Cinta Gadis Buta Huruf

Cinta Gadis Buta Huruf
Made in Indonesia


__ADS_3

Perjalanan panjang dan melelahkan,Alex dan Margareth istrinya tiba di bandara.


Mereka dijemput sebuah mobil yang akan membawa mereka ke hotel yang akan mereka tuju.


Kamar hotel super mewah,pemandangannya menampakkan menara eifel dari sudut jendela kamarnya.


Kamar yang begitu sangat besar,dengan sebuah ruangan tamu dan ada sebuah kamar lain yang cukup besar,di dalamnya ada satu ranjang king size yang di dekorasi khusus untuk pasangan pengantin yang datang berbulan madu d sana.


Lelah bercampur ngantuk melewati perjalanan panjang keduanya langsung tertidur setelah melihat ranjang empuk di hadapan mereka.



🌼🌼🌼🌼


Margareth terbangun dari tidurnya,dia tak melihat suaminya lagi di sebelahnya.Seingatnya dia tidur bersama suaminya tadi.


"Alex.."


Margareth memanggil manggil suaminya,akan tetapi tak ada sahutan sedikit pun.


"Kemana dia?"


"Margareth mencari sampai ke kamar mandi dia tak menemukan sosok suaminya.


Margareth memutuskan untuk membersihkan diri ke kamar mandi.Dua puluh menit berlalu,Margareth sudah selesai membersihkan diri,namun suaminya belum juga kelihatan.


Margarerh membuka koper,dia kaget setengah mati melihat isi kopernya.


"Apakah koperku tertukar dengan seseorang?"


"Kenapa hanya ada sebuah gaun,dan sepatu di sini.Perasaan aku nggak memiliku gaun seperti ini."


Di dalam kopernya ada sebuah amplop kecil,dibuka dan dibacanya isi surat yang ada di dalamnya.


"Istriku sayang,aku harap kamu mau memakai gaun yang kuberikan padamu saat ini.Bersiaplah untuk menerima kejutan dariku."


Suami tercintamu,


Alex


Margareth tersenyum,dan langsung membuka isi kopernya dan memakai gaun yang katanya adalah pemberian suaminya.


Dipolesnya make up di wajah dengan polesan natural,bibirnya dia torehkan lipstik berwarna pink nude.Membuat kesan anggun dirinya semakin terpancarkan.


Setelah berdandan dia menunggu kedatangan Alex.


Hari sudah semakin sore,akan tetapi Alex belum juga datang.


Margareth sudah mulai bosan,dan memilih untuk berjalan jalan di sekitar hotel.Berharap dapat menghirup udara segar di kota Paris ini.



Jalanan sepi,akan tetapi damai sekali rasanya.Udara disini lebih bersih dan tak menyesakkan oleh polusi udara,sebab jalanan disini sangat indah.Orang orang lebih banyak memilih untuk jalan kaki dibandingkan untuk naik mobil.


Lelah berjalan jalan,akhirnya Margareth memutuskan kembali ke kamar hotelnya.Mungkin Alex sudah kembali dan sedang mencarinya


Pintu kamar dibuka,kamarnya gelap namun Margareth tak tahu dimana letak saklar lampu di kamar ini.


Margareth masuk ke dalam kamarnya,berjalan masuk sambil meraba raba benda benda yang ada di hadapannya.


Dalam kegelapan Alex memeluk istrinya dari belakang


"Siapa kamu?"


Margareth kaget sebab tangan seseorang sedang memeluknya dari belakang.


Ssssssttttt


"Tenanglahn istriku,ini aku suamimu."


"Alex,kemana saja kau ini.Aku mencarimu sejak tadi."


"Tenanglah sayang,aku disini."


"Ikutlah denganku."


Masih dalam kegelapan,Alex menuntun istrinya dengan menurup mata istrinya dengan sebuah sapu tangan menuju balkon kamar yang mereka tempati.


"Alex apa yang akan kau lakukan.?"


"Diamlah,dan ikutlah apa yang akan kulakukan untukmu."


Sampai di balkon kamarnya,Alex membuka sapu tangan yang menutup mata istrinya.


Penampakan pemandangan di hadapan mereka membuat Margareth kaget dan bercampur haru.


Tak menyangka suaminya menyiapkan dinner romantis untuk mereka berdua nikmati malam ini.


Di sana,sebuah meja kecil dengan vas bunga yang dipenuhi bunga bunga indah berwarna merah pink,telah Alex siapkan.


"Ayo sayang kemarilah,"


Alex mengajak Margareth duduk pada sebuah kursi.Suasana semakin menjadi romantis, makanan sudah disiapkan disana,dan sebotol anggur merah untuk menyenangkan mereka malam ini.Apalagi pemandangan di hadapan mereka yang menyuguhkan kota Paris di malam hari,dan dengan back ground menara Eifel di sana.



Di sudut balkon,ada tiga orang yang sudah bersiap memainkan alat musiknya.


Seseorang memegang biola,seseorang memainkan terompet dan yang seseorang lagi memainkan saxophone.


Alunan musik mereka mengiringi perasaan kedua suami istri ini terbang melayang tinggi.


Hati Margareth berbunga bunga.Ini pertama kalinya dia akan dinner bersama suaminya dengan sisi romantisnya.


Margareth tak menyangka,kalau suaminya begitu memperhatikannya.Suaminya begitu tahu cara menyenangkan hatinya .


Mereka menghabiskan makanan mereka dengan saling bercerita tentang kehidupan mereka masing masing.


Sesekali mereka tertawa saat salah satu dari mereka menceritakan hal konyol yang mereka alami,sebelum mereka melepas masa lajangnya.


Gelas demi gelas mereka habiskan anggur merah yang sudah disiapkan untuk mereka.


Rasa panas yang menjalar di tubuh mereka oleh sensasi rasa anggur merah yang mereka nikmati.


Oleh musik clasik yang mengalun,Alex meminta tangan istrinya untuk berdansa bersamanya.


Rasa bahagia yang meliputi hati keduanya,membuat gerakan dansa yang mereka lakukan seperti sebuah ajakkan mengikuti langkah kaki Alex,menuntun istrinya berjalan mundur,mundur dan mundur.


Dan akhirnya kedua kaki pasangan pengantin baru ini masuk ke dalam kamar bulan madu mereka menutup pintunya dan membiarkan ketiga pemain musik di luar balkon terus mengalunkan musik andalannya.


Entah siapa yang memulai duluan,kedua anak manusia itu sudah mulai saling menautkan bibir mereka.


Terbawa arus musik clasik yang mengalun dibawa para pemusik yang memainkan dengan indahnya.Membuat keduanya larut dalam gelora warna cinta yang mereka leburkan menjadi satu.


Seperti dahaga yang dirasa di gurun pasir Sahara keduanya berlomba mencari sumber air pemuas dahaga dalam oase cinta yang mereka ciptakan.


Setiap leguhan dan erangan kenikmatan berbaur menjadi satu dengan nada nada musik yang masih mengalun dengan indahnya.


Melodi rendah hinggga melodi yang paling tinggi,memacu sang pemilik memainkan perannya.


Pencarian maha cinta menuju ke nirwana menembus langit ke tujuh,disana surganya dunia direngkuh dalam genggaman hati sang penikmat rasa.


Bersamaan dengan alunan musik yang selesai dimainkan,semburan panas nikmat menuntaskan hasrat yang menggebu gebu diantara keduanya.


Senyum kebahagiaan oleh karena kepuasan dan dahaga yang diraih bersamaan membuat mereka jatuh dan tertidur dalam kelelahannya.

__ADS_1


Sedang ketiga pemain musik tadi,setelah menyelesaikan pekerjaannya mereka pun meninggalkan kamar pengantin yang sedang menikmati bulan madu terindahnya.


❀️❀️❀️❀️


Hari berganti,


Pagi yang begitu indah saat sepasang mata Alex terbuka,dan melihat di sisinya sedang terbaring seorang wanita cantik,yang selalu berhasil membuat debaran di jantungnya tak karuan.


Dia memeluk erat istrinya,mendekap masuk tubuhnya agar lebih erat dalam pelukkannya.


Istrinya hanya menggeliat dan membalas pelukkan suaminya.


Sementara di luar kamar hotelnya,rintik rintik hujan mulaiturun membasahi bumi.


Margareth melonggarkan pelukkannya,dan berniat untuk turun dari ranjangnya.


"Mau kemana kamu sayang?"


"Alex,aku ingin ke kamar mandi dan ingin membersihkan diri.Hari ini aku mau jalan jalan menikmati kota indah ini."


"Sayang apa kamu nggak melihat,di luar turun hujan yang sangat deras.Bagaimana mungkin kita keluar untuk jalan jalan."Alex membuat alasan.


Tapi memang benar kenyataannya hujan di luar sana sangat deras,membuat siapa pun di balik selimut pasti malas untuk bergerak.


Margareth memandang keluar jendela,ada rasa sedikit kecewa di hatinya.Banyak rencana yang sudah dia susun di dalam kepalanya.


Ke tempat mana saja yang akan mereka kunjungi berdua.Namun gagal dalam sekejap oleh hujan yang turun tanpa berperasaan.


Alex bangun dari ranjangnya,menggenggam tangan istrinya.Menarik tubuh istrinya agar kembali tidur di ranjang bulan madu mereka.


Saat keduanya sudah terbaring di atas ranjang.Alex menutup tubuh mereka berdua dengan selimut.


Lalu adegan adegan semalam berulang kembali.Suara erangan dan ******* saling berlomba dengan suara hujan di luar sana.


Membuat kedua pasangan itu sepertinya tak akan punya kesempatan untuk keluar dari kamarnya.


πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€


Sudah tiga tahun aku berada disini.


Di rumah mewah milik keluarga Kenny,di dalam kamar ini aku hanya bisa memandang keluar jendela melihat hujan yang turun sangat deras.


"Mala,pakailah ini!"


Kenny memakaikan jaket tebal ke tubuhku.


"Di luar sangat dingin,kamu bisa terkena flu jika kamu tak memakai jaket,meskipun di dalam rumah."


Aku tak menyahut,mataku masih asyik memandang keluar jendela melihat hujan yang belum mau berhenti


Dalam pikirannku,aku ingin sekali berlari di tengah tengah hujan.Dan meneriakkan kata rinduku untuknya yang entah saat ini apa dia juga sedang merindukanku atau tidak.Itu pun aku tak tahu.


"Mala.."


"Mala.."tangan Kenny mengguncang pundakku lembut.


"Apa kau masih merindukkannya Mala?"


Aku tak bisa menjawab,namun air mataku sudah membanjiri wajahku.


"Perasaan tak bisa dibohongi,"


"Mala,apa nggak bisa sedikit saja kau berusaha untuk melupakannya?"


"Aku selalu menunggumu dengan perasaanku selama ini.Apa kamu nggak bisa memahami perasaanku ini?"


"Jawab Mala."Kenny mengharapkan aku bisa memberinya jawaban.Namun aku tetap tak bisa melakukannya.


Kenny sudah terlalu baik dalam hidupku,dan aku tak bisa melupakkan kebaikkannya.


Entah kenapa,aku merasa aku masih harus setia menunggu cinta darinya,yah darinya mantan suamiku.


Terlihat bodoh bukan?


Jelas jelas mantan suamiku sudah bahagia dengan istrinya saat ini. Dan aku yakin dia tak pernah mau mencari keberadaanku.


Buktinya selama tiga tahun disini aku tak pernah mendengar kalau dia mencariku.


Apa yang menjadi tak mudah baginya,segala fasilitas dan orang orang kepercayaan terlalu banyak baginya.Namun sedikit pun dia tak pernah merasa kehilanganku.


"Maafkan aku Kenny,"tangisanku semakin tak bisa kukendalikan lagi .


Kenny hanya bisa meraih tubuhku dan memelukku.Sepertinya dia juga sangat tersiksa dengan perasaannya kepadaku.


Namun aku tetap tak bisa memberikannya.


"Mama..."


Suara anak laki laki kecil memanggilku.Segera aku langsung menyeka air mata di wajahku dan berlari menghampirinya.


"Ada apa sayang?"


"Kenapa mama menangis,apa uncle Kenny melukai mama?"


"Bial Devan yang akan memukulnya."


Aku tersenyum melihat tingkah anakku.Umurnya baru tiga tahun namun dia berbicara seperti anak yang sudah dewasa.


Aku memeluknya dan mencium aroma tubuhnya,yang mengingatkan aku pada ayahnya.


"Nggak sayang,uncle Kenny nggak melakukan apa pun.Mata mama cuma kelilipan,kebetulan uncle Kenny juga berada di sana."


"Oh,devan kila uncle Kenny memalahi mama."Anak mama pintar,aku mencubit hidungnya hingga membuat dia menjerit.


"Sakit mama."


Hahahhahah aku dan Kenny tertawa melihat tingkah anak kesayangannku ini.


"Mana mungkin uncle bisa memarahi mama Mala punya Devan yang sangat cantik ini,nak."


"Uncle,apakah uncle akan pelgi ke Indonesia."


Kenny datang menghampiri kami dan memandang wajahnya.


"Iya nak,apa kau juga mau ikut?"


"Nggak uncle,Devan nggak mau ikut."


"Terus untuk apa anak tampan mama Mala ini bertanya?"


"Kalau uncle ke sana bilang pada papa Devan,kalau suatu saat nanti Devan akan mencali papa,dan membelitahukan padanya kalau mama di sini selalu belsedih mengingat papa yang nggak pelnah mencali mama."


Kenny tersenyum dengan jawaban Devan.


"Baiklah nak,uncle Kenny akan ke Indonesia,hanya tiga hari.Uncle nggak bisa janji kalau untuk mendapatkan alamat rumah papanya Devan yah."


"Devan bisa menjaga mama Mala kan."


"Iya uncle Devan bisa menjaga mama,belsama oma Laulent dan oma Magda dan juga oma Flansisca.jadi mama tetap aman belsama kami.Iya kan ma?"


Aku menggagukan kepala,bahagia sekali rasanya melihat anakku tumbuh menjadi anak yang sangat pintar.


Devan sudah aku masukkan ke kelas taman anak anak.Yang bisa membangun rasa solidaritas dan empati terhadap sesamanya.


Di sekolahnya Devan selalu dipuji oleh guru gurunya karena kepekaannya terhadap sesamanya dan aku bangga sekali.

__ADS_1


"Lihatlah Crist,anak kita sudah tumbuh besar.Dia sama persis dengan wajahmu."


🌼🌼🌼🌼


Enam hari Alex dan Margareth menghabiskan hari hari bulan madunya di kota Paris.


"Alex,apa kita akan menghabiskan waktu kita disini hanya di dalam kamar saja?"


Suara Margareth berubah menjadi manja di hadapan suaminya.


"Di luar hujan sayang,apa yang bisa kita lakukan?"


"Ayolah,kita habiskan hari terakhir kita disini dengan berbelanja beberapa pakaian dan oleh oleh buat semua orang di rumah."


Karena desakan dan bujukkan Margareth akhirnya hati Alex pun luluh.


Mereka segera bersiap dan berencana berburu oleh oleh kota Paris ini untuk dibawa pulang.


Walau hujan masih terus mengguyur bumi,Alex dan Margareth masuk ke salah satu pusat perbelajaan.


Di sana Margareth memilih semua baju baju pilihannya,barang barang branded yang hampir semua artis Indonesia juga memilikinya.


Setelah puas berbelanja,Margareth masuk ke sebuah toko souvenir,disana banyak sekali barang barang unik yang dijual.


Margareth memilih beberapa barang,dan saat akan ke kasir dia melihat sepasang sandal yang begitu bagus dilihatnya .Kelihatan unik dalam desain dan motifnya.Sungguh sangat memikat hati Margareth.


Tanpa berpikir panjang,sandal itu juga dia masukkan ke keranjang belanjaannya.


Kedua suami istri itu kelelahan oleh karena seharian penuh sudah berjalan jalan.


Selesai makan malam,Margareth mulai berbenah memasukkan semua barang barang belanjaanya tadi ke dalam koper.


Tak luput semua barang barang yang belanjaannya seharian tadi,yang sebagiannya akan dibagikan kepada keluarganya sesampainya di Indonesia.


Terakhir saat sandal uniknya akan dimasukkan ke dalam tas.


Margareth berteriak.


"ASTAGA"


"Kenapa sayang?"Alex yang mendengar suara istrinya turut kaget dibuatnya.


"Aku mengira kalau aku akan memamerkan sandal ini sampai ke Indonesia nanti."


"Lalu apa hubungannya dengan teriakkanmu sayang?"


Alex bingung,melihat wajah istrinya yang sepertinya merasakan kekecewaan.


"Sandal unik yang kubeli,saat aku merasa aku akan memamerkan sandalku ini di hadapan semua yang melihatku."


"Lalu?"Alex masih merasa bingung dengan perkataan istrinya.


"Aku mengira aku sudah membeli sandal buatan dari kota Paris.Ternyata saat aku membalikkan sandal ini,di bawah sandalnya tertulis made in Indonesia."


H haha hahah ha


Alex tertawa terbahak bahak,


Margareth juga ikut tertawa.Menertawakan kebodohannya,yang begitu tak teliti dalam berbelanja.


"Aku pikir itu adalah toko souvenir yang khusus menjual barang barang asli buatan kota Paris."


"Ya sudahlah nggak apa apa.Nanti juga kamu bisa membelikan yang lainnya kan"


Margareth menggangguk,walau dalam hatinya merasa sangat kecewa.


🌼🌼🌼🌼


Semua koper sudah dimasukkan ke dalam mobil.Alex dan Margareth akan diantar ke bandara dengan mobil hotel tempat mereka menginap.


"Kenapa wajahmu ditekuk begitu sayang?"


Alex melihat wajah Margareth yang terlihat sangat tak senang


"Ada apa sayang?"


"Apa kamu nggak merasa rugi?Seminggu kita di Paris tapi nggak kemana mana.Cuma berduaan terus di dalam kamar.Sungguh aku merasa kecewa aku belum bisa menikmati keindahan kota ini."


"Tapi kamu menikmati kebersamaan kita di atas ranjang kan sayang?"Alex menggoda istrinya yang langsung merona wajahnya.


"Kita akan kembali kemari suatu saat nanti sayang."Alex mengecup kening istrinya.


Mobil berhenti di depan bandara.Barang barang keduanya digeret masing masing satu koper di tangannya.


Panggilan untuk para penumpang dari kota Paris menuju kota Jakarta,Indonesia di umumkan.


Semua calon penumpang masuk dan bergegas menuju ke pesawat.


Saat Alex dan Margareth berjalan,Margareth sepertinya melihat seseorang yang begitu dikenal olehnya.


Margareth berabalik melihat ke arah belakang.


"Mala...?"


"Apa itu benar Mala?"


Seorang wanita berjalan dengan arah yang berlawanan dengannya.


Hanya terlihat punggungnua saja,akan tetapi dia menggendong seorang anak kecil dan diikuti seorang pria.


"Ah,mungkin cuma perasaanku saja.Mana mungkin itu Mala."


"Mala kan terakhir di lihat di peternakkan mana mungkin dia berada di Paris."


Magareth lalu memukul kepalanya agar segera tersadar kembali.


Kemudian dia melanjutkan perjalanannya bersama Alex kembali pulang ke negaranya.


❀️❀️❀️❀️


Di saat yang sama Mala dan Devano sedang menjemput kedatangan Kenny di bandara.


"Uncle..."


Suara Devano berteriak kegirangan memanggiL Kenny dengan hati yang penuh kerinduan.


"Haloo anak kesayangan mama Mala."


"Hallo uncle."


"Apa kau senang uncle pulang?"


"Ya uncle Devan melasa senang sekali uncle kembali kemali. Kau tahu di lumah Devan sudah nggak memiliki teman lagi.Mama Mala dan ketiga oma ku sibuk memasak di dapul,sedang aku mereka bialkan bermain sendiri."


"Ih anak manis,kini uncle udah pulang.Dan akan menjadi teman bermain buat Devan."


"Benalkah "Mata anak kecil itu berbinar binar.


"Iya nak,"


Kenny menggendong Devan,dan ketiganya berlalu meninggalkan bandara."


"Apa urusanmu berjalan lancar di sana,Kenny?"


"Iya Mala,bahkan di luar dugaanku,semuanya berjalan lancar kembali.Semua kerusakkan dan kerugian perusahaam kini dapat dikendalikan kembali."

__ADS_1


"Syukurlah kalau begitu."


__ADS_2