Cinta Gadis Buta Huruf

Cinta Gadis Buta Huruf
Permintaan maaf


__ADS_3

Bab 17


Pov cristian


Pukul 19.00 kami tiba di rumah.Setelah membersihkan diri aku dan kak Margareth bergabung dengan kakek dan nenek yang sudah menunggu di meja makan.


Mala dan kedua orang tuanya juga duduk bersama di meja ini.Menghabiskan makanan yang ada di hadapan kami dalam diam.


Syukurlah kakek dan nenek juga tidak menanyakan kemana kami sepanjang hari ini.


Saat kulihat Mala,aku tak kuasa menahan rasa sesak di dadaku.Aku pernah salah paham padanya.Tidak memperdulikan luka di kepalanya.Malah menuduhnya dengan keji.Kalau luka yang ada di kepalanya bukan disebabkan oleh Casandra.


Aku sangat menyesal dengan perbuatanku. Aku telah dibutakan oleh kebohongan cinta Casandra selama ini.


Hingga selesai makan malam aku tidak mampu untuk menatap wajahnya sedikit lama.


Aku lebih memilih masuk kamarku,dan menutup pintunya.Aku belum siap berhadapan dengan Mala.Gadis polos dan ayu yang beberapa hari terakhir ini berhasil mencuri hatiku.


Tok tok tok


Pintu kamarku diketuk dari luar.


"Siapa?"aku membuka pintu kamarku.Di hadapanku berdiri gadis ini dengan kepolosannya..


"Argghhh,,,semakin rasa bersalah ini meyesakkan hati.


"Ada apa Mala?" Aku usahakan agar suaraku terlihat baik-baik saja.


"Apakah tuan baik-baik saja?"


"Kenapa kamu bertanya begitu?"masih dengan nada datarku.Berharap dia cepat pergi dari hadapanku.


"Bukan apa-apa tuan,saya hanya merasa tuan tidak sedang baik-baik saja.Makanya saya datang kemari.Mungkin tuan merasa sakit.Apa ada yang tuan butuhkan,biar saya melakukannya untuk tuan"


Gadis ini kenapa begitu peka dengan tingkah lakuku.Padahal aku belum mengatakan apa pun padanya.


"Nggak,aku nggak sakit.Kamu kembalilah ke kamarmu.Dan istirahatlah.Aku capek ingin tidur."Sambil menutup pintu kamarku.


"Tu an.."


Aku sudah menutup pintu kamarku.Berharap dia pergi dan kembali ke kamarnya.Apa yang harus kulakukan untuk meminta maaf padanya.Aku harus memikirkan cara bagaimana untuk meminta maaf pada Mala.


"Arrggghhh..."aku menarik rambutku frustrasi..Gadis polos ini begitu membuatku tak bisa tidur.Dengan rasa bersalahku.


Setelah beberapa jam aku bolak balik di atas ranjangku.Aku lebih memilih tidur dan menyiapkan rencana untuk besok.


Pagi harinya...


Tok tok tok


"Mala buka pintunya..."Tak ada jawaban dari dalam kamarnya.Saat kubuka pintu kamarnya tidak terkunci.Di mana dia?Aku masuk ke dalam kamarnya,sampai ke kamar mandi pun tak terlihat batang hidungnya.

__ADS_1


Gegas aku turun ke lantai bawah,mencari keberadaannya.Ternyata dia lagi masak bersama beberapa art lainnya.


"Mala.."ia yang lagi berkutat dengan masakannya berbalik ke arahku,dan tersenyum.


"Iya tuan.."


"Cepat ganti bajumu,kita akan keluar hari ini."


"Kita mau kemana tuan?"


"Jangan banyak tanya,ikuti saja perintahku sekarang !"


"Baik tuan.."


Tiga puluh menit aku menunggunya di halaman depan.Saat ia keluar dari dalam rumah..Lagi-lagi aku terpana.Di balik wajah polosnya,gadis ini benar-benar memikat hatiku.


Sekali pun penampilannya sederhana dengan polesan make up tipis,tubuh mungilnya dibalut dengan dress cantik yang cocok sekali dengan warna kulitnya.


Aku sungguh tidak sabar untuk memilikinya seutuhnya.


"Ayo masuklah,"aku membuka pintu mobil untuknya.Dia pun masuk ke dalam mobil dan duduk di sampingku.


Hari ini aku sengaja untuk menyetir sendiri mobilku.Aku ingin membawa gadis manisku ini sepuasnya hari ini,gumamku dalam hati.


"Kita mau ke mana tuan,"


"Kamu akan tahu kalau kita sudah tiba di sana nanti,jangan banyak tanya."


"Baik tuan,saya mengerti."Dia menundukkan kepalanya,mungkin dia malu..Tapi aku suka ekspresinya saat sedang malu seperti ini.


Hingga tibalah kami di sini.Vila keluarga Adiwijaya.Aku hanya tersenyum melihat reaksi Mala.Saat mobil memasuki lingkungan vila . Mala begitu terpana mengagumi keindahan taman vila ini yang begitu besar.Ada banyak bunga berwarna warni di sini.


"Boleh saya turun tuan,"


"Heem" aku mengangguk setuju.


Mala yang langsung turun dari mobil langsung berlari-lari di taman ini.Sepertinya dia benar- benar senang memperhatikan beraneka macam bunga di taman vila ini.


Setelah kuparkirkan mobil ini,aku memilih untuk menyusul Mala.


Ada kolam ikan besar,dan gazebo tempat beristirahat di tengah-tengah kolam.Aku mengajak Mala ke sana.


Setelah kami duduk,Mala senang memperhatikan ikan ikan mas yang ada di dalam kolam ini.


"Mala..."aku menggenggam tangannya mungilnya.Hangat sekali rasanya.


"Iya tuan.."


"Jangan panggil aku tuan.."


"Iya Cristian.."

__ADS_1


"Hemmm..."


"Sebenarnya aku mengajakmu kesini untuk meminta maaf padamu."Sambil mengecup tangannya aku meminta maaf dari lubuk hatiku yang paling dalam untuknya.


"Kenapa kamu meminta maaf padaku,kamu nggak melakukan kesalahan apa pun padaku."


"Aku sudah melihat rekaman cctv,dimana saat kamu dipukuli oleh Casandra dengan vas bunga."


"Aku sungguh sangat menyesal Mala,karena tidak mempercayaimu saat itu.Maafkan aku Mala."


"Sudahlah Crist,kejadian itu sudah berlalu.Lukanya juga sudah sembuh."Sambil menunjukkan bekas luka di kepalanya.


Aku pun menghampirinya dan mengecup lukanya.


"Saya sudah melupakannya.Lagian itu bukan salahmu juga kan,"dia tersenyum kepadaku.Tulus terasa benar -benar dia telah melupakan kejadian itu.


"Mala.."


"Ada apa Crist.."


Aku mendekati wajahku dengannya..Dia terlihat gugup dengan tingkahku.Aku tak perduli..


Ku kecup bibirnya lembut, sepertinya dia mulai terbiasa dengan kecupanku.


Dia membiarkan aku melahap habis bibirnya,sungguh manis terasa,saat bertukar saliva dengannya.Aku memegang tengkuknya,mengunci posisi kami saat ini,hingga kecupan ini semakin lama semakin dalam semakin panas membuatku bergairah..


Cukup lama dengan aktivitas ini,membuatku sadar.Jangan sampai terlalu jauh.Hingga aku melepaskan bibirnya.Mala hanya tertunduk malu,dengan apa yang barusan kami lakukan.


Aku akan bersabar Mala,hingga waktunya tiba kau akan menjadi milikku seutuhnya.Aku takkan membiarkan hasratku ini berlama-lama.Dalam hatiku meronta.Menginginkan sesuatu yang lebih.


"Setelah menikah,tunggu sedikit lagi."kubisikkan kata-kata ini di telinganya.Yang membuat dia tersipu malu.


"Mala,apa kamu siap jadi istriku?"


Dia menganggukkan kepalanya.Aku pun mendekapnya dalam rangkulanku.


"Aku mulai merasa tak ingin kehilanganmu Mala.."


"Aku akan selalu berada di sisimu,Crist"


Aku lalu mengajaknya berkeliling vila.


"Vila ini,adalah milik keluarga Adiwijaya.Setelah kau menjadi istriku kita akan banyak menghabiskan waktu akhir pekan disini."


Kami berjalan sambil bergandengan tangan.Membuatku semakin bahagia.


Setelah lama berkeliling,aku putuskan untuk beristirahat.Dan mengajak Mala untuk masuk ke vila.


Di sana para pelayan sudah menyiapkan makan siang untuk kami berdua.


Setelah makan siang selesai aku mengajaknya pulang,Karena besok adalah hari terpenting buat kami berdua..

__ADS_1


Tanpa disadari Cristian dan Mala,ada sepasang mata yang memandang keduanya dengan tatapan benci,dalam sebuah mobil mewah berwarna merah.


Siapakah dia?


__ADS_2