Cinta Gadis Buta Huruf

Cinta Gadis Buta Huruf
Jasmine


__ADS_3

Bab 55


Deheman seorang pria tampan siang ini seperti menghipnoptis semua orang yang berada di ruang makan ini.


Pria tinggi,hidungnya yang mancung ,tubuh atletis dan kumis tipis di pipinya,membuat setiap mata yang memandangnya merasa seolah bumi kini sedang berhenti berputar.Merasa ingin bersama sama menikmati keindahan makhluk Tuhan yang paling indah ini.


Sesaat semuanya terdiam sampai mama Laurent tersadar melihatnya.


"Hector sayang...."pekik mama Laurent dan langsung berdiri dan gegas mendekati pria itu dan langsung memeluknya.


"Mama."


Satu kata singkat yang terucap dari bibirnya.


Dia membalas pelukkan hangat wanita di hadapannya.


Tatapan dingin tanpa ekspresi,namun bagi mama Laurent tidak begitu adanya.


"Anakku sayang,mama sangat merindukanmu nak."Pelukkan yang terjadi lagi untuk pertama kalinya sejak sepuluh tahun yang lalu.Pelukkan hangat yang begitu di dambakan seorang putra dari ibunya.Lama mereka saling menukar rasa rindu dalam pelukkan itu sendiri,seolah dengan cara saling memeluk semua kerinduan yang telah lama terkubur dalam hati mereka masing masing terbayar lunas saat ini.


Mama Laurent mengurai pelukkannya dan menggandeng lengan pria itu.


"Mala kemarilah,"mama Laurent meminta Mala untuk mendekati mereka.


"Hector putraku,kenalkan ini Mala.Dia mama sudah anggap sebagai putri mama sendiri.Dan kini dia akan menemani mama di sini."


Pria tampan yang memiliki nama Hector Gerardo itu hanya mengangguk kecil.


"Hai,kenalkan nama saya Mala."Mala mengulur tangannya ragu.


Hector hanya memandang wajah Mala dengan tatapan dinginnya,tanpa menyambut uluran tangan Mala.


"Kamu sudah tahu namaku tadi."ucapnya dingin.


Mala hanya tertunduk,wajahnya memerah menahan malu.Mama Laurent yang menyadari itu langsung mengalihkan pembicaraan mereka.


"Ayo nak,lanjutkan makananmu tadi."


"Iya mama."Mala kembali ke tempat duduknya.


"Dan kamu sayang,ayo duduk bersama kami,"Hector menurut saja keinginan mama Laurent.


Bibi Fransisca menyendukkan makanan ke piring Hector.


"Makan yang banyak nak."


"Terima kasih bibi."


Hector melahap makanan yang ada di piringnya dalam diam tanpa ekspresi.


Sudah lama sekali sejak Hector remaja,mama Laurent memilih ikut bersama suami barunya.Yakni ayah kandung dari Kenny.


Setelah Tuan Jose Gerardo ayah Hector meninggal,dia meninggalkan warisan perusahaan dan bisnisnya untuk putra tunggalnya.


Mama Laurent memilih menikah lagi dan memiliki Kenny.


Hector kecil sangat bahagia memiliki adik baru yang menjadi teman bermainnya.


Namun semuanya berubah,saat Hector berumur 17 tahun,saat itulah semua warisan dari ayahnya dialihkan menjadi miliknya.


Begitu mama Laurent,sudah memenuhi kewajibannya sebagai seorang ibu yang mendampinginya.


Ayah Kenny memboyong mama Laurent dan Kenny menujun ke Paris.Tempat kelahiran ayah Kenny yang juga mengurus perusahaannya di sana.


Ada rasa sakit yang begitu dalam di hatinya.Hector yang masa kecilnya dipenuhi kebahagiaan nerubah menjadi anak yang tertutup dan pendiam.


Bayangkan seorang anak yang masih berumur 17 tahun harus memikul beban mengurus perusahaan.Hector remaja memendam rasa sakitnya sendiri.Namun dia tak bisa membenci mamanya.


Karena baginya mama Laurent adalah wanita terhebat yang pernah dimilikinya.


Di saat perusahaan ayahnya hampir saja jatuh bangkrut namun mama Laurent tetap gigih memperjuangkannya,agar para saingan bisnis ayah Hector tak bisa menjatuhkannya.


Dengan bantuan seorang pria,yang pernah menjadi sahabat karib ayahnya. Yang akhirnya menjadi suami mama Laurent. Perusahaan dan bisnis ayah Hector dapat dipertahankan hingga Hector resmi menjadi pemegang kendali atas ahli waris perusahaan dan bisnis ayahnya.


☘️☘️☘️


Mama Laurent masih duduk di sebuah sofa dekat dengan perapian.Menghangatkan tubuhnya dengan meminum segelas susu coklat di tangannya.


"Mama,belum tidur?"


Mama Laurent menoleh,melihat putra kesayangannya datang menghampirinya.Dia duduk di bawah lantai,dan menyandarkan kepalanya di pangkuan mama Laurent.


Mama laurent mengelus kepala putranya dengan lembut.


"Mungkin ini adalah hukuman buat mama nak.Setelah lama mama meninggalkanmu,kini mama telah kehilangan semuanya,bahkan saudaramu juga."


Ada rasa sakit yang menusuk di ulu hati mama Laurent.Begitu banyak waktu yang dia tinggalkan untuk putranya Hector.


Hector mendonggakkan kepalanya menatap lekat wajah mama Laurent.


"Hector selalu mencintaimu,ma.Hector selalu menyimpan rindu pada mama dalam hati ini.Dan Hector yakin hari ini akan tiba bagi Hector."


"Hector turut berduka atas kepergian Kenny."


"Maafkan mama nak."


Mama Laurent terisak dalam tangisnya.Waktu tak bisa diputar kembai membuat mama Laurent semakin sedih.


Hector mengusap lembut pipi mama Laurent,dan menghapus air mata mamanya.


"Sudah jangan dipikirkan lagi,Hector juga sudah mengikhlaskanya."


🌄🌄🌄


Mala terbangun dari tidurnya,dia melihat ke arah jendela yang sedikit terbuka.


Mendekati jendela dan membuka gordennya.


"Selamat pagi Devan,selamat pagi Kenny."


Mala berbisik berharap sang mentari pagi mendengarkan dan menyampikan salamnya pada kedua orang yang sangat dirindukannya.


Begitulah rutinitasnya setiap pagi selama berada di negri orang ini.


Tak banyak yang berubah setiap hari Mala hanya menemani mama Laurent.Entah itu memasak atau pun berjalan jalan.


Setelah membersihkan diri,Mala turun ke lantai bawah.Dimana semua anggota keluarga sudah menunggunya untuk sarapan pagi.


Ada roti selai coklat kesukaannya di atas meja.


Bibi Magda dan bibi Fransisca sudah sangat tahu apa yang disukai oleh Mala.


"Mala sayang."


"Iya ma."


Mala menoleh le arah mama Laurent.


"Hari ini apa kamu bisa membantu mama?"


"Apa yang harus Mala lakukan untuk mama?"


"Tolong ikutlah dengan Hector pagi ini menuju ke peternakkan.Ada banyak sekali yang harus dikerjakan di sana.Mama harap kamu bisa membantu mengatasinya."

__ADS_1


Mala menatap mama Laurent seakan tak percaya.


"Benarkah,apa boleh Mala ikut mama?"


"Tentu sayang."


"Terima kasih untuk kesempatan ini mama.Mala akan bekerja keras nanti.."Mala memeluk erat mama Laurent.


"Habiskan sarapanmu dan ikutlah bersama Hector nanti ke peternakkan."


"Baiklah ma,"


Mala segera menghabiskan sarapanya,dia sudah sangat tak sabar untuk pergi ke peternakkan milik keluarga mama Laurent.


Mobil yang dikemudikan Hector berjalan dengan kecepatan tinggi,membelah jalanan kota dan keluar menuju ke sebuah tempat yang kata mama Laurent letaknya memang sangat jauh di luar kota.


Sebuah lahan luas,sejauh mata memandang hanya ada tanaman anggur yang saat ini para pekerja di sini sedang memanennya.


Menurut mama Laurent,mereka memiliki perkebunan anggur yang akan di olah menjadi minuman wine.


Mala segera turun dari mobil diikuti oleh


Hector.


Di tengah tengah lahan ini ada sebuah rumah yang lumayan besar.Cukup untuk menjadi tempat peristirahatan keluarga.Tampak ada beberapa pelayan yang berkutat di dapur.


"Bawa nona ini menuju ke peternakkan."perintah Hector pada seorang pelayan.


"Baik tuan."


"Mari nona."


Hector tak menoleh sedikt pun pada Mala.


Mala berjalan mengikuti pelayan yang akan membawanya ke peternakkan.Mala tak tahu apa yang akan di lakukan oleh Hector.Dia hanya ingin menuruti perintahnya saat ini.


Pembawaan Hector yang sangat dingin dan irit bicara itu membuat Mala merasa canggung pada dirinya.


Sepuluh menit mereka berjalan kaki,hingga tiba di peternakkan.


Peternakkan sapi yang begitu luas.Peternakkan disini sudah dilengkapi dengan alat alat berteknologi tinggi,sehingga memudahkan semua pekerja di sini dalam pekerjaannya.


Mala berjalan keliling memperhatikan para pekerja yang masih melakukan pekerjaannya masing masing.Sesekali dia tersenyum pada mereka karena dia tak mengerti bahasa para pekerja di sini.


Jadi dia memilih untuk memperhatikan mereka.Seorang pelayan mendekatinya dan menyapanya.


"Apa nona membutuhkan sesuatu?"


Mala berbalik,dan melihat seorang pelayan pria bisa berbahasa yang sama dengannya.


"Kenalkan nama saya Bimo,saya juga berasal dari Indonesia."


"Saya Mala,senang bisa berkenalan denganmu."


"Saya sudah dihubungi oleh mama Laurent,beberapa hari yang lalu."


"Jadi nona Mala,saya yang akan membantu nona dalam mengelola peternakkan ini.Apa yang anda butuhkan dan apa yang ingin anda tanyakan datanglah padaku."Sambil bicara Bimo mengajak Mala menuju ruang kerja yang akan menjadi ruangan Mala.


Mereka duduk berhadapan.Dan Bimo menjelaskan semua cara kerja para pekerja di peternakkan ini.


Semuanya yang harus diketahui oleh Mala.


Tanpa terlewat satu apa pun.Bimo dengan sabar menjelaskan semuanya,nama alat alat dalam petenakkan ini dan menerjemahkannya ke bahasa Indonesia.Berikut dengan cara kerja dan penggunaannya.


Mala lebih cepat mengerti di luar dugaan Bimo.


"Hebat kamu Mala,aku kagum sama kamu.Semua yang kujelaskan cepat sekali kamu menguasainya."


"Benarkah?


"Ya,tapi sayang peternakkannya sudah dibakar oleh seseorang."


"Begitu rupanya.Maafkan aku Mala kalau aku membuatmu sedih."


"Nggak apa apa Bimo."


"Ayo kita lanjutkan pekerjaan kita."


Hari ini Bimo sibuk dengan mengajari Mala tentang segala sesuatu yang menjadi bagian dalam peternakkan.Sekaligus berkeliling melihat lihat keadaan peternakkan yang begitu bersih.Sehingga susu dan dagingnya mempunyai kualitas yang higenis dan sehat.


☘️☘️☘️☘️


"Saatnya makan siang nona., Ayo kita kembali ke rumah utama.Disana sudah ada pelayan yang


menyiapkan makan siang buat keluarga."


"Terima kasih,"


Mereka berjalan menuju rumah utama,melewati kebun anggur yang tebentang luas,tempat pertama kali Mala dan Hector turun dari mobil.


Sepuluh menit berjalan mereka habiskan sama sama mengobrol,tentang semua hal.


Bimo adalah orang yang asyik diajak bicara.


Dia suka sekali membuat orang tertawa membuat Mala merasa sudah sangat dekat dengannya sebagai teman pertamanya di negri orang ini.


Bimo membuka pintu untuk Mala yang sedang tertawa demgan tingkah Bimo yang sangat lucu baginya.


Di depan pintu Hector memandang mereka dengan tatapan dingin.


Serentak Mala dan Bimo langsung diam dan menuju ruang makan.


Di sini,tepat jam 12 siang kita akan diberi makan.


Tiga orang pelayan melayani mereka dan menghidangkan beberapa jenis makanam di atas meja.


"Terima kasih,"Mala mengangguk dan tersenyum pada pelayan,yang hanya membalasnya dengan senyuman.Meski mereka sama sama tak tahu bahasa masing masing.Setidaknya dengan tersenyum yang dapat menunjukkan keramahan.


Tapi Mala hanya mengangguk tanda mengerti dengan senyumannya.


"Silahkan makan nona,semua yang dihidangkan adalah makanan penduduk asli disini."


Jelas Bimo padanya sementara Hector menikmati makanannya dalam diam.


🍂🍂🍂


Bunyi pintu terbuka dari luar mengagetkan seisi orang di dalam ruang makan.


Seorang wanita cantik tinggi dan berpenampilan seksi dan pakaian dengan belahan dada yang sedikit terbuka dan sedikit menonjolkan bagian dadanya yang begitu kencang.Siapa pun lelaki yang memandangnya pasti akan segera menelan salivanya sendiri.Menahan diri agar gejolak di dada dapat teredam,sebab siapa yang tak tahu.Wanita di hadapan mereka ini adalah Jasmine,milik Tuan Hector Gerardo.


Jasmine adalah satu satunya wanita pemilik hati Hector.


Wanita anggun namun terlihat angkuh dan sedikit arogan.Membuat para pelayan di kediaman keluarga Gerardo tunduk di baeah perintahnya.


Jasmine hanya tunduk pada mama Laurent,sebab mama Laurent adalah orang tua tunggal milik Hector.Dan dia harus patuh pada mama Laurent.Begitu keinginan Hector padanya,ketika mama Laurent belum datang.Hector sudah mewanti wanti Jasmine agar bisa menjaga sikap dihadapan mama Laurent nanti.


Jasmine bebas memperlakukan siapa saja dengan kasar namun tidak pada orang tua Hector.Jasmine sendiri belum diperkenalkan dengan mama Laurent.


"Selamat siang nona Jasmine."Bimo menyapa wanita yang masih berdiri di hadapan mereka.Wanita itu tak menjawab sapaan Bimo,namun langsung menatap tajam ke arah Mala.


"Siapa dia?"


Jasmine sudah menebak dia pasti berasal dari Indonesia.Sehingga dia bertanya dengan bahasa Indonesia.

__ADS_1


Tak ada yang menjawab pertanyaan Jasmine semua diam.


"Nama saya Mala nona."


Mala memberanikan diri untuk memperkenalkan dirinya.


"Aku tak bertanya namamu."tatapan sinis wanita itu semakin menusuk hati Mala.


Wanita itu lalu mendekati Mala,mengambil gelas di samping piring Hector.Menumpahkan semua isi dalam gelas itu di atas kepala Mala.


Mala terlonjak kaget dengan perlakuan wanita yang baru saja muncul di hadapannya.


"Apa yang kau lakukan ini ?"Mala terlihat gusar melihat tingkah bar bar wanita yang berada di depannya.


Jasmine menjambak rambut Mala dan menariknya ke belakang.


Sedang Mala meringis kesakitan.


"Pertama saya tidak suka melihat wanita ****** berada dekat dengan calon suami saya ,tidak sejarak satu meter.Jadi menjauhlah darinya sekarang sejauh jauhnya dan jangan pernah kulihat kamu duduk di dekatnya lagi di meja ini,******...!"


Jasmine mendorong keras tubuh Jasmine hingga tersungkur di bawah lantai.


"Auuwww.."


Kepala Mala terbentur ujung meja makan,membuat keningnya sedikit mengeluarkan darah."


Bimo yang sejak tadi diam melihat tingkah bar bar wanita Hector segera menolong Mala agar bisa berdiri lagi.


"Ayo nona,kita obati lukamu."


Bimo menuntun Mala menuju dapur,dan mencari kotak obat dan mulai membersihkan darah di kening Mala dan kemudian membalutnya dengan perban kecil.


Hector tak menunjukkan ekspresi apa pun melihat kejadian barusan di hadapannya.


Dia hanya mrnatap dingin ke arah wajah Jasmine,dan meninhgalkan ruang makan tanpa sepatah kata pun.


"HECTOOOORRR."


Jasmine berteriak memanggil Hector yang sudah benar benar tak ingin melihaynya.


Jasmine mengendus sesuatu yang tak beres sekarang.


"Pasti sesuatu telah terjadi,kenapa Hector tak ingin bicara dengannku saat ini."


"Ini pasti gara gara perempuan ****** itu.Pasti Hector menaruh hati padanya.Jika tidak dia pasti selalu akan mendukungku dengan semua perbuatannku."


"Lukanya agak sedikit dalam,mungkin agak lama akan sembuh dan pasti akan meninggalkan bekas luka yang tak bisa hilang nantinya."


Mala hanya tersenyum kecil,menahan perih di keningnya.


Sepertinya Hector telah pergi.Entah kemana dia pergi,yang jelas Jasmine dibuat tambah emosi karenanya.Dia membanting semua perabotan yang berada di ruangan makan itu.Semua piring piring bekas makanan Mala dan Bimo dipecahkan semuanya


Kalau sudah begitu para pelayan di sana tidak akan mau mendekatinya.Kebiasaan Jasmine kalau sedanng cemburu pada seseorang dia akan melampiaskannya pada semua barang yang ada di hadapannya.


Semua orang juga tahu Jasmine yang selalu dipenuhi dengan rasa cemburu buta pada Hector.Sebab Hector tidak pernah dekat dengan wanita mana pun selain dirinya.Hanya saja tingkat takut kehilangan di dalam diri Jasmine terlalu besar.Sehingga siapa pun wanita yang tak dikenalnya dekat dengan Hector dia akan membantai perempuan itu habis habisan.


Bimo adalah orang kepercayaan keluarga Gerardo.Sejak kecil Bimo sudah tumbuh bersma sama dengan Hector.Bimo yang paling tahu sifat asli milik tuannya itu.


Bimo menawarkan diri untuk mengantar Mala pulang dengan mobilnya.


Mala hanya mengangguk pasrah,sebab Hector sudah pergi mendahuluinya,tanpa berpikir Mala akan pulang dengan siapa.


Mala hanya terdiam tanpa berkata sepanjang perjalanan pulang bersama Bimo.


Hanya ada sebulir bening air mata yang menetes di pipinya.


Bimo merasa iba melihat kesedihan Mala.Dan tak ingin berkata apa pun selain diam dan fokus memegang kemudi.


Sedang hujan turun sangat deras di sore itu.


Bimo membuka pintu mobilnya untuk Mala.Dan Mala segera turun dan tak lupa mengucap terima kasih pada Bimo.


Mama Laurent keluar dan menyambut kedatangan Mala dengan hati yang bahagia.Di pikirannya Mala sudah melewati hari yang sangat melelahkan di peternakkan.


"Bimo."


Mama laurent memanggil Bimo yang sudah akan naik lagi ke dalam mobilnya.


"Ayo masuk dulu nak,minumlah kopi bersama kami di dalam.Hujan masih turun sangat lebat.Dengan kopi bisa menghangatkan tubuh kita."


"Tidak usah mama,besok baru Bimo akan mampir."Bimo sudah menyalakan mesin mobilnya.


"Tunggu dulu Bimo."


Mama Laurent terlihat murka melihat kening Mala yang terlihat diperban.


"Turunlah Bimo ,dan jelaskan pada mama sekarang."


Bimo tak bisa mengelak lagi dan turun dari mobilnya.Sebab dia sadar mama Laurent paling benci kalau dibohongi.


Bimo mendekati mama Laurent dan Mala.


"Jelaskan sekarang."


"Mama,Bimo tidak bisa menjelaskannya pada mama sekarang.Jika ingin tahu bertanyalah pada putra mama."


"Maksud kamu,Hector yang melakukannya?"


"Tidak mama,bukan begitu."


"Lalu siapa?"


Mama laurent menaikkam suaranya.


"Mala.."


Mama laurent menatap wajah Mala.


Dan mala hanya menundukkan kepalanya.


"Bicaralah sekarang!"


Perintah mama Laurent dengan tegas.


"Jika bukan Hector pelakunya,lalu siapa?"


Bimo dan Mala saling memandang.Mala tak ingin bersuara karena takut di cap sebagai pengadu.


Sedang Bimo diam karena dia tak ingin Hevtor mendaoat masalah dari Jasmine setelah ini.


"Bimo.."


"Mama menunggu penjelasan darimu."


"Sebaiknya mama tanyakan pada Hector."


"Ya sudah kalau kalian tak ingin bicara.Lihat saja nanti.Kamu pulanglah Bimo."


"Ayo sayang masuklah nak,"mama Laurent menuntun Mala masuk kedalam rumah sementara Bimo meninggalkan kediaman milik Keluarga Gerardo.


Mama Laurent membuka lagi perban Mala,melihat lukanya sedalam apa.Lalu dibesihkannya lagi dan mengoleskan salep pada lukanya,lalu kembali menutupnya dengan perban.


"Siapa pun itu yang membuat kepalamu terluka,akan menerima akibatnya dariku."geram mama Laurent yang tak terima kening Mala dilukai oleh seseorang,di hari pertamanya masuk kerja.

__ADS_1


__ADS_2