
Tiga bulan berlalu dari semenjak pernikahan Dara dan Davin. Kini, semua orang sedang sibuk mengurus acara resepsi pernikahan mereka yang akan diadakan besok pagi.
Semua orang sibuk, tetapi, Dara dan Davin tetap bersantai. Mereka tidak pakai acara pingitan karena mereka sudah menikah. Malam harinya, Davin bahkan sempat mengerjai Dara hingga membuat istrinya kelelahan.
Wajah Dara bahkan terlihat cemberut karena merasa kesal pada Davin.
"Besok kita akan jadi raja dan ratu dalam sehari," ucap Davin sambil memeluk Dara.
"Kamu masih marah?" Davin membelai perut Dara yang masih rata. Dalam hati, ia berdoa semoga sebentar lagi akan ada yang mengisi perut istrinya. Davin ingin sekali melihat Dara hamil.
"Kamu tahu kalau besok kita dijejerin di pelaminan jadi raja dan ratu sehari, tapi kenapa kamu masih iseng ngerjain aku?"
"Pengen, Sayang. Si Jerri nggak bisa diajak kompromi kalau sudah bangun. Lagian kamu juga tadi keenakan dan nggak mau berhenti, terus kenapa sekarang protes?"
"Davin!" Tangan Dara mendarat pada pinggang Davin membuat lelaki itu meringis kesakitan. Wajah Dara memerah mendengar ucapan suaminya.
Wajahnya semakin memerah saat dirinya mengingat bagaimana permainan panas mereka di atas ranjang beberapa menit yang lalu.
"Kalau kamu tidak merayuku, aku juga tidak akan tergoda," ucap Dara membela diri.
"Aku selalu tidak tahan saat lagi deket sama kamu. Rasanya pengen aku makan terus." Davin terkekeh. Bibirnya dengan tidak tahu malu menjelajahi seluruh wajah Dara.
"Kau menyebalkan!"
***
__ADS_1
Raditya baru saja merencanakan ingin bertemu dengan Dara. Lelaki itu ingin kembali mendekati Dara. Selama mengurus perusahaan milik Galang, kehidupan Raditya semakin bagus.
Raditya dan Galang akhirnya sama-sama menerima kenyataan kalau mereka pernah mencintai wanita yang sama dan juga pernah menjadi orang-orang yang dikhianati oleh wanita yang sama.
Zian, bocah kecil yang dulu ia anggap sebagai putranya ternyata adalah adiknya. Buah cinta dari Kinara dan Galang. Meskipun awalnya sulit dan merasa sama-sama canggung, akhirnya mereka sepakat untuk melupakan masa lalu.
Keadaan Galang semakin membaik. Kini, lelaki itu sudah bisa berjalan menggunakan tongkat. Tetapi yang dijalaninya membuat Galang mengalami kemajuan pesat. Hanya menunggu waktu beberapa bulan lagi, bisa dipastikan kalau Galang pasti bisa kembali berjalan.
Seperti halnya dengan Galang dan Raditya, meskipun merasa aneh, Pratama dan Monika juga menerima Zian di tengah-tengah mereka. Mereka berdua juga Lauren terkadang malah tertawa bersama. Menertawakan takdir yang begitu lucu menurut mereka.
Sementara itu, keadaan Mira di dalam penjara juga sudah berangsur membaik. Wanita itu tidak lagi berteriak histeris di dalam penjara. Setelah dirawat karena mengalami depresi, Mira kembali ke sel tahanan dan menjalani hari-harinya dengan penyesalan. Menyesal karena pernah berbuat jahat di masa lalu.
Raditya sudah rapi dengan setelan jasnya. Setelah Raditya mengetahui kalau restoran yang menjadi langganannya adalah restoran milik Dara, Raditya selalu menyempatkan diri mendatangi restoran itu demi bertemu dengan Dara yang setiap jam makan siang pasti berada di sana. Meskipun terkadang, wanita itu bersama dengan Davin, sang pemilik hotel yang dulu pernah memergoki dirinya dan Kinara berselingkuh.
Raditya belum tahu kalau Dara dan Davin sudah menikah, karena itu, dia dengan percaya diri ingin kembali mendekati Dara dan berharap, Dara mau kembali mengulang kisah mereka.
Raditya kemudian bertanya pada seorang satpam yang berjaga.
"Ibu Dara, sang pemilik restoran hari ini melangsungkan pernikahan. Resepsi pernikahannya diadakan di hotel milik suaminya. Restoran hari ini tutup, tapi, karena katering dari restoran ini, kami buka untuk memasak saja dan makanannya akan dikirim ke hotel tempat resepsi diadakan." Penjelasan yang dikatakan oleh satpam itu terdengar jelas di telinga Raditya.
Pria itu sedikit linglung. Raditya sungguh terkejut mendengar kalau hari ini Dara akan menikah. Ia tidak menyangka kalau Dara akan menikah secepat itu. Lagipula, kenapa Dara tidak memberitahukan tentang pernikahannya? Kenapa wanita itu tidak mengundangnya?
"Di hotel mana resepsinya, Pak?" Raditya memastikan alamat resepsi itu diadakan.
Raditya berlari menuju mobilnya setelah Pak Satpam memberikan alamat lengkap hotel itu. Hotel itu ternyata bukan hotel yang dulu Raditya pernah menginap di sana dengan Kinara yang berakhir digerebek oleh Dara.
__ADS_1
Jadi, berapa sebenarnya hotel yang dimiliki oleh pria itu?
Seandainya saja Raditya mencari tentang Davin Mahendra di kolom pencarian, pasti dia akan sangat terkejut mendapati kenyataan siapa yang menjadi suami dari mantan istrinya itu.
"Aku bahkan masih sangat mencintaimu, Dara. Tapi kenapa kamu dengan mudah menikah dengan pria lain? Apa kamu benar-benar sudah melupakan aku?" gumam Raditya tidak terima. Lelaki itu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Dalam perjalanan, ponsel Raditya berdering. Tetapi, Raditya tidak memedulikannya. Saat dirinya sampai di depan hotel, pria itu baru mengecek ponselnya.
Ada nama Pratama yang sedari tadi meneleponnya. Raditya kemudian menelepon Pratama. Merasa penasaran kenapa sang papa meneleponnya berkali-kali.
"Halo, Pa."
"Radit, papa dan Monika sudah sampai di hotel. Kakakmu tidak ikut karena sedang tidak enak badan. Kenapa kamu belum juga datang?"
"Sampai di hotel?"
"Iya, semalam papa sudah kirim pesan padamu kalau kita diundang ke acara resepsi pernikahannya Dara dan Davin," ucap Pratama membuat Raditya terkejut. Semalam ia memang tidak mengaktifkan ponselnya.
"Jadi, kita semua diundang, Pa? Papa kenapa tidak bilang kalau Dara akan menikah?" Suara Raditya terdengar begitu sedih.
"Radit, kamu harus kuat. Kamu dan Dara tidak berjodoh, Nak. Kamu harus bisa menghadapi kenyataan kalau Dara sudah bahagia bersama orang lain. Relakan dia, Radit. Seperti dia dulu merelakan kamu bersama Kinara."
"Papa. Mana bisa aku melupakannya begitu saja? Aku mencintainya, Pa!"
"Kalau begitu cepat kamu datang ke sini. Kamu harus menyaksikan kebahagiaan Dara biar kamu sadar kalau kamu dan Dara tidak mungkin bersama lagi. Dara sudah memilih pria lain untuk menggantikanmu," ucap Pratama dengan kejam.
__ADS_1
"Papa."
BERSAMBUNG ....