
Bab23
Sejak pak Kenny menjadi temannku,dia lebih sering datang ke peternakkan ini.Pembawaannya yang humoris membuat aku semakin dekat dan menyukai sifatnya.
Tapi aku masih bisa memposisikan diriku,bahwa aku sudah bersuami.Pertemanan ini cukup hanya di lingkungan pekerjaan.
Banyak hal yang kupelajari darinya tentang pengolahan susu terbaik dari sapi pilihan.Itulah yang membuatku menjadi lebih dekat dengannya.Karena aku lebih suka banyak bertanya padanya,tentang segala yang belum kumengerti.
Semakin hari,banyak hal baru yang pak Kenny bagikan padaku.Tidak heran kalau dia bisa lebih banyak tahu dariku,ternyata pak Kenny pernah tinggal di Australia.Dimana dia juga menjadi pekerja di sebuah peternakkan terbesar di sana.
Hingga akhirnya dia lebih memilih kembali ke Indonesia.Dan memulai bisnis dari hasil pengalamannya selama bertahun-tahun di Australia.
Setiap hari membuat pekerjaannku semakin kunikmati.Bekerja sambil belajar,hingga aku sedikit melupakan beban yang sedang kupikul.
Sesekali kakek dan nenek menelponku,begitu juga nona Margareth.Sekedar menanyakan kabar dariku.
Sementara Cristian,sangat sibuk dengan pekerjaannya.Menurut nona Margareth masih ada sesuatu pekerjaan yang harus ia selesaikan.
Tentang Casandra aku tak perduli.Biarkan dia menikmati status sebagai istri dari Cristian dulu.
Aku akan terus menunggu,hingga Cristian menyelesaikan masalahnya.Aku yakin jika semua permasalahannya sudah terselesaikan.Maka Cristian akan kembali kemari menyusulku.
"Selamat pagi bu Mala?"Seperti biasa pak Kenny selalu datang kemari.
Selain menjadi teman bicara bagiku,pak Kenny selalu datang mengontrol keadaan peternakkan.
"Kamu datang lagi,apa nggak punya kesibukkan lain di perusahaanmu pak Kenny?"
"Bu Mala,yang baik.Aku harus sering-sering datang kemari.Melihat dan mengontrol perkembangan sapi-sapi penghasil susu yang terbaik untuk perusahaanku."
"Sapi-sapi di sini terlihat bahagia kalau aku datang kemari.Kenapa malah bu Mala yang protes?"ucapnya dengan penuh keseriusan,yang membuat gelak tawaku tak tertahankan lagi.
"Bagaimana pak Kenny tahu kalau sapi-sapi itu bahagia?"tanyaku yang masih tertawa lucu mendengar celotehannya.
"Buktinya selama ini,sapi-sapi itu menghasilkan susu yang banyak dan juga berkualitas tinggi tanpa ada campuran bahan apa pun."
"Benar juga katamu pak Kenny."Dalam hati aku memuji semua apa yang dia lakukan,keseriusan dalam pekerjaan walau terlihat sepele.
Sudah hampir tiga bulan,aku menikmati pekerjaanku di sini.Perkembangan peternakkan secara rutin aku kabarkan kepada kakek dan nenek.
Kakek dan nenek sangat suka bila aku menelpon mereka dan membicarakan tentang kemajuan peternakkan ini.
Berharap suatu hari nanti bisa lebih berkembang seperti yang diharapkan oleh keduanya.
Saat bekerja,aku merasa tak kesepian.Menghabiskan waktu dengan mencari kesibukkan.Dengan begitu aku tak terlalu memikirkan apa yang sedang terjadi padaku saat ini.
Apa lagi dengan kehadiran pak Kenny di sini.Membuat kesepianku sedikit terisi oleh kehadirannya.
Menikah dan memiliki suami namun belum kurasakan bagaimana menikmati indahnya hidup rumah tangga yang normal.
Sedang Cristian terlalu sibuk dengan urusan dan bisnisnya.Hanya sesekali menelponku dan itu pun tak lama.
Drrttt drrttt drrtt
"[Hallo.]"
__ADS_1
"[Hallo Mala,ini nenek."Nenek kangen sekali sama kamu.Bisakah akhir pekan ini Mala datang kemari.]"
"[Mala juga kangen sama nenek,dan kakek juga nona Margareth]"
"[Baiklah ,Mala akan berkunjung ke sana saat akhir pekan nanti.]"
"[Makasih ya nak,nenek tungguin nanti.]"
Aku mematikan ponselku.Haruskah aku berkunjung ke sana.Disana ada Casandra yang pasti perutnya sudah mulai membesar.
Apakah Cristian juga merindukkan aku seperti aku merindukannya?
Bahkan sekedar hanya mengunjungiku sesekali tak pernah ia lakukan.
Apakah aku begitu tak penting baginya saat ini?
Ahhh aku sedih memikirkan sendiri pikiranku membuatku ingin lari dari semua kenyataan pahit ini.
Aku menundukkan kepalaku diatas meja kerja.Tak terasa air mataku menetes lagi.Aku sudah tak kuat lagi,tapi aku akan berusaha untuk tetap ikhlas dengan jalan hidupku.
Mungkin Tuhan sedang mencobaiku,seberapa sabar aku menunggu cintaku kembali.
Akhir pekan yang ditunggu pun tiba.Nenek sudah menelpon kalau pak Parman yang akan datang menjemputku.
Setelah membersihkan diri,aku berdandan dengan polesan make up tipis,dan lipstik pink nude sebagai pemanis warna bibirku.Rambutku biarkan terurai begitu saja.
Dress bermotif bunga-bunga berwarna maroon kupilih untuk kukenakan.Sebuah koper kecil sudah kuisi dengan beberapa pakaianku.
Aku siap untuk berangkat,sambil tersenyum menatap wajahku sendiri di depan cermin.
Seketika kakiku terkilir dan aku merasa aku akan terjatuh terguling di anak tangga ini.Sesaat sebelum aku menyadarinya,tiba-tiba tangan kekar seseorang datang dan menahan tubuhku agar tak jatuh.
Aku kaget setengah mati.
"Pak Kenny,kenapa kamu bisa disini?"Tangannya masih terasa sedang menyentuh tubuhku.
Belum sempat pak Kenny menjawab pertanyaanku.
"MALA ! ! !" Suara keras dari seseorang dari arah pintu depan mengangetkan kami berdua.
"Cristian?"segera aku melepaskan diri dari tangan pak Kenny.
Cristian datang menghampiri kami berdua.Belum saja aku melanjutkan menuruni anak tangga ini.
BUUUUKKK...
Cristian memukul keras wajah pak Kenny..
Terlihat wajah pak Kenny memerah dan mengeluarkan darah di sudut bibirnya.
Saat pak Kenny bersiap untuk membalas memukul Cristian.Aku berlari ke arah Cristian dan menghalangi tubuhnya,dengan merentangkan kedua tanganku.
"Jangan pak Kenny,"
Menyingkirlah kamu bu Mala,aku harus menghajar lelaki brengsek ini.
__ADS_1
"Cukup pak Kenny,lelaki yang kamu maksud ini adalah suamiku."aku berteriak keras kepadanya.
"Hhahaha"
Senyum seringai pak Kenny,menunjukkan bahwa ia kaget dan tak percaya.Lelaki yang ada di hadapannya adalah suamiku.
"Apa yang sedang kau lakukan di rumahku Kenny Brahmanto??"
Suara lantang Cristian pada pak Kenny.
Bagaimana bisa Ctistian mengenalnya.
"Tanyakan saja pada bu Mala,kenapa aku berada disini Tuan Cristian."
Cristian memandang ke arahku,tanpa bertanya.Aku tahu ekspresi wajah Cristian sudah pasti banyak sekali pertanyaannya untukku.
"Ini nggak seperti yang kau kira Crist,"aku ingin mencoba menjelaskan pada Crist secara perlahan.
"Apa benar Cristian adalah suami kamu,bu Mala?"
"Iya pak Kenny,Cristian adalah suamiku."
Hahahha
"Suami macam apa kamu Cristian?Mengabaikan seorang istri secantik bu Mala. Dan membiarkannya tinggal sendirian di peternakkan ini?"
"Kalau saja kamu nggak datang kemari,sudah pasti aku akan mengajaknya pergi bersamaku.Meninggalkan suami yang lepas akan tanggung jawabnya."Ledek pak Kenny dengan nada merendahkan Cristian.
"Jaga mulutmu,Kenny.Pergilah segera dari rumahku."
"Tanpa kamu usir pun,aku akan pergi sendiri."
"Bu Mala,aku permisi kembali pulang ke rumahku."
Cristian yang masih terlihat emosi, menarik paksa pergelangan tanganku.
"Sakit Crist,"aku meringis kesakitan.
Dia menyeret paksa tanganku,dan mebawaku keluar dari rumah ini.Pintu mobil dia buka dengan kasar dan juga mendorongku secara kasar agar duduk di sampingnya.
Sepertinya nenek yang meminta Cristian sendiri yang datan menjemputku menggantikan pak Parman.
Saat Cristian duduk di balik kemudi,dia memandangku dengan tatapan tajam.Wajahnya yang putih,terlihat merah menahan emosinya.
"Katakan padaku,Mala.Ada hubungan apa kau dengan Kenny.Mengapa dia bisa masuk ke dalam rumah kita,hah?" Terdengar kasar pertanyaannya.Aku belum pernah melihat Cristian seemosi ini.
"Pak Kenny hanya rekan kerja samaku di peternakkan,Crist."jawabku seadanya.
"Lalu kenapa dia bisa masuk ke rumah kita?"
"Aku juga nggak tahu, apa yang kamu lihat itu terjadi diluar kendaliku Crist."
"BOHONG ! ! !"
Untuk pertama kalinya hari ini,Cristian membentakku dengan kasar.Sekali pun aku menceritakan yang sebenarnya saat ini.Pasti dia tak akan percaya.
__ADS_1
Aku hanya diam dan menutup rapat mulutku.Dan menahan diri agar air mataku tak tumpah di hadapannya