CINTA BERSELIMUT LUKA

CINTA BERSELIMUT LUKA
MENCOBA GAYA BARU


__ADS_3

Sebulan berlalu, Raditya benar-benar bekerja keras memimpin perusahaan yang diberikan oleh Galang. Sementara itu, kondisi Galang juga semakin membaik.


Pria itu kini tinggal bersama dengan Galang di rumahnya. Kehidupan Raditya perlahan mulai stabil karena Galang memberikan segalanya untuk Raditya. Rumah, mobil, juga uang.


Seandainya saja saat bersama Mira dia sudah sukses seperti ini, Galang pasti tidak akan dicampakkan oleh Mira yang mata duitan.


Bicara tentang Mira, kasus yang menimpanya sudah masuk ke pengadilan. Wanita itu terancam hukuman penjara seumur hidup. Namun, pengacara yang disewa oleh Galang tetap berusaha agar Mira bisa mendapatkan keringanan hukuman seperti yang diinginkan Raditya.


Pratama tinggal bersama kedua putrinya, Monika dan Lauren. Lauren memutuskan ikut membantu usaha ayahnya, yaitu mengelola toko. Lauren tidak bisa membiarkan Pratama mengurus sendirian puluhan toko yang semakin hari semakin berkembang. Apalagi, setelah Lauren ikut membantu sang ayah.


Selama Galang di rumah sakit, putranya yang berusia empat tahun tinggal bersama dengan pengasuhnya. Selama tinggal dengan pengasuhnya, Galang menyuruh sopir dan asisten rumah tangga yang biasa memasak makanan di rumahnya untuk membantu sang pengasuh agar tidak kerepotan saat mengurus anaknya. Galang bahkan rela membayar lebih dari gaji biasanya.


Hari ini, karena keadaannya sudah membaik, Galang menyuruh asisten rumah tangganya itu untuk membawa putranya ke rumah.


Galang sudah rindu berat. Selama ini, dia hanya bisa berkomunikasi lewat ponsel saat merasa kangen dengan putranya. Putra yang pantas disebut cucu karena usianya yang terpaut jauh dari Galang.


***


Dara dan Davin kini semakin mesra. Davin sungguh bahagia karena Dara mulai membuka hati untuknya. Wanita itu kini tidak lagi menyembunyikan perasaannya.


"Sweetie."

__ADS_1


Davin memeluk istrinya dari belakang. Dara yang saat itu sedang menempatkan nasi goreng ke dalam piring tersenyum melihat wajah tampan Davin yang terlihat segar.


"Aku memasak pesananmu." Dara memperlihatkan nasi goreng seafood yang menggugah selera.


Hari ini adalah akhir pekan. Mereka berdua tidak bekerja. Dara dan Davin sudah sepakat kalau hari libur mereka tidak akan bekerja. Mereka akan menghabiskan waktu bersama selama dua hari itu.


"Sepertinya sangat enak. Aku tidak sabar mencicipinya." Davin mengambil nasi goreng dari tangan Dara kemudian mengecup kening istrinya. Laki-laki itu berlalu menuju meja makan.


Dara mengambil satu porsi lagi nasi goreng untuknya kemudian menyusul sang suami menuju meja makan.


Mereka berdua sarapan bersama sambil sesekali tersenyum, menatap penuh cinta. Sungguh! Davin merasa sangat bahagia melihat wanita di hadapannya itu juga bahagia.


"Apa kamu ingin jalan-jalan hari ini?" Davin menatap istrinya. Mengusap lembut bibir Dara yang terdapat sisa makanan di sana.


"Apa kamu yakin bisa istirahat di kamar?" Davin tersenyum jahil.


"Kalau kamu tidak menggangguku, aku pasti bisa istirahat dengan tenang." Dara mengerucutkan bibirnya membuat Davin tertawa.


"Mana tahan aku tidak mengganggumu. Kamu lupa, aku bahkan sudah puasa selama seminggu gara-gara si bulan mampir." Davin menggerutu kesal. Kini, gantian Dara yang tertawa.


"Bukankah semalam aku sudah menggantinya? Kamu bahkan mendapatkan bunga lima puluh persen!" Tawa Dara berhenti. Wajahnya berubah cemberut. Apalagi, saat mengingat kejadian semalam.

__ADS_1


Semalam, Davin menggempurnya habis-habisan dengan alasan buka puasa setelah seminggu tidak mendapatkan jatah karena tamu bulanan Dara datang.


Davin bahkan mengulanginya sampai hampir pagi.


"Rasanya aku ingin tidur saja. Capek, ngantuk, badanku sakit semua–"


"Setelah ini aku akan memijitmu." Davin tersenyum manis.


"Modus! Aku tahu apa yang ada di kepalamu sekarang."


"Sweetie."


Mereka berdua tertawa bersama. Setelah mereka menikah, mereka berdua tidak malu-malu lagi membahas tentang apapun. Termasuk urusan ranjang mereka.


Selesai sarapan, Dara membereskan bekas makanan mereka. Kalau sedang libur, Dara memang menyempatkan masak untuk Davin. Jadi, ia sengaja tidak menyuruh asisten rumah tangganya memasak.


"Ayo, kita ke kamar." Davin dengan cepat menggendong Dara membuat wanita itu memekik kaget kemudian langsung mengalungkan kedua tangannya pada leher Davin.


"Tapi aku mau tidur lagi." rengek Dara karena dia melihat senyum Davin yang mencurigakan.


"Tentu saja aku akan membiarkan kamu tidur. Tapi nanti. Aku mau coba gaya baru yang bakal bikin kamu ketagihan. Semalam, aku tidak sengaja melihatnya di internet."

__ADS_1


"Davin!"


BERSAMBUNG ....


__ADS_2