
Bab 20
Sejak siang tadi kedua orang tua Casandra telah kembali pulang ke rumah mereka.
Aku beranjak dari kamarku menuju kamar bapak dan ibu.
Di dalam kamar,mereka terlihat bersedih,
"Ibu.."
"Bapak.."
Aku menghampiri mereka dan menangis bersama-sama.
Mungkin karena mendengar suara tangisanku kakek dan nenek masuk ke dalam kamar ini.
"Mala"
Aku menoleh ke arah sumber suara.
Menghapus air mata yamg masih mengalir deras.
"Iya kek,"aku mendundukan kepalaku.Tidak berani menatap wajah kakek.
"Kakek minta,kamu harus kuat menghadapi cobaan dalam pernikahanmu saat ini.Kakek yakin bahwa cucu kakek tidak ada hubungannya dengan kehamilan Casandra."
"Tolong bersabarlah,untuk cucu kakek.Kakek yakin suatu saat kalian akan benar benar saling mencintai satu sama lain."
"Baiklah kek,Mala akan bersabar demi kakek."
"Anak baik,kakek akan pastikan hidup rumah tangga kalian akan bahagia di hari-hari selanjutnya."
"Terima kasih,kek."
"Apa Mala bisa meminta sesuatu kepada kakek dan nenek?"
"Mintalah nak,kakek akan mengabulkannya."
"Bolehkah Mala kembali pulang ke peternakkan kek?
Mala tidak ingin menyaksikan acara pernikahan suami Mala dengan wanita lain."
"Baiklah nak,kalau itu maumu.Asal kamu tahu,kakek hanya menganggapmu sebagai menantu di rumah Adiwijaya."
"Bersabarlah,hingga anak Casandra lahir lalu Crist akan segera menceraikan Casandra."
"Terima kasih kek,"
"Kapan kau akan berangkat ke peternakkan,nak?"Nenek bertanya padaku dengan nada khawatir.
"Kau tahu,aku dan kakekmu belum bisa kembali ke peternakkan.Ada hal yang akan kami selesaikan di sini."
"Bisakah kamu sendiri yang kembali,nenek akan meminta bik Inah dan pak Eko menemanimu."
"Baiklah nek,besok pagi kami akan berangkat."
"Kalau besok pagi Mala kembali ke peternakkan,sepertinya bapak dan ibu juga harus kembali ke kampung nak."
"Bapak dan ibu telah meninggalkan kampung terlau lama."
"Bapak dan ibu juga yakin,kalau Mala bisa menghadapi cobaan ini sendiri."
Bapak dan ibu lebih memilih pulang ke kampung halamanku.Dan aku akan kembali lagi ke peternakkan.
__ADS_1
Malam ini aku memilih untuk tidur bersama bapak dan ibu.Sebab malam ini terakhir aku merasakan kehangatan kedua orang tuaku.Karena besok kami akan kembali ke tempat kami masing-masing.
Pagi harinya
Mobil yang akan membawaku ke peternakkan sudah menungguku di halaman depan.Sedangkan bapak dan ibu juga akan diantar oleh sopir pribadi keluarga ini.Kami berpisah saat akan menaiki mobil masing-masing.
Aku tidak ingin menangis,dan ingin terlihat tegar di hadapan bapak dan ibu.Agar keduanya tidak memikirkan aku.
Aku memeluk keduanya dengan erat.Berharap mereka selalu sehat dan kelak akan berjumpa kembali.
Setelah keduanya masuk ke dalam mobil,aku hanya bisa melambaikan tanganku pada mereka yang perlahan menghilang di balik pagar.
Sementara aku,setelah berpamitan dan berpelukkan dengan kakek dan nenek, nona Margareth juga tak ketinggalan.Hanya Crist yang tidak kelihatan.
"Setelah tiba di peternakkan jangan lupa mengabari kami ya Mala."Kak Margareth memelukku,dan aku membalas pelukkannya.Kehangatan dari seorang kakak yang kudapat dari nona dari majikannku,dan kini menjadi kakak iparku.
"Baik kak,aku akan selalu merindukkan kalian."
"Berusahalah tegar nak,jangan sampai masalah ini melemahkanmu.Tetap kuat,agar semua permasalahan dapat dilalui dengan keikhlasan.Semuanya pasti akan indah pada waktunya."Nenek memelukku,mungkin dia ingin aku tetap merasa bahwa mereka ada di pihakku.
"Tentang Crist,jangan khawatir kami akan mengurusinya."Kakek menguatkan aku.Aku bersyukur mendapatkan orang-orang baik seperti keluarga ini.
"Kalau begitu saya pamit ya kakek,nenek,kak Margareth.Saya akan selalu merindukkan kalian nanti."
...Aku pun masuk ke dalam mobil.Bik Inah dan pak Eko sudah terlebih dulu masuk ke dalam mobil sejak tadi....
...Saat mesin mobil akan dinyalakan oleh pak Parman.Terdengar suara Cristian berteriak memanggil namaku dari dalam rumah.Sepertinya dia baru terbangun dari tidurnya....
"Mala,"
Aku berbalik dan menatapnya.
"Kenapa kamu nggak bilang-bilang ke aku kalau mau kembali ke peternakkan."Dia memelukku erat seakan tidak mau berpisah denganku.
"Kita sudah resmi menjadi suami istri,Mala.Jangan lagi kamu memanggilku dengan sebutan tuan.Hanya karena masalah ini tidak membuat perasaanku berubah untukmu."
"Kamu tunggu disini aku sendiri yang akan mengantarkanmu.Aku akan segera bersiap jangan kemana-mana."
"Kakek,Crist mohon tahanlah dulu Mala,biar Crist yang akan mengantarkannya ke peternakkan."Kakek hanya mengganggukan kepalanya dan menatapku seakan meminta aku menuruti keinginan Crist.
Sepuluh menit berlalu Crist pun muncul dari balik pintu,dengan mengenakan celana jeans navy serta kemeja berwarna senada dengan celananya.Sepatu sport yang dipakainya juga membuat ia terlihat berbeda hari ini.
Aroma parfum yang menguar dari tubuhnya seakan membiusku.Untuk tidak mengucapkan apa-apa selain mengikuti langkah kakinya.
"Kakek,nenek Crist pamit dulu mengantarkan istriku."Dia lalu masuk ke dalam mobil setelah aku disuruh masuk terlebih dahulu.Pak Parman pun melajukan mobil menuju peternakkan.
Di dalam mobil Crist menggenggam kedua tanganku.
"Kenapa kamu nggak minta ijinku,kalau kamu mau kembali ke peternakkan? Aku nggak suka kamu mengabaikan statusku sebagai suamimu,Mala."
"Maaf,saya kira saya akan mengganggu ketenanganmu.Jadi saya memilih nggak memberitahukanmu tentang perjalanan ini."
"Bukan maksud saya untuk mengabaikanmu,sebagai suami saya.Tapi saya berpikir akan lebih baik saya kembali ke peternakkan,sementara kalian menyelesaikan permasalahan kalian dengan Casandra."
"Dan lagi,sebenarnya saya nggak sanggup akan menyaksikan pernikahan kedua suami saya dengan orang lain."Aku menundukkan kepalaku,menahan air mataku agar tidak tumpah di hadapan suamiku.Aku tidak mau dianggap sebagai perempuan lemah.
Cristian memelukku,dan mendekapkan kepalaku ke dalam dada bidangnya.
"Aku harap kamu mau mengerti dengan kondisi kita saat ini,Mala.Aku berjanji akan segera menyelesaikan segala permasalahan ini.Agar kita menjadi keluarga yang sempurna."
Tak terasa air mataku,mengalir membasahi pipiku ini.Semakin aku ingin menahannya semakin air mata ini terus mengalir deras.
Aku pun tertidur dalam dekapan pelukkan suamiku.
__ADS_1
Delapan jam perjalanan,sore harinya akhirnya kami tiba di peternakkan ini.Bik Inah dan pak Eko membantu kami membawa masuk koperku.
Lelah dan gerah selama perjalanan membuatku ingin segera membersihkan diri.Cristian mengikutiku masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar saat aku membereskan pakaian-pakaian yang kubawa untuk dimasukkan ke dalam lemari.Cristian menghampiriku,memelukku dari belakang.Menciumi tengkukku,hingga membuat bulu romaku berdiri.
"Aku kangen sayang,"Cristian terus menghujaniku dengan ciuman hangatnya.Sambil terus memelukku erat dan membalikkan tubuhku menghadap kepadanya.
"Mandi dulu sana,kita sama-sama belum membersihkan diri."ucapku yang masih merasa tubuhku lengket oleh keringat sepanjang hari.
"Tapi aku maunya sekarang sayang,kita mandi bareng yuk,"ucapnya manja pelan dia bisikkan di telingaku.
"Saya ingin membereskan dulu pakaian-pakaian ini ke dalam lemari.Kamu mandi dulu,nanti saya akan menyusul."
"Kamu memang pandai mempermainkan aku,sayang.Setelah kejadian malam pertama waktu itu aku harus menunggu lama untuk kesempatan ini."
"Iya,dan kamu akan merasakannya saat ini.Tapi bersihkan dulu tubuhmu.Apa kamu nggak merasa gerah?"
"Ya udah,aku duluan yah sayang."
"Cup"
Dia mengecup keningku dan berlalu ke kamar mandi sambil mengedipkan sebelah matanya genit mengarah kepadaku.
Aku hanya menggelengkan kepala melihat tingkahnya.
Cristian keluar dari kamar mandi,hanya memakai handuk yang melilit di tubuhnya.Menampakan tubuh atletisnya,yang siapa pun yang menatapnya pasti akan meneguk salivanya sendiri.
Aku mengalihkan pandanganku,setelah dia mempergoki aku menatap tubuhnya yang begitu menggoda.
"Sayang ayo cepatan sana mandi,aku akan menunggumu."
Drrttt drrrrttt drrrtttt
Ponsel Cristian diatas nakas berbunyi.
"Hallo kak, ada apa?"
.......
"Apa,kok bisa kak?iya baiklah aku akan segera pulang.!"
"Siapa yang menelpon,Crist?"
"Kak Margareth sayang,dia memintaku kembali segera ke rumah."
"Kenapa,kita baru saja tiba di sini."
"Casandra kecelakaan,jatuh dari tangga.Sepertinya dia terluka parah."
Aku menghela napas panjang,baru saja akan menikmati kebahagiaan bersama suamiku.Sudah dua kali kami kehilangan kesempatan ini.
Sepertinya dia mengerti dengan perasaanku.Cristian lalu menghampiriku,mengecup bibirku lama.
"Aku pamit kembali ke rumah sayang,jaga dirimu baik-baik."
"Pergilah,Crist.Aku akan menunggumu sampai kau kembali.Bahkan bila harus menunggumu hingga rambutku berubah menjadi putih.Aku akan tetap setia menunggumu."
"Aku yakin kita berdua bisa melewati semua ini,aku pergi dulu sayang."
Dia mengecup keningku dan berlalu meninggalkan kamar ini.
Setelah dia menghilang di balik pintu,aku pun menangis menumpahkan segala rasa sesak di dalam hati ini.
__ADS_1