Cinta Gadis Buta Huruf

Cinta Gadis Buta Huruf
Ada mereka yang menyayangiku


__ADS_3

Jet pribadi yang kami tumpangi telah mendarat di bandara internasional negara ini.Kami berdua dijemput oleh mobil yang katanya adalah milik keluarga Kenny.


Di sebuah rumah besar nan mewah ini Kenny mengajakku masuk.


"Ayo masuk,Mala."


Ini adalah rumah peninggalan kakek buyutku.


Rumah ini sudah lama aku tinggalkan.


Dia banyak menjelaskan tentang seluruh sejarah rumah ini.


"Kenny.."


Suara seorang wanita paruh baya baru keluar dari ruangan tengah.


Dengan raut wajah bahagia wanita tadi datang menghampiri kami.


Dan memeluk Kenyy.


"Sayang mommy merindukanmu,"air mata bahagia mengalir di wajah cantik wanita di hadapan kami ini.


"Kenny juga merindukanmu,mommy."dia membalas pelukkan wanita ini.


Setelah berpelukkan melepas kerinduan di hati mereka masing-masing,wanita di hadapan kami memandangku dengan mata penuh selidik..


"Kenny..?"


"Oh iya mommy,kenalkan ini teman Kenny namanya Mala."


Wanita yang di panggil mommy oleh Kenny mengulurkan tangannya padaku.


"Hallo, kenalkan saya mommy Laurent.Selamat datang di rumah kami,anggplah ini rumah sendiri jangan sungkan.Saya juga adalah orang Indonesia,setelah menikah saya mengikuti daddy Kenny kemari.Dan kami menetap di negara ini.Setelah ayah Kenny meninggal mommy tinggal bersama dua saudari daddy Kenny di rumah ini.Kenny lebih memilih tinggal di Indonesia mengurus bisnis peninggalan daddy nya."


"Saya Mala,nyonya."aku menyambut uluran tangan mommy nya Kenny.


"Jangan panggil nyonya sayang,panggil mommy aja."


Wanita ini sungguh sangat ramah kepadaku.


"Baiklah ayo mommy antarkan Mala ke kamarnya."


"Dan kau Kenny,kamu berhutang penjelasan pada mommy."wanita itu tersenyun aneh melirik kepada anaknya.


Kenny hanya membalas senyum mommynya dengan tak kalah anehnya bagiku.


Aku diantarkan sebuah kamar yang begitu sangat besar.


Mommy Kenny begitu sangat ramah kepadaku.


"Kamu adalah teman Kenny,jadi kamu akan aku anggap sebagai anakku juga sayang.Jangan sungkan,tinggallah di sini selama yang kau mau."


"Terima kasih,..."


"Mommy.."


Aku masih canggung menyebutnya sebagai mommy.


"Istirahatlah sayang,mommy akan menemui Kenny."


Aku mengganggukkan kepalaku.


Mommy Laurent keluar dari kamar ini.Dan aku ingin membersihkan diriku.


Rumah Kenny begitu sangat besar dan mewah.Kenny begitu banyak membantuku dalam kesusahanku pada saat ini.Aku tak tau harus membalasnya dengan apa nanti.


Kenny masih duduk di balkon kamarnya,ketika mommynya masuk.


"Mommy masih kangen sama anak kesayangan mommy ini,"dia mencubit hidung anak kesayangannya dan memeluknya erat.


"Mommy,Kenny bukan anak kecil lagi."Kenny merajuk manja pada mommynya.


"Buat mommy,kamu masih anak kecil yang sangat menggemaskan sayang."


"Udahlah mom,ayolah Kenny sudah dewasa sekarang.Malu tau."


"Malu..?"


"Malu pada siapa,malu pada gadis yang bernama Mala itu sayang?"Mommy Laurent terkekeh melihat tingkah anak kesayangannya.


"Mommy,bukan begitu.Mala hanya teman buat Kenny."


"Udah ah,nggak seru."Kenny memanyunkan bibirnya.


"Lalu..?apa Mala bukan kekasihmu?mommy pikir dia adalah kekasihmu."


"Bukan begitu mommy,e..em..."


"Jujur pada mommy,sayang."


"Ya baiklah..Kenny akan memceritakan yang sebenarnya."


"Kenny nggak tahu harus dimulai dari mana,akan tetapi yang jelasnya Mala bukan kekasih Kenny mom."


"Dia mantan istri dari Cristian Adiwijaya."


"Dan dia menolak cinta Kenny mom."


"Apa Cristian yang kamu maksud adalah sahabat kecilmu dulu sayang."


"Begitulah mom."


"Panjang ceritanya,nanti baru Kenny jelaskan yang lainnya.Sekarang Mala lagi mengandung."


"Apa?"


"Ya,anak Cristian.Tapi Cristian belum mengetahuinya sebab istri baru nya berusaha mencelakai Mala,dengan membakar peternakkan milik keluarga Adiwijaya yang dipercayakan kepada Mala untuk mengelolanya."


"Oh kasihan sekali nasibnya sayang."


"Begitulah mom,Kenny nggak tega dengannya.Akhirnya Kenny mengajaknya kemari."


"Mom,Kenny minta tolong sayangi Mala,seperti mommy mencintai Kenny."

__ADS_1


"Begitu besarkah cintamu padanya sayang."


"Hmmm,"


"Baiklah mommy janji akan memyanyanginya seperti mommy menyanyangimu."


"Oh mommy,Kenny sangat menyayangimu."Kenny menghujani pipi mommynya dengan banyak kecupan .


Aku terlelap di dalam kamar ini.Entah berapa jam aku tertidur.


Tok tok tok


"Siapa?"


"Boleh mommy masuk sayang?"


"Oh,iya masuklah mom.."


Mommy masuk ke dalam kamarku.Sebuah nampan berisi segelas susu dia bawa untukku .


"Sayang,mommy bawakan susu hangat untukmu.Susu hangat ini baik untuk perkembangan janinmu."


"Apa mommy tau Mala sedang mengandung?"tanyaku hati-hati.


"Iya sayang,Kenny sudah menceritakan semuanya pada mommy."


"Maafkan Mala,mommy."


"Maaf untuk apa sayang."


Aku meneteskan air mata,tak menyangka mommy Laurent begitu perhatian padaku.


"Maaf sudah merepotkan mommy."


"Ooh sayang kemarilah."


Mommy nggak merasa direpotkan olehmu.Mommy malah senang kalian datang dan menemani mommy tinggal disini.


Mommy Laurent memelukku hangat.


Tangannya menyeka air mataku.


"Sekarang minumlah susumu sayang selagi masih hangat."


Aku menerima gelas susu dan kuminum sampai habis.


"Terima kasih mommy,"


"Ya sayang."


Di rumah ini,mommy Laurent tak tinggal sendiri.Ada dua orang saudari daddy Kenny yang tinggal bersama dengannya.Bibi Magda dan bibi Fransisca.Keduanya belum pernah bersuami.


Keduanya juga begitu menyanyangiku,seperti anak sendiri.Apalagi setelah Kenny menceritakan semua masalah rumah tanggaku membuat mereka semakin perhatian padaku.


Hari hari yang kulewati bersama mereka membuatku sedikit lupa dengan segala beban pikiranku.


Sekarang kandunganku semakin besar.Kenny tak pernah absen untuk mengantarkan aku ke dokter kandungan.


"Mala,ayo bersiaplah."


"Mau kemana Kenny."


"Ayolah ikuti saja keinginanku."


"Baiklah,aku akan bersiap."


Kenny membawaku ke sebuah pusat perbelanjaan yang begitu besar.Barang -barang mahal terpampang di setiap etalase pertokoan mewah disini.


"Kemarilah Mala,pilihlah sesuka hatimu."Kenny mengajakku ke sebuah toko perlengkapan bayi.


"Disini kamu boleh memilih apa saja."


"Apalagi sepertinya beberapa minggu lagi kamu akan melahirkan."


"Terima kaaih Kenny,kamu begitu baik kepadaku."


"Ayolah Mala,jangan melakukan itu.Segerahlah pilih semua yang kamu inginlan."


"Aku rasa sudah cukup,"belanjaanku terlalu banyak hari ini.Kenny benar-nenar manjakan aku.


"Kalau begitu ayo kita pulang,baby."Kenny menunjuk ke arah perutku seperti seorang ayah mengajak bayiku bersamanya.


"Ohho.Kalian sudah pulang?"


Bibi Magda menyambut kami di depan pintu.


Setelah pelayan mengambil semua paper bag belanjaanku.


"Ayo sayang,bibi sudah membuat pie susu kesukaanmu."bibi Magda mengiringku ke ruangan makan,menyuruhku duduk. Di sampingnya.


"Sayngku,manisku makanlah yang banyak agar bayimu akan tumbuh menjadi anak yang sehat."


"Baiklah aku akan memakan semuanya bibi Magda yang terbaik bagikuu."


"Apakah bibi Fransisca juga terbaik,sayangku?"


"Hahahaha bibi Magda ku dan bibi Fransisca ku yang terbaik.Semua yang menyayangiku terbaik buat Mala."aku merangkul kedua bibiku ini.


"Hhm.bagaimana denganku,apakah aku juga terbaik?"Kenny muncul dari belakang pintu.


"Ya semuanya terbaik bagiku."


Disaat aku rapuh,keluarga ini datang menghangatkan hatiku.


Tertawa bahagia bersama keluarga ini membuat aku melupakan kepedihanku.Buatku itu akan menjadi masa lalu.Dann kelak aku akan menata masa depanku bersama bayiku kelak.


"Aduh aduh.."


Aku memegang perutku, tiba tiba terasa sakit sekali.


"Kenapa sayang."


"Ada apa sayang?"

__ADS_1


"Apa kau kesakitan Mala?"


"Kenapa perutku begitu sakit bibi?"


Bibi Magda datang menghampiriku,


"Ya tuhan,apakah kamu akan melahirkan sayang?"


Bibi Magda panik.


"Kenny,ayo lakukan sesuatu nak?"


"Apa yang harus kulakukan bibi?"Kenny juga tak kalah paniknya.


"Cepat bawa Mala ke rumah sakit."


"Baiklah bibi,Kenny akan menyiapkan mobilnya.


"Sakitttt..."


"Tenanglah nak,kita akan segera ke rumah sakit."


Kenny membuka pintu mobilnya.


"Masuklaah Mala,?"


Du dalam mobil perutku semakin sakit,keringat mulai membasahi wajahku.


Bibi Magda dan bibi Fransisca juga terlihat sangat khawatir.


"Tenanglah sayang,kamu pasti akan bisa melewati semuanya."


Bibi Fransisca mwnggenggam tanganku dan mengecup keningku.


Para perawat menyambut kami di depan pintu.Aku du baringkan di atas brangkar dan di dorong masuk ke ruangan bersalin.


"Kenny..."


"Iya mala..."


"Kumohon temani aku bersama."


"Kennnnyyyy ..."


"Aku disini,yang kuat Mala,kamu pasti bisa."


"A...a...a..


"Sakit.."


Dokter yang menanganiku kewalahan menghadapiku.Rasa sakit yang begitu terasa menyakitkan membuatku semakin berjuang.Bagaimana menghadapi rasa sakit ini tanpa Cristian..


"Tarik nafas dalam dalam nyonya,lalu hembuskan .."


Aku menuruti semua perintah dokter.


Dan akhirnya


Hoa hoa hoa hao


Tangisan bayi mungil ini pecah di kesunyian malam,setelah hampir delapan jam aku berjuang diatas ranjang pesakitan ini.Lega dan akihrnya aku bisa menyandarkan tubuhku lemas.


"Selamat nyonya,bayi anda laki-laki."


"Benarkah dok,?oh Mala selamat untukmu kamu hebat."


Tanpa di duga Kenny mengecup keningku.Saat aku ingin mengatakan sesuatu mulutku kelu tak bisa mengeluarkan suara lagi.


"Sayang ku..."bibi Magda dan bibi Fransisca datang menghampiriku.Mommy dia terlihart menangis melihatku dan berhambur memelukku.


"Mala sayang,kamu hebat nak kamu kuat.Kamu melahirkan bayi laku-laki mungil yang begitu tampan sayang."


"Akan kamu namai apa anakmu sayang?"mommy menggendong bayiku setelah dibersihkan oleh o


perawat.


"Cristian,"


Kenny menggangguk setuju.


"Devano putra Cristian."


Nama yang bagus sayang..


Aku terrsenyum,bahagiaku melihat mereka yang berada di sekelilingku menyanyagiku.


Hingga tanpa sadar aku tertidur karena kelelahan.


Di kediaman keluarga Adiwijaya,Cristian tampak gelisah.Entah apa yang mengganjal di hatinya.


"Nak,apa kamu sakit?"


"Nggak nek,?


"Lalu kenapa wajah kamu pucat sekali?"


"Nggak tahu nek,sejak kemarin sore Cristian merasa ada yang sedang membutuhkan Cristian.Jantung Crist,terasa gugup sekali."


"Mungkin kamu sedang merindukkan Mala,nak."


"Entahlah nek,"


"Bisakah kamu mengantar nenek ke peternakkan kita dulu?"


"Tapi nenek masih sakit."


"Nenek kangen sama Mala nak,"


"Mungkin saja setelah tiba di sana keriinduan nenek pada Mala akan berkurang."


"Baiklah kita berangkat besok pagi yah."


Nenek mengganggukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2