Cinta Gadis Buta Huruf

Cinta Gadis Buta Huruf
Kecewa


__ADS_3

Hasil tes Mala dan Kenny tidak menunjukkan kecocokkan pada sum sum tulang belakang mereka.


"Bagaimana ini dok,apa yang harus saya lakukan untuk bisa mendapatkan donor yang cocok?"


"Satu satunya jalan terakhir adalah mencari ayah kandung anak,karena biasanya tingkat kecocokkan antara ayah kandung dan anak yang lebih banyak terjadi."Dokter yang menangani penyakit Devan memang sudah mengetahui kalau Kenny bukanlah ayah kandung dari Devan.


Mala menghela napas panjang.Dalam pikirannya untuk mencari ayah kandung dari Devan,sangat memberatkannya.


Namun Mala yakin pasti ini adalah jalan menuju kebaikkan demi kesembuhan putra kesayangannya.


"Apa kamu yakin,Mala?"Mala menganggukkan kepalanya.


Kenny mengusap pundak Mala,menguatkannya agar bisa tegar menghadapi segala cobaan yang sedang dihadapinya.


"Aku akan mendampingimu,bila kamu siap kita akan segera berangkat ke Indonesia."


Mala menjawabnya dengan tersenyum.


Di rumah mewah Kenny,


"Kenapa kalian berdua pulang sayang,dimana Devan?"


"Devan masih di rumah sakit mah,"


"Lalu maksud kalian berdua pulang ke rumah dan meninggalkan Devan sendirian di rumah sakit bagaimana?"Mama Laurent khawatir sebab Devan mereka tinggalkan sendirian di rumah sakit.


Kenny mengajak mama Laurent duduk,disitu ada bibi Magda dan juga bibi Fransisca.


"Ma,aku dan Mala akan kembali ke Indonesia.Tak ada donor yang cocok untuk Devan disini.Selain kembali ke Indonesia mencari ayah kandung Devan dan meminta pertolongannya."


Mama Laurent sangat terkejut dengan rencana Kenny dan Mala yang sangat mendadak ingin kembali ke Indonesia.


"Apa kamu yakin, sayang?"Mama Laurent bertanya sekali.lagi.


"Mala harus yakin ma,ini untuk kebaikkan Devan.Semoga dengan menjalani operasi sum sum tulang belakang Devan segera bisa cepat sembuh ma."Mala hanya bisa pasrah dengan keadaan pada saat ini.


"Ohh sayang,bibi Magda dan Fransisca hanya bisa berdoa agar Devan segera mendapatkan kesembuhan."


Ada rasa kasihan yang terlihat dari raut wajah ke dua bibi Kenny tersebut.


"Terima kasih bi."


"Mala pamit ke kamar dulu,ingin membereskan pakaian Mala dan Devan sekalian pakaian pakaian Kenny."


"Ya nak,"mama Laurent menggangguk mengizinkan Mala beranjak ke kamarnya.


Mala merapikan semua pakaian pakaian mereka bertiga di dalam koper besar.Tidak banyak memang,karena tujuan Mala ke Indonesia hanya untuk kesembuhan Devan.


"Apakah semuanya sudah siap?"Kenny masuk ke kamar Mala.


"Hmmm." Mala menjawab singkat.


Kenny menghampiri Mala,dan duduk di samping Mala yang sedang duduk di tepi ranjang.


"Kenny,.."


"Ya."


"Apa Cristian akan mau mendonorkan sum sum tulang belakangnya pada Devan?"


Sebenarnya ada rasa ragu dan banyak pertanyaan di dalam hati Mala.


"Kenapa tidak?Cristian adalah ayah kandung Devan.Pasti dia akan mau memberikannya asal Devan juga bisa sembuh."


Mala menghela napas panjang.


"Apa Cristian bahagia dengan pernikahannya dengan Casandra?"


"Tak sekali pun dia mau mencari keberadaan kami selama ini "Mala menundukkan kepalanya dan meneteskan air matanya lagi.


"Yakinlah Mala,pasti Cristian akan menolongmu.Sekali pun ada Casandra,Devan tetaplah anak kandung dari Cristian." Kenny meyakinkan Mala,agar Mala tak merasa berkecil hati dengan rencana kepulangan mereka ke Indonesia.


Walaunpun dalam hati Kenny juga merasa ragu apakah Cristian bisa menerima segala penjelasan Mala jika mereka tiba di Indonesia nanti.


Oleh karena kecelakaan kebakaran yanh menghanguskan peternakakn.Cristian sampai sekarang belum mengetahui bahwa Mala masih hiduo,dan pada saat kejadian itu Mala sedang mengandung buah cintanya dengan Cristian.


"Kamu benar Kenny,mengapa aku harus ragu?"Mala tersenyum dan menghapus air matanya.


"Apa kamu sudah siap?"


"Hmmm."


"Ayo kita berangkat,kita akan pergi ke rumah sakit dulu menjemput Devan lalu ke bandara,pesawat kita 3 jam lagi akan berangkat."


"Baiklah ayo kita berangkat."Mala ingin menggeret kopernya namun Kenny mengambilnya dan menyuruh asistennya untuk membawa semua koper masuk ke dalan mobil.


Mala dan Kenny turun ke lantai bawah.


Di bawah anak tangga,mama Laurent bibi Magda dan bibi Fransisca menunggu mereka.


Satu per satu Mala memeluk ketiga orang tua itu dengan hangat.


"Berhati hatilah di sana nak,dan jaga kesehatanmu agar kamu semakin kuat menjaga Devan"mama Laurent menangis,baru kali ini dia akan berpisah dengan Mala,dia merasa berpisah dengan anak perempuannya sendiri.


"Baiklah ma,aku akan selalu mengingat pesan mama."


Kenny dan Mala masuk ke dalam mobil,diiringi oleh isak tangis ketiga orang tua yang sudah banyak menemani hari hari Mala selama ini .


Mobil dikemudikan oleh sopir pribadi keluarga Kenny,melaju menuju ke rumah sakit dimana Devan sedang menunggu mereka.


Para dokter sudah mempersiapkan keberangkatan Devan,mereka mengurus keperluan Devan dengan lengkap.


"Semoga berhasil tuan Kenny,"seorang dokter yang menangani sakit Devan selama ini mengucap salam perpisahan padanya.


"Terima kasih dok,kami sungguh berterima kasih atas perawatan kepada Devan selama ini sungguh sangat baik."


Kenny menggendong Devan menuju mobil.Dan mobil mereka pun menuju ke bandara kota Paris.


Kenny sengaja memilih menggunakan jet pribadinya untuk berangkat menuju ke Indonesia.Agar Mala dan Devan lebih leluasa untuk menikmati perjalanan panjang mereka.


Sepanjang perjalanan Mala lebih memilih tidur,sedangkan Kenny terus mengawasi Devan yang juga terlelap tidur di samping mamanya.


šŸšŸšŸšŸ


Di perusahaan keluarga Adiwijaya..


Tok tok tok


Pintu ruangan Cristian diketuk dari luar.Cristian yang lagi fokus dengan labtop nya mengalihkan pandangannya ke pintu.


"Masuk."


Vallen,sekertaris Cristian masuk ke dalam ruangannya.Wanita cantik dengan penampilan yang menggoda tak pernah sedikit pun Cristian mau melihat wajahnya


"Ada apa?"


"Tuan,kolega bisnis tuan dari London yang akan kemari ingin tuan sendiri yang pergi menjemput mereka di bandara besok pagi."


"Kenapa harus saya yang menjemput?"


"Mereka hanya mengatakan itu di sambungan telpon.Agar tuan Cristian sendiri yang akan menjemput mereka."sekertarisnya menjelaskan dengan sopan.


"Baiklah,besok pagi jam berapa?"


"Besok pagi jam 10 tuan."


Cristian mengganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Kamu boleh pergi."


"Tuan.."


"Ada apa lagi?"


"Apakah tuan membutuhkan sesuatu,seperti kopi atau yang lainnya?"


Vallen mencoba mengulur waktu agar dia bisa berlama lama di ruangan Cristian.


"Nggak Vallen,saya masih sibuk dan nggak membutuhkan apa pun saat ini.Kamu boleh keluar dari ruangan saya."


Vallen berbalik ke arah pintu dan mengerucutkan bibirnya.Niat hati ingin berduaan dengan tuan Cristian menjadi sirna.


Di perusahaan ini siapa pun sudah mengetahui kalau hubungan pernikahan antara Cristian dan istrinya tidaklah baik baik saja.Sehingga Vallen sering sekali mencari akal untuk bisa berduaan dengan Cristian.Siapa tahu Cristian akan jatuh ke dalam pelukkannya.


Pagi hari di bandara Sukarno hatta,


Jet pribadi Kenny mendarat dengan sempurna.


Mala sudah bersiap akan turun,namu Devan masih lelap dalam tidurnya.


"Bangun sayang sudah pagi."Mala membangunkan putranya dengan lembut.


Devan mengerjapkan matanya beberapa kali.


"Apa kita sudah tiba di Indonesia ma,?"suara Devan yang masih terdengar serak dan lemas tak bertenega namun masih bisa dia ucapkan dengan baik.


"Ya sayang kita sudah berada di Indonesia."


"Apa Devan akan beltemu dengan ayah nanti di sini,dan bisa segela sembuh?"


"Iya sayang,pasti Devan akan sembuh."


Mala mengusap pucuk kepala Devan dengan lembut.


"Selamat pagi nak,apa kau sudah siap menghirup udara di Indonesia?"


"Ya uncle ya Devan mau segela melihat keindahan Indonesia sepelti yang dicelitakan mama dan uncle."ucap Devan dengan raut wajah bahagia,walau pun suaranya masih terdengar lemah.


"Ayo kita turun sayang."


Kenny menggendong Devan, Mala mengikuti mereka dari belakang.


Suasana di bandara dengan hiruk pikuk para penumpang pesawat membuat Mala merasa gugup.Dia menggenggam lengan Kenny kuat kuat.


"Ada apa Mala,apa kamu baik baik saja?"


Kenny berhenti dan berbalik ke arah mala bertanya padanya .


"Kenny aku merasa gugup sekali melihat orang banyak di sekelilingku.Aku takut."


"Nggak apa apa Mala,ada aku di sini .Tetap tenang dan jangan melihat ke arah orang banyak.Tapi lihatlah lurus ke depan."


"Baiklah,aku akan melakukannnya."Mala menundukkan kepalanya masih merasa gugupnya belum hilang.


Kenny berhenti sebentar mengajak Mala duduk disebuah bangku yang tak jauh dari mereka.


"Duduklah disini sebentar,aku akan mencari air minum untukmu."


Kenny masih menggendong Devan,mencari gerai penjual air minum di sekitar mereka.


šŸŽ€šŸŽ€šŸŽ€šŸŽ€


Cristian memilih berangkat lebih awal ke bandara,dia hanya ingin agar tak terlambat menyambut tamunya yang datang dari London.


Kedatangan tamunya ini untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan Cristian dan ingin menanam saham juga di dalamnya.


Sehingga mau tak mau Cristian harus menuruti keinginan kolega bisnisnya saat ini untuk menjemputnya di bandara.


Dari kejauhan Cristian masuk ke area bandara,dia melihat seorang wanita muda duduk sendiri di sebuah bangku panjang.



Langkah kaki Cristian melambat,memandang wajah cantik dan polos wanita yang dia cintai dan dia rindukan selama ini sama sekali tak berubah.


Masih terlihat anggun dalam kesederhanaanya.


Sekitar tiga meter dia akan sampai mendekati wanita yang begitu sangat dikenalnya itu ingin sekali dia berhambur memeluknya.Namun tiba tiba dari arah belakang seorang pria yang sedang menggendong anak kecil menghampiri wanita itu.


Cristian berhenti, berdiri dan terpaku di tempatnya.Melihat kedekatan pria itu dengan wanita yang dia cintai.


"Kenny?"


Cristian mengenal pria itu.


"Apa yang dia lakukan bersama Mala di sini?"


Dilihatnya Kenny menyodorkan sebotol air minum kepada Nala.Mala menerimanya dengan senyumnya yang manis.Namun wajahnya terlihat kelelahan.


"Lalu siapa anak kecil yang di gendong oleh Kenny itu?"


Setelah Mala meminum air botol air mineral itu,sepertinya mereka akan beranjak pergi.


Kenny dan Mala lalu berdiri,terus melanjutkan perjalannan mereka menuju area parkir.


Cristian meminta seorang suruhannya mengikuti mereka.


Sebab pesawat dari London telah mendarat.


Dan Cristian harus menyambut kedatangan tamunya.


Cristian membiarkan suruhannya bekerja dengan hati yang diliputi rasa yang bercampur aduk.


Tamu yang ditunggu telah tiba,seorang wanita cantik anggun dan berkelas dalam penampilannya.


Cristian dapat melihat dari cara berpakaian wanita muda itu.


"Selamat datang nona..."


Cristian menggantung ucapannya,


"Nona Laura,"sambung wanita itu sambil mengulurkan tangannya kepada Cristian yang disambut oleh Cristian dengan senyumannya.


"Bukankah yang datang adalah tuan Wiliam?"Cristian mencoba mengobrol dengan wanita di hadapannya.


"Ya sebenarnya tuan Wiliam papaku yang datang kemari,namun karena dia tiba tiba sakit aku yang diutusnya kemari."


"Oh berarti anda adalah putri tunggal tuan Wiliam?"


"Ya begitulah."


"Mari kita langsung menuju ke hotel tempat anda menginap yang sudah kami siapkan."


Cristian mengajak nona Laura


untuk menuju ke hotel yang sudah disiapkan asistenya.


šŸšŸšŸšŸ


Kenny membawa Mala dan Devan ke sebuah rumah sakit terbesar di kota ini.


Setelah Devan ditangani para dokter,Kenny menunggu di ruangan tunggu bersama Mala.


"Setelah Devan mendapatkan ruangan baginya,aku akan segera mencari Cristian."Mala membuka suara.


"Baiklah,jika kamu menemuinya aku yang akan menjaga Devan di sini."

__ADS_1


Aku akan menyuruh asistenku yang akan mengantarmu.


"Terima kasih Kenny,"


"Jangan berterima kasih,kita akan berusaha melakuakn ini untuk kesembuhan Devan."


Mala dan Kenny tak menyadari seseorang yang duduk di belakang mereka sedang merekam vidio pembicaraan mereka.


Lalu orang itu mengirimkan rekaman vidionya ke atasannya.Terkirim.


Cristian sedang menjamu tamunya nona Laura di sebuah restoran mewah.Saat bersamaan bunyi ponselnya mengagetkannya.


Sebuah kiriman vidio dari seorang suruhannya yang dia minta untuk mengikuti Mala dan Kenny.


Cristian menonton vidio itu yang berdurasi dua menit.


"Apa yang diinginkan Mala untuk bertemu dengannku? Apa dia ingin mengakui hubungannya dengan Kenny selama tiga tahun ini yang dia sembunyikan dariku."


Dasar perempuan penipu,wajah nya saja yg polos namun hatinya dipenuhi tipu muslihat."


"Selama tiga tahun aku larut dalam kesedihanku karena kehilangannya,dia malah bersenang senang dengan pria lain dan menghasilkan seorang anak saat ini."


"Selama tiga tahun aku hidup dalam kehampaan karena kehilangannya,namun apa yang dia sembunyikan dariku?"


Cristian sangat marah dan menggenggam erat ponselnya.Ingin sekali dia membanting ponselnya,namun di hadapannya masih ada nona Laura.


"Tuan Cristian apa anda baik baik saja?"


"Nona Laura sepertinya aku merasa nggak enak badan,aku ingin permisi dulu.Besok baru kita lanjutkan pertemuan kita."


Cristian berdiri dan meninggalkan nona Laura yang masih duduk di tempatnya.Yang tanpa Cristian sadari tatapan nona Laura kepadanya.Tatapan suka dan merasa ingin memiliki.


"Sabar Laura,kamu pasti bisa menaklukkan hati tuan Cri*s***tian dengan mudahnya nanti."gumam nona Laura di dalam hatinya dengan yakin,sambil melihat Cristian yang berlalu meninggalkannya.


šŸšŸšŸšŸ


Di rumah sakit,


Hari ini setelah Devan tidur Mala bersiap untuk pergi ke perusahaan milik Cristian.


"Apa kamu yakin bisa pergi sendiri Mala?"


"Ya Kenny aku bisa sendiri."Mala tak ingin Kenny ikut.Dia takut jika Kenny bersamanya Cristian akan salah paham lagi padanya.


"Aku pergi dulu,tolong jaga Devan dengan baik yah.Aku nggak akan lama,setelah selesai aku akan segera pulang."


"Baiklah,hati hati di jalan."Kenny membiarkan Mala pergi sendiri diantar oleh asistennya.


Di ruangannya Cristian sedang duduk bersama nona Laura.


Nona Laura banyak menawarkan kerja sama yang menguntungkan untuk perusahaan Cristian.Dan Cristian pun setuju dengan rencana kerja sama yang ditawarkan nona Laura dan segera mengambil berkas kerja sama untuk ditanda tangani.


Vallen tanpa mengetuk pintu dan masuk ke ruangan Cristian.


"Ada apa Vallen?"


Cristian memandang tak suka ke arah sekertarisnya yang tak mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Maafkan saya tuan,di luar ada seorang wanita muda ingin bertemu dengan anda.Katanya ini sangat penting sekali.Dia berharap tuan Cristian mau menyempatkan waktu sedikit untuknya."


Vallen memang sengaja berlaku tak sopan,tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,karena dia ingin tahu apa yang tuan Cristian lakukan dengan nona Laura sejak tadi di dalam ruangannya.


"Wanita muda,siapa namanya?"


"Namanya Mala tuan,"


"Mala,untuk apa dia kemari.Apa dia memang benar benar nekat kemari untuk mengungkapkan rahasianya bersama Kenny selama ini?"


Dalam hati Cristian terasa sakit,hati yang berdebar karena masih ada rasa sayang untuk Mala,dan hati yang diliputi kemarahan dan benci untuk menerima kenyataan Mala akan datang mengungkapkan hubungannya dengan Kenny.


"Ini sebuah kesempatan,"Cristian memandang Laura dengan rencana liciknya.


"Lima menit lagi suruh dia masuk kemari."


"Baik tuan."


Cristian mulai mendekati Laura,dia memang sadar dengan tatapan mata Laura sejak tadi kepadanya.


Dielusnya tangan Laura dan mulai menghadapkan tubuh Laura ke arahnya.


Hingga tepat saat Mala masuk ke dalam ruangannya Mala hanya bisa terpaku di depan pintu menyaksikan mereka.


Cristian dengan lihainya mencumbu bibir milik Laura di hadapannya.


Mala menundukkan kepalanya,dan berbalik keluar dari ruangan itu.Dia tak ingin mengganggu kesenangan Cristian.


Setelah Mala keluar Cristian melepaskan ciumannya.


"Maafkan aku nona,aku terbawa suasana."


"Nggak apa apa tuan Cristian aku sangat menikmatinya,bahkan aku ingin lebih dari ini."


Cristian sadar dia sudah terjebak dengan permainannya sendiri.


Cristian mengambil telpon di mejanya,lalu menelpon Vallen.


"Hallo tuan,"


"Vallen,katakan pada wanita tadi yang baru keluar dari ruangannku,aku sedang sibuk saat ini nggak ingin diganggu oleh siapa pun."


"Baik tuan saya mengerti."


"Nyonya Mala."


"Iya mbak,?"


"Nyonya silahkan pulang sekarang,karena tuan Cristian sedang sibuk dengan pekerjaannya saat ini."


"Tapi mbak,saya benar benar mempunyai keperluan penting dengan tuan Cristian saat ini."


"Maaf nyonya,tuan Cristian saat ini sedang tak ingin diganggu.Silahkan pulang sekarang."Vallen mengusir Mala dengan nada yang halus,membuat hati Mala terasa sakit sekali.


"Sepenting itukah hasratmu dengan wanita lain Crist,hingga kau mengabaikan aku?"


Mala pun keluar dari kantor Cristian,dia beranjak menuju area parkir.


"Mala."


Mala memandang Kenny tak bisa menahan lagi air matanya.


Huh huhu uhuhu


"Kenny,Cristian nggak mau bertemu dengannku,dia sibuk bercumbu dengan wanita cantik di ruangannya,dia mengabaikan aku .hhiiiikkkssshhhh"


"Tenanglah Mala jika hari ini dia sibuk,kita akan kembali lagi besok."dalam tangisnya Mala hanya menganggukkan kepalanya.


Kenny menuntun Mala menuju mobilnya.


"Devan bersama siapa di rumah sakit?"


"Devan aku titipkan dengan seorang perawat di sana Mala,aku meminta perawat itu nggak meninggalkan Devan sendirian.Tadinya aku membiarkanmu sendiri,tapi setelah kamu pergi hatiku nggak tenang,seperti akan terjadi sesuatu kepadamu.Makanya aku menyusulmu kemari."


Mala hanya diam mendengarkan perkataan Kenny.Dalam hatinya masih terasa sakit melihat Cristian sedang berciuman dengan wanita lain.


Air matanya yang mengalir deras yang menyatakan betapa sakitnya terasa dalam hati.Orang yang dia cintai dan dia tunggu selama tiga tahun ini dengan mudahnya melupakannya.


Mobil mewah yamg mereka tumpangi melaju dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit.

__ADS_1


Ada rasa kecewa di hati Mala,hari ini tak membuahakn hasil apa apa untuk kesembuhan putra kesayangannya.


__ADS_2