
Bab 63
Persiapan acara peresmian HKG COMPANY sudah mencapai 80%, Mala dan Bimo sibuk untuk turut andil dalam persiapan itu tentunya. Dalam gedung yang di sulap menjadi sebuah tempat pesta, Mala menginginkan semuanya terlihat sempura. Sehingga saat Hector dan Jasmine tiba dia merasa tak mengecewakan kepercayaan Hector baginya.
Bagi Mala Ini adalah sebuah tantangan, melakukan sesuatu yang baru yang belum pernah di mulainya. Beruntung Hector adalah orang yang baik, serta menempatkan Bimo di sampingnya yang akan membimbing Mala di perusahaan otomotif ini.
‘’Bagaimana, apa kamu puas dengan persiapannya Mala ?”
‘’Tentu Bimo, tanpa kamu aku nggak akan bisa bergerak sejauh ini."
‘Tenanglah Mala, aku dan Felicia akan selalu berada di sampingmu.’’
Mala dan Bimo tersenyum puas melihat persiapan mereka kini hampir selesai.
“Ayo kita pulang, Felicia pasti sudah menunggu kita dan memasak makanan enak juga.’’ Ajak Bimo pada Mala setelah dia merasa sudah tak ada lagi yang perlu di kerjakan.
‘’Kamu ini, apa cuma makanan saja yang ada di dalam pikiranmu?’’
‘’Tentu aku sedang merindukan istriku, Mala. Rindu akan masakannya dan merindukan ...’’ Bimo menggantung kalimatnya dan itu membuat keduanya tertawa.
Mereka tak menyadari, sepasang mata sedang memperhatikan mereka dengan tatapan sendu.
Keduanya menuju ke tempat parkir, dan naik di atas mobil yang membawa mereka pulang ke apartemennya. Sebuah mobil biru, mengikuti dari belakang yang masih mereka tak sadari. Di dalam mobil mereka asyik membahas rencana peresmian perusahaan baru milik Mala. Dan memastikan semuanya tanpa ada satu pun yang tertinggal.
Di apartemen, Felicia sudah menunggu dengan menu masakan yang banyak di atas meja makan. Setelah membersihkan diri keduanya lalu bergabung bersama Felicia di meja makan.
‘’Hmmmm, menu yang sangat menggiurkan.’’ Ucap Mala sambil menghirup aroma masakan yang sudah Felicia buat untuk makan siang mereka.
‘’Ayo kita makan.’’ Ajak Felicia pada keduanya sambil menyendok kan nasi ke piring suaminya bergantian juga untuk Mala. Mereka makan dengan lahap, hingga tak ada sisa sama sekali.
‘’Sungguh nikmat sekali masakan mu, sayang.’’
‘’Ya Felicia memang pandai memasak, suatu saat nanti akku ingin belajar masak denganmu Felicia.’’
‘’Tentu Mala, dengan senang hati aku akan melakukannya untukmu.’’ Ucap Felicia tulus.
‘’Bagaimana rencana peresmian perusahaan hari ini?”
“Sangat sempurna Felicia, aku ingin mengajakmu untuk membeli gaun untuk malam peresmian perusahaan kita nanti.’’
‘’Benarkah, apa aku boleh ikut serta bersama kalian nanti.’’
‘’Tentu saja Feli, kamu adalah istri Bimo. Dan kamu memang pantas untuk pergi bersama Bimo nanti.’’
Felicia memeluk suaminya tanpa merasa malu lagi di hadapan Mala.
“Terima kasih sayang.’’
‘’Jangan berterima kasih padaku, berterima kasihlah pada Mala, sayangku.’’ Bimo mengecup pipi Felicia dan membuat pipi Felicia yang putih menjadi kemerahan karena tersipu malu.
‘’Besok aku akan mengantar kalian berdua, ke butik ternama di kota ini. Sehingga semua para tamu nggak aan berkedip melihat kecantikan kedua bidadari ku ini.’’
Perkataan Bimo membuat Mala dan Felicia tertawa bahagia.
“Baiklah, aku percayakan semuanya padamu besok Bimo.’’ Mala merapikan semua bekas piring piring kotor mereka. Sementara Bimo dan Felicia kembali ke apartemen mereka. Mala tersenyum kecil melihat tingkah sepasang pengantin baru ini. Mala tahu kedua pasangan ini sedang ingin menikmati bulan madu mereka. Walau waktu yang mereka habiskan hanya di apartemen mereka saja.
Hari ini Mala dan Felicia sudah bersiap dan berdandan yang rapi. Mereka sudah berjanji akan mengunjungi butik kenamaan di kota ini.
‘’Apa kalian sudah siap?’’ Bimo datang dan menghampiri mereka di area parkir apartemen mereka.
‘’Tentu, ayo kita berangkat.’’ Ketiganya lalu mengendarai mobil yang dikemudikan oleh Bimo, menuju sebuah butik mewah yang sudah Bimo pastikan butik ini akan menyediakan pakaian indah untuk kedua wanita ini.
‘’Apa kamu yakin ini butiknya Bimo?’’ Felicia melihat ke dalam dinding kaca butik yang mereka datangi sekarang. Felicia terlihat tak percaya butik yamg dimaksud suaminya adalah butik incaran semua para wanita kelas atas di kota ini. Felicia sedikit risih berdiri di sana.
Tanpa ragu Mala lalu mengapit tangan Felicia dan menuntunnya masuk ke dalam butik itu. Mata Felicia tak berkedip sedikit pun, melihat gaun gaun yang di pajang di dalam butik. Sambil melihat lihat gaunnya, sesekali Felicia mengintip harga sebuah gaun berwarna peach, terlihat anggun dan elegan menurutnya. Namun betapa terkejutnya Felicia melihat angka fantastis di label harganya. Segera dia memilih utuk mencari ke sisi yang lain.
Mala tersenyum, dan mengambil gaun yang sudah di pegang oleh Felicia.
“Feli.’’
“Iya Mala.’’
‘’Ayo kemari.’’
‘’Ada apa?’’ Felicia mendekati Mala, dia berpikir mungkin Mala sedang membutuhkan bantuannya.
‘’Ayo kita mencoba gaun ini.’’ Felicia mengira Mala menyukai gaun yang dipilihnya tadi.
Setelah di ruang ganti, Mala memberikan gaun yang ada di tangannya kepada Mala.
Felicia memandang Mala, lama dia terpaku.
‘’Cobalah .’’ Perintah Mala pada Felicia.
__ADS_1
‘’Tapi Mala.’’
“Ayolah jangan menolak keinginanku.’’
Tanpa berkata apa pun Felicia mematuhi perintah Mala. Dia segera masuk ke dalam ruang ganti dan mencoba gaunnya.
‘’Kau begitu sangat cantik dengan gaun ini Feli.’’
‘’Semua akan terpukau melihatmu nanti.’’ Felicia tersenyum.
‘’Sekarang kita akan mencari pilihanmu Mala.’’
Keduanya asyik dengan melihat lihat gaun yang paling bagus di sana. Setelah semuanya selesai di bayar, Bimo mengajak mereka pulang ke rumah.
Malam peresmian yang dinantikan telah tiba, Mala dan Felicia telah bersiap. Bimo tak bisa berhenti menatap kecantikan istrinya dengan gaun mewah yang membalut tubuhnya. Penampilan Mala juga tak kalah cantik, gaun berwarna merah panjang menutup semua bagian tubuhnya, dengan hiasan permata di bagian lengannya. Terlihat menawan untuknya.
‘’Aku merasa sedang menjemput bidadari yang datang dari surga malam ini. Sepertinya aku mendapatkan pekerjaan tambahan demi untuk menjaga kedua bidadari ku agar nggak akan ada pada kucing garong pengganggu bagi mereka.’’ Mala dan Felicia tertawa mendengar celotehan Bimo.
”Ayo kita berangkat Bimo, atau kita akan terlambat nanti.’’ Felicia mengajak Bimo untuk segera berangkat menuju tempat peresmian perusahaan mereka.
Semua mata para undangan tertuju pada penampilan sang pemilik perusahaan malam ini. Kemewahan yang terpancar dari gaun yang dikenakannya membuat semua orang yang melihatnya berdecak kagum. Tak henti mulut mereka memuji muji kecantikannya. Terlihat Bimo dengan setia mendampingi kedua wanita cantik di sampingnya.
Kemeriahan pesta peresmian malam ini di kejutkan dengan kedatangan Hector. Semua mata juga tertuju padanya. Bisik bisik para undangan yang mempertanyakan status pria tampan yang masuk ke dalam ruangan pesta.
‘’Siapa dia?’’
Tak ada yang tahu siapa Hector, dalam hati masing masing para undangan yang hadir bertanya tanya di dalam hatinya. Siapakah pria asing yang berdiri di tengah tengah mereka saat ini.
Sepasang mata pria sedang mengamati semua undangan yang telah hadir dalan ruangan itu. Matanya tertuju pada seorang wanita cantik dan anggun dengan balutan gaun berwarna merah, namun tunggu dulu.
‘’ Kenapa pria asing itu berani sekali membawa selingkuhannya turut serta kemari.’’
‘’Aku akan memberinya pelajaran.’’ Gumamnya sambil berjalan mendekati pria dan kedua wanita cantik di sampingnya itu.
‘’Selamat malam nona Mala.’’
Mala membalikkan badannya dan melihat siapa yang menyapanya. Pria yang sangat tak ingin dijumpainya lagi seumur hidup. Namun dia selalu ada di sekitarnya . Mala yang membalas sapaan itu dengan senyuman yang di paksakan. Membuat pria itu sedikit salah tingkah dengan responnya.
Bimo tersenyum menyeringai ke arah Cristian. Membuat hati Cristian semakin kesal, dan bertambah yakin ingin membongkar kedok pria asing di hadapannya itu. Semakin kesal hati Cristian melihat tangan Bimo menggenggam tangan wanita cantik di sampingnya tanpa sepengetahuan Mala.
Cristian lalu mengambil ponselnya , dan memotretnya. Agar Mala membuka hatinya suntuk kebusukkan suaminya itu. Namun di dalam hati Bimo tertawa geli dengan tingkah Cristian. Akhirnya Bimo mulai sadar bahwa Cristian masih mempunyai rasa yang sangat besar di dalam hatinya untuk Mala.
Namun Bimo tak ingin gegabah, dia ingin memperhatikan semuanya lebih dalam lagi. Agar lebih meyakinkannya lagi. Dan Mala, Bimo tahu dia menyembunyikan rapat rapat perasaannya agar tak ada seorang pun yang tahu.
‘’Selamat malam tuan dan nyonya, terima kasih telah hadir di acara malam peresmian HKG COMPANY, yang akan merintis usaha baru di negara ini. Saya adalah Hector Gerardo, yang akan menjadi penanggung jawab di atas perusahaan ini. Akan tetapi saudara saya Mala Kurniati adalah pemegang kendali di atas perusahaan ini. “
Semakin banyak kata kata yang diucapkan oleh Hector di atas podium membuat kepala Cristian semakin pusing. Ada hubungan apa Mala dengan Hector. Bagaimana bisa dia mempercayakan HKG COMPANY kepada Mala. Apakah Hector juga mempunyai hubungan khusus dengannya juga.
Tepuk tangan riuh para penonton mengagetkan Cristian. Tanda Hector telah selesai memberi kata sambutannya di atas podium. Perlahan langkah Hector turun dari atas podium, menuju ke tempat Mala dan rekannya berdiri. Kasak kusuk di antara para hadirin mulai terdengar seperti bunyi lebah di dalam sarangnya.
Namun Hector tak memperdulikannya, dan menghampiri Mala, lalu memeluknya dan saling memberikan pipinya melepas kerinduan diantara mereka. Bimo pun mendekati mereka berdua. Lalu mengenalkan istrinya Felicia kepada Hector.
‘’Ibumu tak salah memilihkan istri untukmu, Bimo.’’ Hector menggoda Bimo, dan godaan itu berhasil membuat Felicia tersipu malu.
Mereka saling melepas rindu malam ini , dengan berbincang banyak hal. Bertukar kabar agar bisa melepas kerinduan Mala pada bibi Magda dan bibi Margareth.
‘’Mereka baik baik saja Mala, tak ada yanng perlu kamu khawatirkan.’’
‘’Baguslah kalau begitu, aku sungguh sangat merindukan mereka.’’ Mala tertunduk sedih.
‘’Sudahlah Mala, semakin kamu memikirkannya kamu akan menjadi sedih. Ini pesta untuk kita. Tak ada waktu untuk bersedih, mari kita nikmati pesta kita.’’ Hector berusaha membujuk Mala agar tak terlarut dalam kesedihannya. Mala mengangguk setuju dengan perkataan Hector.
‘’Lalu dimana Jasmine, apa dia nggak ikut bersama denganmu kemari?’’ Sejak tadi Mala tak melihat keberadaan Jasmine di ruangan ini. Matanya menyapu seluruh ruangan, namun sosok yang dia rindukan tak menampakkan batang hidungnya.
Hector tersenyum senang, ternyata Mala juga merindukan istrinya.
‘’Jasmine sedang beristirahat di kamar hotel. Dia merasa nggak enak badan, jadi dia memutuskan untuk beristirahat saja dulu. Dan menyuruhku datang sendiri ke acara peresmian malam ini tanpa dirinya.’’ Hector menjelaskan pada Mala, kalau Jasmine juga sangat merindukannya.
‘’Akhir akhir ini Jasmine mudah sekali terasa lelah. Akan lebih baik jika dia beristirahat saja. Sebab jika dia terlalu memaksakan diri emosinya akan meledak ledak. Aku tak mengerti dengan sifatnya akhir akhir ini.’’ Hector menambahkannya lagi.
‘’Apa kau sudah memeriksakannya ke dokter?” sepertinya Mala mencurigai sesuatu dengan ucapan Hector. Namun dia tak ingin terburu buru menebaknya lagi.
Hector menggelengkan kepala.
‘’Jasmine nggak ingin pergi ke dokter, Mala,’’
‘’Baiklah aku akan mencoba membujuknya nanti.’’ Ucap Mala yang terlihat sangat perhatian sekali menurut hati Hector.
‘’Setelah acara ini ayo kita ke hotel tempat kalian menginap, aku ingin berjumpa dengan Jasmine.” Ucap Mala penuh antusias, sedangkan Bimo dan Felicia saling memandang melihat tingkah Mala yang terlihat tak sabaran lagi. Dan itu tak seperti biasanya, bagi mereka berdua.
‘’Kami akan ikut juga bersama dengan kalian.’’ Ucap Bimo kepada Hector dan Mala.
‘’Ya pasti Jasmine akan senang melihat kalian juga ingin berjumpa dengan kalian.’’ Hector juga merasa senang ketiga orang di hadapannya sudah dianggap sebagai saudara baginya.
__ADS_1
Benarlah seperti ini merasakan memiliki saudara. Walaupun tak sedarah namun saling memperdulikan dan ketulusan akan mem,buat hati bahagia. Setelah kehilangan Mama Laurent dan Kenny setidaknya merekalah sebagai pengganti kehilangan orang terkasihnya di dalam hati Hector.
Sedang di ujung ruangan, mata Cristian terus memperhatikan kedekatan keempat orang itu dengan perasaan yang tak bisa diredam kembali. Amarah di dalam hati Cristian semakin membuncah, melihat mereka tertawa bahagia di sana.
‘’Apakah tuan Hector Gerardo itu adalah pasanganmu Mala, apakah dia yang menjadi sumber kekayaanmu sekarang?’’ Banyak sekali pertanyaan yamg muncul di dalam hati Cristian. Semakin dia tak bisa membedakan Bimo ataukah Hector yanng menjadi pasangan Mala saat ini.
Perjamuan pesta semakin ramai, saat jarum jam menunjukkan waktu hampir tengah malam. Pemandu acara mulai meredupkan lampu ruangan dan mengubah ruangan pesta menjadi ramai. Dengan lantunan musik Dj. Semua undangan berhamburan ke tengah tengah ruangan, mulai meliukkan tubuh mereka, menikmati suasana pesta yang begitu meriah saat ini.
Sedang Cristian sudah tak bisa mengendalikan dirinya. Dia mengambil segelas penuh wine yang di bawa oleh seorang pelayan. Dan mulai meminumnya habis tanpa sisa. Hatinya terasa kacau, melihat kedekatan Mala dengan pria asing di sudut ruangan yang lainnya. Dia dan Mala tak pernah merasakan kedekatan yang seperti itu sebelumnya.
‘’Pesta ini sudah semakin ramai, bagaimana kalau kita kembali pulang?’’ Ajak Mala pada Bimo, Felicia dan Hector. Disetujui oleh Felicia yang memang tak terbiasa dengan kemeriahan pesta seperti ini. Musik dj yang menggelegar di dalam ruangan membuat kepalanya pusing. Begitu juga dengan Mala, sehingga dia berinisiatif untuk meminta pulang.
‘’Baiklah ayo kita pulang, kita akan langsung menuju ke hotel.’’
Berempat mereka meninggalkan tempat pasta. Mala memilih mengendarai mobil Hector. Pak supir sudah siap untuk membawa mereka menuju hotel tempat Jasmine beristirahat. Dan mobil mereka pun meluncur menuju hotel.
Sedang Bimo dan Felicia menggunakan mobil mereka sendiri. Tapi sedikit masalah terjadi, Mobil Bimo tak bisa dihidupkan.’’
‘’Kenapa dengan mobilnya sayang?’’ Felicia keliatan khawatir melihat suaminya mencoba menghidupkan mesin mobil namun tak kunjung berhasil.
‘’Nggak tahu juga sayang, biarkan aku mencoba melihat mungkin ada kerusakkan di mobil kita.’’ Bimo pun turun dari mobil dan membuka kap mobilnya lalu memeriksa keadaan mobilnya yang saat ini tak mau hidup.
Sedang di ruangan pesta mata Cristian mencari sosok Mala yang sudah tak lagi berada di ruangan itu. Hector dan Bimo juga tak ada .
‘’Kemana mereka pergi?’’
‘’ Kalau begini bagaimana bisa aku mendapatkan bukti lagi, agar dapat membongkar kedok pria asing itu.’’ Cristian berjalan sedikit sempoyongan menuju tempat parkir.
Di sana dia menemukan Bimo sedang memperbaiki mobilnya. Cristian terus memperhatikanya. Yang membuat Cristian terkejut, saat Bimo selesai dengan memperbaiki mobilnya. Tak terlihat wajah Mala di dalam mobilnya, akan tetapi wajah wanita yang di duga adalah selingkuhan Bimo pria asing itu.
Segera Cristian masuk ke dalam mobilnya dan mengikuti ke mana tujuan mobil pria asing yang sangat dibenci olehnya itu.
‘’ Berani sekali kamu mempermainkan hati Mala, akan ku pastikan kamu akan berpisah dengan Mala secepatnya.’’ Cristian terus mengumpatnya dan mengikuti laju mobil Bimo dari belakang.
Mobil Hector telah tiba di depan pintu masuk Hotel tempat Jasmine menginap. Hector mempersilahkan Mala untuk mengikutinya, memasuki lift dan menekan angka sembilan. Di mana kamar mereka berada.
Di kamar 9011 Hector membuka pintu kamarnya. Mala masuk ke dalam kamar dengan perlahan. Mungkin saja Jasmine sudah tertidur lelap, pikirnya. Namun dugaannya salah, dalam kamar mewah berukuran luas itu , di atas ranjang berukuran king size itu Mala melihat sosok Jasmine yang sedang duduk menyandar di atas ranjangnya sambil menonton televisi.
‘’Jasmine.’’ Mala berteriak, dan berlari kecil menghampiri Jasmine. Dan Jasmine pun terlonjak kaget, melihat kedatangan Mala di dalam kamarnya ini, Hector sama sekali tak memberitahukan dulu padanya.
Jasmine terllihat bahagia, lalu memeluk Mala dengan erat.
“Aku merindukanmu, mala namun rasa lelah dan mual mual menderaku. Sehingga aku tak bisa ikut menghadiri peresmian perusahaanmu.’’
‘’Iya Jasmine, aku senang aku bisa memulai bisnis baru di sini dan berencana untuk membuka perusahan perusahaan baru lainnya. Semuanya ku persembahkan untuk keluarga Gerardo yang sudah sangat baik padaku. Oleh karena itu aku memilih HKG grup untuk nama baru bisnisku.’’
‘’HKG adalah Hector dan Kenny Gerardo. Semuanya ku persembahkan untuk keluarga Gerardo. Yang telah mengubah hidupku menjadi lebih baik. Dan keluarga Gerardo semuanya yang mengasihiku seperti saudaranya sendiri.’’
Jasmine tambah memeluk Mala, dan meneteskan air matanya.
‘’Aku dan Hector sudah mendengar kisah masa lalu kamu yang begitu menyakitkan Mala. Kamu berhak bahagia untuk ke depannya.’’ Jasmine terhenyuh, beberapa waktu yang lalu saat Bimo menghubungi mereka yang sedang berada di Meksiko. Bimo menceritakan semua kisah masa lalu dari Mala yang membuatnya rapuh untuk beberapa saat.
‘’Syukurlah kamu kuat dan baik baik baik saja Mala.’’
‘’Tentu saja aku kuat Jasmine, aku harus kuat karena kalian menyayangiku.’’
Hhhmmmpptttthh
Jasmine menutup mulutnya dan berlari menuju ke kamar mandi.
‘’Apa kamu baik baik saja Jasmine?’’ Mala terlihat khawatir dari dalam kamar mandi sepertinya Jasmine muntah muntah, dan tak membiarkan seseorang masuk untuk menemaninya.
Sementara itu, mobil Bimo sudah masuk ke area parkir sebuah hotel mewah tempat Hector dan Jasmine menginap. Keduanya bergandengan tangan dengan mesra masuk ke dalam lobi hotel menuju resepsionis. Dan menayakan kamar Hector dan Jasmine. Setelah mendapat arahan dari resepsionis keduanya masuk ke dalam lift, menuju ke lantai 9.
Cristian melihat lift yang mereka masuki, dan mengikuti mereka lewat lift yang satunya lagi. Lantai 9 tujuannya juga.
‘’Malam ini, aku akan membongkar kebusukkanmu pria asing keparat. Kau menikahi Mala, namun membawa wanita lain masuk ke dalam hotel.’’ Hati Cristian panas, oleh karena perbuatan pria asing itu. Cristian tak ingin seorang pun untuk menyakiti Mala.Dia terus mengikuti langkahnya, mencari kamar hotel yang dituju oleh sepasang orang yang sedang berselingkuh itu.
Sebuah kamar bernomor 9011 sedikit terbuka. Membuat Mata Cristian tergerak untuk mengintipnya.
Wanita dan pria yang baru saja diikuti olehnya ternyata berada di dalam kamar hotel itu, sedang duduk di sebuah sofa tamu. Kelihatan sekali mereka sedang bermesraan di dalam. Tanpa berpikir panjang lagi, Cristian masuk tanpa permisi ke dalam kamar itu, menghampiri sepasang manusia yang berperilaku memalukan baginya.
Dengan langkah sempoyongan, karena sedikit mabuk Cristian mendekati pria asing itu.
BBUUUKKKHHH BUKKKKHHH BUUUUKKKKHHH
Tiga kali Bimo diserang oleh pria mabuk itu, hingga sebuah suara berteriak keras memanggil namanya.
‘’CRISTIANNNNN.’’
Pria itu menoleh ke arah pintu kamar ruangan hotel itu.
‘’Mala.’’
__ADS_1
Setelah menyebut nama Mala Cristian jatuh ke lantai tak sadarkan diri.