Cinta Gadis Buta Huruf

Cinta Gadis Buta Huruf
Permintaan terakhir


__ADS_3

Pagi harinya ada sesuatu yang berbeda,ruangan Devan dipenuhi dengan hiasan hiasan balon beraneka warna.Mala dan Kenny tak tidur sepanjang malam demi untuk menyiapkan kejutan untuk Devan di hari esok.


Sejak semalam,Mala dan Kenny bersabar menunggu Devan bangun dari tidurnya.Setelah meminum obat Devan tertidur lelap.


Sebuah kue dengan hiasan karakter para jagoan kapten America sudah siap.Kenny memesan kue ulang tahun itu khusus untuk Devan.


Dengan lilin berangka empat di atasnya.


Saat Devan bangun mereka akan membuat kejutan untuknya.


"Selamat pagi."Dokter Anastasia masuk ke ruangan Devan.Dia terkejut kamar Devan sudah dipenuhi oleh hiasan hiasan ulang tahun.


Gambar gambar jagoan yang disukai oleh Devan memenuhi seluruh ruangan kamarnya.


Mala dan Kenny menyambut dokter Anastasia.


"Apakah hari ini hari spesial untuk Devan?"


"Ya dokter,hari ini Devan berulang tahun."


" Boleh aku juga turut bergabung merayakannya bersama kalian?"Dokter Anastasia juga sangat antusias merayakan ulang tahun Devan bersama.


"Tentu dokter,kita akan bersama sama merayakannya."Jawab Kenny dan Mala bersamaan,yang diikuti gelak tawa mereka memenuhi ruangan perawatan Devan ini.


Di dalam rumah sakit ini,Devan mendapatkan ruangan untuknya sendiri.Dan juga ada banyak fasilitas mewah yang disediakan rumah sakit ini untuk penderita leukimia seperti Devan.


"Mama."


Devan mengerjapkan matanya beberapa kali,sampai matanya bisa terbuka sempurna.


Mala menyalakan lilin berangka empat di atas kue ulang tahun Devan.


Bertiga mereka bersama sama menyanyikan sebuah lagu untuknya.


Happy Birthday to you


Happy Birthday to you


Happy Birthday, Happy Birthday


Happy Birthday to you....


Saat Mala dan Kenny menyanyikan lagu untuk Devan,dengan refleks dokter Anastasia mengambil ponselnya dan merekam vidio mereka saat ini.


"Selamat ulang tahun sayang,"


Mala dan Kenny memberi selamat ulang tahun pada Devan dan mengecup keningnya bergantian.


"Selamat ulang tahun anak mama Mala."


"Telima kasih aunty."


"Aunty nggak tahu kalau hari ini,Devan berulang tahun.Tapi aunty berjanji nanti akan membelikan hadiah untuk Devan."


Devan mengangguk lemah,dia sangat senang matanya berbinar mendengar janji dokter Anastasia.


"Telima kasih,aunty baik sekali."ucap Devan dengan sopan.


Dokter Anastasia sangat senang ternyata Devan anak yang baik dan sopan.Itu pasti karena didikan dari Mala yang sudah berhasil membuat anaknya mempunyai perilaku yang baik terhadap orang yang lebih tua darinya.


"Sekarang tiup lilinnya jagoan."Kenny menyodorkan kue ulang tahun kepada Devan.


Devan menutup mata sebentar lalu meniup lilin lilin yang masih bernyala di atas kuenya.


"Yeeeee..."mereka semua bertepuk tangan.


"Devan tadi meminta apa sama Tuhan nak?"Mala bertanya dengan penuh kelembutan kepada putranya.


"Devan meminta sama Tuhan,semoga Devan bisa segela beltemu dengan papanya Devan.Agal Devan bisa segela bisa opelasi dan sembuh.Kalau Devan sembuh mama Mala pasti akan bahagia."


"Mama,bisakah Devan beltemu dengan papa nanti,walau hanya untuk telakhir kali untuk Devan?"


"Jangan ngomong seperti itu nak,Devan harus sembuh untuk mama.Devan kan udah janji sama uncle."


"Oh iya yah,Devan lupa uncle."Devan menepuk keningnya sendiri membuat semua orang di ruangan itu tertawa.


Dokter Anastasia masih terus mengabadikan moment ulang tahun Devan dengan merekam vidionya.


Mala menatap wajah pucat putranya,memeluknya dan menahan agar air matanya tak keluar di hadapan Devan.Hatinya terasa sangat sakit.


Permintaan Devan sangat sederhana namun Mala tak mampu untuk mewujudkanya.


"Mama."


"Iya sayang,"


Mimisan keluar lagi dari hidung Devan,bahkan semakin banyak darahnya yang keluar.Devan mengalami sesak napas lagi.Tapi Devan tak ingin menangis,dia ingin terlihat kuat di hadapan mama Mala.


Mala dan Kenny sangat panik melihat darah yang begitu banyak keluar dari hidung Devan.


"Sakit ma.."Devan merintih kesakitan .


"Saaakkiiitt ma..ma.."


"Devan yang kuat ya nak,mama disini.Mama yang akan menjaga Devan.Mama sayang sama Devan.Yang kuat ya sayang,bertahanlah mama pasti mendapatkan donor buat Devan."Mala menguatkan Devan,mengelus elus tubuh putranya.Sementara hatinya sudah hancur berkeping keping.


Kenny berlari mencari dokter agar dokter segera melihat keadaan Devan.


"Dokter tolong kami dokter,Devan mengeluarkan darah lagi dari hidungnya."


Para dokter segera berlari menuju ke ruangan Devan.


🍁🍁🍁🍁


Mala mengusap air mata yang mengalir di pipinya.


"Kamu harus bisa bertahan nak,untuk mama.Mama nggak bisa tanpamu sayang."Mala tak kuasa menahan air matanya.Lagi dia memang menjadi mama yang kuat selama ini,namun putra kesayangannya sakit membuat air matanya selalu tumpah meski dia tak menyadarinya.


"Mala,kamu harus kuat.Apa pun yang terjadi kamu harus bisa mendapatkan donor sum sum tulang belakang dari Cristian untuk Devan saat ini.Tak perduli Cristian saat ini adalah suami dari orang lain,tapi setidaknya dia harus bisa menerima Devan adalah putranya."


Mala bergumam sendiri di dalam hatinya,dan berjanji akan mencari Cristian lagi.


Mala segera mengambil tas yang tegeletak di atas sofa tadi.


Dan bergegas keluar dari rumah sakit tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Kenny melihat tingkah Mala,dia takut Mala akan melakukan sesuatu yang tak diinginkan.


"Dokter Anastasia,bolehkah aku titip Devan sebentar yah.Aku ingin menyusul Mala.Aku takut Mala melakuan sesuatu yang tak diinginkan di luar."


"Ya Kenny,aku mengerti.Pergilah aku akan menjaga Devan disini."


"Aku percayakan Devan denganmu dok."


Dokter Anastasia menganggukkan kepalanya.


Kenny bergegas mengikuti Mala dari belakang.Saat tiba di area parkir Mala sudah berlalu naik taxi.


"MALA..."Kenny memanggil Mala,tapi sepertinya Mala tak mendengar panggilan Kenny."


Taxi yang ditumpangi Mala berhenti di kediaman keluarga Adiwijaya.


Setelah tadi Mala sempat ke kantor Cristian,karyawannya berkata kalau Cristian tak masuk kerja hari ini,karena ada urusan keluarga di rumahnya.


Mala berjalan menuju pintu rumah,dengan perlahan lahan dia mendekati pintu.


Ting tong ting tong ting tong


Tiga kali Mala menekan bel rumah Cristian,rumah yang pernah dia rasakan sebagai bagian dari keluarga ini,kini dia akan menjadi tamu keluarga ini.


Hati Mala berdegup kencang,menantikan seseorang membuka pintu dari dalam.

__ADS_1


Ceklek,


Seorang pelayan wanita muda,membuka pintu rumah.


"Selamat siang nyonya,"dia menyapa Mala dengan sopan.


"Ada yang bisa saya bantu?"pelayan itu terlihat ramah kepada Mala.


"Saya mencari Cristian,bi.Apakah dia ada di rumah?"


"Anda siapa dan ada perlu apa mencari tuan Cristian?"


"Katakan pada Cristian,bi.Nama saya Mala.Saya sangat membutuhkann pertolongannya saat ini.Tolong sampaikan padanya,waktu saya nggak banyak bi."


"Silahkan masuk dan menunggu di dalam nyonya."


"Nggak apa apa bi,saya menunggu di sini saja."


Pelayan tadi lalu masuk le dalam rumah,menuju ke lantai atas dimana tuan Cristian sedang berada di dalam kamarnya.


"Permisi tuan,"


Pelayan tadi berdiri di depan pintu kamar Cristian.


"Iya bi,ada apa?"


"Tuan,di bawah ada seorang wanita mencari tuan.Dia bilang dia sangat membutuhkan pertolongan tuan saat ini.Dan waktunya sudah tak banyak."


"Siapa namanya bi?"


"Kalau nggak salah tadi katanya namanya Mala tuan."


"Mala butuh pertolongan?"


"Dan waktunya sudah tak banyak?"


"Pertolongan apa yang di maksud Mala?"


"Baiklah bi,aku akan segera turun."


"Iya tuan."


🌼🌼🌼🌼


Kenny mencari keberadaan Mala,namun Mala tak juga ia temukan.Dia kehilangan jejak Mala,taxi yang di tumpangi Mala.


Kenny terus mengemudikan mobilnya menuju ke kantor Cristian,namun karyawan di sana berkata tak pernah melihat Mala,saat Kenny menunjukkan foto Mala ke setiap orang yang berada di lobi perusahaan Cristian.


"Apa mbak pernah melihat wanita ini kemari?"Kenny bertanya pada resepsionis yang bertugas di sana.


"Oh,nyonya ini tadi memang datang kemari mencari tuan Cristian."


"Tapi tuan Cristian nggak masuk kantor hari ini. Mungkin nyonya ini pergi menyusul tuan Cristian ke rumahnya."


"Baiklah mbak,terima kasih."Kenyy segera keluar dari kantor Cristian menyalakan mesin mobil dan bergegas mencari Mala di kediaman keluarga Adiwijaya.


🍁🍁🍁🍁


Di kediaman keluarga Adiwijaya...


Cristian melangkah keluar dari kamarnya,


Saat dia hendak menuruni anak tangga,


"Papa.."Ellena memanggilnya


"Ya sayang."


"Papa mau ke mana?"


"Ellena minta gendong,pa."


Cristian lalu menggendongnya dan menuju ke arah pintu depan.


"Ada keperluan apa kamu kemari?"


Tanya Cristian dengan wajah datarnya.


"Crist.."


Mala diam tak sanggup meneruskan ceritanya,sebab hatinya masih diliputi rasa takut dan khawatir.


Untuk beberapa saat Mala menghela napas panjangnya.


"Crist,sebenarnya.."


Lagi lagi Mala belum bisa menguasai keadaan hatinya.


"Ada apa,aku nggak punya banyak waktu untukkmu."ujar Cristian denggan nada ketus.


Mala mulai mengumpulkan keberaniannya,


"Crist,sebenarnya aku mau minta tolong padamu."ucap Mala dengan sekali hembusan napasnya.


"Minta tolong apa kamu pada suami orang?"Casandra datang dari arah belakang Cristian.


"Benar benar nggak punya rasa malu,mencari suami orang hanya untuk meminta bantuan."


Ckckck


Casandra menatap benci pada Mala.Kenapa wanita bodoh ini masih hidup.Bukankah harusnya dia sudah mati sejak berapa tahun lalu.


"Sungguh Casandra aku nggak berniat menggangu kehidupan rumah tangga kalian,aku hanya ingin Cristian mendengarkan permintaanku."


"Atas dasar apa kamu yakin sekali kalau suamiku mau mendengarkan permintaaan bodoh


itu..Dan kamu sebagai apanya dari suamiku?"tanya Casandra dengan tatapan mata sinis ke arah Mala.


"Crist,aku mohon dengarkan dulu permohonanku."


Cristian memalingkan wajahnya.


"Cristian anakku sekarang lagi kritis di rumah sakit,aku sungguh sangat membutuhkanmu,untuk mendonorkan sum sum tulang belakangmu untuk anakku.Aku janji jika kamu berkenan memberikan pertolonganmu pada anakku,aku akan melakukan apa saja untukmu."Mala masih saja menahan tangisnya.


Dalam hatinya dia bertekad melakukan apa pun untuk kesembuhan putra kesayanganya.


"Ohh benarkah?kamu mau berniat menjual dirimu kepada suamiku?"


"Jaga mulutmu Casandra,aku nggak serendah itu!"


Hehehehehe


Cristian tertawa sambil menyeringai,


"Kalau aku memberikan pertolonganku padamu,apa kamu akan melakukan apa saja untukku?"


"Apa saja Crist."jawab Mala dengan cepat.


"Termasuk menjadi pelayanku?"


Ha ha ha ha


Cristian tertawa terbahak bahak.


Mala hanya hanya bisa menundukkan kepalanya.Dia hanya bisa mengeluarkan air matanya karena kesedihannya.Mendapat penghinaan dari Cristian.


Casandra juga ikut tertawa keras,dia terlihat puas.Cristian saat ini tak mudah ditaklukkan hatinya..


"Devan sayang bertahanlah,mama sedang berjuang untuk kesembuhanmu pada saat ini.Sekali pun mereka merendahkan dan menghina mama.Mama akan berusaha lagi nak.".Dalam hatinya Mala berdoa agar Devan bisa bertahan dan menunggunya.


"Dasar perempuan bodoh buta huruf,"Casandra mengumpat.

__ADS_1


Namun Mala tetap tenang,menghadapi perilaku Cristian dan istrinya yang menyakitkan hati.


"Aku mohon Crist,Devan putraku juga adalah...


"Papa papa."


"Iya sayang,"


"Ellena mau eskrim."


"Iya sayang,nanti papa belikan untuk anak kesayangan papa yah."


Ellena yang masih berada di gendongan Cristian meminta dengan manja keinginannya kepada Cristian.


Ellena sama dengan mamanya,yang selalu bisa untuk memotong pembicaraan orang lain.


Mala tak menyerah,dia yakin Cristian pasti akan menolongnya."


Ada rasa perih di hatinya melihat kedekatan Cristian kepada Ellena.


"Crist,aku mohon.Tolong dengarkan aku."


Cristian menurunkan Ellena dari gendongannya.


Ellena berlari kecil menuju ke mamanya Casandra.


"Cristian,putraku menunggu untuk dioperasi.Dia dalam keadan kritis sekarang.Dia menunggu untuk bisa bertemu denganmu untuk terakhir kalinya.Satu satunya jalanku hanya kamu,jika kamu berkenan ke rumah sakit dan mengambil tes agar bisa di cocokkan dengan putraku."Mala masih bisa menahan air matanya agar tak menangis lagi dihadapan Cristian.


Cristian tertawa,terbahak bahak,suara tawanya memekakan telinga.


Dia tak ingin Mala mendapt kebahagiaan,dengan membiarkan Mala semakin sedih.


Sedang asyik tertawa keras,suara tawa Cristian lalu berhenti melihat sebuah mobil mewah berwarna hitam,masuk ke halaman rumahnya.


Seorang pria tampan keluar dari dalam mobil. Pria yang begitu sangat dibenci oleh Cristian.



Kenny hanya berdiri di samping mobilnya.Dia memandang Mala dari jauh,membiarkan Mala yang melakukan permintaannya kepada Cristian.


Raut wajah Cristian berubah menjadi merah,menahan amarah melihat wajah Kenny.


"Dia pasti sedang menunggu istrinya ini."dalam hati Cristian bergumam.


"Aku nggak akan memberikan donor apa pun kepada anakmu,apalagi untuk penipu sepertimu.Sekali aku bilang nggak ya tetap nggak akan aku berikan.Sudah cukup aku kamu tipu selama tiga tahun ini."


"Aku bukan penipu,Crist.Aku bersumpah,aku bukan penipu."Mala menangis lagi,air matanya menunjukkan kalau dia sedang tak berbohong saat ini.


"Aku mengalami banyak hal saat itu.."


Mala ingin meneruskan ceritanya,namun Casandra datang dan menyela pembicaraannya.


"Maling mana ada yang mau mengaku maling.Saat ini kamu sudah bersenang senang dengan pria kaya itu kan."Casandra menunjukk ke arah Kenny.


Mala menggelengkan kepalanya,namun hati Cristian semakin panas.Mala terus saja menangis.


"Tolonglah Crist,putraku sudah nggak punya banyak waktu lagi.Dia sedang bergelut dengan kesakitannya di rumah sakit.Aku tak akan bisa tanpa putraku,jika nanti terjadi sesuatu yang buruk padanya."Mala dengan suaranya yang melemah memohon pada Cristian.


Drrttt drrttt drrttt


"Hallo,iya dok."


"APAAA?"


"Iya dok kami akan segera ke sana."


"Mala.."


Kenny memanggil Mala,dan menghampiri mereka yang sedang berdiri di teras rumah Cristian.


"Ayo kita kembali ke rumah sakit, Mala.Dokter menelponku.Devan membutuhkan kita di sampingnya saat ini.Devan semakin drop,nggak ada jalan lain kata dokter selain segera di operasi."


Hati Cristian semakin panas dan mendidih,Kenny dan Mala berbicara tentang anak mereka yang membutuhkan pertolongan segera saat ini.


"Lalu kenapa harus meminta pertolonganku,apa mereka sengaja membuat aku sakit hati?"banyak pertanyaan ganjil di dalam kepala Cristian saat ini.


Sebenarnya anak mereka sakit apa,sehingga mereka nekat datang ke rumah ini.


"Apa mereka pikir aku akan berbaik hati dengan kebohongan mereka selama beberapa tahun ini?"


"Tidak Cristian,hatimu jangan sampai lemah tetap pada pendirianmu."


"Crist,.."


Mala berlari menghampiri Cristian,


Saat dia berdiri tepat di hadapan Cristian,


Mala mengatupkan kedua tangan di dadanya.


Sambil berderai air mata,Mala menjatuhkan diri di hadapan Cristian,bersimpuh di bawah kakinya.Dengan air mata yang berlinang,Mala memohon mohon pada Cristian.


"Cristian aku mohon untuk yang terakhir kalinya,putraku berumur tiga tahun,sedang menjalani masa kritisnya di rumah sakit.Aku meninggalkanya sendirian di sana.Dia sangat membutuhkan donor sum sum tulang belakang saat ini."


Mala menangis nangis dan mengelus elus kaki Cristian.Memohon mohon agar Cristian berbelas kasih pada nya dan putranya.


Namun hati Cristian telah membatu oleh karena kebencian dan kemarahannya atas penipuan Mala selama ini kepadanya.Dia hanya diam dan tak merespon permohonan Mala,yang terus saja menangis di bawah kakinya.


Kenny tak tega melihat tingkah Mala yang terlalu merendahkan diri di bawah kaki Cristian.Kenny lalu membantu Mala untuk berdiri.


"Sudahlah Mala, tenanglah sekarang.Jangan menangis lagi.Mungkin Cristian membutuhkan waktu untuk berpikir.Ayo kita kembali ke rumah sakit"ucap Kenny sambil memandang benci pada Cristian.


Cristian malah acuh tak acuh melihatnya.Namun dalam lubuk hatinya dia merasa terluka melihat perhatian Kenny untuk Mala.


Drttt drrtttt


Ponsel Kenny berdering kembali.


*Dokter Anastasia memanggil*


"Halo dok."


"[.....,]"


"Baik dok kami akan segera kembali ke sana.


"Mala kamu harus kuat,Devan sedang mencari kita pada saat ini."


Kenny menuntun Mala menuju ke mobilnya dan menjalankan mesin mobil dengan kecepatan tinggi meninggalkan kediaman Adiwijaya.


Dokter Anastasia baru saja menelpon,kondisi Devan semakin lemah saat ini.


Para dokter yang menangani penyakit Devan selama ini sudah mengangakt kedua tangannya,dan menggelengkan kepalanya.


Mala berharap harap cemas,dalam hatinya ingin segera tiba di rumah sakit.


Dia menangis lagi,merasa gagal untuk membuat Devan bahagia.Mala hanya bisa menangis,sesekali dia mengusap air matanya.Kenny menggenggam tangan Mala.Kenny tersenyum padanya.


"Kamu kuat Mala,kamu pasti bisa menghadapi semuanya."


"Kenny aku gagal lagi meyakinkan Cristian,bagaimana kalau terjadi sesuatu pada putraku Kenny?"


"Jangan berpikiran yang negatif Mala,tetap berusahalah yang terbaik untuk Devan."


Mala mengganggukkan kepalanya,dan tertunduk sedih.Apa yang harus dia berikan kepada Devan,usahanya beberapa hari ini sia sia saja.


Cristian menganggapnya sebagai penipu,dan tak sedikit pun memberi kesempatan untuk menjelaskan semuanya.


Dada Mala semakin sesak.


"Tuhan tolong,selamatkanlah anakku,sembuhkanlah dia dari sakit dan penyakit yang sedang menggerogoti tubuhnya.Aku membutuhkan mujizatmu saat ini,Tuhan."

__ADS_1


__ADS_2