
Casandra tertawa puas,akhirnya rencananya kini berjalan lancar.
"Tiga hari cukup tanpa makan dan minum,tenaganya tak akan kuat membuat perlawanan."
Hati Casandra benar benar sudah tak sabar untuk menerima kabar gembira dari kelima orang suruhannya.
Sementara di gudang Mala masih saja menangis,dia ketakutan dalam kegelapan ruangan pengap ini.Dia terbaring lemah tak bertenaga.
"Sungguh tega para penculik disini tak pernah sedikit pun memberi aku makan beberapa hari ini."
Tubuh Mala semakin melemah,keringat dan debu bercampur menjadi satu pada tubuhnya.
Para penculik tak pernah membiarkannya untuk mendapatkan setetes air minum.
Rasa haus dan lapar membuat tubuhnya semakin lemah.Dia hanya bisa terbaring di lantai dingin penuh kotor dan debu dalam tempat yang tak layak ini.
Braakkk
Terdengar suara pintu yang terbuka dengan kasar.
Sayup sayup di telinga Mala terdengar suara para penculik itu.
Sepertinya mereka sedang tertawa bahagia.
"Bagaimana ini,kita akan menggilirnya beramai ramai.Aku sudah nggak sabar lagi."
"Ya aku juga,teman.Sudah berapa hari ini istriku nggak memberikanku jatahnya."
Hahahahhahaha...
"Seseorang berkata menggilir.Maksudnya ingin menggilir siapa?"
"Ya tuhan,selamatkanlah aku sekarang.Aku nggak mau menjadi santapan empuk bagi pria penjahat itu."
Mala hanya bisa menangis,membayangkan nasib buruk yang akan terjadi padanya sebentar lagi.
Para penculik itu semakin mendekat,Mala juga semakin ketakutan.Dia meronta namun apa daya tenaganya yang melemah tak bisa mengubah apa pun dalam posisinya saat ini.
Satu per satu ikatan di tangan dan kaki Mala dibuka,terakhir lakban hitam di mulutnya.Membuat Mala bisa segera menghirup oksigen sebanyak banyaknya.
Seorang lelaki penuh luka sayatan di wajahnya,mendekati Mala mengelus wajah Mala.
"Kamu adalah milik kami saat ini nona.Kami ingin bersenang senang denganmu saat ini."
Mala menggeleng lemah,dia beringsut mundur.
Gerakan mundur Mala semakin membuat kelima pria di hadapannya tertawa terbahak bahak.
Satu dari pria itu mengambil ponsel dari saku celananya.
Dan mulai merekam yang terjadi di hadapannya.
Mala ingin berteriak,namun suaranya yang lemah tak bisa terdengar.
"Ayo berteriaklah nona.Kami ingin mendengar suara indahmu."
Para pria itu mulai menikmati permainan mereka.
Langkah mundur Mala sudah sampai di tembok,membuat Mala semakin ketakutan.
"Tolong ampuni aku,biarkan aku pulang sekarang."Mala memohon mohon pada mereka yang sedang mendekat mengelilinginya.
Tanpa bersuara,seorang pria lalu mencabik baju Mala dengan kasar.
Baju Mala yang berbahan katun,dengan mudahnya sobek.
Dua orang lagi memegang kedua tangannya.Mala semakin takut,dia hanya bisa menangis.Tapi dalam hatinya dia tak rela kalau kelima orang jahat ini akan menjahatinya.
Tubuh Mala di dorong dengan keras,Mala berusaha meronta sekuat tenaga yang dia punya.Namun sayang tenganya tak sebanding dengan kekuatan para pria jahat di hadapannya..
Mereka mulai menggerayangi tubuh Mala,baju Mala sudah koyak oleh tangan kotor para pria tadi.Seseorang mulai melecehkannya Mala terus meronta meminta pengampunan pada pria asing di hadapannya.
Berharap mereka berhenti melakukan perbuatan keji mereka terhadapnya.
Mala sudah jatuh terlentang di bawah lantai penuh debu,tubuh bagian atasnya hanya ditutupi oleh bra ,dan saat celananya mulai akan dilepas oleh seorangnya lagi.Mala menangis sekeras kerasnya.Perlawanannya hanyalah sia sia belaka.
Dia tak mau tangan tangan kotor para pria berhati binatang itu yang mulai menjamahnya nakal tanpa ampun.
"Pergi, pergi jangan sakiti aku.." Mala terus menangis.
Dengan bringasnya para pria itu tertawa menikmati tubuh indah Mala.Mereka ingin bermain main dengan wanita cantik yang sudah nyonya mereka berikan.
Jadi mereka pun tak ingin menyia nyiakan kesempatan emas di hadapan mereka ini.Kapan lagi mereka bisa menikmati tubuh molek wanita cantik seperti ini.
Mala kehabisan suaranya,saat dia berteriak suaranya mulai serak dan habis.Dia sudah pasrah dengan perlakuan lima orang jahat di kelilingnya.Mala mengutuk semua perbuatan para penjahat ini di dalam hatinya.
"Casandra kamu jahat sekali." Dalam hatinya Mala tahu kalau semua perbuatan para pria jahat ini di bawah kendali Casandra .
BRRRAAKKKKKK PRRAANGGGG
Suara pintu yang di tendang dan beberapa buah kaca di sana yang pecah mengagetkan lima pria yang berada di dalam ruangan pengap itu.Sejenak mereka lepaskan tangan tangan kotor mereka dari tubuh Mala yang sudah tak berdaya.
"MALAAA.."
"Apa kau di dalam.?"
Kenny berdiri tegap dengan emosi yang meluap luap,melihat lima orang pria yang penampilannya kasar dan sangat kotor mendekatinya.
Mata Kenny teetuju pada tubuh wanita yang tak berdaya di bawah lantai,sebagaian pakaiannya telah terkoyak koyak.
"BERANINYA KALIAAANN.."
Kenny berteriak keras,dalam kemarahannya dia memukul semua para pria yang ada di hadapannya.
Lima pria jahat itu tak mampu mengimbangi kekuatan Kenny,yang tak sedikit pun tak terkalahkan.
Setelah lama bergelut dengan para pria pria jahat itu mereka pun tumbang dengan luka luka parah di tubuhnya.Akibat kemarahan Kenny semuanya tak mampu membalas pukulannya.Beberapa tulang mereka patah akibat pukulan keras Kenny.
Kenny memastikan kalau mereka sudah tak bisa bergerak lagi,dia berlari mendekati Mala yang duduk ketakutan di sudut ruangan ini.
"Mala.."
"Apa kau baik baik saja?"
Mala mengangguk lemah,rasa takut masih mendera dirinya.Dia menangis dan memeluk erat tubuh Kenny.
"Aku takut,"Dalam tangisnya Mala mengucapkan selalu kalau dia sangat ketakutan.
Kenny lalu menanggalkan kemejanya dan memakaikan pada tubuh Mala yang sudah tak berpakaian atasan lagi.
Kenny memeluk Mala.
"Jangan takut,semuanya sudah selesai.Aku disini.Mereka tak akan bisa menyakitimu lagi."
Tubuh Mala bergetar hebat,rasa takut dalam hatinya masih belum dia kuasai.Dia masih terus menangis dalam pelukkan Kenny.
"Ayo kita pergi dari sini."
Kenny membantu Mala untuk berdiri,dan membantunya berjalan meninggalkan ruangan pengap,gelap,dan penuh kotor ini.
Mala berjalan sempoyongan,kekuatan tubuhnya belum pulih.Dia sangat lemah tak bertenaga.Sebisanya dia bisa cepat cepat meninggalkan tempat ini.Dalam hatinya ingin keluar segera mencari tempat yang aman untuk berlindung.
Kenny membuka lebar pintu gudang,yang akan mereka tinggalkan.
__ADS_1
DOORRR
Suara keras memekakkan telinga terdengar dari dalam gudang.
Sebuah bunyi tembakan mengagetkan keduanya.
Mala melihat ke arah Kenny yang masih memeluk pundaknya memapah dia untuk bisa berjalan.
Kenny memandang wajah Mala,dia tersenyum dalam rasa kesakitannya.
"KENNYYYY..."
Sekuat tenaga Mala berteriak melihat tubuh Kenny ambruk di hadapannya.Dengan luka tembakan di balik punggunggnya.
Mala semakin menangis sejadi jadinya.,dia memangku kepala Kenny, dan melihat punggungnya yang dipenuhi dengan darah.
"Tolong,"
Suara lemah Mala meminta tolong,agar seseorang datang mendekatinya dan menolong mereka.
"Kenny,tolong buka matamu Kenny."
Mala menggenggam tangan Kenny,sambil terus menangis.
"Kenny aku mohon,buka matamu.Jangan tinggalkan aku sendirian disini.Aku takut,Kenny."
Kenny menggenggam erat tangan Mala,dia tersenyum menutup rasa sakitnya di hadapan Mala dan Mala menyadari itu.
"Kenny bertahanlah aku akan mencari pertolongan."suara lemah Mala masih ingin menguatkan Kenny.
Namun Kenny terus menggenggam tangan Mala,seakan dia tak mau Mala meninggalkannya walau sedetik pun.
Perlahan mata Kenny tertutup,Mala terus menepuk pipi Kenny.
"Kenny,bangun Kenny jangan tutup matamu.Aku nggak mau sendirian tanpamu."Mala menangis terisak isak.
Lima pria itu berdiri sempoyongan menahan sakit di tubuh mereka berusaha keluar dari gudang.
Mala hanya bisa menatap lima pria itu kocar kacir berlari tak karuan menahan rasa sakit di tubuhnya.
Sayang saat mereka keluar dari ruangan itu ternyata para polisi telah menunggu mereka di luar.
Mereka mengangakat tangan tanpa perlawanan membiarkan para polisi memborgol tangan mereka satu per satu.
Dan membawa mereka pergi dari sana.
Sementara mobil ambulance masuk dan berhenti tepat di depan gudang.
Mobil Cristian juga ikut masuk ke area gudang itu.
Cristian bergegas turun,melihat para petugas medis mengangakat tubuh Kenny yang setengah telanjang dengan punggung yang terluka masuk ke mobil ambulance,diikuti Mala yang memakai kemeja pria tanpa alas kaki dengan tubuh yang lelah dan lemah,wajah yang pucat serta kotor.
Keduanya masuk ke ambulace,saat Cristian datang menghampiri.
"Maaf tuan,anda nggak boleh turut masuk."
"Mau di bawa kemana mereka?"
"Kami akan mengantar mereka ke rumah sakit terdekat."
"Baiklah,aku akan mengikuti kalian dari belakang."
Petugas medis menutup pintu mobil dan ambulance pun melaju meninggalkan tempat ini.
Cristian masuk ke dalam mobilnya dan mengikuti mobil ambulance dari belakang.
π¨π¨π¨
Di Rumah Sakit,
Kenny diangkat ke brangkar rumah sakit dan di dorong menuju ruangan UGD.
Sementara Mala juga turut masuk untuk mendapatkan penanganan medis.
Tak lama brangkar Kenny di dorong menuju ruangan operasi.
Cristian menunggu sampai mereka selesai menangani Kenny dan Mala.
Cristian menunggu dengsn hati yang berdebar debar.
"Apa yang terjadi pada Mala sebenarnya?"
Dia merasakan sakit di dalam hatinya.
Lima jam dia menunggu di depan ruangan operasi,para dokter keluar dan mencari keluaraga pasien.
"Dengan keluarga pasien?"
"Iya dok,saya temannnya.Bagaimana keadaannya sekarang?"
Dokter di hadapannya menghela napas panjang,
"Kami sudah berusaha sebaik mungkin untuk menyelamatkan teman anda,peluru yang bersarang di tubuhnya menembus organ hati,sudah bisa kami keluarkan.Namun hanya dengan mujizat Tuhan teman anda bisa sembuh sepenuhnya.Dia dalam keadaan kritis saat ini.Dan untuk berapa lama dia belum bisa menyadarkan dirinya,atau lebih tepatnya teman anda sedang koma,"
"Lalu kapan dia bisa sadar dok?"
"Kita akan melihat perkembangannya nanti,"
"Bersabarlah untuk menunggu."
Cristian tak menyangka kondisi Kenny akan kritis seperti saat ini.
"Lalu bagaimana dengan Mala dok?"
"Teman wanita anda dalam keadaan shock berat.Tubuhnya lemah karena sepertinya tak ada asupan makanan baginya beberapa hari terakhir ini."
"Biarkan dia beristirahat dulu,sepertinya dia telah melewati sebuah kejadian yang menakutkan baginya sebelum dia datang kemari."
"Baiklah dok terima kasih,apa aku sudah boleh menjenguk keduanya?"
"Tentu boleh."
Dokter pun meninggalkan Cristian sendiri.
Cristian masuk ke ruangan Kenny,dia melihat Kenny yang lelap dalam tidurnya.
"Maafkan aku Kenny,kamu sudah melalui banyak hal untuk menyelamatkan Mala."Cristian meneteskan air matanya.
"Tetaplah kuat,dan kembalilah pada kami"
βοΈβοΈβοΈ
Di kediaman Adiwijaya,
"Dasar bodoh bodoh bodoh semuanya.."
"Pekerjaan yang begitu mudah,nggak bisa mereka lakukan sengan baik."Casandra terus saja mengumpat.
Pekerjaan yang harusnya dilakukan dengan mudah,orang suruhanya tak bisa menyelesaikannya.
Dia mendapati kabar jika kelima orang suruhannya telah ditangkap oleh polisi.
Tok tok tok
__ADS_1
Casandra melihat seorang pelayan wanita mengetuk pintu kamarnya yang kebetulan tak di tutup.
"Ada apa?"tanya Casandra kasar.
"Nyonya di lantai bawah ada yang mencari nyonya."jawab pelayannya dengan gugup.
Pelayan itu tak mau jika dia salah berbicara,sebab jika saja itu terjadi Casandra tak akan segan untuk menyiksanya dengan kejam.
"Siapa?"
"Nggak tahu nyonya,dua orang pria itu hanya bilang kalau ingin bertemu dengan nyonya."
"Baiklah kamu boleh pergi."
Pelayan itu pun berlalu dari hadapannya.
Casandra merapikan sedikit rambutnya di depan cermin.
Dan segera turun ke lantai bawah.
Di ruang tamu dua orang pria berjaket kulit menunggu kedatangannya.
Casandra mendekat,dan duduk berhadapan dengan mereka.
"Apa kalian mencari saya?"
"Selamat siang ibu,apakah benar saudara yang bernama Casandra Hermanto?"
"Ya saya sendiri,"dengan nada angkuhnya Casandra mengiyakan pertanyaan kedua pria tersebut
"Ibu Casandra kami dari kepolisian,datang ingin menahan anda."
Seorang dari mereka beediri dan mengambil borgol dari ikat pingganganya dan segera memborgol kedua tangan Casandra.
"Tunggu dulu,atas alasan apa kalian menahanku,huuhh?"
"Saya nggak mau pak,atas dasar apa bapak bapak ini mau menahan saya."
"Silahkan ibu tunggu penjelasan kami di kantor nanti.Sekarang ikut bersama kami. !" Seorangnya lagi membentak Casandra dengan nada yang kasar.
Mereka lalu menggiring Casandra keluar dari kediaman Adiwijaya,dan memasukkannya ke dalam mobil polisi yang membawanya ke kantor mereka.
Para pelayan pelayan di rumah yang mendengar teriakkan Casandra segera berlarian menuju ke ruang tamu.Ingin melihat apa yang terjadi pada nyonya mereka.
"Lepaskan saya,lepaskan saya."Casandra terus berteriak.
"Seseorang tolong telpon suami saya."perintahnya pada para pelayannya.
Mobil polisi itu pun melaju meninggalkan kediaman Adiwijaya.
Hu huh huhuhu
Ellena menangis,melihat ibunya digiring polisi dengan paksa.
"Anak sayang jangan menangis yah."seorang pelayan berusaha menenangkan Ellena.
"Tapi bik,kemana orang orang itu membawa mama Ellena."
"Tenanglah sayang,bibi juga nggak tahu.Ayo temani bibi kita telpon papa Cristian yah.Kita beritahukan pada papanya Ellena apa yang terjadi sama mama."
Ellena mengangguk dan masih menangis.
"Cup cup cup anak manis,sudah jangan nangis yah.Kalau kamu nangis ntar hilang cantiknya."
Ellena terdiam dan mengusap air matanya.
Pelayan tadi segera menghubungi nomor tuannya.Dia tak ingin mengganggu istirahat nyonya Elisabeth,nenek Cristian dengan jangan memberitahukannya padanya dulu.Dia ingin menunggu tuannya yang akan bercerita pada tuannya.
Panggilan pada ponsel Cristian tersambung.
"Hallo bik,ada apa?"
"Apa terjadi sesuatu pada nenek?"
"Ng nggak tuan."
"Lalu kenapa menelpon."
"Itu tuan,nyonya.."
"Iya kenapa dengan nyonya..?"
"Barusan dua orang polisi datang ke rumah tuan,dan membawa pergi nyonya."
"Nona Ellena melihatnya,jadi dia menangis terus."
"Baiklah bik,tolong tenangkan Ellena dulu.Juga jangan beritahukan ini pada nenek.Aku akan segera mengurusmya.Paham?"
"Baik tuan."sambungan telponnya Cristian putuskan.
"Casandra,bersiaplah menerima ganjarannya."Cristian bergumam dalam hatinya.
Dia lalu masuk ke kamar perawatan Mala.
Mala masih terbaring lemah.Menurut pengakuannya pafa dokter,selama hampir tiga hari dia tak diberikan makan dan minum oleh para penculiknaya.
"Cepatlah sadar Mala,aku masih membutuhkanmu."bisik Cristian lirih di telinga Mala.
"Tunggulah sebentar,aku akan mengurus semuanya untukmu.Akan kupastikan dia yang menyebabkanmu seperti ini akan mendapatkan balasannya."
Cristian pun pergi menuju kantor polisi.
πΌπΌπΌπΌ
Di kantor polisi,
"Lepaskan saya pak,apa salah saya?"
Casandra terus berteriak di balik jeruji besi.Dan tak ada satu pun yang menghiraukan teriakkannya.
"Akan kupastikan kalian semua akan dipecat."teriaknya lagi,seperti orang gila.
Cristian tiba di kantor polisi dan bertemu dengan polisi yang mengurus penangkapan Casandra dalam kasus penculikkan Mala dan penembakkan Kenny.
"Ini hasil penyelidikkan kami tadi tuan,"seorang polisi menyodorkan pistol juga ponsel milik tersangka,dan mendapatkan semua bukti percakapannya dengan Casandra sebagai orang yang menyewa jasa mereka untuk melakukan kejahatan ini.
"Berikut,ada rekaman vidio pelecehan terhadap korban wanita yang mereka buat sesaat sebelum tuan Kenny datang."
Semua bukti yang kami kumpulkan akan memberatkan istri bapak.
Cristian hanya diam menanggapi semua kata dari pak polisi di hadapannya.
Dia lalu menghela napas panjang.Tak menyangka Casandra akan melakukan perbuatan senekat ini.
"Pak polisi,aku serahkan semua urusannya pada anda.Dan pastikan para pelakunya juga istri saya akan mendapatkan hukuman yang seberat beratnya."
"Baik pak,terima kasih atas kerja samanya."
Cristian berdiri,dan berlalu meninggalkan kantor polisi.
"Cristiann.."
Casandra melihat Cristian yang berlalu meninggalkan kantor polisi tanpa memandang ke arahnya.
__ADS_1
"Arrrgggghhhhh..."
Casandra berteriak frustrasi,di saat seperti ini dia berharap mendapatkan dukungan dari Cristian namun ternyata dia salah.