
Pov Mala
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba.
Pagi-pagi sekali semua orang dalam rumah ini terlihat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
Nona Margareth sudah menyiapkan tim perias khusus buat bapak dan ibu.Ibu yang terlihat tak terbiasa dengan riasan di wajahnya berkali-kali meminta untuk tidak dirias wajahnya.
Ibu terlihqt tak nyaman dengan sapuan kuas make up di wajahnya.Sesekali dia tertawa karena kegelian.
Sedangkan aku,tim MUA profesional sudah sejak tadi merias wajahku.Kakek dan nenek serta nona Margareth masing-masing dirias sesuai keinginan mereka.
Baju pengantin yang akan kupakai segera disiapkan oleh para pelayan.Mengingat baju pengantin ini sungguh sangat berat sekali.Butuh bantuan beberapa orang hingga aku dapat mengenakannya dengan sangat baik.
Bapak dan ibu mengenakan baju yang diberikan nona Margareth beberapa hari yang lalu.Sungguh sangat cocok untuk mereka.
Sementara kakek dan nenek mengenakan baju yang warnanya senada dengan milik nona Margareth.Yang memperlihatkan kesan elegan pada pemakainya.
Semuanya sudah siap,aku berjalan diiringi bapak dan ibu di samping kiri dan kananku.
Diikuti oleh kakek dan nenek serta nona Margareth menuju altar pemberkatan.
Di altar Cristian telah menungguku dengan stelan jas berwarna abu-abu.Terlihat tampan seperti seorang pangeran,yang sedang menunggu sang Putri Raja datang menghampirinya.
Ketika iringanku sudah sampai di altar,Cristian tak henti-hentinya memandang wajahku. Senyuman yang tersungging di bibirnya,membuat jantungku tak berhenti berdegup kencang.
Dia lalu menggandeng tanganku,seraya berbisik padaku.
"Kamu cantik sekali hari ini."Membuat aku tersipu malu.
Pemberkatan pernikahan ini dipimpin oleh seorang Imam.
Janji suci dan sumpah setia yang aku ucapkan bergantian dengan Cristian.Membuat hatiku diliput keharuan yang luar biasa.Tak menyangka hari ini kami diberkati dalam sebuah pernikahan yang berjalan dengan sakral.
Selama proses pemberkatan kulihat bapak dan ibu melihatku dengan haru.Air mata ibu terus mengalir menyaksikan kami yang sudah resmi menjadi pasangan resmi di hadapan Tuhan.
*****
Resepsi pernikahan kami di gelar di sebuah hotel mewah.Yang ternyata masih milik Adiwijaya grup.Para undangan yang mengular silih berganti datang memberikan selamat pada kami berdua.
Para undangan kebanyakan hadir,dari kalangan kolega bisnis kakek dan nenek.Serta rekan kerja Cristian dan nona Margareth.Seluruh karyawan Adiwijaya grup pun diundang semua tanpa terkecuali.
Pesta meriah nan mewah ini tak henti-hentinya membuat bapak dan ibu kagum.Aku pun tak kalah kagum dengan kemeriahan pesta ini.
Maklum saat di kampungku kami tidak pernah menghadiri pesta dari kerabat atau pun tetangga kami.Oleh karena keadaan bapak dan ibu,yang tidak sanggup untuk membeli baju bagus yang bisa kami kenakan untuk sebuah pesta.
Sudah bisa membeli beras pun sangat cukup buat keluarga kami.Tak henti hentinya aku mengucap syukur dalam hatiku.
Atas anugrah Tuhan diatas hidupku hari ini.Menikah dengam seorang tuan muda kaya,bukn ada dalam bagian mimpiku.
Namun disinilah aku,berdiri bersama dengan pria yang kini bergelar menjadi suami untukku.
Sungguh aku sangat bersyukur dengan segala kebahagiaan yang kami rasakan hari ini.
Malam semakin larut,para tamu undangan sudah semakin sepi.
Hanya tersisa keluarga inti dan beberapa kolega bisnis kakek dan nenek yang masih terlihat mengobrol.
"Ibu dan bapak,istirahat saja dulu."Cristian menawarkan kepada kedua orang tuaku agar mereka kembali untuk beristirahat.Melihat wajah lelah kedua orang tuaku mungkin dia tidak tega.
"Iya nak Cristian,ibu dan bapak pamit ke kamar dulu.Soalnya kaki ibu udah pegal-pegal sedari tadi berdiri terus."
"Kasian juga bapak,dia juga sudah lelah nak."
"Baiklah bu,Cristian akan meminta pelayan untuk mengantarkan bapak dan ibu ke kamar."
Malam ini,semua keluarga lebih memilh beristirahat di dalam kamar hotel ini.Begitu pun dengan kamar pengantin,sudah disiapkan juga di hotel ini.
"Kakek dan nenek juga,mau beristirahat nak."Keduanya pun beranjak bersama nona Margareth menuju kamarnya masing-masing.Sebab para undangannya sudah pulang semuanya.
"Ayo sayang,kita juga beristirahat."Ajak Cristian padaku,yang membuat hatiku berdegup keras tak karuan.
"Ayo sini,"
"Apa kamu akan terus berdiri disitu,hmm?"Kulihat senyumnya yang mulai menggodaku,mungkin ia tahu aku sedang gugup saat ini.
Aku yang sedari tadi terdiam merasa kakiku sulit untuk di gerakkan.
"I ya baiklah aku ikut denganmu."
Aku mengikuti langkahnya,menuju kamar kami.Yah kamar kami berdua.Meski pun langkahku ini menjadi sangat berat sekali.Semakin dekat semakin aku gugup untuk terus mengikuti langkah Cristian,yang sudah resmi menjadi suamiku hari ini.
__ADS_1
Pintu kamar sudah terbuka,Cristian mempersilahkan aku untuk masuk terlebih dahulu.Setelah mengunci pintu kamar,Cristian datang ke arahku.
Kamar ini sudah dihiasi sedemikian rupa.Ada banyak kelopak bunga mawar yang betebaran di atas ranjang berukuran king size ini.
Penerangannya diganti dengan cahaya lilin lilin beraroma therapy,yang membuat pikiran menjadi rileks.
"Mala,kamu begitu cantik sekali hari ini sayang."
Aku hanya menundukkan kepalaku,pipiku terasa panas mendengar pujiannya.
Dia memelukku,hangat terasa.Aku menyandarkan kepalaku lama di dada bidangnya.
"Aku ingin bersihkan diri dulu,apa kau mau ikut bersamaku,huumm?"Dia menggodaku lagi.
"Tidak Crist,aku akan membersihkan diriku sendiri nanti."
"Baiklah,aku duluan ya sayang."Sambil mengecup pipiku dan membuatku menggeleng -gelengkan kepala.
"Kau tahu,aku sudah nggak sabar untuk mencicipimu malam ini."Sambil berlalu masuk ke dalam kamar mandi.
Sementara Crist di dalam kamar mandi,aku lebih memilih membersihkan sisa-sisa make up di wajahku.
Setelah diberikan paket skin care oleh nona Margarerh aku lebih tahu cara merawat wajahku dengan baik selama ini.
Lima belas menit kemudian,Cristian keluar dari dalam kamar mandi.Tubuhnya yang atletis hanya dililit handuk,terlihat dadanya tanpa sehelai benang pun aku mengarahkan pandanganku ke tempat lain.
Cristian hanya tersenyum melihat tingkahku.
"Apa kamu bisa membantuku Crist?"
"Aku kesulitan mengganti pakaian pengantinku ini.Resleting belakangnya sulit kuraih."
"Oh dengan senang hati sayang."Dia lalu menghampiriku dan menarik turun resleting bajuku ini.
Namun jarinya yang nakal mulai mengelus punggunggku.
"Sudah cukup,aku bisa menyelesaikannya sendiri,"dengan resleting yang masih terbuka aku menangkup tanganku ini agar bajuku masih bisa menutupi tubuhku.Hingga aku masuk ke kamar mandi.
"Tunggu dulu sayang."Aku menoleh ke arahnya sebelum aku menutup pintu kamar mandi ini.
"Ada apa,Crist?"
"Kenakan ini,setelah kau membersihkan dirimu."
"Ini hadiah dariku untukmu.Special untuk malam pertama kita malam ini."
Aku sedikit bingung,meraih bungkusan yang dia berikan padaku.Sudahlah aku pun menutup pintu kamar mandi ini.
Selesai membersihkan diri,aku meraih bungkusan pemberian Cristian barusan padaku.Kubuka perlahan bungkusan ini dan melihat apa isinya.
Hahh???Aku terkejut melihat isinya sebuah lingerie merah menyala,dihiasi kain brokat warna senada transparan di bagian dada.Bahannya lembut dan tipis sekali.
Lama ku menimbang nimbang,dalam hatiku bertanya apa aku harus mengenakan ini di hadapan Cristian.Bagaimana kalau lingerie ini tidak cocok denganku.
Aku hanya menatap lama wajahku di cermin.Bingung dengan pikiranku sendiri.
Tok tok tok
"Mala,kok lama sekali."
"Ayo cepetan keluar."
"Jangan lupa,pakai lingerie pemberianku itu yah."
Cristian mengetuk pintuku berkali-kali.Membuatku kaget,dan reflek langsung mengenakan lingerie ini.
Perlahan aku membuka pintu kamar mandi,ternyata Cristian menungguku di depan pintu kamar mandi.
Dengan pandangan mata yang tak berkedip,Cristian menatapku.Kulihat ia menelan salivanya.
Tanpa aba-aba dia lalu menggendongku.
Melangkah menuju ranjang yang akan menjadi saksi cinta kami malam ini.
Aku hanya terdiam dan menutup mataku,saat aku ia rebahkan diatas ranjang ini.
Cristian memelukku dan menghadapkan tubuhku kepadanya.
"Sungguh lingerie ini cocok sekali untukmu.Aku tak salah memilihkannya untukmu."
Kecupan mesra yang ia lakukan untukku malam ini,semakin membuat gelora di dadaku menuntut hasrat yang ingin sekali dituntaskan.Ini pertama kalinya untukku.Merasakan sentuhan seorang pria,yang begitu lembut dan menggetarkan hati ini.
__ADS_1
Rambutku ia belai dengan penuh cinta,tangannya mulai menelusuri punggunggku membuatku menggeliat geli.
Aku merasa malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk kami berdua.Pasangan yang telah sah dimata Tuhan akan melakukan hal yang seharusnya.
Baru saja ia akan mulai mengecup bibirku...
Dug dug dug
Suara pintu kamar digedor kasar seseorang dari luar.
"Siapa yang menggedor pintu kamar ini dengan kasar?"
Dengan raut kekesalan di wajahnya,Cristian menghentikan aktivitasnya dan menyelimuti tubuhku dengan selimut.
Segera ia memakai pakaian seadanya dan berlalu membuka pintu.Melihat siapa gerangan yang menggedor pintu kamar pengantin dengan kasar sekali.
Setelah pintu dibuka,
"Untuk apa kamu kesini huhh?"
Suara Cristian terlihat tak suka dengan tamu yang berada di depan pintu.
"Casandra?"
Mau apa dia kemari selarut ini.
Dengan angkuhnya dia masuk ke dalam kamar tanpa permisi.Duduk di sofa tanpa diminta.
"Aku ingin bicara denganmu Crist."
"Apakah tidak bisa ditunda besok.Kau sedang mengganggu malam pertamaku Casandra."
"Hahahhahaha..."
"Malam pertama kau bilang?"
"Aku pastikan kau takkan melakukannya malam ini,"dengan senyum miringnya Casandra menoleh ke arahku.
"Apa maksudnya kau berkata begitu?"
Cristian mulai emosi dengannya saat ini.
"Tuan Cristian Adiwijaya yang terhormat,saat ini aku lagi hamil.Aku mengandung buah cinta kita."Dengan yakinnya Casandra mengungkapkan maksud kedatangannya saat ini.
"Bohong !"
Casandra hanya tertawa melihat reaksi Cristian.
"Aku sudah menduganya,kalau kau akan menyangkalnya Cristian."
Sambil mengambil sesuatu dari tasnya ia memperlihatkannya pada Cristian.
Karena penasaran,aku melangkah mendekat dan melihat apa yang diperlihatkan oleh Casandra.
Hasil USG,dan beberapa foto kemesraan Cristian dengannya.
Tampak Cristian tidur bertelanjang dada,sambil memeluk Casandra yang juga hanya mengenakan pakaian tipis.
Aku yang kaget melihat bukti-bukti yang Casandra berikan,langsung mengerti sejauh apa hubungan keduanya.
Aku berlari masuk ke dalam kamar mandi,mengganti lingerie ini dengan pakaian biasa.Air mataku mengalir deras,tidak ada yang bisa kukatakan pada Crist.
Ternyata benar,dia menikah denganku karena terpaksa.Segala perlakuannya padaku selama ini hanyalah kebohongan semata.
Aku meninggalkan kamar pengantinku malam ini,berlalu mencari kamar bapak dan ibu.Aku memilih beristirahat di kamar mereka.
Tak kuperdulikan suara Cristian yang memanggil-manggil namaku.Suaranya yang begitu keras membangunkan penghuni kamar yang lainnya.
"Ada apa Cristian,kenapa ada keributan disini."Kakek yang mungkin kaget mendengar suara keributan dari arah kamar kami terbangun.
Casandra mucul dari arah belakang punggung Cristian.Kakek dan nenek yang melihat semuanya terkejut.
Sedang aku masuk ke kamar bapak dan ibu,serta mengunci pintu kamar ini.
Ketukan keras dari arah luar, Cristian memanggil-manggil namaku tidak kuperdulikan.
Bapak dan ibu datang menghampiriku memelukku dan menguatkan aku.Aku tidak sanggup dengan kenyataan pahit ini.
"Nak,yang kuat menghadapi cobaanmu saat ini yah."Bapak mencoba menenangkan aku,sebab air mataku tidak berhenti mengalir membasahi pipiku ini.
Ibu pun merangkulku,hingga aku yang kecapaian setelah menangis lama,terlelap tidur di pangkuannya.
__ADS_1