
Bab 26
Malam ini,Cristian datang menghampiriku,yang sedang duduk di ranjang kamar kami.
"Mala,"
Cristian menatapku sedih,lalu memelukku erat.
Aku yang sudah tau maksud kedatangannya menghampiriku,hanya bisa meneteskan air mata.
Aku berpikir aku tak boleh egois,kakek sangat butuh pertolongan medis saat ini.Yang hanya bisa dipenuhi oleh Casandra segala biaya pengobatannya.
Perusahaan yang sudah mereka bangun dengan susah payah.Akan lenyap seketika jika aku egois tak ingin ditinggalkan oleh Cristian.
"Aku nggak mungkin bisa berpisah darimu,sebisa mungkin selama ini aku mempertahankan perusahaan kakek.Agar Casandra nggak ada celah untuk bisa bermain-main dengan perusahaanku."
"Semua ini salahku,gara-gara aku kakek sakit lagi.Maafkan aku Mala."
"Maafkan aku,yang akan menceraikanmu dengan cara yang seperti ini."Semakin erat ia memelukku.Aku menghapus air mataku,tak ingin Cristian melihat kesedihanku.
Aku akan mencoba tegar,walaupun terasa sepertii tertusuk belati di hatiku.
"Aku ikhlas,Cristian.Silahkan urus secepatnya proses pembatalan pernikahan kita."
"Biar kakek bisa cepat mendapatkan pertolongan medis di Jerman,agar dia cepat sembuh."Aku tersenyum manis padanya,seolah aku tak merasakan sakit,jika dia akan benar-benar menceraikan aku.
"Aku janji Mala,setelah kakek sembuh aku akan urus semuanya supaya perusahaan kita akan kembali ke sedia kala."Dia mengecup pucuk kepalaku.
Aku hanya menggangguk.
"Aku percaya padamu,Crist.Aku akan memegang janjimu.Dan akan menunggumu kembali padaku."
Lalu Cristian mendekap erat tubuhku memelukku,hingga kami pun terlelap bersama.
Pagi harinya,aku terbangun dan turun dari ranjang.Kulihat wajah Cristian yang masih nyenyak tertidur.Aku beranjak menuju kamar mandi,dan segera membersihkan diri.
Setelah itu aku berniat turun ke lantai bawah,tanpa mengganggu tidur Cristian yang masih terlelap.
"Sayang,kemarilah."
Cristian menepuk ranjang di sebelahnya agar aku mendekat padanya.Ternyata dia sudah bangun.
Aku menghampirinya dan naik ke atas ranjang.
"Biarkan dulu kita seperti ini.Aku belum puas memelukkmu.Aku belum puas mencium aroma wangi tubuhmu sayang."
"Ayolah Crist,bangun dan bersihkan dirimu.Pasti nenek sudah menunggu kita untuk sarapan."
"Sebentar lagi sayang."Dia tambah erat memelukku.
"Sebenarnya aku masih ingin menjadi istrimu Crist,dan nggak ingin meninggalkanmu.Akan tetapi kakek lebih sangat membutuhkan kerelaan kita saat ini."
"Aku yakin semua akan indah pada waktunya."
__ADS_1
"Segeralah turun,aku akan menunggumu di meja makan bersama nenek." Akhirnya Cristian mau melepaskan pelukkannya dan berlalu masuk ke kamar mandi.
Aku turun ke lantai bawah.
Di meja makan,nona Margareth dan nenek sedang menungguku untuk sarapan.
"Selamat pagi sayang,kemarilah duduk dan makan bersama kami."Nenek menyuruhku duduk di sampingnya.
Beberapa menit kemudian,Cristian juga turun dari lantai atas.
"Selamat pagi semuanya."
Cristian sudah berpakaian rapi.Kayaknya dia hendak ke kantor hari ini.
Saat kami bertiga masih menikmati sarapan kami.Casandra datang menghampiri kami.
Dan menyodorkan selembar kertas padaku.
"Apa ini?"tanyaku yang masih bingung untuk apa selembar kertas ini.
"Tanda tangani segera.Ini adalah surat pembatalan pernikahan kalian.Setelah kau dan Cristian menanda tangani surat ini kalian akan resmi saling meninggalkan."
Aku hanya bisa menatap kosong di hadapanku.
"Ya Tuhan,apakah akan secepat ini aku akan berpisah dengan suamiku?"Dalam hati aku menjerit.Tapi aku menahannya agar tak terlihat lemah di hadapan mereka.
"Apakah harus secepat ini,Casandra?"ucap Crist sedikit emosi pada Casandra.
"Baiklah Cristian kita akan menundanya satu minggu lagi bahkan satu bulan lagi.Kita akan lihat apakah kakekmu dapat bertahan selama itu nanti."Casandra dengan nada pongahnya tertawa sepertinya dia ingin sekali aku dan Crist cepat berpisah.
"MALA?"
Cristian menatapku dengan tatapan memelas.
Aku memegang tangan Cristian dan menguatkannya.
"Lakukan Crist,demi kakek.Kita masih membutuhkannya untuk ada bersama-sama dengan kita."Aku tetap berusaha kuat,namun air mataku tak bisa berkompromi dengannku.Lagi air mata ini menetes dengan deras.
Nona Margareth dan nenek yang melihat aku dan Cristian menanda tangani surat pembatalan pernikahan kami ini juga tak sampai hati.
Nenek menangis dan segera datang merangkulku.
"Maafkan nenek,nak,"
"Kakek dan nenek sungguh sangat sayang padamu."
Aku membalas memeluk nenek dan nona Margareth juga datang menghampiri kami,segera berpelukkan bersama-sama.
Casandra yang menyaksikan kami bertiga berpelukan,memutar bola matanya.
"Drama yang hebat."Ujarnya.
"Dan kamu Mala,karena kamu sudah menanda tangani surat pembatalan pernikahan ini.Maka kamu bukan lagi istri dari Cristian Adiwijaya.Aku minta kamu segera tinggalkan rumah ini,hari ini juga."
__ADS_1
"Aku sendiri yang akan mengantarkannya kembali ke peternakkan."Cristian memandang benci pada Casandra.
"Nggak boleh Cristian tersayang,jika kamu nekat untuk mengantarnya.Aku nggak akan segan-segan menelpon pihak rumah sakit untuk menendang kakekmu dari sana."
"Jangan Casandra,tolong jangan lakukan itu pada suamiku."Nenek menangis oleh karena Casandra yang sudah benar-benar tak memiliki perasaan lagi.
"Sudahlah Crist,aku bisa pulang sendiri."
"Tapi Mala,"
"Sudah,kamu fokus aja kepada pengobatan kakek."Jawabku agar dia bisa merelakan aku pergi dari rumah ini.
"Nah,begitu kan lebih baik,gadis kampungan yang sejak dulu harusnya sadar diri."Casandra tak habisnya mengataiku.
Aku kembali ke lantai atas,segera membereskan semua pakaian-pakaianku.Dan memasukkan semuanya dalam koper.
Cristian hanya bisa menatapku dengan raut wajah sedih.Casandra memang benar-benar sudah merencanakan ini dengan matang.
"Jangan lagi kamu datang kemari,atau aku akan membuat hidupmu akan semakin hancur Mala"
"Dan kamu Crist,jangan pernah lagi berhubungan dengan gadis kampung ini.Jika aku sampai mendengar atau mengetahui bahwa kamu melanggarnya,kau akan melihat apa yang harus kau tanggung dengan kemarahanku."
Casandra benar-benar mengancam aku dan Cristian saat ini.
Casandra berlalu dengan senyum kemenangan di bibirnya.
"Tinggal selangkah lagi Casandra kau akan kembali merebut hati Cristian.Setelah gadis kampungan itu pergi,maka nggak akan ada lagi penghalang diantara kita"
Gumamnya dalam hati,berharap Mala segera meninggalkan rumah ini,dan yakin bahwa Cristian akan kembali mencintainya seperti dulu lagi.
Ternyata tak semudah apa yang dikatakan di mulut.Kalau aku ikhlas menerima perpisahan ini.Baru beberapa hari lalu kami menghabiskan waktu bersama.
Namun sekarang harus menelan pil pahit,kenyataan yang harus kami terima bersama-sama.Berpisah demi keselamatan kakek,orang yang paling penting di hidup Cristian.
Aku menggeret koperku sendiri.Menuju mobil yang sedang menungguku di halaman depan.
Nenek dan nona Margareth berpelukkan bergantian denganku.
"Tenanglah Mala,aku akan segera mencari cara agar kau kembali bersama adikku."bisik nona Margareth padaku saat ia memelukku tanda perpisahan kami saat ini.
Aku mengganggukkan kepala.
"Nak,tolong bersabarlah sedikit,nenek janji setelah kakek sembuh .Kami akan segera menjemputmu kembali menjadi menantu rumah ini."tangis nenek pecah bersamaan dengan aku melepaskan pelukkannya.Dan masuk ke dalam mobil yang akan mengantarku kembali ke peternakkan.
Aku hanya bisa melihat Cristian memandang kepergianku dengan wajah sendu.Casandra tak membiarkan nya untuk sekedar mengucap kata perpisahan padaku.
Aku tersenyum manis ke arahnya dan melambaikan tanganku padanya.
Ia membalas melambaikan tangannya padaku.Mobil pun meluncur meninggalkan rumah mewah ini menuju ke peternakkan.
Sepanjang perjalanan,aku hanya memikirkan bagaimana caranya agar bisa melupakan kenangan manis ku bersama Cristian.
Air mata yang sejak tadi aku tahan akhirnya tumpah juga.
__ADS_1
Aku menangis terisak-isak di dalam mobil.Apakah Cristian akan merindukan aku nanti?