
Bab 13
Setelah kakek diperbolehkan pulang.
Kami lebih memilih kembali ke tanah air.Helicopter yang kami tumpangi mendarat tepat di halaman depan rumah peternakan.
"Selamat datang tuan,nyonya."Bik Inah dan penghuni peternakkan mengucapkan selamat datang pada kami yang baru tiba.
Kak Margareth,menggandeng tangan kakek.Mengantar kakek masuk ke kamarnya di lantai atas.
"Crist,ikutlah dengan kakek.Ada yang ingin kakek sampaikan padamu."
Aku menuruti perkataan kakek.
Kakek dibaringkan di ranjangnya oleh kak Margareth.Tapi kakek lebih memilih duduk bersandar di ranjangnya itu.
"Crist,kakek minta mulai hari ini kamu persiapkan rencana pernikahanmu dengan Mala."
"Seminggu lagi,kamu akan menikah."
"Tapi kek,kenapa cepat sekali."Aku terkejut dengan keputusan kakek.
"Crist..."kak Margareth mengedipkan matanya padaku.Aku mengerti kode yang diberikan kak Margareth.
"Baiklah kek,aku akan lakukan."
"Magareth,nenek minta segera kamu mengurus keperluan Mala juga.Nenek percayakan padamu untuk itu.
"Baik nek,"ucap kak Margareth patuh.
Aku dan kak Margarerth permisi kembali ke kamar kami masing-masing.
****
"Mala,pagi ini kamu ikut kami ke kota bersama Cristian.Kita akan segera mempersiapkan pesta pernikahan kalian secepatnya."Nona Margareth meminta Mala untuk segera siap.
Satu mobil dengan gadis ini,aku tak pernah membayangkannya.Mala hanya diam selama dalam perjalanan.Kakek dan nenek sudah mempercayakan semua urusan ini kepada kak Margareth.
Sehingga kami hanya akan menerima beres saja.Aku yakin kak Margareth pasti akan mempersiapkannya dengan baik.
Rupanya kak Margareth mengajak kami ke sebuah butik,dimana baju pengantin yang akan kami kenakan sudah dipesan khusus olehnya.
Saat Mala keluar dari kamar ganti,sungguh aku tak mengira kalau Mala memang sangat cantik.Dibalik wajah polosnya,kecantikkannya baru kusadari hari ini.
"Tunggu kenapa jantungku berdetak lebih kencang saat berada di dekatnya?"gumamku dalam hati.
Setelah selasai mencoba baju pengantin..
"Cristian,kakak akan membawa Mala ke salon.Jika kamu lelah kamu boleh beristirahat.Kakak sudah memesan kamar hotel,malam ini kita akan menginap disini.Besok baru bisa kembali ke peternakkan."
"Baiklah kak,"aku memilih beristirahat saja di hotel.
****
Sudah hampir jam delapan malam,apa kak Margareth sudah pulang?Aku berniat mengajaknya makan malam bersama.
Kuketuk pintu kamar kak Margareth tak ada jawaban dari dalam.Saat kubuka ternyata pintunya tidak terkunci.
Kosong,kemana mereka kenapa belum pulang.Saat aku berniat untuk keluar dari kamar ini.Pintu kamar mandi terbuka.Aku menoleh ,melihat Mala hanya mengenakan handuk pendek yang melilit tubuhnya..
Aku menelan saliva,sedikit gugup baru pertama kali melihat penampilan Mala yang cuma dililit handuk.Dengan rambut yang terurai basah.
"Mala,dimana kak Margareth?"Aku mengalihkan pandanganku.
"Nona sedang keluar tuan,ada urusan katanya akan sedikit lama pulangnya."
"Apa kamu sudah makan malam?"
"Belum tuan."
"Bersiaplah aku akan mengajakmu untuk makan malam bersama."
"Baik tuan."
Kulihat Mala mengambil bajunya dan segera berlalu masuk kembali ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
__ADS_1
Lima belas menit kemudian,
Aku sedikit terpana dengan penampilan Mala.Rambutnya dicepol asal tak mengurangi kecantikkannya.
Dress floral berwarna hijau daun,menambah ia kelihatan cantik dengan apa yang dikenakkannya.
Polesan make up tipis di wajahnya,harum aroma tubuhnya.Sungguh aku ingin berlama-lama dengannya saat ini berdua.
Kak Margareth memang ahli dalam bidangnya.Dia dapat mengubah seorang gadis kampung menjadi seperti putri sungguhan.
"Tuan.."
"Apakah kita jadi untuk pergi?"
"Eh i iya..ayo kita berangkat."Aku menggaruk tengkukku yang tidak gatal.
Di restoran yang kupilih aku meberikan buku menu padanya.Dan membiarkan Mala memilih menu apa yang diinginkannya.
Lima menit....
"Kamu mau pesan apa Mala?"Dia terus memandang buku menunya.
"Terserah tuan saja."
Saya tidak mengerti dengan menu makanan disini tuan."
"Oh aku lupa gadis polos ini,baru pertama kali diajak makan di restoran seperti ini "
"Baiklah akan kupesankan untukmu juga."
Saat pelayan datang membawa menu yang sudah kupesan,dan menata beberapa menu di hadapan kami.Aku dan Mala mulai makan dalam diam.
"Mala.."
Aku ingin memulai berbicara serius dengannya.Mumpung masih punya waktu untuk bisa bicara berdua.Tanpa ada yang mendengar kami.
"I iya tuan."
"Aku sudah terlanjur tidak mempercayaimu.Aku pernah tidak menginginkanmu.Tapi aku janji akan berusaha untuk mencintaimu.Dan menjadikkanmu sebagai milikku."
"Baiklah tuan,saya mengerti.Saya bisa memposisikan diri saya ke tempat yang seharusnya.Jika tuan terpaksa untuk melakukannya.Saya bersedia untuk memilih mundur."
"Tidak Mala,aku tidak menginginkan itu.Mari bersama-sama berusaha agar kita bisa menjalani hubungan ini tanpa terpaksa."
"Aku tahu,kamu juga dalam posisi yang sulit sama sepertiku.Aku mohon tolong lakukan ini seperti apa yang diminta oleh kakek."
"Tapi bagaimana dengan kekasih tuan.Apa kita harus mengorbankan perasaannya?"
"Tidak ada yang lebih penting bagiku di dunia ini,dari kesehatan kakek dan nenekku,Mala."
" Tentang Casandra.Itu akan menjadi urusanku."
"Kamu cukup untuk mengikuti alur yang sudah dirancang oleh kak Margareth dalam proses pernikahan kita."
Kakek memintaku untuk menikah denganmu.Meski pun sebenarnya di hatiku masih ada cinta orang lain.
Demi kakek aku akan melakukannya .
"Tuan apa boleh saya bertanya?"
"Hmmm bertanyalah.."
"Apa tuan terpaksa untuk menjalani keinginan kakek tuan?"
"Aku akan berusaha Mala,untuk menjalani ini.Tidak mudah memang,tapi tolong bersabarlah sedikit.Karena untuk mencintaimu belum bisa kulakukan secepat yang kakek inginkan untukku.
"Baik tuan,saya mengerti."
Selesai makan tidak ada lagi yang ingin kulakukan.
"Mari kita kembali ke kamar."
"Baik tuan."
Maya mengikuti langkahku.Masuk kembali ke kamar yang kami tinggalkan tadi."
__ADS_1
Aku duduk di sofa,sementara Mala kebingungan melihatku.
"Ada apa?"
"Apa tuan tidak kembali ke kamar tuan?"Mala sedikit gugup dengan pertanyaannya.
"Apa kau sedang mengusirku Mala?"
"Bukan begitu maksudku tuan."
"Aku akan menunggu kak Margareth disini.Ada yang ingin ku bahas dengannya saat ini."
"Baiklah tuan."
"Kemari Mala.."aku memintanya duduk di sampingku.
"Mala..."
"I i ii ya tu tuan"
"Kemari,..duduk di sini jangan takut aku tidak akan memakanmu."
Mala lalu mendekat dan duduk di sampingku.
"Mulai sekarang jangan panggil aku tuan lagi,panggil aku Cristian.Mengerti?"
"I iya tuan"
"Bukan tuan,tapi Cristian."
"Cristian.."
"Bagus.."aku menggenggam tangannya.
"Biasakan mulai dari sekarang dengan panggilan itu."
"Tapi tuan."
"Kamu akan menjadi istriku beberapa hari lagi.Apa kamu ingin terus memanggilku tuan di hadapan para undangan nanti?"
"Baiklah tuan,eh em Cristian."
Ada rasa bahagia dalam hatiku saat gadis ini menyebut namaku.Semakin aku menatap matanya ia tertunduk malu.Aku suka itu.
Baru pertama kali aku merasakan getaran aneh dalam dadaku seperti ini saat berhadapan langsung dengan seorang gadis.
"Mala."
Aku menghadapkan wajahnya kepadaku.
Aku menggenggam kedua tangan Mala dan menciumnya.Mala terkejut dan ingin melepas kedua tangannya.Aku semakin menggenggam tangannya erat dan tak ingin melepaskannya
"Tuan,"aku melihat raut wajah Mala gugup di hadapanku.Semakin gemas aku melihatnya.Sepertinya aku mulai menyukai gadis polos ini.
Kak Margareth masuk ke dalam kamar ini. Dia mungkin sudah lelah seharian penuh dengan segala urusan persiapan pernikahan ini.
"Kak ada yang ingin kubicarakan denganmu."
Kak Margareth datang menghampiri kami,dan duduk di hadapanku.
"Katakan apa yang ingin kau sampaikan Crist,hingga kau menyuruhku pulang secepatnya.Masih banyak urusan yang belum kuselesaikan.
"Bantu aku untuk segera memutuskan hubunganku dengan Casandra."
"Baiklah aku akan membantumu,tunggu setelah semua urusanku selesai."
"Baiklah,aku permisi.Kembali ke kamarku."
"Sampai nanti Mala,"aku mengedipkan sebelah mataku kepadanya.
Dia hanya tertunduk malu.Sedangkan kak Margareth bingung dengan tingkahku.
Terserahlah apa yang dipikirkannya.Yang terpenting aku ingin melakukannya.
Dan aku suka melihat reaksi Mala,tertunduk malu.Sedang aku berlalu meninggalkan mereka dengan hati yang tidak menentu.
__ADS_1
"Rasa apa ini?"