Lisa menunduk dengan sopan sebelum akhirnya keluar dari ruangan itu.


Dara kembali mengerjakan pekerjaannya. Setelah setengah jam kemudian, Dara keluar dari ruangan bersama dengan Lisa menuju restoran untuk makan siang bersama klien untuk membicarakan tentang kerjasama mereka.


Wanita itu berjalan dengan langkah elegan. Semua orang yang melihatnya berdecak kagum. Tidak menyangka jika sang pemilik perusahaan yang berparas cantik jelita dan begitu sempurna itu pernah menikah dengan Raditya yang notabene hanya seorang pegawai biasa.


Mereka menyebut Raditya sebagai pria bodoh yang telah menyia-nyiakan wanita sesempurna Dara. Seandainya mereka berada di posisi Raditya, mereka pasti tidak akan bertingkah laku macam-macam. Mereka hanya perlu bekerja keras untuk menyamakan kedudukan agar mereka pantas bersanding dengan Dara.


Dara baru saja sampai di restoran. Seperti biasanya, Dara selalu melakukan janji temu dengan klien di restoran miliknya. Entah kenapa, rekan bisnisnya itu selalu merasa puas jika sudah mencoba makanan di restoran milik Dara. Mereka bahkan sangat antusias saat mengetahui kalau restoran itu adalah salah satu restoran mewah milik wanita itu.


Beberapa pria dengan pakaian rapi sudah duduk menunggu Dara. Para pria itu tersenyum saat melihat kedatangan wanita cantik itu. Mereka saling melempar senyum sambil berjabat tangan.


Dara mempersilakan mereka duduk kembali. Sebelum mereka membahas tentang pekerjaan, Dara terlebih dahulu berbasa-basi sambil memesan makanan.


Sementara itu, tidak jauh dari mereka, seseorang mengepalkan tangan dengan tersenyum sinis.


"Jadi ini, kelakuan kamu setelah bercerai dengan Raditya?"


BERSAMBUNG ....


__ADS_1


__ADS_2