Cinta Gadis Buta Huruf

Cinta Gadis Buta Huruf
Kebenaran


__ADS_3

Di rumah mewah Adiwijaya.


"Dimana nenek?"Cristian mencari-cari sosok orang yang paling dia sayangi.


Semua ruangan telah dia masuki namun sosok nenek tak ditemukan.


Saat langkah Cristian menuju ke halaman belakang.Ekor matanya menangkap sesuatu di sana.


"Nenek apa yang nenek lakukan di sini?"


"Crist,?"Nenek terkejut dengan suara Cristian yang datang menghampirinya dan duduk di sampingnya di bangku taman bunga halaman belakang kediaman keluarga Adiwijaya.


"Nenekku sayang,apa yang nenek lakukan disini sendirian pula."Cristian memeluk neneknya.Sejak kematian sang kakek,nenek lebih banyak menyendiri dan tak bernafsu makan.Separuh jiwanya kini telah pergi.Sosok Tuan Besar Victorio benar-benar telah hilang,membuat hati nenek menjadi hampa.


"Nenek sedang merindukan kakek,nak.Apakah kamu nggak merindukan Mala?"


Pertanyaan nenek langsung menusuk hati Cristian paling dalam.


"Apakah kau tahu,semua bunga di taman ini Mala yang menanam dan merawatnya.Semuanya begitu indah,nenek tidak pernah bosan memandang bunga-bunga di sini."


"Cristian sangat merindukan Mala nek.Namun Crist sangat membencinya."


Sesak di dalam dada Cristian membuat sebulir bening air mata jatuh dari pelupuk matanya.


Nenek tersenyum,dan menggenggam erat tangan Cristian.


"Nak,perasaan cinta yang besar dari dalam hati kita akan mengalahkan segala keegoisan."


"Kamu boleh membenci Mala,tapi apakah kamu sudah yakin dengan alasannya.?"


"Apakah alasan itu sudah kamu cari tahu kebenarannya?"


"Jangan pernah selalu mengikuti hawa ***** pikiran kita,tapi pikirkanlah semua dengan hati,bila itu benar-benar cinta."


Cristian terhenyuh mendengar kata dari neneknya.Hingga dia kembali memikirkan bagaimana dia mempermalukan Mala saat itu.Tanpa mau berhenti dan mendengar penjelasannya.


Mungkin saja saat dia mau mendengar penjelasan dari Mala,dia akan tahu alasannya.Namun semua sudah terlambat.Mala sudah tak bisa dia temukan lagi.


"Maafkan Cristian nek."


"Cristian telah menghancurkan hati Mala,sebelum bisa meminta maaf padanya Crist nggak akan bisa tenang."


"Yang sudah berlalu,biarlah berlalu nak.Doakan agar Mala tenang di alamnya.Pasti kakek dan Mala sedang tersenyum melihat kita di sini sedang merindukan mereka."nenek menyeka air matanya dan memeluk Cristian.Dalam tangisnya nenek berharap bisa segera berjumpa dengan kakek.


"Jangan tinggalkan Cristian sendiri nek.Cristian akan kesepian bila nenek juga akan pergi meninggalkan Kami."Cristian menangis dan memeluk neneknya.Dia tak ingin kehilangan orang yang paling dia sayangi lagi.Sudah cukup banyak kesedihan dalam hati keluarga Adiwijaya saat kehilangan kakek.


"Sudah sore nek,ayo kita masuk.Udara sore akan mempengaruhi kesehatan nenek."


Cristian merangkul pundak nenek dan berjalan bersama masuk ke dalam rumah.


"Tuan Cristian,ada tamu yang ingin berjumpa dengan tuan."seorang pelayan datang menghampiri Cristian dan neneknya.


"Siapa.?"


"Katanya dia seseorang yang sudah dihubungi oleh tuan,dari desa dekat peternakkan."


"Baiklah,suruh dia masuk ke ruangan kerjaku.Aku akan mengantarkan nenek ke kamarnya.Tolong buatkan susu hangat untuk nenek dan bawakan ke kamarnya."


"Baik tuan."


Kehilangan Sosok Mala membuat hati Cristian belum bisa menerima kenyataan.


"Apakah ini karena rasa bersalahku pada Mala,?"terakhir sebelum kejadian kebakaran itu Cristian merasa bersalah atas perlakuan kasarnya terhadap Mala.


"Oh Tuhan,seandainya keajaiban itu benar-benar ada."


Tak henti-hentinya Cristian menyalahkan dirinya sendiri atas kejadian yang menimpa Mala.


"Selamat sore tuan Cristian," Pria itu mengulurkan tangannya pada Vristian dan disambut olehnya.


"Hmm duduklah,"pria itu duduk di hadapan Cristian.


"Terima kasih sudah datang menemuiku,apa yang kau dapatkan?"


Cristian duduk di sofa dengan memangku kakinya.


"Tuan,menurut cerita saksi mata yang pertama kali tiba di peternakkan.Saat itu ada sebuah mobil hitam yang parkir di halaman rumah tuan di sana.Tidak ada yang mengenali milik siapa mobil itu.Desas desus penduduk di sana juga mengatakan bahwa ada seorang wanita hamil di dalam mobil itu,tak lama setelah kebakaran mereka meninggalkan peternakkan."


"Apakah kamu tahu,siapa pemilik mobil itu?"


"Sepertinya mobil itu adalah mobil sewaan tuan.Saat ditanya malam itu siapa yang menyewa nya ternyata seorang dari luar pedesaan.Tapi dia menitipkan mobilnya di tempat sewaan mobil itu.Saat tengah malam mobil itu dikembalikan oleh penyewanya."


"Sungguh mencurigakan,seseorang menyewa mobil namun mobilnya sendiri dia titikan di sana."


"Apa kamu tahu plat mobil orang itu?"


"Iya tuan,ini foto mobilnya.Sang pemilik mobil sewaan memberikannya padaku."


"Baiklah,apa ada yang lain yang bisa di curigai?"


"Suami istri yang bekerja di peternakkan yang menemani istri tuan juga sampai sekarang belum ditemukan sampai saat ini.Menurut cerita penduduk di sana saat itu mereka pergi meninggalkan peternakkan menjeguk saudara mereka yang sakit di desa sebelah.Mungkin mereka takut,mereka akan di salahkan dalam kejadian tersebut.Oleh karena itu mereka melarikan diri."


"Baiklah aku mengerti,terima kasih sudah datang kemari."


"Baik tuan,saya permisi dulu.",Cristian menganggukkan kepalanya.


"Siapa orang tadi Crist,sepertinya dia bukan bawahanmu."Casandra masuk ke dalam ruangan kerja Cristian.


"Bukan urusanmu,uruslah dirimu sendiri.Dan lihatlah dirimu saat ini.Sudah bertambah jelek dan gemuk.Itu membuatku nggak ingin melihatmu terlalu lama."Cristian sengaja mengejek Casandra.Agar Casandra membencinya.


"Aku sedang mengandung anakmu Cristian,apa pun yang kamu katakan tentang diriku saat ini aku tak perduli.Asalkan aku bisa melahirkan buah hati darimu aku sungguh akan menjadi wanita yang sempurna di sunia ini."


"Sebenci apa pun kamu kepadaku,aku yakin suatu saat kau akan kembali mencintaiku."


"Teruslah berharap Casandra,sampai jiwaku menghilang pun kamu nggak akan pernah mendapatkan cintaku kembali."


Cristian menatap wajah Casandra dengan tatapan sinis dan meninggalkan Casandra sendirian.


"Tenanglah anakku,kamu akan aman bersama mommy.Daddy hanya sedikit marah kepadaku dan akan kembali mencintai mommy seperti dahulu lagi.Tunggulah beberapa waktu lagi kita akan berjumpa sayang.Dan kita akan bersama-sama meluluhkan hati daddy,okey."


Casandra mengusap usap perutnya dengan lembut.Dia percaya suatu saat Cristian akan kembali mencintainya.Apalagi Mala sudah benar -benar lenyap dari kehidupan mereka.Casandra tersenyum puas,telepon dari suruhannya saat itu telah menyatakan bahwa Mala telah kehilangan nyawanya.


Auuggghhh aauuhh aaahhhh arrrggghhh

__ADS_1


"Aduh sakit.."


"Cristiann ..…tolong."


"Tolongggg."


Casandra merintih kesakitan,perutnya terasa panas dan sakit sekali.Sepertinya dia akan melahirkan.


"Ada apa Casandra kamu berteriak seakan-akan ini adalah hutan bagimu."Cristian menghardik Casandra.


"Tolong aku Crist,"suara Casandra melemah,dan jatuh ke lantai.


Saat Cristian menghampirinya cairan berwarna merah mengalir dari paha Casandra.


"Apa yang terjadi Casandra."pekik Cristian.


"Aku nggak tahu Crist,tolong bawa aku ke rumah sakit sepertinya aku akan melahirkan."


"Baikah aku akan memanggil pak Parman dahulu."


Cristian mengambil ponselnya dan menelpon pak Parman.


Tak berapa lama pak Parman datang dan bersama-sama menggotong tubuh Casandra menuju mobil yang sudah disiapkan oleh pak Parman terlebih dahulu.


Cristian memangku tubuh Casandra di jok belakang.Sementara pak Parman melajukan mobilnya ke rumah sakit terdekat.


"Dokter tolong dokter."Cristian memanggil dokter saat masuk ke UGD.


Para perawat mulai membaringkan tubuh Casandra di brangkar dan mendorongnya masuk ke ruangan bersalin.


Cristian menunggu dengan harap harap cemas di depan ruangan bersalin.Teriakkan Casandra dari dalam membuat hatinya ngilu membayangkan perjuangan seorang ibu untuk melahirkan seorang bayi di dunia ini."


"Dimana anakku Crist," Tuan Ferdy Hermanto dan istrinya Anisa Hermanto orang tua Casandra datang dengan tergesa-gesa menuju rumah sakit.Setelah tadi Cristian mengabarkan kepada mereka kondisi dari Casandra.


"Masih ada di dalam,sedang ditangani oleh dokter om."


"Tuhan,selamatkanlah anakku dan bayinya.Aku mohon."nyonya Anisa mengatupkan kedua tangannya dan berdoa memohon keselamatan putri tunggalnya dan juga bayinya.


"Tenanglah ma,anak kita lasti akan bisa melewatinya."tuan Ferdy mengusap punggung istrinya menguatkannya agar tetap menunggu dengan tenang.


Tiga jam berlalu,tuan Ferdy dan istrinya masih menunggu dengan sabar di depan ruangan penanganan anakknya.


Cristian beranjak dari tempat duduknya.


"Mau kemana kamu Cristian?"


Tuan Ferdy menatap tajam menantunya.


"Aku sudah lelah ayah mertua,aku ingin pulang ke rumah dan beristirahat."


"Beraninya kamu bersikap begitu,saat anakku sedang kesakitan di dalam."


"Duduklah diam di bangkumu.Tunggui hingga Casandra melahirkan bayinya.,"


Tuan Ferdy sungguh sangat marah saat Cristian akan pergi meninggalkan anaknya dalam keadaan sakit.


"Baiklah om,aku akan duduk di sini.Akan tetapi aku akan turun dulu mencari makanan.Sebab perutku sudah sangat lapar."


Cristian melangkah pergi dan mencari restoran terdekat untuk mengisi perutnya yang sejak tadi berbunyi .


Nyonya Anisa dan tuan Ferdy berdiri bersamaan menuju pintu kamar ruangan bersalin dimana Casandra melahirkan bayinya.


"Pah kita sekarang akan menjadi kakek dan nenek bagi cucu kita."ucap nyonya Anisa bahagia.


"Ya mah,apakah mama bahagia?"tuan Ferdy merangkul istrinya dengan bahagia.


Hmmm istrinya menanggukkan kepalanya dengan tawa bahagia.


"Keluarga Casandra Adiwijaya."seorang perawat keluar dari ruangan Casandra.


"Iya nona kami orang tuanya."


"Silahkan masuk pak bu.Nyonya Casandra dan bayinya sudah diperbolehkan berjumpa dengan keluarganya."


"Baiklah,terima kasih nona."


Kedua orang tua Casandra masuk ke dalam ruangan itu.


"Casandra.."


"Mama.."


"Mana bayimu,apakah kamu baik baik saja sayang?"nyonya Anisa memeluk putrinya dengan bahagia.


Casandra mengganggukkan kepalanya.


"Bayiku perempuan mah,cantik sekali."


"Ya pasti cantik seperti mommynya ."


"Ma,Cristian mana?"mata Vasandra mencari-cari keberadaan Cristian.


Nyonya Anisa hanya diam,tak menjawab.


Saat Casandra ingin bertanya lagi,seorang perawat datang membawa bayi Casandra dan menyerahkannya ke pangkuan Casandra.


"Anak mommy,sungguh cantik sekali."


"Akan kau beri nama apa putri cantikmu ini sayang?"


"Ellena."


"Nama yamg cantik seperti putri mama."


Hingga Casandra diperbolehkan keluar dari rumah sakit Cristian tak menampakkan wajahnya di sana.


"Aku bisa pulang sendiri ma,pah."


"Tapi Cristian tidak datang menjemputmu sayang."


"Nggak apa-apa pah.Casandra bisa mengatasinya sendiri."


"Nak,rumah tangga apa yang sedang kamu jalani."

__ADS_1


Tuan Ferdy menatap wajah putrinya.Tak tega dengan perlakuan menatunya.Sungguh ingin sekali dia menghancurkan Cristian pewaris terakhir keluarga Adiwija.Sama seperti saat kedua orang tuannya lenyap dalam genggaman perintahnya.


"Jangan pikirkan aku pah,Casandra kuat kok.


Casandra yakin suatu saat Cristian akan berubah."


"Papa nggak tega kamu diperlakukan seperti ini nak."


"Tenanglah pah,Casandra bisa mengatasinya."


"Baiklah kalau begitu papa dan mama akan mengantarmu hingga di depan rumahmu."


Casandra tak bisa menolak keinginan orang tuanya.


"Selamat datang cucuku."


Nenek adalah orang pertama yang menyambut kedatangan Casandra dengan bayinya.


Casandra tersenyum pada nenek.


"Dimana Cristian nek?"


"Ada si ruangan kerjanya."


"Baiklah aku akan menemuinya."


Nenek menganggukkan kepalanya,membiarkan Casandra pergi menemui suaminya.


"Crist.."


Casandra masuk ke ruangan suaminya.


"Lihatlah Crist,anak kita begitu sangat cantik.Hidungnya mirip sekali denganmu."


Casandra menghampiri Cristian dan memberikan bayinya kepada Cristian.


"Cantik kan bayi kita."


"Apa apaan kamu Casandra,bawalah bayimu ke kamarnya.Aku sedang sibuk bekerja."


Cristian menyerahkan bayinya kembali kepada Casandra.


"Crist,aku mohon lihatlah sebentar buah hati kita."


"Casandra."


Cristian menatap tajam pada Casandra.


"Baiklah.Tapi aku akan pastikan bahwa kau akan jatuh cinta pada bayiku suatu saat nanti."Casandra berlalu meninggalkan ruangan Cristian.


"Tunggu dan lihatlah pembalasanku Crist,"gumam Casndra dalam hatinya.Meski hatinya sedang tercabik-cabik Casandra bersikap seolah-olah dia baik-baik saja.


"Mala,seandainya kamu yang ada disini.Aku ingin menjadi ayah dari anak-anak kita.Mengapa begitu cepat sekali kau pergi?"


Criatian menyeka air matanya.


Ting..


Sebuah pesan singkat masuk di ponsel Cristian.


(Tuan,peternakkan memang benar-benar sengaja di bakar oleh seseorang.Ada barang bukti yang menguatkannya.Sebuah jerigen bahan bakar di temukam si sekitar tempat kejadian.Dan yang penting,kami sudah menemukan keberadaan mantan pelayan yang menghilang saat itu.")


("Baiklah,segera atur pertemuanku dengan pasangan suami istri itu.")


Di sebuah rumah kecil dan sederhana,di daerah pedesaan.


"Bu apa tuan Cristian akan menghukum kita setelah dia tahu malam itu kita meninggalkan nyonya Mala sendirian di rumah?"


"Sudah pak,jangan beetanya terus.Ibuk juga takut sekali."


Lelaki yang ditunggu pun masuk ke dalam rumah kedua orang tua itu.


"Tuaan."


"Ampuni kami tuan."


"Maafkan kami tuan."


Keduanya berlari dan bersimpuh di bawah kaki tuan mudanya.


"Berdirilah,dan jangan berbuat seperti ini.Aku tidak datang untuk mendengar permohonan maaf dari kalian."


Mereka berdua pun mempersilahkan Cristian duduk di sebuah kursi yang terbuat dari bambu."


"Sekarang ceritakan padaku apa yang terjadi di malam itu?"


Keduanya pun menceritakan segalanya.


"Semuanya mengarah ke seorang wanita hamil,apa benar dugaanku?"gumam Cristian dalam hatinya.Dia mendengarkan dengan seksama segala yang di ceritakan oleh kedua orang tua yang berada di hadapannya.


"Apakah ada seseorang yang melihat Mala saat itu bik?"


Bik Inah menggeleng,


"Maaf tuan,ketika kami tiba di peternakkan.Bangunan itu sudah habis di lalap api.Tak ada kemungkinan nyonya Mala bisa selamat dari sana."


"Bibik nggak menyangka,kalau nyonya akan pergi secepat ini.Nyonya Mala sungguh sangat baik sekali. "


"Terakhir kenangan Bibik dan bapak bersamanya.Saat kami diajak ikut serta ke resort milik tuan Kenny."


"Apa bik,apa maksudnya bibik juga ikut bersama Mala berlibur ke resort milik Kenny?"


Tanya Cristian tak percaya.


"Iya tuan,saat tuan Kenny melihat kesedihan nyonya setelah perceraian dengan tuan. Akhirnya tuan Kenny mengajak nyonya ke sana. Agar bisa menghilangkan sedikit kesedihan nyonya Mala.Bibik dan bapak juga diajak serta.Bahkan bibik menginap dalam kamar yang sama bersama nyonya Mala atas permintaanya."


"Tuan Kenny sudah dianggap sahabat oleh nyonya Mala."


Hati Cristian terasa hancur rasanya.Keegoisan hatinya mengalahkan rasa cintanya kepada Mala.Hingga dia tega menyakiti hati Mala.


"Mala,apakah ak umasih bisa mendapat kesempatan untuk meminta maaf padamu?"


Air mata Cristian tak sadar tumpah di hadapan kedua pelayannya.

__ADS_1


Bayangan-bayangan penghinaan yang dia lakukan pada Mala terakhir kali mereka bertemu kembali pada ingatannya.


"Mala,maafkan aku."bisik Cristian hampir tak terdengar.


__ADS_2