Cinta Gadis Buta Huruf

Cinta Gadis Buta Huruf
Alasan membenci Casandra


__ADS_3

Bab 11


"Apa yang kamu lakukan kepada Mala barusan, cucuku?"


"Nggak ada kok nek, Crist nggak ngapa-ngapain, dasar dia aja yang cengeng."


"Kamu nggak bisa menjaga perasaannya, hingga membuat dia sampai menangis begitu?


"Udahlah nek, ngapain juga dipikirkan. Jadi cewek kok cengeng."


"Cristian..."


"Iya kek,..."


"Katakan pada kakek, mengapa kamu membuat Mala menangis?"


"Kakek, Cristian nggak tahu kenapa dia nangis."


"Cristian, kamu bisa berbohong pada kakek, huum?"


"Kamu pikir, kakek percaya kalau Mala sendiri yang masuk ke kamarmu tanpa diminta?"


"Katakan pada kakek, apa yang terjadi."


"Kakek, apa kakek pikir Crist mau percaya perkataannya tentang Casandra."


"Bagaimana mungkin, Casandra wanita berkelas dan sama sekali tidak sepadan dengan gadis itu membuatnya terluka seperti itu."


"Kakek dan nenek tahu kan, Crist sudah mengenal Casandra sejak kecil, dan menjalin hubungan dengannya. Tidak pernah sekalipun ia berlaku kasar pada orang lain."


"Kakek lebih memilih mempercayai gadis buta huruf itu daripada Crist cucu kakek dan nenek sendiri."


"Casandra tidak mungkin melakukan hal bodoh seperti itu. Crist percaya padanya."


"Lagian kakek dan nenek tahu, hubungan Crist dan Casandra selama ini. Crist lebih mengenal Casandra dari pada gadis itu."


"Crist, apa yang kamu pikirkan mungkin tidak seperti apa yang kamu lihat."


"Sudahlah kek, jangan mudah terpengaruh oleh mulut manis gadis bodoh itu."


"Kenapa kakek dan nenek malah membela dia daripada Crist?"


"Apa keistimewaannya kek?"


"Kakek tahu, selama ini Crist diam dan tidak memberi komentar apa pun karena Crist menghormati kakek dan nenek."


"Hanya karena gadis bodoh itu kakek, rela mengorbankan perasaan cucu kakek sendiri."


"CRISTIAN...! ! ! !"


Kakek membentak Cristian dengan keras.


Kamu jangan lagi berhubungan dengan Casandra.!Sampai kapan pun kakek dan nenek tidak menyetujui hubungan kalian.


"Tapi apa salah Cristian kakek?"


"Tidak ada yang salah darimu, pokoknya sekali kakek bilang kakek tidak menyetujui hubungan kalian jangan harap untuk bisa melanggarnya."


"Apa kakek tidak bisa memberikan alasan yang jelas pada Cristian, sampai kapan kakek harus memaksa Crist untuk menjadi pasangan gadis itu, Crist tetap tidak akan mau melakukannya."


"Kalau kamu ingin kakek cepat mati, lakukan apa pun yang kau inginkan."

__ADS_1


"Jangan memikirkan kakek lagi nak,"


"Kamu sudah dewasa, kamu layak menentukan keinginanmu sendiri."


"Apa yang kamu inginkan pergilah. Lakukan apa yang menurutmu baik bagi dirimu sendiri."


"Biarlah kakek dan nenek yang akan membawa kembali dosa di masa lalu ini kepada papa dan mama mu yang berada di surga."


"Kakek..."


"Jika kau memang tak ingin kakek memilihkan jodoh yg terbaik untukmu. Silahkan pilihlah jalanmu."


"Kelak saat kau mengetahui yang sebenarnya kamu akan mengerti perasaan kakek dan nenek yang begitu tidak menyukai Casandra dan keluarganya."


Kakek dan nenek pun berlalu meninggalkan kamarku. Apa maksud perkataan kakek barusan kelak saat aku mengetahui yang sebenarnya.


Tunggu,


Ada apa ini?


Pasti ada sesuatu yang salah dari ini.


Aku harus menemukan jawabannya sendiri.


"Aduh..."


"Arrggghhh...." Terlihat kakek memegang dadanya. Dia merintih kesakitan, sebelum masuk ke dalam kamarnya, kakek jatuh pingsan tepat di depan pintu kamarnya.


"Cristian, cepat bantu nenek sini ! " Nenek berteriak memanggil namaku.


"Ada apa dengan kakek, nek?" Aku berlari menghampiri mereka.


Kulihat kakek sudah tidak sadarkan diri. Gegas aku mengambil ponselku, yang masih tertinggal di kamarku. Segera aku menelpon dokter keluargaku, yang tinggal tidak jauh dari rumah ini.


"Iya dok, kami akan menunggu dokter secepatnya."


"Nek, tolong panggilkan pak Eko di bawah biar kami bisa mengangkat tubuh kakek ke tempat tidur."


"Iya akan nenek panggilkan." Nenek sepertinya panik melihat kakek yang jatuh pingsan. Dan bergegas memanggil pak Eko agar segera datang menolong.


"Ada apa nyonya, tuan besar kenapa ini?" Saat pak Eko datang menghampiri kami.


"Jangan banyak tanya dulu pak Eko, tolong bantu saya dulu. Kita angkat bersama tubuh kakek, dan membaringkannya ke tempat tidur."


"Baik tuan." Pak Eko menuruti perintahku.


"Sepertinya tubuh tuan besar terlalu berat, berdua saja nggak bisa kita mengangkatnya."


"Mari saya bantu." Rupanya bapak dari gadis itu melihat keadaan kakek dan segera kemari juga.


"Ayo pak Eko, tuan kita angkat bersama-sama tubuh tuan besar ke dalam kamarnya."


Saat tubuh kakek kami angkat bertiga, ternyata bisa. Dan kami baringkan kakek di tempat tidurnya.


"Tuan muda, dokternya sudah tiba."


"Iya, pak Eko suruh dokter Surya segera masuk.


"Tolong pak dokter periksa suami saya, ada apa dengannya." Tangis nenek pecah seketika. Ia tidak menyangka bisa melihat kakek yang masih belum sadarkan diri.


"Baiklah, coba saya periksa sebentar."

__ADS_1


Dokter Surya memulai memeriksa keadaan kakek.


Sepuluh menit kemudian.


"Bagaimana dok, keadaan suami saya."


"Begini nyonya, sepertinya tuan besar sedang mengalami penyakit serius. Untuk lebih jelasnya tuan besar harus diperiksa lengkap ke Rumah Sakit yang lebih besar. Dan memastikan penyakit apa yang tuan besar derita sekarang."


"Saya akan segera menelpon ambulance,secepatnya tuan besar harus mendapatkan pertolongan medis yang lebih lengkap."


"Baiklah, dokter nggak usah menelpon ambulance. Saya akan langsung membawa kakek ke Rumah sakit di Singapura."


"Lebih baik juga kalau begitu."


"Kalau begitu saya pamit dulu."


"Semoga tuan besar lekas sembuh."


"Terima kasih dokter."


"Pak Eko tolong antarkan pak dokter ke depan."


"Baik tuan."


Nenek masih terisak menangis.


"Crist, tolong kamu telepon kakakmu. Agar dia yang akan mengurus semuanya."


"Udah nek, kita hanya akan menunggu beberapa saat lagi. Helikopter akan segera datang menjemput kita."


"Minta bik Inah segera mengemasi barang-barang kakek dan nenek yang diperlukan nanti di sana."


Nenek berlalu dari kamar ini, mungkin ingin memanggil bik Inah agar ia yang akan mengemasi barang-barang yang dibutuhkan nanti.


"Bik Inah, tolong kemasi semua barang-barang kakek dan nenek. Mungkin kami akan agak lama di Singapura. Tolong selama kami tidak berada di peternakan ini bik Inah mengurusi peternakan ini dengan baik."


"Iya tuan, jangan khawatir. Tolong jaga nyonya besar di sana juga. Agar nyonya tidak terlalu kesepian di sana. Dan ada yang memperhatikan pola makan nyonya setiap harinya."


Satu jam berlalu, helikopter yang ditunggu telah tiba. Kak Margareth tiba dan segera menyuruh tim medis yang menemaninya segera mengurus kakek.


"Bagaimana bisa kakek tiba-tiba jatuh pingsan Crist. Apa terjadi sesuatu padanya?"


"Udahlah kak, jangan banyak tanya dulu. Ayo kita urus dulu perjalanan kita. Jangan sampai kakek telat mendapatkan pertolongan medis."


Aku masih enggan untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya pada kak Margareth.


Sudahlah, saat kepulangan kami nanti baru akan aku jelaskan. Kakek sudah digotong, masuk ke dalam helikopter.


"Ibu, bapak kami berangkat dulu ya." Kak Margareth berpamitan pada ibu dan bapak gadis bodoh itu.


"Hati-hati di jalan nona."


"Iya bik Inah, pak Eko. Titip peternakan ini sebentar yah."


"Iya non."


Masih sempat juga kak Margareth merangkul gadis itu.


"Kak,ayo buruan."


"Iya."

__ADS_1


Kak Margareth sudah di dalam helikopter,tapi masih saja melambaikan tangan pada para pekerjanya itu.


Kulihat nenek masih menangis, melihat kakek yang belum sadarkan diri. Aku menggenggam tangannya, berharap nenek bisa kuat menghadapi segala situasi ini.


__ADS_2