Cinta Gadis Buta Huruf

Cinta Gadis Buta Huruf
Jangan pergi


__ADS_3

Bab 30


Pukul 02.00 dini hari


Di sebuah kamar mewahcat hijau tosca, Mala terbaring lemah.


"Hallo dok,apakah dokter bisa secepatnya datang ke rumahku."


"[...]"


"Baik dok,saya mengerti."


Lima belas menit kemudian dokter masuk ke kamar mewah ini dan segera memeriksakan keadaan Mala yang tak sadarkan diri.


"Bagaimana dok,?"tanya Kenny terdengar sangat khawatir dengan keadaan Mala.


"Apa tuan adalah suaminya?"


"Maksud saya,istri tuan dalam keadaan berbadan dua."


"Apa dia benar-benar sedang hamil dok?"


"Untuk lebih memastikannya tuan segeralah mengantar istri tuan ke dokter kandungan.Karena asap yang ditimbulkan oleh kebakaran semalam bisa jadi membuat kesehatan istri anda terganggu dan berpengaruh pada janinnya."


"Baiklah dok,apa itu saja?"


"Sepertinya hanya itu saja tuan,selebihnya istri anda nggak apa-apa."


"Tapi saya belum berani memnberikan obat apa pun kepadanya.Lebih baik segera tuan konsultasikan dengan dokter kandungan lebih cepat lebih baik.


"Baiklah dok,besok pagi aku akan membawanya ke dokter kandungan."


Mentari pagi masuk ke celah celah jendela, aku mengerjapkan mata beberapa kali.


"Dimana ini?"kamar ini terlihat asing.Dari interior kamarnya terlihat ini adalah kamar seorang pria.


"Tapi kamar siapa ini?"


"Selamat pagi nyonya,"seorang pelayan berseragam masuk ke dalam kamar ini.Membawa sebuah nampan ke arahku.


"Silahkan nikmati sarapan anda nyonya,"ujarnya sopan.


"Maaf,kalau boleh tahu ini kamar siapa?"


Pelayan itu tersenyum padaku.


Dan menjawab pertanyaanku.


"Ini kamar milik tuan Kenny ,nyonya."ucapnya masih dengan nada yang sopan padaku.


"Semalam tuan Kenny datang memggendong tubuh nyonya,karena menurut tuan Kenny,rumah nyonya kebakaran."lanjutnya.


"Apa,kebakaran?"aku tak mengingat sama sekali kejadian semalam,kepalaku terasa sakit sekali.


Seingatku terakhir aku masuk ke dalam kamar dan segera tidur di ranjangku.


Memikirkannya membuat kepalaku semakin sakit.


"Silahkan nyonya nikmati sarapan anda."


"Saya permisi dulu.Jika nyonya membutuhkan sesuatu panggilkan saja saya..Saya berada di lantai bawah."


Aku mengangguk,dan tersenyum padanya.


Aku turun dari ranjang,segera masuk ke dalam kamar mandi.


Hooeekkk hoooeeekkk hoooekkk


Ada apa denganku?Semakim sakit kepalaku dan aku merasa mual dan terus ingin memuntahkan isi perutku .Dan hanya air yang keluar dari perutku.


Yang kurasa hanya pusing hingga mataku berkunang-kunang dan gelap.


"Mala.."


Kenny yang sedang ingin melihat keadaan Mala terkejut,di dalam kamar Mala tak di temukan.


"Dimana dia?"


Kenny memeriksa semua bagian kamar tapi tak ditemukan sosok Mala.


Saat melihat ke arah pintu kamar mandi,Kenny mencoba mengetuk kamar mandi.


Tok tok tok


"Mala,apa kau ada di dalam?"


Tak terdengar jawaban dari dalam kamar mandi.Kenny mencoba membuka pintu.Ternyata tak dikunci."


Saat pintu terbuka,


"MALAAA."


Mala terkapar di bawah lantai kamar mandi,Kenny dengan sigap langsung mengangkat tubuh Mala,


Dan segera dalam puikirannya langsung mebawa Mala ke rumah sakit.


"Bi Sari.Kenny memanggil pelayannnya,


"Iya tuan,"


Tolong bantu saya buka pintu mobil bi."


Bi Sari dengan cepat meraih kunci mobil yang terletak di atas meja.Dan segera membuka pintu mobil pak Kenny.


Kenny melajukan mobil sportmya,dalam pikirannya hanya segera melarikan Mala hingga cepat tiba di rumah sakit.


Tiga puluh menit perjalanan,


Di UGD dokter segera memeriksa keadaan Mala,


"Dok,bagaimana keadaann teman saya?"


"Jangan khawatir tuan,istri anda baik-baik saja,dia hanya kelelahan."


Lagi-lagi dokter mengira kalau Mala adalah istri dari Kenny.


"Kami akan membawanya ke ruangan dokter kandungan,agar mendapatkan penanganan yang semestinya."


"Terima kasih dok,"


Setelah Mala mendapatkan perawatan di ruangan dokter kandungan.Dia sudah dipeebolehkan beristirahat si ruangan vvip yang disediakan oleh Kenny.


Saat Mala membuka matanya,lagi dia merasa berada di ruangan yang berbeda.


Tangannya terasa berat,saat ingin di gerakkan.Kepala kenny menindih tangan Mala.


Kenny tertidur di bangku hingga tak sengaja kepalanya menindih tangan Mala.


Mala ingin memindahkan tangannya,membuat Kenny yang sedang terlelap membuka matanya.


"Kamu udah bangun?"


"Hmmm,ada di mana ini?


"Ini di rumah sakit bu Mala."


"Aku lapar."ujarku pada pak Kenny.Perutku terasa kosong hingga aku sangat ingin makan saat ini.


Kulihat jam di dinding ruangan ini,sudah pukul


03.00 dini hari.


"Baikalh aku akan segera pergi mencari makanan buatmu."

__ADS_1


Aku mengganggukkan kepalaku.


Sepuluh menit pak Kenny kemudian datang dengan senampan nasi putih dan semangkuk sup sayuran hangat.


"Makanlah bu Mala."


Saat uap nasi dan sup menjadi satu dan tercium olehku.Aku merasa ada yang aneh.


"Ada apa?bu Mala nggak suka dengan makanan ini?"


Aku menahan rasa mualku,dan menggeleng cepat.Aku menyukai sup sayuran tapi kenapa rasanya mencium baunya saja aku tak suka.


"Makanlah.,"


"Aku nggak suka makanan ini pak Kenny."


"Kenapa nggak suka,apa ada yang salah?"


"Aku sedang ingin makan rujak buah mangga muda."


"Apa,jam begini pengen rujak mangga muda?"


"Pokoknya aku nggak mau tau pak Kenny,tolong carikan aku sekarang rujak buah mangga muda."


Bukannya membantah dengan keinginan anehku,pak Kenny malah tersenyum..


"Baiklah bu Mala,aku akan mencarinya buatmu."


"Tunggulah,mungkin akan membutuhkan waktu sedikit lama untuk mencari buah mangga yang diinginkan bu Mala."


Pak Kenny pun berlalu dan hilang di balik pintu.


Aku menunggu,sungguh aku nggak sabar ingin menikmati rujak saat ini.


Pagi sudah menampakkan sinar mentari,namun pak Kenny masih saja belum kembali kemari.


Sudah pukul 08.00,mataku masih belum bisa kupejamkan,sekedar beristirahat sambil menunggu kedatangan pak Kenny.


Akhirnya yang ditunggu pun tiba,dengan membawa sekotak rujak buah.Entah dari mana pak Kenny mendapatkannya.Yang jelas aku ingin sekali menghabiskan rujak keinginanku.


"Pelan-pelan makannya bu Mala,"pak Kenny tersenyum melihatku menghabiskan rujak ini dalam sekejap.


"Aku sudah merasa sehat,aku ingin pulang sekarang pak Kenny."


"Mau pulang kemana bu Mala?rumahmu dan peternakkanmu sudah habis terbakar semalam."


"Nggak mungkin pak Kenny,itu nggak mungkin."


"Seseorang telah mencoba membunuhmu,dengan merencanakan kebakaran ini saat kau sedang tertidur lelap."


"Siapa yang mencoba membunuhku ?"


"Aku nggak tau bu Mala,sepertinya seseorang telah menjadi musuhmu.Saat ini dia nggak ingin kamu hidup."


Aku bergidik ngeri memikirkan seseorang ingin berencana membunuhku.


"Tapi bagaimana aku bisa bersama dengan pak Kenny saat ini.Sementara pak kenny bilang kalau saat kebakaran terjadi aku sedang tidur."


"Waktu itu aku menelpon bu Mala,tapi nggak diangkat."


"Lalu aku menelpon bik Inah,agar memberikan ponselnya padamu,aku ingin bicara denganmu."


"Tapi ternyata bik Inah dan pak Eko nggak ada di rumah,jadi aku memilih untuk datang menemuimu."


"Saat aku tiba di rumahmu,sebuah mobil hitam lewat di depanku,dari arah halaman peternakkan."


"Mobil hitam?aku nggak merasa kedatangan tamu kemarin malam dengan mengendarai mobil hitam."


"Di dalam mobil itu ada seorang wanita,tapi aku nggak bisa mengenalinya sebab terlalu gelap."


"Mobil hitam itu milik siapa dan apa kepentingannya masuk ke dalam peternakkan tanpa menemuiku."


"Bisa jadi itu adalah mobil sang perecana pembunuhan untukmu bu Mala."


Seorang dokter lalu masuk di dalam ruangan Mala.


"Aku sudah merasa agak baikkan dok,"


"Baguslah nyonya Mala,hari ini nyonya Mala udah bisa pulang ke rumah."dokter tersenyum padaku.


Setelah dokter meninggalkan ruangan,


"Ayo bu Mala,bersiaplah.Kita akan segera pulang."


"Pulang kemana pak Kenny,katamu rumahku sudah terbakar hangus."aku bertanya dengan wajah sendu.Kemana aku akan pergi.


Cristian telah salah paham denganku,dia pasti sangat membenciku.


"Pulang ke rumahku bu Mala,sampai aku akan pastikan hidupmu akan aman tanpa ada lagi seseorang yang berniat mencelakakan dirimu."


"Baiklah,aku akan menurutimu."


Pak Kenny mengemudikan mobil sportnya.Menuju sebuah rumah yang tak kalah mewah dengan milik keluarga Adiwijaya.


"Apa kau tinggal sendiri di rumah ini pak Kenny?"


"Hmmm."jawabnya singkat.


Setelah turun dari mobil,aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku.Rasa pusing,dan mual itu kembali kurasa.


Hhmmmpt


Aku menutup mulutku segera berlari mencari kamar mandi.


Di ujung ruangan makan aku menemukan kamar mandi,


Hoooeekkk hoooeekkk hooooeekk


Aku memuntahkan kembali isi perutku.


"Bu Mala,apa kamu nggak apa?"


Aku sudah nggak bisa menjawab pertanyaan pak Kenny,


Tubuhku terasa lemah tak bertenaga.


Pak Kenny datang membawa air hangat untukku.


"Minumlah ini,bu Mala."


Aku menerima gelas yang di berikan oleh pak Kenny padaku.


Dan menenggak habis airnya.


"Naiklah ke lantai atas,bi Sari sudah menyiapkan kamar untukmu.Kamu bisa tinggal di sini selama yang kamu mau."


Aku mengganggukkan kepala,dan segera beranjak dari kamar mandi ingin menuju ke lantai atas dimana kamarku kata pak Kenny sudah disiapkan.


Kepalaku pusing hampir saja aku terjatuh lagi.dengan sigap tangan pak Kenny menahan tubuhku agar tak jatuh.


Belum sempat aku mengatakan sesuatu,pak Kenny langsung menggendong tubuhku naik ke lantai atas.


"Kamu nggak boleh terlalu kelelahan bu Mala.Kata dokter kamu harus banyak istirahat."


Di dalam kamar besar ini aku direbahkan oleh pak Kenny.


"Bu Mala,mulai sekarang kamu harus menjaga kesehatannmu dan pikiranmu,agar nggak berpengaruh buruk pada janin yang sedang ada di dalam rahimmu."


"Apa maksud perkataanmu pak Kenny?"


"Apa kamu belum tahu?"


"Tahu apa?"

__ADS_1


"Kamu sedang mengandung,apa kamu nggak menyadarinya?"


"Darimana pak kenny tahu kalau aku sedang mengandung."


"Dokter yang kuppanggil untuk memriksa keadaanmu,yang mengatakannya."


"Kenapa pak Kenny nggak kasih tahu ke aku?"


"Aku kira kamu sudah mengetahuinya."


Aku menunduk lemah,seharusnya berita ini adalah berita bahagia untukku dan Cristian.


Harusnya Cristian yang ada di sampingku saat ini.


Harusnya Cristian yang pertama kali mendengar berita bahagia ini.


Dan banyak harusnya yang ada dalam pikiranku.


Air mataku menetes deras.Aku membayangkan Cristian berada di sini bersamaku.Membuat dadaku semakin sesak.


Pak Kenny hanya menatapku iba.


Dan duduk di sampingku memegang kedua tanganku dan mengecupnya.


Aku kaget dan melepaskan tanganku dari genggaman tangannya.


"Bu Mala,jangan bersedih.Aku tahu kamu merasa sakit dalam hatimu oleh karena ketidak hadiran Cristian disisimu saat kau sedang mengandung anakknya."


Aku hanya diam dan memilih tak merespon kata-kata pak Kenny.


Lagi dia memandang mataku begitu dalam,hingga aku bisa merasakan tatapan tulus dari sana.


"Aku akan menjagamu,dan akan bertanggung jawab atas bayimu.Menikahlah denganku Mala."


Aku menggelengkan kepalaku.


"Nggak mungkin,aku nggak bisa pak Kenny."


"Aku akan bersedia menunggumu,hingga kau akan menerima hatiku."


Aku hanya menggelengkan kepalaku,dan berbaring di atas ranjang.Menutup mataku.


"Aku akan sabar menunggu jawabanmu, Mala."


Mungkin pak Kenny melihat aku menutup mataku.Ia lalu mengambilkan selimut dan menutup tubuhku.


Saat pak Kenny akan keluar dari kamarku.


"Pak Kenny.."dia berbalik ke arahku.


"Ada apa ?"


"Tolong jangan kasihan padaku."


"Hmm"


Dia pun keluar dari kamarku dan menutup pintunya.


"Kamu nggak tahu Mala,hatiku merasakan apa."


Gumam pak Kenny dalam hatinya sambil menghela napas panjangnya.


Sarapan pagi sudah siap.


Bi Sari menyiapkan sarapan di atas meja,


"Selamat pagi tuan muda."


"Pagi."


"Apa Mala sudah bangun bi?"


"Belum tuan,saya akan ke kamarnya.Mungkin nyonya masih merasa nggak enak badan,tuan."


"Baiklah bi,katakan pada Mala kalau aku menunggunya untuk sarapan."


"Baik,tuan muda."


Bi Sari berlalu menuju ke lantai atas..


"TUANNNN"


Bi Sari berteriak dari lantai atas


"Ada apa bi?suaramu keras sekali.Kamu pikir ini hutan?"


Bi Sari berlari menuju ke arah tuan muda Kenny.


"Tuan..itu..nyonya Mala nggak ada di kamarnya.Udah saya cari kemana-mana tapi nggak ada."


"Apa maksudmu nggak ada bi."


"Kayaknya nyonya Mala udah pergi tuan."


"Ayo cepat cari bi."


"I iya tuan muda." Bi Sari menundukkan kepalanya dan segera mencari di sekeliling rumah mewah milik tuan Kenny.


Pak Kenny segera mengambil mobilnya dan mencari keberadaan Mala.


"Semoga saja kamu belum jauh dari sini."


Doa pak Kenny dalam hati.


Setelah berputar -putar setengah jam lamanya.Mobil pak Kenny berhenti di sebuah taman.


Entah kenapa dia ingin memarkirkan mobilnya di sana.Dan seperti ada sebuah dorongan untuk turun dari mobilnya dan berkeliling di taman itu.


Sedang asyiknya berjalan di sebuah bangku panjang di bawah pohon beringin seorang wanita muda duduk disana.Sepertinya dia sedang menangis.


Saat pak Kenny mendekat,


"Mala."


Wanita tadi mendonggakkan kepalanya.


"Mala."


Pak Kenny langsung memeluknya erat.


"Kenapa kamu pergi dari rumah tanpa memberitahu kepadaku."


"Tolong jangan pergi lagi."


Aku hanya bisa menangis,tak tahu harus menjawab apa kepada pak Kenny.


GAMBARAN VISUAL


CRISTIAN



MARGARETH



CASANDRA



KENNY


__ADS_1


MALA



__ADS_2