
Bab 28
Casandra segera mengambil ponselnya,dan menelpon seseorang.
"Hallo"
"[....]"
"Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku."
"[....]"
"Baiklah,aku mempercayakan semuanya padamu."
Senyum licik Casandra dengan rencananya saat ini.
Sementara di peternakkan,
"Bik Inah,siang tadi pak Kenny berencana mengajakku liburan."
"Bagus itu nak,"
"Nak Mala sudah terlalu banyak bekerja tanpa kenal istirahat,nak Mala butuh liburan."
"Tapi bik Inah,aku nggak mau liburannya cuma berdua."
"Tadi pak kenny mengajak bik Inah dan pak Eko juga agar nggak terjadi kesalah pahaman nantinya."
"Kalau begitu keinginan nak mala,bibik akan ikut juga.Asalkan nak Mala berjanji kalau nanti akan menikmati liburannya dengan bahagia."
"Benar bik Inah mau ikut?"aku benar-benar senang.Setidaknya jika bik Inah dan pak Eko ikut akan membuat hatiku sedikit tenang.
Aku meraih ponsel di atas mejaku.
"Hallo pak kenny,bik Inah sudah setuju akan ikut liburan bersama kita,hanya tinggal bicara sama pak Eko."
"[,,,,,,]"
"Baiklah besok kita berangkat."
"Bik Inah sana cepetan bicara sama pak Eko.Kalau besok pagi-pagi kita akan berangkat bersama.
"Sekarang aku ingin naik ke lantai atas dulu bik,mau menyiapkan keperluan barang yang akan kubawa besok."
Bik Inah menggangguk,dia terlihat senang melihatku begitu antusias ingin liburan.
Hari ini,Pak Kenny sudah menunggu kami di halaman peternakkan.
Aku dan bik Inah serta pak Eko sudah siap dan masuk ke dalam mobil.
Tujuan kami ternyata nggak terlalu jauh,cuma dua jam perjalanan.Mobil yang dikemudikan oleh pak Kenny masuk ke dalam area parkir sebuah resort nan indah.
Aku terkagum-kagum melihat betapa bagusnya resort milik pak Kenny ini.
"Ayo aku antarkan kamu ke kamarmu,"
"Mm,pak Kenny bolehkah saya sekamar dengan bik Inah."
"Tentu bu Mala,"
"Kalau begitu terima kasih."aku dan bik Inah diantar sampai ke kamar.
Sedangkan pak Eko,di antar ke kamar yang lain.
Kamar yang ku tempati sungguh sangat bagus,tempatnya yang masih bernuansa trdisional.Akan tetapi di desain lebih modern.
Membuat kesan kenyamanan yang di dapat siapa pun penghuni kamarnaya.
Setelah beristirahat sedikit,aku lalu membersihkan diri.
Tok tok tok
Seseorang mengetuk pintu kamar kami,
Bik Inah membuka pintunya.
"Bu Mala dimana bik?"
"Ada tuan,dia lagi mandi."
"Oh kalau begitu aku akan menunggunya."
Setelah membersihkan diri,aku mengenakkan drees panjang bermotif daun berwarna hijau,tanpa lengan.
Memoles sedikit wajahku dengan bedak tipis,dan lipglos pemerah bibir,agar terlihat lembab.
"Nak Mala,tuan Kenny sedang menunggu di luar."
"Menungguku,untuk apa bik?"
"Nggak tau juga nak."
Aku lalu mencari keberadaan pak Kenny,ternyata dia masih berdiri di depan pintu kamar ini.
"Apa pak Kenny mencariku,?"
__ADS_1
"Iya,aku ingin mengajakmu berkeliling bu Mala."
"Kalau begitu,aku akan mengajak bik Inah juga.Tunggu disini yah."
"Baiklah,aku akan menunggu."ucap pak Kenny dengan sabar.
"Bik ayo ikut,pak Kenny mengajak kita berkeliling."
"Nggak nak,biar bik Inah di sini aja.Bik Inah masih lelah,pergilah sana sama tuan Kenny.Nimati liburannmu,bik Inah yakin pak Kenny nggak akan berbuat macam-macam nanti."
"Baiklah bik,beristirahatlah.Aku dan pak Kenny nggak akan lama kok."
"Iya nak,"
Aku dan pak Kenny pun menyusuri jalan setapak kecil menyusuri pantai.
"Apa kau senang bu Mala."
"Ya,suasana pantai membuat pikiran jadi tenang,apalagi suara deburan ombak yang membuat betah berlama-lama di sini."
"Aku senang jika kau menikmatinya bu Mala."
Aku tersenyum ke arah pak Kenny.
"Sudah sore,ayo kita kembali kasian bik Inah pasti sudah lama menunggu kita ."
Sebelum kembali ke kamar,pak Kenny mengajakku masuk ke restoran yang masih menjadi bagian resort ini.
"Masuk yuk,kita minum kopi dulu."
Aku menganggukkan kepalaku,dan mengikuti arah langkah kaki pak Kenny.
Tanpa disadari,sedari tadi seseorang mengikuti perjalanan Mala dan pak Kenny.
Cekrek cekrek
Kamera yang digunakanya memotret kebersamaan Mala dan pak Kenny dari pantai hingga masuk ke dalam restoran.
Setelah minum kopi aku melihat jam di pergelangan tangannku.Hampir pukul 19.00 sudah waktunya makan malam.
"Aku telpon pelayan dulu yah,biarkan bik Inah dan pak Eko juga datang menikmati makan malam bersama kita."Ujar pak Kenny,yang ternyata masih mengingat bik Inah dan pak Eko yang masih berada di kamarnya masing-masing.
Aku mengganggukkan kepala.
Pak Eko dam bik Inah datang menghampiri kami di sini.
"Aduh tuan,maaf sudah merepotkan tuan dan nona."ujar pak Eko nggak enak.
"Nggak apa-apa pak Eko.Aku senang pak Eko dan bik Inah mau menemani kami di sini."
"Husshh pak,jangan ngomong begitu.Malu di depan tuan dan nyonya."
Aku dan pak Kenny tertawa melihat tingkah kedua orang tua ini di hadapan kami.
Tiga hari kami menikmati suasana liburan yang begitu benar -benar membuat aku melupakan kesedihanku.
Saatnya kita kembali ke peternakkan.
Pak Kenny menyiapkan mobilnya,dan membawa kami pergi meninggalkan resort dengan hati yang bahagia.
Sedang di sebuah cafe,seorang wanita hamil muda sedang duduk bersama seorang pria.
Pria itu menyodorkan sebuah amplop coklat kepada wanita itu.
Wanita itu lalu membukanya dan melihat isi amplop tersebut,melihat foto-foto kebersaman Mala dan pak Kenny.
Wanita itu lalu tersenyum puas.
"Kirimkan ini ke kantor dimana Cristian Adiwijaya berada."Dengan seringai liciknya wanita tadi memerintah pria itu.
Aku akan segera mentransfer bayaranmu.
"Pergilah sebelum seseorang curiga."
Pria itu lalu meninggalkn wanita hamil tadi yang masih duduk di bangkunya.
Di sebuah ruangan,Cristian Adiwijaya sedang sibuk berkutat dengan pekerjaannya.
Akhir-akhir ini rasa rindu pada Mala membuatnya mengabaikan pekerjaannya.
Sehingga saat ini dia ingin menuntaskan pekerjaannya.Agar bisa fokus dengan perkembangan kakek yang sudah di bawa ke salah satu rumah sakit di Jerman.
Tok tok tok
"Masuk.,"
Sekertaris Cristian masuk ke dalam ruangannya.
"Permisi pak,ada paket buat bapak."Sekertarisnya menyodorkan sebuah amplop coklat di atas meja tuan Cristian.
"Siapa nama pengirimnya."
"Saya kurang tahu tuan,disitu nggak tertulis nama pengirimnya."Cristian menyeritkan dahinya.
"Kamu boleh keluar."
__ADS_1
"Baik tuan." Sekertarisnya lalu meninggalkan ruangan Cristian.
Ada paket yang ditujukan padanya. Nama dan alamat yang tertulis pun benar adalah nama dan alamatnya.
Cristian lalu membuka isi amplopnya,dan melihat isinya.
"Kurang ajar,ternyata begini kelakuanmu di belakangku.Aku kira kamu akan memikirkan aku dalam hatimu.Tapi apa ini?"
"Arrrggghhhh.,"Cristian berteriak frustrasi,dan membuang semua foto-foto yang ada di hadapannya.
Cristian segera mengambil kunci mobilnya,dan berpikir segera akan menemui Mala.
Delapan jam perjalanan tak membuat Cristian lelah.
Pukul 17.00 Cristian tiba di peternakkan.
Dia membuka pintu ruangan Mala dengan keras tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
Mala dan pak Kenny yang sedang mempelajari file yang diberikan ibu Inez sontak kaget dengan kedatangan Cristian yang baru tiba.
"Ternyata begini kelakuanmu di belakangku,gadis bodoh."
"Crist,apa yang kau katakan?"aku yang masih kaget dengan kedatangan Cristian tanpa pemberitahuan dulu.
"Apa lagi,sudah jelas kamu lagi bersama pria lain dalam sebuah ruangan.Kelakuanmu sungguh membuat aku sangat kaget Mala."
"Benar-benar gadis kampung,baru saja bercerai dengan suaminya dalam hitungan hari sudah menggoda pria lain.Hebat kamu Mala,,pantas sekali kamu menjadi perempuan murahan ."
"CRISTIANNN ! ! "
"Aku benar-benar nggak menyangka,kamu bisa berkata kasar padaku."
"Aku dan pak Kenny hanyalah rekan kerja nggak lebih."
"Ohh rekan kerja,baru aku tahu rekan kerja yang bisa bersenang-senang ke pantai beberapa waktu lalu."
"Apa maksudmu Crist,?"
"Kamu pikir aku nggak tahu kalau kamu gadis murahan yang dengan mudahnya diajak seorang lelaki menginap di sebuah resort."
"Jaga mulutmu Cristian.Apa yang kamu lihat belum tentu seperti itu kenyataannya."
"Masih mau membela diri."
CIHH.
Dasar perempuan murahan.Kamu pantas mendapat penghinaan seperti ini
Cristian meludah di wajahku.
Sedang banyak mata karyawan yang sedang menyaksikan pertengkaran kami.
"Penampilanmu saja yang lugu,tapi kelakuamu sungguh sangat buruk."
"Aku menyesal pernah memilihmu menjadi istriku."
"Mulai saat ini kita adalah orang asing.Jika suatu saat nggak sengaja bertemu anggap kita nggak pernah saling mengenal."ucap
Cristian dan berlalu meninggalkan aku,yang masih belum sempat menjelaskan padanya apa yang sebenarnya.
Kakiku terasa lemas,seketika aku jatuh ke lantai.Menutup wajahku dan menangis sekeras-kerasnya.
"Cristian telah berubah,kenapa dia begitu tega memperakukanku seperti ini."
Dalam hatiku akan mengingat segala perbuatanmu saat ini Cristian Adiwijaya.
Pak Kenny memegang lengannku,ingin menenangkan aku.Namun ke tepis tangannya.
"Hu hu hu,coba saja aku tak mengikuti keinginanmu pak Kenny,pasti hubunganku dengan Crist masih baik-baik saja ."
Sementara di rumah keluarga Adiwijaya.Casandra menerima sebuah panggilan,
"Hallo."
"[,,,,,]"
"Bagus,tunggu perintahku selanjutnya."
Sedang Cristian telah sampai di kediamannya.Masuk ke dalam kamar dengan penuh emosi dia berteriak.
Melemparkan semua barang-barang yang ada di hadapannya dan memecahkannya.
Senyum kepuasan di bibir Casandra yang menyaksikan Cristian yang begitu marah.
"Aku nggak akan berhenti Crist,sampai kau akan kembali mencintaiku."
Casandra pun masuk ke dalam ke kamarnya,berbaring di atas ranjang dan memikirkan apa rencana selanjutnya.
Hingga dia pun terlelap dengan sebuah rencana dalam pikirannya.
πΈπΈπΈπΈ
Terima kasih buat para pembaca setia.
author meminta setelah membaca jangan lupa tinggalkan like dan komennya yah,biar author bisa lebih semangat menulisnya.
__ADS_1