
Seorang pria berpenampilan gagah kini berdiri di hadapan Mira. Pria itu memang tidak lagi muda. Namun, wajahnya masih terlihat tampan.
"Galang? Ini benar-benar kamu?" Mira menatap pria di hadapannya. Usia Mira dengan lelaki itu memang selisih lima tahun. Pria itu usiannya lebih muda dari Mira.
"Iya. Ini aku." Pria bernama Galang itu menjawab dengan datar.
Galang menatap Mira dari atas sampai bawah. Pria itu menghela napas panjang. Merasa prihatin dengan keadaan Mira. Namun, ada sisi lain dari hatinya yang menolak mengasihani wanita itu.
"Dia memang pantas mendapatkan semua ini," batin Galang. Menatap wajah lusuh Mira yang memakai baju khas tahanan.
Mira. Wanita cantik yang dulu membuatnya begitu tergila-gila hingga rela melakukan apapun untuk wanita itu. Termasuk membantu Mira menjebak Pratama dengan menghamili wanita itu.
Bukan itu saja. Dia juga pernah membantu Mira untuk melenyapkan istri pertama Pratama dengan memberikan ide pada Mira untuk membuat wanita tidak bersalah itu keguguran. Sejahat itulah dirinya di masa lalu.
Jatuh cinta memang terkadang membuat kita menjadi bodoh hingga rela melakukan apapun termasuk berbuat kejahatan demi untuk mendapatkan seseorang yang kita cintai.
Galang pernah berkorban begitu banyak untuk Mira di masa lalu karena rasa cintanya yang begitu besar pada wanita yang bahkan usianya lebih tua darinya. Namun, saat itu Mira tidak pernah menghargai pengorbanannya sedikitpun.
Setelah dia melakukan segalanya, Mira membuangnya saat berhasil mendapatkan Pratama. Lelaki lugu yang dijebak oleh Mira dengan kehamilannya.
"Aku tidak menyangka kalau kamu benar-benar datang ke sini." Mira masih menatap tidak percaya. Senyumnya mengembang saat membayangkan kalau sebentar lagi dirinya akan bebas.
"Aku datang karena kau yang menginginkannya, Mira." Galang menatap wanita itu tanpa ekspresi.
Galang merasa terkejut saat tiba-tiba seorang petugas polisi meneleponnya. Lelaki itu lebih terkejut lagi saat polisi itu mengatakan kalau Mira berada dalam penjara dan menginginkannya datang menemuinya.
Awalnya Galang merasa prihatin saat mendengar penjelasan polisi yang mengatakan alasan kenapa Mira ditahan. Namun, saat mendengar penjelasan petugas polisi yang ditemuinya beberapa saat yang lalu, rasa prihatin Galang seketika lenyap.
Kenapa semakin bertambahnya usia, wanita itu justru semakin jahat?
__ADS_1
"Di mana putraku?"
"Apa?"
"Di mana putraku?" ulang Galang.
"Aku–"
"Jangan mencoba berkelit lagi, Mira. Katakan, di mana putraku?"
"Galang, aku memintamu datang karena aku butuh pertolonganmu." Mira memberanikan diri.
Pertemuan terakhir kalinya dengan Galang tidak berjalan baik. Lelaki itu marah karena dirinya menolak cintanya. Setelah itu, beberapa tahun berlalu, Galang datang lagi dan memaksanya memberitahu di mana darah dagingnya yang saat itu bersemayam dalam rahimnya.
Namun, dengan kejam Mira mengatakan kalau janin itu tidak bisa diselamatkan. Akan tetapi, kenapa kini dia mempertanyakan kembali tentang anaknya?
Memang benar, tujuan Mira menelepon lelaki itu, selain untuk menolongnya keluar dari penjara juga karena ingin memberitahukannya tentang Raditya. Namun, ia tidak menyangka kalau pertama kali yang ditanyakan oleh Galang adalah putranya.
Melihat kemarahan Galang, Mira merasa ketakutan.
"Katakan di mana putraku!"
Mira menggeleng pelan. Dia tidak ingin memberitahukan tentang Raditya sebelum pria itu membantunya keluar dari penjara.
"Kau tidak mau mengatakannya?"
Mira kembali menggeleng.
"Brengsek! Jangan menguji kesabaranku, Mira. Selama bertahun-tahun ini aku mencoba diam karena menunggu waktu yang tepat untuk menemuimu." Galang mengepalkan tangannya.
__ADS_1
"Aku tidak percaya saat kau mengatakan kalau dia sudah meninggal. Aku sangat yakin kalau kamu pasti membohongiku, Mira. Anakku tidak mungkin sudah meninggal. Jika dia memang sudah meninggal, kamu tidak akan mungkin menikah dengan Pratama bukan?"
Mira terdiam mendengar ucapan Galang.
"Cepat katakan padaku di mana–"
"Aku akan mengatakan padamu di mana dia tapi dengan satu syarat!" tukas Mira.
"Syarat?" Galang menatap remeh wanita di hadapannya.
"Bebaskan aku dari sini. Setelah aku bebas, aku akan memberitahukan di mana dia sekarang." Mira menatap Galang dengan penuh percaya diri.
"Membebaskanmu? Kamu pikir kamu bisa bebas dari sini?" Galang terkekeh.
Dengan kasus yang menimpa Mira saat ini, rasanya sangat mustahil wanita itu bebas dengan mudah. Apalagi, dengan bukti-bukti yang memberangkatkannya. Ditambah lagi, yang melaporkan Mira adalah anak kandung dan anak tirinya.
Sebenarnya, wanita macam apa si Mira ini sampai-sampai tega melukai anak-anaknya sendiri?
"Kamu bantu aku bebas dari sini, setelah itu aku akan memberitahukanmu di mana putramu." Mira kembali berucap.
"Orang sepertimu pantas membusuk di tempat ini, Mira."
"Kau!" Kedua mata Mira membola.
"Aku tidak akan membebaskanmu dari sini. Kalau kamu memang tidak ingin memberitahukan keberadaannya padaku, aku bisa tanya pada anak kandung dan anak tirimu yang sudah membuatmu mendekam di sini."
"Galang ...."
BERSAMBUNG ....
__ADS_1