Cinta Gadis Buta Huruf

Cinta Gadis Buta Huruf
Kehilangannya


__ADS_3

Cristian kembali ke rumah sakit.


Waktu semalaman dia habiskan untuk menjaga Mala.Sebab Mala belum juga terbangun dari tidurnya.Kata dokter mungkin efek penenang yang disuntikkan kepadanya,yang membuat dia masih terlelap dalam tidurnya.


Drrttt drrttt drrtt


"Hallo kak,"


"Kamu di mana Crist,nggak ada orang di rumah.Sejak tadi Ellena menangis.Apa yang terjadi pada ibunya?"


Suara kakaknya,Margareth dari sebrang telpon seakan tak sabar untuk mendapatkan jawaban dari adiknya.


"Aku sedang berada di rumah sakit,kak."


"Siapa yang sakit."


"Datanglah ke rumah sakit sekarang,aku akan menjelaskannya nanti."


Cristian menutup sambungan telponnya.


Dia kembali masuk ke kamar Mala.Namun Mala belum juga bangun.


Cristian menatap wajah Mala,wajah teduh dan berpembawaan lembut.Membuat hati Cristian berdesir aneh.


"Mala aku mohon sadarlah,aku janji aku akan berusaha memperbaiki semua kekacauan yang aku buat.Aku janji aku akan menjadi laki laki yang berpendirian teguh.Aku janji akan membahagiakannmu."


Cristian menatap sendu wajah Mala,berharap Mala mendengarkan semua yang dia ucapkan.


Satu jam berlalu,Margareth tiba di rumah sakit,yang sebelumnya Cristian mengirimkan lokasi rumah sakit keberadaannya.


"Crist.."


Cristian menoleh,dia menampakan wajah sedihnya,Margareth mendekati adiknya.


"Apa yang terjadi Crist,kenapa Mala bisa berada di sini?"


Cristian menceritakan semua kejadian yang baru saja menimpa mereka pada kakaknya.


"Mala yang malang,kasihan sekali kamu.Aku turut bersedih mendengarnya Crist."


"Lalu bagaimana dengan Kenny?"


"Kenny dalam keadaan koma kak,entah sampai berapa lama.Dokter juga nggak bisa memastikannya."


"Apa kau sudah mengabari keluarga Kenny?"


"Ya kak,Nyonya Laurent sedang dalam perjalannan kemari.Dia akan datang langsung dari Oaris,dengan jet pribadinya sehingga akan tiba lebih cepat kemari."


Pelan pelan Mala membuka matanya,Dia merasa asing dengan tempat dia berbaring.Ruangan serba putih membuat dia yakin bahwa dia sedang terbaring di rumah sakit.


"Kenny.."suara Mala hampir tak terdengar.


"Mala kumu udah sadar,?"


"Kak tolong jaga Mala sebentar,aku akan panggil dokter."Margareth mengangguk.


"Mala,ini aku Margareth."Dia mendekati ranjang Mala,lalu memeluknya.Ada rasa rindu di dalam hatinya,sejak kejadian kebakaran itu yang menyebabkan mereka kehilangan Mala.Namun ternyata Mala selamat dalam kejadian itu.


Mala tersenyum pada nona Margareth,orang yang paling baik dalam hidup Mala.Namun dia masih enggan berbicara.Dalam benaknya dia harus segera bertemu dengan Kenny.


Cristian masuk dalam ruangan Mala dengan seorang Dokter dan melihat keadaan Mala.


"Bagaimana dok,apakah Mala baik baik saja?"


"Untuk saat ini nyonya Mala baik baik saja,kita tunggu dua atau tiga hari lagi tenaganya akan kembali pulih seperti sebelumnya."


"Baik dok,terima kasih."


Dokter keluar dari kamarnya.


Mala beranjak bangun dari tidurnya,melepaskan jarum infus di tangannya.


"Mau kemana kamu Mala?"


"Dimana Kenny,aku ingin bertemu dengannya."Mala menjawab datar tanpa ekpresi.Baginya Cristian adalah orang yang paling dibencinya seumur hidup.Masih ada luka di dalam hati Mala yang belum sembuh oleh karena Ctistianlah penyebabnya.


"Tapi kamu masih sakit."


Mala tak perduli,dia turun dari ranjangnya dan mulai mencari Kenny.


"Baik baiklah Mala,aku akan tunjukkan ruangan Kenny.Asal kau tak melakukan hal seperti ini."


Kenny segera mengambil kursi roda dan mendudukkan Mala di sana.


Mala hanya diam dan mengikuti segala keinginan Cristian,diikuti oleh Margareth di belakang mereka dalam diam.


"Kenny..,"Mala menghampiri Keny yang tebaring lemah dengan masih dibantu dengan alat alat medis.


Para anggota keluarga tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruangan Kenny,hanay cukup memandangnya di balik dinding kaca yang membatasi ruangannya.


"Aku ingin masuk,"


"Jangan Mala,"


"Aku ingin masuk,"


Mala berdiri dari kursi rodanya,dan segera meminta salah satu perawat yang berada di situ untuk membuka pintu ruangan Kenny.


Setelah mendapat ijin dari dokter,terpaksa perawat itu membuka pintu kaca ruangan Kenny membiarkan Mala masuk ke dalamnya.


"Kenny,"


Mala melangkah pelan menunju ranjang Kenny.Air mata Mala terus saja membanjiri pipinya.


Mala menggenggam tangan Kenny.,mendekap tangannya ke dada Mala.


"Bukalah matamu Kenny,bangunlah.Aku menununggumu."Mala terisak isak dalam tangisnya .


Kenny tak meresponnya sedikit pun.


Mala hanya bisa mengusap usap tangan Kenny.Seharian penuh dia duduk di samping Kenny.Menyandarkan kepalanya di ranjang tepat di lengan tangan Kenny


Air matanya terus mengalir.


Membayangkan perjuangan Kenny hingga tiba tepat waktu di gudang tempat dia disekap oleh para penjahat itu.


Sedikit saja Kenny terlambat habis sudah kehormatannya direnggut oleh pria pria jahat berhati binatang itu.


Mala bersyukur dengan kedatangannya yang menyelamatkan hidupnya.Dan itu Mala taknakan bisa melupakannya.


Tapi Kenny tertembak karena untuk menyelamatkannya.Dia mengutuk semua perbuatan pria pria yang ada di sana.Terlebih pada Casandra yang sudah berusaha menodai kehormatannya sebagai seorang perempuan.


Dengan teganya Casandra melakukan perbuatan jahat seperti itu.

__ADS_1


"Di mana putraku?"


Mama Laurent berlari kecil melewati koridor rumah sakit.Setelah menanyakan ruangan putranya dia bergegas mencari ruangan yang dimaksud.


"Mama.."Mala berdiri dengan linangan air mata di pipinya.


Dia berhambur memeluk mama Laurent,yang juga menyambut pelukan Mala.


"Maafkan Mala ma,maafkan Mala.Semuanya karena Mala,sehingga Kenny menjadi seperti ini."


"Sudah nak,jangan salahkan dirimu,Ini semua sudah takdir bagi putraku."mama Laurent menghapus air mata di pipi Mala.


Mama Laurent,mengurai pelukkannya dan mendekati putra kesayangannya yang sedang terbaring tak sadarkan diri.


Dia menggenggam tangan putranya,mengecup punggung tangannya.


"Kuatlah nak,cepatlah sadar.Semua orang sedang menunggumu."


Mama Laurent dan Mala duduk berdampingan menjaga Kenny.


"Nak beristirahatlah,kamu belum benar benar pulih."


"Tapi aku ingin menjaga Kenny,mama Laurent.Kenny sudah menjagaku selama ini,kini giliranku untuk menjaganya."


Mala menangis lagi,hatinya perih saat melihat Kennny yang masih terbaring lemah di ranjangnya.


"Nak,mama Laurent mengerti keinginanmu.Jika kau memaksakan dirimu kau nggak akan bisa sembuh."Mama Laurent mengetahui keadaan Mala dari seorang perawat.


"Tolong mengertilah mama Laurent."


"Mala sayang,ayo mama Laurent antar ke ruanganmu."Mala hanya bisa menuruti kata kata lembut mama Laurent.


Setelah Mala berbaring ,mama Laurent menyelimutinya.Seorang perawat lalu datang memasang kembali infus yang dilepasnya tadi siang .


"Mama tetap menyayangimu sayang,mama tahu kesakitan yang sedang kau lalui.Mama sudah menganggap kamu sebagai putri mama juga.Jangan salahkan dirimu,jika Kenny kini sedang terluka."


"Mama,"Mala memeluk mama Laurent,dia tak bisa menyembunyikan kesedihannya.Bagaimana Kenny selama ini yang selalu setia berdiri di sampingnya.Meski cintanya sudah ditolak berkali kali oleh Mala.Namun Kenny masih mau bertahan bersama dengan Mala sebagai temannya.


Mama Laurent benar benar sosok mama yang begitu penuh dengan kelembutan.


"Tidurlah sayang,ada mama yang akan menjagamu."Mama Laurent mengantar Mala ke ruangannnya dan menyuruhnya tidur di atas ranjang.


Mala menutup matanya dan terbuai dalam alam mimpinya.Sedang mama Laurent menatap lekat wajah teduh Mala,dia begitu menginginkan Mala menjadi pasangan buat putranya.


Namun dia juga tak bisa untuk memaksakan kehendaknya untuk perasaan Malla.


"Kennyyyyy..."


"Ada apa nak."mama laurent terlonjak kaget dari tidurnya.Mala berteriak keras memanggil nama Kenny".Semalam mama Laurent memilih untuk berjaga di kamar Mala.


"Tenanglah sayang,tenanglah ada mama disini"


Mama Laurent segera mendekati dan memeluk dan mengusap lembut punggung Mala.


"Mama antar Mala bertemu dengan Kennyy.,"pinta Mala denga nada memelas.


"Tidurkah kembali sayang,"


"Nggak ma,Mala bermimpi buruk.Bawa Mala bertemu Kenny sekarang."desaknya terus kepada mama Laurent.


"Ini masih pukul 03.00 pagi nak,tidurlah kembali."


"Nggak ma,Mala harus memastikan keadaan Kenny dulu."


Mala turun dari ranjangnya,mencabut kembali selang infus di tangannya dan berlalu meninggalkan mama Laurent menuju ruangan Kenny.


Dia menedeakti Kenny,dan menggenggam tangannya.


"Kenny,bangun.."


Namun yang di panggil tak memberi respon apa pun.


"Kenny,"


Karena Kenny belum juga membuka matanya,Mala akhirnyan tertidur bersandar di ranjang Kenny.


šŸŒ„šŸŒ„šŸŒ„šŸŒ„


"Selamat pagi,"


Sapaan perawat membangunkan Mala,dia melihat jam di dinding menunjukkan pukul 08.00 pagi.


Mama Laurent juga turut masuk,ke dalam ruangan Kenny.


Setelah perawat memeriksa keadaan Kenny,dia keluar dari ruangan.


Ada Cristian di balik dinding kaca yang masih memperhatikan keadaan Kenny dari luar.Sorot matanya berubah menjadi sedih melihat Mala begitu dekat dengan Kenny.


Tapi dia mengerti,selama ini Kenny sudah menjaga Mala dengan baik.


Kenny perlahan lahan membuka matanya,dilihatnya Mala yang berada di dekat ranjangnya.Mata Mala masih sembab dan sedikit bengkak akibat menangis terlalu lama.


"Mala.."


Mala kaget melihat mata Kenny sudah terbuka sedang mama Laurent mencari perawat yang bertugas di luar pintunya agar memanggil dokter.


"Syukurkah nak,kamu sudah bangun.Mala sangat mengkhawatirkanmu sayang."Bahagia sekali rasanya melihat Kenny membuka matanya secepat ini.


Kenny mengangguk lemah dan tersenyum ke arah Mala.


Ada rasa perih di hati Cristian melihat pemandangan di hadapannya itu


"Mala.."


Mala mendekatinya,dan duduk di samping ranjangnya.


Mala tak sanggup untuk berkata kata,hanya ada air mata yang terus meleleh di pipinya.


"Mah.."


Kenny memanggil mamanya dengan suara yang begitu pelan.


"Iya sayang,ini mama.Mama selalu


ada di sampingmu."


Mama Laurent juga tak bisa menahan air matanya.Melihat putra kesayangannya yang terbaring lemah tak berdaya menahan kesakitannya.


"Maafkan Kenny,mah,"


"Kenapa harus meminta maaf nak,segera sembuh.Biar kita bisa kembali ke Paris."


Kenny mengannguk lemah.

__ADS_1


Nafasnya mulai naik turun tak beraturan.


"KENNYY.."pekik Mala.


"Kenny,dengar suaraku.Jangan pergi tinggalkan aku."Tangisan Mala sudah tak bisa dikendalikan lagi.


Semakin napas kenny naik turun dan tak terkendalikan lagi.


Mala terus memanggilnya dan berusaha menenangkannya.


"M a l a..., "


"A a k u Men cin taimu.."Hanya kata itu saja yang mampu dia ucapkan untuk terakhir kalinya.


Dan mata Kenny pun tertutup.


Tertutup untuk selama lamanya.Dia tak lagi bisa mendengar teriakkan Mala dan mama Laurent yang terus memanggil manggil namanya,berteriak membangunkannya.Namun Kenny hanya diam kaku dan tak bergerak lagi.


Denyut nadinya telah berhenti,seiring dokter datang memeriksa keadaannya lalu menggelengkan kepalanya dengan wajah sedih,dan menatap kedua wanita di hadapannya.


"Maaf."


Hanya satu kata itu yang bisa dokter katakan.Sementara Cristian berbalik dan membelakangi dinding kaca pemisah ruangan dan terduduk lemas bersandar di dinding.Dengan tangisnya yang pecah bersamaan dengan kakaknya Margareth dan suaminya menghampirinya.


šŸ‚šŸ‚šŸ‚šŸ‚


Hujan lebat turun,petir pun bertalu talu di angkasa,menemani Mala dan mama Laurent menuju tempat peristirahatan Kenny yang terakhir.


Hati Mala kini terguncang hebat.Baru satu bulan yang lalu dia kehilangan Devan.Kini dia kehilangan Kenny.


Ada rasa bersalah di dalam hatinya,yang selalu menolak pernyataan cinta tulus dari Kenny.Hanya karena dia masih mengharapkan Cristian kembali padanya,yang nyata nyatanya tak bisa membantu menolong Devan.


Mama Laurent terus memeluk foto putranya.Mala memeluk batu nisan bertulisakn nama Kenny dengan erat seakan dia sedang memeluk Kenny dalam tangisnya.


Kedua wanita yang sama sama kehilangan orang yang sangat mereka kasihi.Lama mereka duduk diam dalam hujan yang terus menetes dari langit.Seakan semesta juga merasa kehilangan kedua wanita ini.


Para pelayat satu per satu meninggalkan pusara tempat Kenny beristirahat dalam damainya.Hanya menyisakan Margareth dan Alex,serta dokter Anastasia dan Cristian yang masih mau menunggu keduanya untuk di ajak pulang ke rumah.


Senja ini,Mala dan mama Laurent diantar pulang oleh Margareth dan Alex menuju apartemen Kenny.


Tubuh keduanya sudah basah kuyub.


Margareth segera menyuruh keduanya untuk mandi sementara dia dan Alex juga pulang ke rumahnya.


Margareth tahu saat ini bukan saat yang tepat untuk mengajak keduanya berbicara.Dia lebih memilih meninggalkan Mala dan mama Laurent sendiri.


Sedang Cristian belum berani menghadapi Mala.Menghadapi tatapan kebencian dari manik mata orang yang paling dia cintai.


ā˜˜ļøā˜˜ļøā˜˜ļøā˜˜ļø


"Kenapa kamu melakukan hal bodoh dan ceroboh ini Casadndra?"tuan Ferdy Hermaonto berteriak keras di wajah putrinya.


"Ayah,aku sudah merencanakan semuanya dengan baik.Hanya saja Kenny datang dan mengacaukan semuanya.Kalau tidak sedikit lagi aku bisa meraih cinta Cristian seutuhnya ."gerutu Casandra dan meluapkan kemarahan pada ayahnya,yang menyalahkannya atas semua peristiwa yang terjadi saat ini .


"Ini semua nggak akan terjadi jika kau membuang rasa cinta butamu pada Cristian."


"Ini bukan cinta buta ayah,aku dan Kenny saling mencintai sejak dahulu.Hanya saja si gadis buta huruf itu yang datang mengacaukannya."denggus Casandra tak terima.


"Kamu sudah mencoreng nama baik keluarga Hermanto,Casandra!"


"Pokoknya ,aku nggak mau tahu ,ayah harus cepat membebaskan aku dari sini.Aku nggak ingin berlama lama di sini."


Casandra selalu begitu,apa pun yang dia inginkan harus dilaksanakan segera oleh orang lain.


Tuan Ferdy tahu apa yang diinginkan anaknya.


"Baikalh,ayah akan mengurus semuanya untukmu.Jadi kau tenanglah,sekarang ayah mau pulang dulu."


"Tapi ayah."


"Aku nggak mau terus berada di tempat menjijikkan seperti ini."


"Diamlah dan ikuti kemauan ayah."tuan Ferdy keluar dari kantor polisi.


Meninggalkan Casandra di balik jeruji besi yang masih menampakkan bibir manyunnya.


"Arrrggghh,"


Casandra berteriak frustrasi.


šŸµļøšŸµļøšŸµļø


Cristian menaiki tangga menuju lantai atas,ke kamarnya.Tubuhnya terasa remuk redam beberapa hari ini karena dia kurang istrirahat. Dia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang miliknya. Hatinya terasa sakit melihat Mala yang manangisi kepergian Kenny membuatnya sangat terluka.


Dia masuk ke kamar mandi,menanggalkan semua pakaiananya dan membuka shower membiarkan air dingin mengucuri tubuhnya.Meskipun di luar turun hujan deras namun hatinya terbakar api cemburu.


"Malaa..."


Dia berteriak,melepaskan kegundahan yang sedang terjadi dalam hatinya.


Setengah jam dia berada di kamar mandi,Cristian keluar dengan hanya menggunakn handuk.


"Nenek..?"


"Kenapa nenek bisa berada di sini?


"Pakailah dulu pakaianmu,nenek ingin bicara denganmu."


Dengan cepat Cristian mengambil pakaiannya dari dalam lemari dan segera masuk lagi ke kamar mandi dan mengenakan pakaiannya.


"Nenek.."


Mata Cristian memandang neneknya,meminta penjelasan dari neneknya.Dia masih tak percaya kalau neneknya bisa berada di kamarnya.


"Nenek sudah sembuh,lihat nenek sudah bisa berjalan dan bicara lagi."Cristian hanya bisa berhambur memeluk neneknya.


"Nenek,Crist merindukannya."Cristian tak lagi bisa membendung air matanya.Dia menumpahkan semua kesedihan di dalam hatinya dengan menangis.


Wajah cantik yang sudah dihiasi keriput itu kemudian tersenyum,Dan menuntun Cristian agar duduk bersamanya diatas ranjang milik cucunya.


"Ceritakan pada nenek,semuanya."pintanya dengan kelembutan.


Belum saja memulai ceritanya Cristian menangis lagi di pangkuan neneknya.


Nyonya Elisabeth membiarkan cucunya menangis lama.


Setelah merasa ada sedikit kelegaan di hatinya,Cristian mulai bercerita semuanya.Tanpa ada yang terlewatkan baginya.


Nenek dengan sabar mendengarkan penuturan dari cucunya.Dia menghela napas panjang,dan memeluk kembali cucunya.


"Nenek akan mencoba melakukan yang terbaik untukmu sayang.Saat ini biarkan Mala sendiri dulu.Jika kesedihannya sedikit hilang baru nenek akan mendekatinya.Kamu tenanglah."


Cristian mengangguk,dalam hatinya dia yakin neneknya bisa membawa Mala kembali padanya.

__ADS_1


"Istirahatlah sayang,nenek tahu kamu pasti lelah menghadapi semuanya sendirian.Nenek akan selalu bersama denganmu."


Cristian mencoba memejamkan matanya,berharap besok akan menjadi lebih baik.


__ADS_2