
Bab 14
Keyakinan hati tuan muda
Pov Mala
Aku tidak menyangka tuan muda memperlakukan sebaik ini padaku.Sejak kepulangan tuan besar dari Singapura.Perilaku tuan Cristian tidak lagi dingin padaku.
Sudah dua hari kami di kota ini,nona Margareth benar benar ingin mempersiapkan sebuah pesta besar untuk kami.
Baju pengantin yang dia pesan untukku dan tuan Cristian pasti harganya cukup mahal.Apa lagi baju untuk ibu dan bapak tak kalah mewahnya.
Tak lupa juga nona Margareth membawaku ke sebuah tempat kecantikkan.Dimana seluruh tubuh dan wajahku mendapatkan perawatan.Dan hasilnya sungguh aku sampai tidak mengira perawatan ini mengubah penampilan wajahku.
Yang dulunya kulit wajah dan tubuhku kusam,kini menjadi cerah dan bercahaya.Sungguh aku sangat merasa aku sedang diperlakukan menjadi seorang putri raja oleh nona Margareth.
Aku sungguh beruntung bisa bersahabat dengannya.Walaupun persahabatan ini awalnya dia berpura-pura menjadi Ningsih.
Nona Margareth atau pun Nigsih mereka tetaplah satu.Sifatnya pun tak ada yang berubah untukku.Tetap manis dan memperlakukanku dengan baik.
"Saatnya kita pulang ke peternakkan.Kakek dan nenek pasti sudah tidak sabar menunggu kedatangan kita."
Setelah sarapan di sebuah restoran,kami pun meninggalkan kota ini.
Nona Margareth memilih duduk di samping pak Parman sopir kepercayaan keluarga ini sejak lama.
Sedangkan aku dan tuan Cristian duduk di belakang.Sepanjang perjalanan,tuan Cristian terus menggenggam tanganku.
Ada desiran halus yang kurasa dalam hati ini.Debaran kuat yang membuat aku terus saja tertunduk malu di hadapannya.
Sesekali aku menoleh ke arahnya,ternyata dia terus memandangku.Dengan tatapan mata yang begitu membuat hatiku ini berdegup kencang.
Saat tatapan mata kami beradu pandang,dia tersenyum padaku.Seakan dia sedang menggodaku dengan senyumnya.
Aku sungguh malu,dan memilih untuk memandang keluar jendela.Sementara tanganku terus dia genggam.Hangat terasa,sampai aku pun merasa ngantuk dan bersandar di kaca jendela mobil,dan memilih tidur.
Butuh satu jam perjalanan,kami akan segera tiba di peternakkan.
"Mala,ayo bangun.Kita sudah sampai di rumah". Kurasa wajahku di tepuk lembut oleh tangan seseorang.
Aku mengerjapkan mataku dan kaget.
Sejak kapan kepalaku bersandar di bahu tuan Cristian?
"Maaf tuan,saya tidak sengaja."Ujarku pada tuan muda.Sambil menunduk malu di hadapannya.
__ADS_1
Tuan Cristian hanya tersenyum,dan mengusap pucuk kepalaku.Sudahlah ayo turun kakek dan nenek sedang menunggu kita.
Saat kami memasuki rumah ini,tuan dan nyonya sedang duduk di ruangan depan.Tersenyum melihat ke arah kami.
"Bagaimana perjalananya?"Nyonya seakan tidak sabar menanti kedatangan kami.
"Tenang nek,serahkan semuanya pada kak Margareth.Kakek dan nenek beristirahat yang cukup biar saat acara pernikahan nanti kakek bisa kuat dan nggak drop lagi."
"Kakek kuat kok.Demi untuk melihat cucu kesayangan kakek bahagia."Sambil menatap ke arah tuan Cristian.
Tuan Cristian hanya mengacungkan jempolnya ke arah tuan besar sebagai jawabannya.
"Oh iya,Mala tolong ambilkan paper bag yang berwarna hitam di sana."
Aku pun mengambil apa yang diminta nona Margareth.
"Tolong berikan itu,pada ibu dan bapakmu.Itu adalah baju yang akan digunakan mereka nanti saat upacara pernikan kalian nanti."
Kulihat ada dua pasang baju yang masing masing pasangan mempunyai warna yang berbeda.Terlihat mewah dan tidak pernah bisa ku bayangkan berapa harga baju ini.
"Malam ini kita akan kembali ke rumah.Persiapkan semua barang barang kalian.Kakek ingin mengadakan pesta mewah untuk cucu kesayangan kakek."
Semua penghuni peternakkan sibuk dengan mempersiapkan perjalanan malam ini.Tuan besar ingin kembali ke rumah besar nya di kota.
Ibu dan bapak juga turut serta.Rencananya setelah selesai pesta pernikahan kami di gelar barulah mereka akan kembali ke kampung halamannya.
Delapan jam perjalanan akan kami tempuh.Aku dan tuan Cristian kembali duduk bersama dalam satu mobil.
Ibu dan bapak serta bik Inah juga pak Eko turut serta.Cuma pekerja di peternakkan yang tidak ikut serta.
Selama delapan jam perjalanan pasti akan melelahkan dan aku lebih memilih tidur.Tuan Cristian hanya tersenyum melihatku.
Tuan Cristian terus menggenggam tanganku.Seakan tidak ingin melepaskan aku.
Hanya kegelapan malam yang menemani kami dalam perjalanan ini.
Apalagi udara pegunungan disini sangat dingin.Yang membuat rasa kantuk tidak bisa menahanku untuk tidak tidur.
Kulihat jam di arloji tanganku,menunjukkan pukul 01.00 dini hari.Tuan Crisrtian juga sudah terlelap.
"Apa kamu nggak tidur,Mala?"
Tuan Cristian nampaknya terbangun oleh karena gerakkannku,yang sedang mengambil botol air minum di tas ku.
"Saya haus tuan,"
__ADS_1
"Oh iya,mari tidur kembali.Perjalanan kita masih jauh."
"Iya tuan."Aku ingin mengubah posisi dudukku lebih baik,agar bisa tidur dengan nyaman.
Namun tangan tuan Cristian segera menarikku,agar masuk dalam dekapan pelukkannya.
Aku yang sedikit kaget dengan perlakuan tuan padaku.Belum sempat aku memundurkan tubuhku.Tuan Cristian mengarahkan wajahnya dekat sekali di hadapanku.
Aku hanya mengalihkan pandanganku ke arah yang lain.Tuan Cristian malah meluruskan wajahku agar sejajar dengan wajahku.
Tuan Cristian mengecup bibirku.Sementara tubuhku dikunci dengan pelukkan erat olehnya.Dengan nafas yang memburu dia terus ******* bibirku,lembut sesekali menggigit.
Aku yang belum pernah merasakan ciuman dari orang asing.Ingin meronta dan melepaskan diri.Akan tetapi tuan Cristian tidak membiarkannya.Tangannya lalu menekan tengkukku agar ia lebih leluasa merasakan nikmatnya apa yang dia inginkan saat ini.
"Hhhmmpptthhh,"
"Tuan,,hhmmtthp"
"Kumohon lepaskan.."
"Mala,tolong biarkan sejenak aku merasakan kehangatannya.Aku tidak akan meminta lebih.Jangan kau tolak inginku saat ini."Bisik tuan di telingaku yang membuatku merasa sedang di atas awan.
Sungguh aku sangat malu dengan apa yang sudah terjadi barusan.Saat tuan Cristian melepaskan ciumannya kepadaku.Aku lalu bergeser menjauh sedikit darinya.
Akan tetapi tuan Cristian malah menarik tanganku,dan merangkulku agar aku bersandar di dada bidangnya.
Ada rasa nyaman yang tak pernah kurasakan seperti ini.Aku bisa merasakan detak jantung tuan yang sedang tidak beraturan di dalamnya.
Aku menundukkan kepalaku,tersipu malu.Benarkah apa yang sedang kualami saat ini.Apa aku sedang bermimpi.Pikirku dalam hati.
Jika ini mimpi Tuhan tolong jangan bangunkan aku.Biarkan akan seperti ini selamanya.Aku mencoba mencubit tanganku,ternyata aku tidak bermimpi.
"Mala.."
"Iya tuan.."
"Aku ingin selalu bersamamu,entah kenapa beberapa hari ini aku merasa tidak ingin jauh darimu.Apa kau merasakan apa yang kurasakan saat ini,Mala?"
Aku hanya mengaggukkan kepalaku.Malu bercampur senang dalam hati ini rasanya.
Tuan Cristian mengangkat daguku,agar wajahku kembali menatap wajahnya.
Lagi ia hanya ingin ******* bibirku.Aku hanya bisa menutup mataku.Membiarkan dia melakukan apa yang membuatku merasakan rasa yang belum pernah kurasakan selama ini.
Dinginnya malam ini,semakin membuat kami berdua terlena dengan kehangatan.Rangkulan tuan muda tidak ia lepaskan.Hingga kami berdua pun terlelap tidur menuju ke alam mimpi.
__ADS_1
Sementara sang sopir terus melajukan mobil ini membelah jalanan pegunungan ini,hingga besok pagi akan tiba di rumah sang tuan besar.