
Bab 24
Crist mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi.Membuat aku ketakutan setengah mati.Emosinya seakan membuat dunia berhenti berputar bagiku.
Baru pertama kali bertemu setelah beberapa bulan.Sudah disuguhkan dengan sebuah kejadian yang membuat Cristian marah padaku.
Aku hanya memilih diam,dan membiarkan emosi Cristian reda.Namun sampai kapan,apakah dia mau mendengar penjelasannku.Apakah dia akan mau mengerti dengan apa yang akan aku katakan.
Sudahlah,dari pada memikirkan semuanya sendiri.Aku akan menunggu Cristian yang akan mengajakku bicara.
Perjalanan yang melelahkan membuatku memilih tidur.Mobil yang dilajukan Cristian masih dengan kecepatan tinggi.Membelah jalan di tengah hutan ini,sepi.
Masih gelap,saat ini aku ingin terlelap.Entah sudah jam berapa ini.Saat tadi sore Cristian menarik keras tanganku masuk ke dalam mobil.Aku tak sempat mengambil tas kecil dan koper pakaianku.
Cristian juga terlihat diam dengan emosinya.Dia fokus mengendalikan kemudinya.Entah apa yang akan dia lakukan setelah ini padaku.Aku merasa ngeri sendiri memikirkannya.
Hingga pagi menyapa,aku merasa belum juga sampai ke tujuan kami.Tunggu dulu,kenapa jalan ini tidak seperti biasa yang kami lewati.Jalan yang masih terasa asing bagiku.Aku merasa jalan ini tak mengarah ke rumah kakek dan nenek.
Tiga puluh menit kemudian,
Mobil yang dikemudikan Cristian masuk ke sebuah area penginapan yang cukup besar.Pemandangan hotel yang disuguhkan menghadap ke arah pantai menambah kedamaian bagi siapa pun yang datang mengunjungi tempat ini.
Cristian masih terlihat diam,saat kami turun dari mobil kami.
"Ikutlah denganku,"ujarnya dengan tatapan dingin.Aku mengikuti seperti apa yang ia mau.
Setelah memesan kamar yang diinginkanya.Aku terus mengekorinya dari belakang.Dan kami masuk ke sebuah kamar yang begitu luas.
Begitu aku masuk ke dalam kamar,Cristian merangkul tubuhku dan menghadapkan wajahnya ke arah bibirku.
Gelora hasrat yang selama ini diredam,.Akhirinya hari ini begitu rakus ia melahap semua bagian bibirku.Tangannya yang mulai liar mengerayangi setiap lekuk tubuhku,hingga setiap titik sensitifku ia dapatkan.
Hasrat yang menggebu-gebu, suara ******* dan erangan bercampur menjadi satu.Satu per satu helaian pakaian yang masih melekat pada tubuh pun di tanggalkan.Aroma tubuh yang bercampur dengan keringat,tak lagi menghalagi setiap sentuhan-setuhan nikmat membawaku seakan terbang ke langit kenikmatan.
Dan di saat puncaknya sudah menjadi milikku,
Sesuatu miliknya dengan hati-hati ia masukkan ke dalam bagian tubuhku yang berharga. Yang selama ini telah kujaga dan berharap suatu saat nanti dapat kupersembahkan kepada sang pemilik hatiku.
Dan inilah waktunya...
Perlahan nan lembut ia dorong,menghentakkan keperkasaannya pelan.Namun mampu membuatku mengerang sakit yang tak tertahankan lagi.Air mata yang menetes dari mataku,perlahan dia mengusapnya dengan punggung tangannya.Menatapku dengan tatapan dalam penuh cinta.Semakin membuatku nyaman melakukannya saat ini dengannya.
Rasa yang bercampur aduk menjadi satu.
Erangan sakit namun terasa nikmat yang sama sekali baru kurasakan saat ini.Tubuhku yang tergoncang hebat,oleh semakin cepat ia memainkan irama hentakkannya.Dan akhirnya cairan panas dari tubuhnya tumpah di dalam sana.
Lelah dan terasa nikmat,Cristian pun menjatuhkan tubuhnya di atas tubuhku.
__ADS_1
Malam pertama yang pernah tertunda,akhirnya tertuntaskan hari ini.
Sakit bercampur bahagia,aku lantas turun dari atas ranjang hendak membersihkan diriku.
Bersamaan dari itu,mata Cristian melihat bercak noda merah di atas sprei.Tempat kami baru sama-sama merasakan indahya kenikmatan yang dinamakan surga dunia.
"Mau kemana kamu,sayang?"Cristian meraih tangannku.Lalu berdiri dan memelukku.
Ia menghapus air mataku yang masih menetes,membasahi pipiku.
"Apakah kau marah padaku,Mala?
Aku menggeleng.
"Apa kau bahagia sayang,?"dia menggodaku dengan senyumnya.
Aku menganggukkan kepala dan masih menundukkan kepalaku.
"Aku minta maaf,karena emosiku tak bisa ku kendalikan."
"Dan terima kasih,untuk hal yang paling berharga milikmu,kau berikan kepadaku untuk yang pertama kalinya,sayang."
"Aku yang seharusnya meminta maaf padamu,Crist.Oleh karena kecerobohannku...."
"Ssssttt.."Cristian menutup mulutku dengan kecupan lembut.
Semakin dalam semakin hanyut dalam kehangatan bibirnya kembali.
Aku beranjak menuju kamar mandi.Saat aku hendak membersihkan diriku,Cristian masuk kemari,meraih tubuhku yang masih polos.Serta mengulang kembali adegan yang baru saja kami lakukan.
Entah berapa jam kami habiskan waktu di dalam kamar mandi,sehingga raut kelelahan di wajah kami tak bisa dielakkan lagi.
"Cukup dulu untuk saat ini sayang,"ia mengecup pucuk kepalaku.
"Ayo kita keluar dan mencari makan."
Aku segera mengambil handuk yang akan kukenakan dan satunya lagi kuberikan pada Cristian.Lalu kami keluar bersama-sama dari kamar mandi.
Langkahku masih tersasa sakit.Tertatih aku berjalan menuju tempat tidur,membuat senyum nakal Cristian kembali menggodaku oleh karena rasa sakit yang ia berikan padaku masih terasa.
Aku terduduk di sisi ranjang yang berukuran king size ini.Dengan tatapan bingung Cristian menghampiri dan duduk di hadapanku.
"Ada apa sayang,apa kamu nggak lapar?"
"Aku lapar Crist,tapi aku nggak memiliki pakaian lagi untuk kukenakkan."
Cristian tersenyum kecil.Dia lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
__ADS_1
Tiga puluh menit kemudian,
Seseorang mengetuk pintu kamar kami.Setelah dibuka,seorang pelayan menyerahkan kepada Cristian beberapa buah paper bag.
"Pilihlah sayang,pakaian ini untukmu."
Aku lalu mengambil paper bag yang begitu banyak di atas kasur ranjang ini.Ada beberapa potong pakaian dalam,dan juga dress bermacam-macam motifnya.Juga ada skin care dan peralatan make up.
Sungguh sempurna memiliki suami yang begitu mengerti tentang wanita.Aku tersenyum sendiri,membayangkan jika Crisrian hanyalah milikku.
Aku lalu memilih-milih pakaian apa yang akan kukenakkan.
Memakai skin care,dan memoles make up tipis di wajahku.
Makan siang bersama dan hanya berdua,
Cristian menatap lama wajahku,dengan tatapan yang begitu membuatku merasa malu.
"Setelah makan,ayo kita jalan-jalan.Cepat habiskan makananmu sayang."
Deburan ombak pantai seakan-akan bermain bersama kami yang sedang merasakan kehangatan perasaan satu sama lain.Sampai matahari terbenam kami masih menikmati pemandangan indah di depan mata ini.
Sambil duduk di tepi pantai,bulan pun muncul kembali ke peraduannya.
Membuat Cristian mengajakku kembali ke kamar,tapi setelah kami menghabiskan makan malam kami berdua.
Satu minggu menghabiskan waktu bersama
Cristian di dalam hotel ini.Sepertinya Cristian benar-benar sedang ingin menikmati kebersamaan kami berdua.
Ponsel Cristian dimatikan selama kami menghabiskan waktu,seakan tak ingin ada seorang pun yang akan mengganggu.
Cristian seperti tak puas-puasnya menahanku dalam kamar hotel ini.
Setiap hari kami habiskan waktu tanpa keluar dari kamar.Waktu makan akan diantarkan oleh pelayan ke dalam kamar.Sehingga kami tak perlu repot untuk mencari makan di luar.
Sementara di kediaman kakek dan nenek.
Sudah berapa hari terakhir ini,ponsel Cristian tidak aktif.
Ada rasa khawatir di hati kakek dan nenek.Saat terakhir Cristian pamit kepada mereka untuk menjemput Mala di peternakkan.Merencanakan Mala akan menghabiskan waktu akhir pekannya bersama mereka.
Beberapa asistennyaa juga turut mencari.
Dan kesempatan inilah yag ditunggu-tunggu seorang wanita yang sedang berada di tengah-tengah mereka.Dengan senyum liciknya dia berniat menelpon seseorang.
"Hallo."
__ADS_1
"[.......]"
"[Lakukan sekarang]"wanita itu tersenyum puas lalu mematikan ponselnya.