
Bab 54
"Kemana Perginya Mala ya nek?"
Dalam mobil Cristian lebih memilih ikut bersama nenek.
"Pasti dia sedang berada di suatu tempat.Hanya saja mungkin dia sedang nggak ingin bertemu dengan siapa pun dulu saat ini."
"Cristian takut nek,Mala akan semakin membenci Crist."
"Tenanglah nak,semua pasti ada jalan keluarnya.Kita hanya perlu bersabar yah."
Nenek menggenggam tangan Cristian menguatkan cucunya agar bisa melewati semua peristiwa dalam hidupnya.
Mobil melaju pelan menuju kediaman Adiwijaya.
Saat mobil masuk ke kediaman Adiwijaya nenek dan Cristian turun dari mobil mewahnya.
"Kakak,sejak kapan datang?"
"Hai nenek,apa kabar?"Margareth dan Alex menyambut kedatangan Cristian dan nenek.
"Baik sayang."
"Kalian juga apa kabar?"
"Kami baik juga nek.Aku dan Alex baru juga tiba."
Mereka berjalan masuk menuju ruangan keluarga dan duduk bersama sama di sana.
"Bagaimana persidanganmu Crist?"
"Syukurlah semuanya bisa berjalan baik kak.Keluarga Hermanto juga akan mengembalikan aset aset kita."
"Jika keluarga Hermanto nggak melakukannya,kita bisa menuntut mereka.Jadi mereka nggak akan berani berbuat ulah."
"Baguslah kalau begitu.Semuanya bisa berjalan lancar dan kita sudah terbebas dari kelicikkan keluarga mereka."
Margareth dan Alex turut senang mendengar semua penuturan Cristian.
"Kenapa wajahmu bersedih Crist,bukannya kamu harus bahagia dengan perceraiannmu?"
Margareth melihat raut kesedihan yang terpancar dari wajah adiknya ini.
"Adikmu bersedih karena dia kehilangan Mala lagi,nak."
"Maksud nenek?"
"Tadi siang nenek dan Cristian janjian ingin bertemu Mala di apartemen milik Kenny. Karena selama ini Mala memang tinggal bersama nyonya Laurent di sana.Ternyata setelah tiba di sana apartemen Kenny sudah terjual dua minggu yang lalu.Entah kemana Mala dan nyonya Laurent pergi."
Cristian hanya bisa tertunduk lesu.Niat hatinya ingin segera bertemu dengan Mala harus kandas begitu saja
"Kemana kamu Mala?"
Cristian terus bertanya tanya di dalam hatinya.
"Aku dan Alex akan mencoba membantumu Crist,jadi tenanglah.Semuanya pasti memiliki jalan keluarnya.
"Terima kasih kak."
"Apa kamu sudah menghubungi orang tua Mala?"
"Sudah kak,tapi mereka bilang Mala belum juga menghubungi mereka sejak kejadian penculikkan terhadapnya.Tapi aku sudah menjelaskan pada mereka kalau Mala sudah ditemukan.Jadi aku minta pada mereka agar tak lagi mengkhawatirkan Mala.Dan juga kalau ada kabar tentang Mala segera memberitahukan padaku."
"Baguslah kalau begitu.Aku akan menghubungi orang orang kepercayaanku untuk mencari tahu apa yang terjadi pada Mala saat ini."Margareth menepuk nepuk pundak adiknya dengan penuh kelembutan.
"Aku dan Alex akan selalu mendukungmu."
Margareth meminta orang orang kepercayaan Alex untuk mencari keberadaan Mala.
Keluarga Alex juga sangat banyak memiliki relasi yang bisa membantu menyelidiki orang orang yang hilang.
Nenek mengajak mereka untuk makan malam bersama.
"Selamat malam Ellena,"
"Selamat malam juga tante."
Ellena sudah duduk manis di meja makan .
Mereka menghabiskan makan malam dalam diam dengan pikirannya masing masing.
"Ellena pamit ke kamar dulu,papa.Ellena akan bobo bersama papa malam ini."Ellena sudah selesai makan,karena dia masih kecil dia lebih memilih untuk kembali ke kamarnya.
Sejak kecil dia sudah tidak diperbolehkan terlibat dalam pembicaraan oranng tua.Bagi nenek tugasnya cukup bermain dan belajar.
"Iya sayang,naiklah ke atas papa akan menyusulmu nanti."
Ellena dibantu seorang pelayan untuk segera naik ke lantai atas menuju kamar Cristian.
Mengganti pakaiannya dengan piama dan bersiap untuk tidur di ranjang Cristian.
Semenjak kepergian Casandra Ellena semakin menjadi dekat dengan Cristian.Hanya Cristian yang bisa menenangkan hatinya.Oleh karena itu Cristian membiarkan Ellena untuk tidur bersamanya.Anak berumur lima tahun itu benar benar kehilangan sosok ibunya.
Rutinitas sebelum tidur adalah mendengarkan dongeng yang dibaca oleh papa Cristian.Sehingga kadang kadang dia melupakan sosok ibunya sudah tak ada bersamanya lagi dalam rumah ini.
Dia tak pernah mau bertanya banyak lagi tentang ibunya.Tapi beberapa pelayan sering memergokinya sedang menangis sendiri di dalam kamarnya.Para pelayan segera memberitahukan kejadian itu pada Cristian.Sehingga Cristian lebih memilih untuk menemani Ellena tidur setiap malam.
πΌπΌπΌπΌ
Dengan segala kemampuan yang dimiliki para suruhan Alex mencari Mala kemana mana.Semua suruhannya berpencar ke semua tempat yang memungkinkan Mala berada.Namun hasilnya lagi lagi membuat Cristian kecewa.
Berulang kali Cristian pergi ke kampung halaman Mala.Siapa tahu orang tua Mala menyembunyikan keberadaan Mala.Cristian mengira jika dia datang secara tiba tiba Mala tak bisa mengelaknya lagi.
Seperti hari ini Cristian mengemudikan mobilnya sendiri menuju kampung tempat orang tua Mala tinggal.
Setelah menempuh perjalan jauh,Cristian tiba di depan rumah orang tua Mala.
Warung tempat orang tua Mala yang masih dibuka.Beberapa pengunjung tampak keluar masuk untuk membeli kebutuhan sembako,terlihat sudah mengenal mobil Cristian.Maka tak heran jika mereka sesekali melihat ke arah Cristian dan menyapanya.
Cristian juga semakin merasa dekat dengan mereka.
"Nak Cristian,mari masuk."
Ibunya Mala datang menghampiri Cristian,dan mengajaknya masuk.Meski wajah bapak Mala masih terlihat kurang menyukai kedatangan Cristian.
Bapaknya masih merasa semua kesedihan anaknya terjadi karena ulah Cristian.Meski Cristian sudah meminta maaf namun hati bapak Mala masih terasa sakit. Dan tak ingin menerima kedatangan Cristian dengan baik.Dia lebih memilih duduk di warungnya dari pada menyapa Cristian.
"Maafkan kelakuan bapak ya nak."
Ibu Mala yang merasa tak enak dengan kelakuan suaminya terhadap tuan muda yang pernah menjadi suami dari putri kesayangan mereka.
Biar bagaimana pun semua perubahan dalam hidup mereka saat ini,itu semua karena kebaikan hati tuan muda Cristian dan keluarganya.Sehingga rumah mereka yang dulu sudah tak layak huni,menjadi rumah yang terbilang bagus dan mewah diantara kalangan orang orang kampung ini.
Begitu juga modal membuka warung sembako yang kini menjadi mata pencaharian mereka sehari hari.Sehingga hidup mereka menjadi lebih baik saat ini.Begitulah pikiran ibu Mala dalam hatinya.
__ADS_1
Di dalam rumah,Cristian dipersilahkan untuk duduk di ruang tamu.Ibu Mala mempersilahkan Cristian untuk minum secangkir teh dan beberapa camilan kue tradisional buatannya.
"Nggak apa apa bu,Crist memang pantas diperlakukan seperti itu.Crist sudah berbuat kesalahan kepada anak bapak dan ibu."
"Ya sudah nak,jangan terlalu dipikirkan yah."
"Bu apa sudah ada kabar dari Mala?"
Ibunya Mala menghela napas panjang.
"Belum nak,hanya saja.."
Ibu menjeda perkataannya..
"Hanya saja apa bu?"
Cristian sudah nggak sabar menantikan jawaban darinya.
"Hanya saja beberapa hari yang lalu,seorang pria datang kemari.Katanya dia suruhan keluarga nyonya Laurent.Dia bilang kalau Mala sekarang baik baik saja.Dan dia sekarang berada si tempat yang aman dan nyaman bagi m
Mala."
"Kami juga melakukan panggilan vidio dengannya,kelihatan sekali kalau nyinya Laurent memperlakukannya dengan baik disana."
Cristian mendengar penuturann ibu.
"Apakah mereka meninggalkan nomor ponsel bu?"
Ibu menggeleng dengan raut wajah yang sedih.
"Meski ibu sudah memintanya dengan memohon mohon,pria itu nggak memberikannya.Katanya dia diperintah seperti itu,jangan memberikan nomor ponsel Mala kepada siapa pun bahkan kepada ibu dan bapak sekali pun."
"Maaf ibu nggak bisa membantumu nak."
"Nggak apa apa bu,tapi Cristian akan selalu berusaha untuk mencari Mala kemana pun dia pergi.Pasti Cristian akan menemukannya."
"Terima kasih nak,sudah mau membantu ibu juga."
"Kalau begitu Cristian pamit dulu bu."
"Nggak nginap dulu nak?"
"Nggak usah bu,masih banyak urusan yang Cristian akan selesaikan di perusahaan."
Cristian pulang dengan hati yang terasa hampa,sebelumnya dia menemui bapak untuk berpamitan.Walau bapak masih memperlihatkan wajah masam padanya,akan tetapi Cristian yakin suatu saat bapak akan memaafkannya.
πππππ
Mala menatap keluar jendela,dalam gelapnya malam dalam sebuah kamar luas dan mewah di sebuah tempat yang sudah jauh dari Cristian.
Teringat tiga bulan yang lalu saat di apartemen Kenny,mama Laurent memutuskan untuk menjual apartemen mereka.Apartemen mewah milik Kenny masih banyak peminatnya sehingga memudahkan mereka mendapatkan calon pembeli dengan cepat,dengan harga yang masih bisa menguntungkan bagi nyonya Laurent.
Waktu itu,Mala berniat untuk pulang ke kampung halamannya.
"Apa kamu benar benar akan pergi nak?"
Mala mengaggukkan kepalanya.
"Kemana lagi Mala harus pergi mama,Mala sudah kehilangan Kenny dan Devan dalam waktu yang sama.Mala hanya bisa kembali pulang ke kampung halaman Mala sekarang."
"Mala sayang."
Mama Laurent memeluk erat tubuh Mala.
Dia menggenggam tangan Mala seperti tak ingin melepaskannya.
Mala membalas memeluk mama Laurent dan menghapus air matanya.
Ada perasaan semakin merasa bersalah di dalam hati Mala.Melihat kesedihan di wajah mama Laurent Namun Mala tak tahu apa yang harus dia lakukan untuk menghibur mama Laurent.Selain hanya memeluk mama Laurent semakin erat.
Lama mama Laurent menangis dia menangisi putra nya yang sudah pergi meninggakkannya dalam hidupnya.
"Mala sayang ikutlah dengan mama Laurent."
Akhirnya mama Laurent mengangkat bicara,
Mala mengurai pelukkannya dari mama Laurent,dan menatap lekat wajah mama Laurent dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
"Maksud mama?"
"Ikutlah dengan mama,mama telah kehilangan putra kesayangan mama.Dalam sisa hidup mama ingin hidup bersama sama dengan orang yang paling dicintai oleh putra mama semasa hidupnya."
Mala menatap mama Laurent,merasa sakit di dalam hatunya.Sedalam itukah rasa cinta Kenny padanya.Sehingga mama Laurent benar benar menyanyanginya hingga sampai saat ini,bahkan saat Kenny sudah tak ada berada bersama dengan mereka.
"Apa pun yang mama Laurent inginkan Mala akan mengikutinya.Ini menjadi balasan Mala untuk rasa cinta Kenny untuk Mala."
"Mala akan menemani mama Laurent sampai kapan pun."
Mama Laurent senang Mala ingin ikut bersama dengannya.
"Tapi apa boleh Mala meminta sesuatu pada mama Laurent?"
"Mintalah nak,apa pun mama akan mengabulkan semua keinginan Mala,seperti mama mengabulkan keinginan Kenny."
Mama Laurent mengusap lembut rambut Mala.
"Apa boleh kita pergi jauh,tanpa ada siapa pun yang bisa melacak keberadaan Mala?"
"Mala takut Cristian akan kembali mengganggu kehidupan Mala lagi,dan Mala nggak menginginkan itu."
Mama Laurent terdiam sejenak,terlihat sedang berpikir.Mala hanya diam menatap mata mama Laurent,menunggu jawaban mama Laurent.
"Baiklah,kita akan pergi ke suatu tempat di mana siapa pun nggak akan bisa menduga kita kemana."
Mata mama Laurent berbinar binar menemukan jalan yang terbaik untuk peemohonan Mala.
Mama Laurent mengambil ponselnya dan menekan layar ponselnya memanggil seseorang yang Mala tak tahu siapa itu.
"Hallo,tuan Fernando,aku imgin kau mengurus sesuatu untuk keluargaku.Tolong jual semua asetku yang berada di Paris.Dan alihkan ke rekening bank yang berada di Meksiko."
"......"
Seseorang menjawab permintaan dari mama Laurent.
"Jangan banyak bertanya,Fernando.Aku ingin kau melakukan semuanya dengan cepat untukku."
Mama Laurent menatap wajah Mala dan tersenyum senang .Mala yang masih bingung melihat ekspresi mama Laurent,menunggu mama Laurent menjelaskan rencananya.
"Sudah mama urus semuanya,kita hanya menunggu waktu semuanya diselesaikan oleh notaris mama yang berada di Paris."
"Kita akan tinggal di Meksiko.Dimana Kenny menghabiskan masa kecilnya.Keluarga mama memiliki beberapa perusahaan di sana juga ada peternakkan sapi dan sebidang tanah luas perkebunan anggur."
"Peternakkan sapi maksud mama?"
"Iya,apa kau menyukainya."
__ADS_1
"Dulu Mala sempat menjalankan usaha peternakkan sapi.Tapi sayang peternakkan itu terbakar."
"Sekarang kamu bisa melakukannya lagi jika kita tiba di tempat keluarga mama Laurent "
"Bolehkah Mala juga ikut bekerja di sana?"
"Tentu sayang,mama akan melakukannya hanya untukmu."
Mama Laurent kembali memeluk Mala dengan erat.
"Mulai sekarang mama akan mengangapmu sebagai putri kesayangan mama."
πΌπΌπΌπΌ
Satu buket bunga lily Mala bawakan di hadapan makam Kenny dan satu buketnya lagi untuk putranya Devan.
Kedatangan mereka kali ini untuk terakhir kalinya,sebab besok mama Laurent dan Mala akan meninggalkan mereka menuju ke Meksiko.
"Mama pamit pergi jauh dulu sayang.Mama pasti akan kembali kemari untuk berjumpa sama Devan."
"Devan akan selalu hidup di hati mama."
"Kenny,aku sama mama Laurent akan pergi,jaga Devan baik baik di sana yah.Aku yakin ini rencana yang terbaik yang Tuhan pilihkan untukku.Jadi aku nggak bersedih lagi disini,sebab aku percaya kamu yang akan menjaga Devan di sana agar Devan nggak kesepian."
Sambil mengusap air matanya Mala mengelus kedua makam yang bersebelahan itu.
Sengaja mama Laurent meminta pada saat mengebumikan Kenny agar makamnya dekat dengan makam Devan.
πΌπΌπΌπΌ
Jet pribadi keluarga mama Laurent telah menunggu mereka di bandara.Mama Laurent sudah menghubungi bibi Magda dan bibi Fransisca agar mereka juga berangkat menuju ke Meksiko.Dimana tempat Kenny menghabiskan waktu masa kecilnya di sana.
Perjalanan jauh yang akan sungguh melelahkan buat Mala.Ini pertama kalinya dia akan menginjakkan kakinya menuju ke Meksiko.
Tempat seperti apa Meksiko itu,tak pernah ada dalam bayangannya.
Sepanjang perjalanan mama Laurent hanya tidur di tempatnya.Sementara Mala hanya memandang wajah mama Laurent yang tenang dalam lelapnya.
Guratan keriput wajahnya tak melunturkan kecantikan alami milik wajah mama Laurent.Mala mengangumi wanita cantik yang sudah berumur lebih dari setengah abad itu.Kasih sayangnya pada Mala membuat Mala tak berdaya.
Kepergian Kenny masih menyisakan kesedihan di mata mama Laurent,tapi orang tua itu selalu berusaha menutupinya.
Mala bangga bisa menjadi bagian keluarga dari mama Laurent kini.
Sosok Mama Laurent yang begitu hangat dengan keibuannya yang mampu membuat Mala tak sanggup untuk menolak permintaannya.
Mala ingin lepas dari rasa bersalahnya.Menurutnya apa yamg terjadi pada Kenny adalah salahnya juga.Meski mama Laurent sudah menghiburnya dan mengatakan tak ada hubungannya dengan kematian Kenny.Namun tetap saja Mala menganggap,karena ingin menyelamatkannya,Kenny rela mengorbankan nyawanya.
Dalam hatinya Mala akan selalu membenci Casandra.Sepuluh tahun adalah waktu yang lama agar dia merasakan pahitnya hidup di balik jeruji besi.
Ternyata diam diam Mala menyuruh orang suruhannya untuk mengikuti persidangan Casandra.
Lega hatinya Casandra sudah menerima hukuman berat itu,yang sebenarnya akibat perbuatannya tak setimpal dengan hukuman ringan masuk penjara saja.
"Semoga suatu saat ganjarannya padamu akan lebih berat dari sebuah tahanan di balik jeruji besi,Casandra."
Gumam Mala di dalam hatinya.
Dan akhirnya Mala juga ikut terlelap dalam tidurnya.
Pukul 12.00 siang waktu setempat, suhu panas matahari sangat menyengat tubuh setiap manusia yang tak bisa berlindung dari sinarnya yang begitu sangat panas.Mereka tiba di bandara Meksiko.Dimana seorang pria berpakaian jas hitam menunggu mereka di bandara,.Menjemput kedatangan kedua wanita ini dengan sebuah mobil hitam mewah.
"Kita sudah dijemput sayang,"
Mama Laurent tersenyum mengajak Mala segera naik ke dalam mobil.Sementara beberapa pelayan menurunkan barang barang bawaan milik mereka.
Mobil berjalan keluar dari area parkir bandara,membelah jalanan kota Meksiko.
Mala menatap kagum ke arah luar jendela,melihat setiap jengkal tanah yang dilaluinya.
Negara yang baru saja dia pijakkan kakinya diatasnya.
Dalam benaknya tak pernah terpikirkan untuk bisa melihat sudut dunia yang berbeda dari tempat asalnya.
Ada rasa bahagia di dalam hatinya.
"Apa kamu senang sayang?"
"Tentu mama."
"Syukurlah kalau begitu."
Mobil mereka memasuki sebuah halaman rumah mewah.
Rumah yang begitu sangat besar di hadapannya.Membuat mata Mala tak sedikit pun berkedip.
"Ayo masuk sayang."
Mama Laurent mengajak Mala masuk ke dalam rumah..
"Selamat datang sayangku."
Bibi Magda dan bibi Fransisca menyambut
Mala dan mama Laurent mereka bergantian saling berpelukkan hangat.
Ada rasa sedih di hati mereka melihat wajah Mala.
Mereka membayangkan posisi Mala yang sudah kehilangan dua orang terkasihnya dalam waktu yang sama.
Mala tersenyum menahan tangisnya di hadapan mereka.
"Ayo sayang,kita masuk dan menikmati makan siang.Bibi sudah menyiapkan makan siang untuk kalian hari ini."
Mala dan mama Laurent mengikuti langkah kedua orang tua tersebut menuju ruangan makan.
Meski pun banyak sekali pelayan di rumah ini,tapi bibi Magda dan bibi Fransisca memasak sendiri makan siang hari ini.Spesial untuk menyambut kedatangan Mala dan mama Laurent.
"Bagaimana masakan kami sayang?"
Mala yang masih menyantap makanan di atas meja menatap kedua bibi kesayangan Kenny di hadapannya.
"Semua Masakan bibi Fransisca dan bibi Magda adalah yang terenak bagi Mala."
"Dan Mala sangat menyukainya."
"Nanti Mala ingin belajar masak pada bibi."
"Tentu sayang,bibi akan mengajarkanmu cara memasak yang enak nanti."
Semuanya dalam ruangan makan tertawa bahagia,ingin menghibur kegundahan hati Mala dan mama Laurent dengan tertawa.
Ehheemmmm
Suara deheman seorang pria menghentikan tawa mereka.
__ADS_1
Semua mata tertuju pada sosok pria tampan di pintu masuk menuju ruang makan,yang sudah berdiri dengan tatapan mata dingin ke arah mereka.
Entah sejak kapan pria itu berada di sana.Tak ada satu pun dari mereka yang menyadarinya.