
Raditya tersenyum getir saat mendengar ucapan kedua sahabatnya. Kedua matanya tidak lepas dari pemandangan di depannya.
Sampai sekarang, Raditya sungguh tidak mengerti, kenapa saat masih bersama dengan wanita itu dulu, ia tidak pernah sedikitpun melihat keburukannya?
Setelah perselingkuhannya dengan Kinara terbongkar di hadapan Dara, hingga membuat Dara memutuskan untuk berpisah, satu persatu kebusukan Kinara perlahan terungkap.
Raditya seperti orang buta yang baru pertama kali melihat. Sekian lama Kinara membohonginya, tetapi, ia tidak pernah menyadari. Cintanya yang begitu besar pada Kinara membuatnya buta. Tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.
Sama seperti saat dirinya membohongi Dara. Wanita itu juga begitu mempercayainya seperti ia mempercayai Kinara. Rasa cintanya Dara yang begitu besar padanya, membuat wanita itu buta dan menganggap kebohongan itu adalah kebenaran.
Ah! Tuhan memang Maha Adil. Tidak berapa lama perselingkuhannya dengan Kinara terbongkar di depan Dara, perselingkuhan Kinara juga terbongkar olehnya.
Sungguh takdir yang adil. Raditya menyakiti Dara, kemudian, Kinara menyakiti Raditya. Hukum karma atau hukum tabur tuai itu memang ada dan itu adalah fakta. Kita tidak bisa menghindar saat karma itu datang kepada kita.
"Pantesan aja lu nyesel tujuh turunan, Dit. Lu buang berlian demi sampah yang nggak ada nilainya sama sekali." Dean menggeleng bersamaan dengan Leon.
"Berisik!" kesal Raditya. Ucapan kedua sahabatnya itu membuat sudut hatinya semakin nyeri.
"Sabar, Bro!" Leon menepuk bahu Raditya.
Raditya melirik Leon dan Dean dengan datar.
"Ini pelajaran buat kalian berdua." Dean dan Leon yang sedari tadi melihat ke arah Kinara yang semakin hot seketika berbalik menatap Raditya.
"Jangan pernah sekali-kali ngelakuin hal yang sama kayak gue." Kedua pria di sampingnya itu menatap Raditya dengan prihatin. Mereka sangat tahu bagaimana rasa penyesalan yang Raditya rasakan setelah kehilangan Dara.
__ADS_1
Dara, wanita cantik yang Raditya sakiti ternyata adalah wanita yang sangat dicintainya. Memang, terkadang kita baru akan menyadari seseorang itu berarti buat kita setelah orang itu pergi dari kita.
Penyesalan selalu datang terlambat. Seperti yang Raditya rasakan. Apalagi, saat mengetahui kalau Dara ternyata lebih dari segalanya. Dia adalah wanita terbaik yang hadir dalam hidup Raditya yang awalnya bukanlah siapa-siapa.
"Gue tipe setia, Dit. Terima kasih lu udah nasehatin gue. Lu bener, kita tidak boleh ngebohongin pada pasangan kita. Kalaupun gue ngalamin kaya elu, gue mending lepas salah satu dari awal daripada saling menyakiti," ucap Leon.
"Dibohongi itu rasanya sangat menyakitkan," tambah Leon.
Raditya dan Dean mengangguk bersamaan.
"Kalau gue ketemu mantan yang masih gue suka, mending gue menjauh walaupun dia bilang masih suka sama gue. Biar bagaimanapun, gue udah punya istri yang harus dijaga dan biasanya, itu adalah sebuah ujian dalam pernikahan." Raditya dan Leon menatap Dean bersamaan.
"Gue dijodohin sama orang tua gue." Dean menarik napas panjang.
"Setelah ini kita pensiun ke klub malam." Mereka bertiga tertawa bersama.
Mereka bertiga melewati malam itu dengan minum-minum. Raditya bahkan peduli lagi dengan Kinara. Wanita itu sudah pergi bersama dengan pria yang bercumbu dengannya.
Mereka bertiga benar-benar menikmati malam itu dengan minum-minum sampai mabuk. Raditya yang tadinya hanya ingin minum sedikitpun akhirnya tidak bisa menahan diri.
Malam itu, mereka bertiga berjanji, jika malam itu adalah malam terakhir mereka minum-minum. Mereka berjanji tidak akan pergi ke tempat maksiat itu lagi.
***
Dara menatap ke arah wanita paruh baya yang saat ini berada di hadapannya. Sebenarnya Dara sangat malas menemui mantan mertuanya itu. Namun, wanita paruh baya itu begitu memaksa.
__ADS_1
Mira bahkan dengan berani menerobos masuk melewati satpam yang berjaga. Wanita itu berteriak saat beberapa satpam yang sedang berjaga di sana memegangi kedua tangannya.
"Ada apa? Apa ada sesuatu yang penting sampai-sampai Anda datang di sini?" Dara menatap Mira yang terlihat gelisah. Sangat berbeda dengan beberapa saat yang lalu. Mira terlihat angkuh dan arogan. Wanita paruh baya bahkan berani berteriak di depan semua pegawainya.
"Mama–"
"Anda bukan mama saya!" sela Dara cepat. Percaya diri sekali dia menyebut mama di depan Dara.
Mantan mertua kejam seperti dia tidak pantas disebut mama. Cukup sudah selama empat tahun Dara memanggil wanita itu mama. Itupun Dara akan dibentak oleh Mira.
Mira tidak suka dipanggil mama oleh Dara. Mira lebih suka Dara memanggilnya Nyonya. Hanya saja, saat itu Raditya memarahi ibunya karena menyuruh Dara memanggil mamanya dengan sebutan nyonya.
Mira semakin gugup. Apalagi, saat melihat tatapan Dara yang begitu mengintimidasi. Wanita bodoh dan lemah yang dulu seringkali ia tindas, kini sungguh terlihat sangat berbeda.
"Saya ingin kamu kembali bersama anak saya. Kembalilah pada Raditya, Dara. Saya mohon ...." Mira menangkup kedua tangannya di depan Dara.
Dara mencibir. Perempuan cantik itu menatap Mira dengan tatapan meremehkan.
"Atas dasar apa Anda menyuruh saya kembali pada Raditya? Anda pikir, saya masih mau menjadi menantu mertua kejam seperti Anda?"
BERSAMBUNG ....
Maaf, baru update 🙏
__ADS_1