
Tengah malam,di apartemen Kenny dia tak merasa tenang.Hatinya merasa kacau merasa hampa.Ada yang mengganjal di hatinya.
Rasa takut dan khawatir bercampur menjadi satu.
Tapi takut untuk apa,tak ada alasan yang jelas untuk rasa takutnya.
Akhirnya dia memilih tidur,setelah lama membolak balikkan bantalnya.Mengatur posisi tidurnya agar bisa tidur dengan nyaman.Namun Kenny tak kunjung terlelap.
"Perasaan apa ini?"
Kenny bangun dari ranjangnya,meminum segelas air dan mencoba tidur kembali.
Dalam tidurnya,tubuh Kenny berkeringat.Dia terus meracau dalam tidurnya..
"MALLLAAA.."
Kenny berteriak keras,dalam mimpinya Mala hilang dalam kegelapan.
Kenny tersadar dari mimpinya buruknya,dan segera mengambil air minum di atas nakas,dan menenggaknya hingga tandas.
Napasnya masih tak teratur.
"Ada apa ini,kenapa aku bermimpi seperti ini?"
"Atau mungkin karena baru sekarang aku merasa jauh dengan Mala,selama ini Mala terus bersama denganku."Kenny masih mencoba untuk berpikir positif.
Dia lalu melanjutkan tidurnya.
๐ผ๐ผ๐ผ
Pelan pelan Mala membuka matanya,dia melihat sekelilingnya.Tempat yang begitu asing baginya.Ruangan gelap dan pengap,debu bertebaran dimana mana.
Hanya ada cahaya matahari yang menerobos lewat kaca ventilasi sebagai penerangan di dalam ruangan ini.
"Dimana ini?"
Mala ingin bangun namun kaki dan tangannya ternyata diikat kuat,saat ingin berteriak minta tolong,mulutnya ternyata ditempel lakban hitam.
"Aku dimana,kenapa aku bisa berada di tempat ini?"Mala mencoba mengingat ingat lagi apa yang terjadi padanya sebelum dia bisa berada di tempat ini.
"Siapa sebenarnya orang yang mengirimkan pesan teks padanya,apa yang dia inginkan dariku?"
Mala berusaha menggerak gerakkan tubuhnya agar bisa melepas ikatan pada kaki dan tangannya.
Namun usahanya hanya sia sia saja.
Semakin dia menggerakkan tubuhnya,semakin tenaganya terkuras habis.
Rasa haus dan lapar harus dia tahan.Ingin berteriak namun dia tak mampu.
๐๐๐
Cristian yang juga panik melihat kebingungan bapak dan ibu Mala yang mencari Mala.
"Kemana aku aku harus mencarinya?"
"Apa Mala memiliki teman yang biasa dia kunjungi di tempat ini,bu?"Cristian bertanya pada ibu Mala.Dia ingin tahu,mungkin saja Mala pergi bersama sama dengan teman temannya.
"Nggak nak,Mala sejak kecil anaknya tertutup.Dia nggak pandai bergaul,sehingga dia nggak memiliki teman."ucap ibu Mala dengan raut wajah sedih.
"Kemana anakku Mala bu,kenapa tiba tiba aja dia paergi nggak mau bilang bilang bilang pada kita."
"Ibu juga nggak tahu pak,baru aja sehari disini udah nggak betah dia.Bagaimana ini pak,bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya?"ibu Mala sudah tak bisa menahan air matanya.
Bapak Mala mengambil ponsel jadulnya dari dalam saku bajunya.Dia ingat sebelum kembali ke kota Kenny memintanya untuk menyimpan nomornya.Kenny takut jika terjadi sesuatu pada Mala,dia meminta bapaknya Mala segera menelponnya.
"Mau telpon siapa pak?"
"Sabar bu,udah tersambung."
Cristian dan ibu Mala hanya memandang kepada bapak Mala.Ingin tahu siapa yang akan ditelponnya.
"Hallo nak Kenny,"
"Iya pak,apa kabarnya.Bagaimana Mal disana apakah dia baik baik saja?"
"Nak Kenny, telah terjadi sesuatu di sini."
"Ada apa bapak?"
"Bapak mengira Mala kembali ke kota menyusul nak Kenny kesana.Soalnya..."bapaknya Mala menggantung kata katanya,dan memandang ke arah Cristian.
Cristian hanya mendudukkan kepalanya.
"Teruskan pak."
"Saat nak Kenny kembali ke kota,tuan Cristian datang kemari.Namun Mal nggak menyukainya.Mala marah padanya dan tak membiarkan Cristian masuk ke dalam rumah."
"Lalu..?"
"Sekarang Mala menghilang nak,entah kemana perginya."
"Apakah Mala nggak bilang dulu sama bapak dan ibu kemana perginya."
"Nggak sama sekali nak."
"Baiklah kalau begitu pak,aku akan berusaha mencarinya."
"Terima kasih nak,"
"Inikah arti mimpiku semalam?"
"Tapi,kemana Mala pergi.Harusnya dia memberitahukan padaku kemana dia pergi."
Kenny mencoba menghubungi ponsel Mala.Namun di luar jangkauan.
"Pasti ada yang nggak beres,aku akan mencari tahu."
โ๏ธโ๏ธโ๏ธ
Ting,
Sebuah pesan teks masuk ke ponsel Casandra.
"Nyonya apa yang akan kami lakukan pada wanita ini nanti?"
Casandra membacanya sekilas dan mulai membalasnya.
"Tunggu saja perintahku,biarkan dia sendiri di gudang itu.Jangan memberi makan atau pun minum padanya.Mengerti?"
"Ya nyonya."
Casandra tersenyum dengan rencananya mulai berjalan dengan lancar.
"Aku akan membuat hidupmu menjadi hina selamanya,gadis bodoh."Casandra menyunggingkan senyuman liciknya.
"Akan kupastikan hidupmu menjadi hancur,
Bahkan Cristian pun nggak akan sudi untuk sekedar melihat wajahmu."
Casandra terus berbicara sendiri.Dalam benaknya dia merasa sudah menjadi pemenangnya.
Tawanya menggelegar di dalam kamarnya.
"Tunggu saja Mala,akan ada waktunya untukmu nanti."
Casandra mengambil tasnya,dia sudah tak sabar ingin menuntaskan rencananya.
Casandra membuka pintu mobilnya dan duduk di balik kemudi.
Mobil sport mewah berwarna biru tua milik Casandra melaju ke jalanan menuju sebuah tempat yang agak jauh dari kota.
Sengaja Casandra meminta agar Mala diibawa ke tempat di mana tak ada seorang pun akan tahu keberadaannya.
Satu jam perjalanan,Casandra tiba di tempat yang dia tuju.
Sebuah gudang milik sebuah perusahaan terbengkelai.Jauh dari hiruk pikuk kota,dan terletak agak masuk dalam hutan.
Casandra perlahan masuk ke dalam gudang,saat pintu dibuka oleh dua penjaga pintu.
__ADS_1
Dia tersenyum puas,saat Mala masih meringkuk di bawah lantai dingin yang kotor penuh debu.
"Tempat ini memang cocok untukmu Mala."
Mala membuka matanya,dia tak kaget ternyata Casandra memang dalang di balik semua rencana penculikkan ini.
Mala ingin melampiaskan kemarahannya,namun lakban yang menutup mulutnuya tak bisa lepas.Hanya ada air mata yang bercucuran di pipinya.
"Jangan menangis dulu,Mala.Ini masih belum seberapa.Bersiaplah untuk menerima sesuatu untukmu dariku."
"Aku menginginkan kehancuranmu ada di tanganku."
"Cristian adalah milikku dan akan selalu menjadi milikku.Aku nggak akan membiarkanmu untuk merebutnya kembali dariku."
Hhhmmmppptt hhhmmmtthh hmmth
Hanya ada suara teriakan tak jelas yang keluar dari mulut Mala.
Jika saja dia bisa berbicara,ingin sekali rasanya dia meneriakkan kata kasar bagi semua orang yang berada di sana.
Casandra berlalu pergi meninggalkan gudang.Dia sangat puas dengan pekerjaan anak buahnya saat ini.
Pada kedua anak buahnya yang menjaga pintu,Casandra berhenti di tengah tengah mereka.
"Jangan biarkan dia makan,aku ingin dia mati karena kelaparan.Biar dia tahu rasa takut yang akan menggerogoti hidupnya.
Mala hanya bisa menangis,dan berharap dalam hatinya semoga dia menemukan orang yang akan datang menolongnya.
Pintu gudang tertutup lagi.Ruangan gelap dan pengap ini mengingatkannya pada Devan.
Ada air mata yang terus menetes,.membasahi pipinya.
๐ผ๐ผ๐ผ
Pencarian selama dua hari tak ada membuahkan hasil bagi Cristian.
Dia lebih memilih untuk kembali ke rumahnya di kota.
Cristian merasa kecewa dengan dirinya sendiri.Dia tak bisa menemukan sebuah petunjuk pun.
Kenny tak kalah frustrasi,dia lebih memilih tak bekerja selama dua hari belakangan ini.
Dia berpikir keras bagaimana caranya untuk bertemu dengan Mala.
Kenny berusaha untuk mengingat ingat sesuatu yang akan menjadi petunjuk baginya.
Diambil olehnya ponselnya,dan mencoba menghubungi bapak Mala.
"Haloo selamat siang bapak."
" Iya nak,apa kabarmu ?"
"Aku baik bapak,gimana apa udah ada kabar tentang Mala?"
"Belum nak."
"Boleh aku bertanya pak"
"Iya nak silahkan."
"Apa Mala mempunyai musuh di kampungnya?"
"Setau bapak,Mala itu ggak pandai bergaul nak.Dia nggak memiliki teman.Sejak kecil dia lebih memilih bermain di rumah seorang diri saja."
"Baiklah pak,kalau begitu terima kasih."
Kenny menutup sambungan telponnya.
Dia berpikir keras,siapa yang patut dia curigai dalam kepergian Mala saat ini.
Tiba tiba dia teringat sesuatu,kecelakaan Mala sebelum mereka ke Paris.
"Apakah benar dia pelakunya?"
Kenny menarik napas dalam dalam.
"Mala aku mohon,bertahanlah.Aku pasti akan menemukannu."
"Hallo.."
"Aku ingin kita bertemu sekarang."
"Untuk apa?"
"Ada hal yang penting,yang ingin kuceritakan padamu tentang Mala."
"Baiklah."
"Aku menunggumu di restoran dekat dengan perusahaamu sekarang."
"Aku segera ke sana."
Tiga puluh menit Kenny menunggu,akhirnya yang ditunggu pun tiba.
Setelah duduk di hadapannya pria itu dengan gaya angkuhnya menatap Kenny.
"Mau apa kamu mengajakkku kemari?"
"Aku inngin mengetahui seseuatu darimu,Crist."
"Apa yang ingin kamu katakan."
"Kejadian kebakaran di peternakkan beberapa tahun yang lalu,aku menyelidikinya.Walau pun belum ada bukti yang kuat,semua saksi mengatakan ada wanita hamil di sana saat itu di dalam mobil hitam.Dan kita tahu hanya Casandra yang sedang hamil saat itu dan hanya Casandra yang memiliki kebencian pada Nala.Selain itu Mala nggak pernah punya musuh."
"Lalu?"Cristian menyimak,dia membenarkan dugaan Kenny.
"Saat Mala aku bawa ke klinik memeriksakan kandungannya setelah kejadian kebakaran itu,seorang pengendara motor berusaha untuk melenyapkan Mala."
"Aku meminta seseorang menyelidikinya dan ternyata yang memerintah orang itu adalah Casandra."
"Jadi saat ini aku juga mencurigai Casandra,"
"Maksudmu mengajakku kemari adalah mencurigai Casandra sebagai pelakunya."
"Ya."
Cristian menyandarkan punggungnya ke tempat duduknya.
"Kalau benar ini adalah ulahnya aku nggak akan tinggal diam."
"Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku."
Cristian menyeritkan keningnya.
"Aku pun sebenarnya nggak sudi untuk meminta bantuanmu,tapi pada saat ini Mala belum ditemukan.Aku ingin mencarinya dan kau satu satunya yang bisa membawaku ke petunjuknya."
"Apa rencanamu?"
Cristian bertanya dengan ketus.Kalau saja ini tentang orang lain dia pun tak ingin bekerja sama dengan Kenny.
Kenny membisikkan rencanaya pada Cristian,dan dia mengangguk tanda mengerti.
๐ผ๐ผ๐ผ
Cristian masuk ke dalam rumahnya.Dia menaiki tangga dan masuk ke kamar nenek,ternyata nenek sudah tidur.
Sudah banyak kemajuan pada kesehatan nenek saat ini,dan Cristian puas dengan hasil kerja dokter Gina.
Cristian lalu berlalu menuju kamarnya,segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Satu jam Cristian berada di kamar mandi.Di telinganya masih terngiang ngiang rencana Kenny,yang harus segera dia lakukan.Dia tak mempunyai waktu yang banyak.Keselamatan Mala sangat penting saat ini.
Setelah berganti pakaian,Cristian menuju ke dapur.Dia menuruni anak tangga ke lantai bawah.Membuka lemari penyimpanan minuman.
Dia mengambil sebotol red wine,
Botol penfolds grange hermitage (1951) yang
__ADS_1
Menjadi pilihannya.
Angur Merah yang satu ini berasal dari Australia dan menjadi salah satu anggur merah termahal didunia. Anggur merah yang bernama โPenfolds Grange Hermitageโ ini dilelang pada tahun 2004 seharga 38.420 dollar AS (1botol). Jika dirupiah kan sekitar Rp. 534 juta.
Harganya yang tak seberapa bagi keluargs Adiwijaya.
Anggur Merah jenis Penfolds Grange Hermitage ini dipercaya memiliki rasa yang sangat luar biasa, karena sudah disimpan sejak tahun 1951 di Australia.
Cristian menuangkannya pada dua buah gelas.Satu untuknya dan satu lagi untuk Casandra.
"Semoga rencananya bisa berhasil."gumamnya dalam hati.Lalu beranjak naik ke anak tangga menuju kamar Casandra.
Beruntung Casandra belum tidur,lampu di kamarnya masih menyala.
Dan pintu kamarnya belum di tutup.
Cristian berdiri di depan kamar Casandra.
"Mau minum bersamaku?"
Cristian menawarkan minuman yang digenggammnya kepada sang pemilik kamar.
"Tentu Crist,masuklah."
Tentu saja Casandra senang dengan tawaran Cristian.
Cristian lalu duduk disampingnya,di sebuah kursi sofa panjang.
Cristian menyodorkan segelas pada Casandra,yang disambut dengan senyuman kebahagiaan di wajah wanita yang penuh dengan tipu daya di hadapannya ini.
"Kau belum tidur?"
Cristian mencoba berbasa basi dengannya.
"Belum Crist, jika saja kau.."
Kata katanya tak di lanjutkan,Casandra kembali meneguk red winenya hingga habis.
"Jika saja apa Casandra,"
Cristian bertanya dengan sedikit berbisik di telinganya.Yang membuat bulu roma di tengkuk Casandra meremang.
"Jika saja kau ingin menemaniku tidur di atas ranjangku,aku akan sungguh sangat bahagia."
"Benarkah,?"Cristian semakin mendekatkan tubuhnya pada Casandra.
Membuat hati Casandra semakin bergemuruh hebat.Dalam hatinya dia melonjak bahagia.
"Hmm."
Cristian menggenggam tangan Casandra dan mengelus punggung tangannya dengan lembut.
"Aku membutuhkanmu Crist,"mata Casandra mulai terasa berat.
"Aku juga membutuhkanmu Casandra."lagi Cristian berbisik di telinganya.
"Oh Cristian aku sudah menunggu lama untukmu.Setiap malam aku berharap sebentar saja kita menikmati gairah kita bersama di atas ranjangku."
Mata Casandra semakin berat,Cristian membelai lembut wajahnya dan akhirnya wanita itu pun tertidur pulas di hadapannya.
Huuffttthhh
Cristian lega rencananya berhasil.Obat tidur dengan dosis yang sangat tinggi,pemberian dari Kenny sungguh sangat mujarab.Tak butuh waktu yang lama,akhirnya Casandra pun jatuh tertidur.
Cristian mencari ponsel Casandra,dan mencoba membukanya,pakai kata sandi tapi apa sandinya?
Cristian mencoba mengambil jari Casandra,untunglah kunci ponsel ini juga menggunakkan sidik jari,membuat Cristian dengan mudah membuka ponselnya.
Cristian mencari,petunjuk di sana.
Saat membuka kotak masuk,disana ada sebuah nomor yang tak dikenal.
"Nyonya apa yang akan kami lakukan pada wanita ini nanti?"
"Tunggu saja perintahku,biarkan dia sendiri di gudang itu.Jangan memberi makan atau pun minum padanya.Mengerti?"
"Casandra inikah yang kau lakukan di belakangku?"
Cristian tak percaya Casandra nekat melakukan hal kotor seperti ini.
Cristian menyalin nomor itu,dan segera mengirimkannya pada Kenny.
Berikut dengan tangkapan layar percakapan Casandra dengan nomor yang tak dikenalnya ini.
Vristian lalu mengangkat tubuh Casandra dan membaringaknnya ke atas ranjangnya.
๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ
Ting
Sebuah pesan masuk di ponsel Kenny.
Sebuah nomor dan tangkapan layar pembicaraan Casandra dengan nomor tersebut.
Kenny lalu menghubungi seseorang.
"Hallo,aku ingin kamu menyelidiki nomor yang akan kukirimkan padamu.Dan segera kirimkan padaku lokasinya."
"Baik tuan,"
Jawaban dari ujung telponnya.
Kenny tak bisa tidur malam ini.Dia sudah tak sabar untuk menunggu hasil penyelidikan orang kepercayaannya.Terlalu lama menunggu akhirnya dia pun tertidur di sofa.
Paginya,saat terbangun Casandra tersenyum kecil mendapati tubuhnya tidur dia atas ranjang.Seingatnya dia sedang duduk di sofa bersama Cristian semalam.
"Apakah kami melakukannya semalam?"guman Casandra dalam hatinya dan segera turun dari ranjangnya dan masuk ke kamar mandi dengan hati yang berbunga bunga.
"Semoga ini adalah awal yang baik bagiku dan Cristian."dia tersenyum senyum sendiri di depan kaca kamar mandinya.
Casandra mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu di ponselnya.
(Kamu boleh menikmati wanita itu sekarang.Aku ingin kamu menikmatinya bersama sama dengan temanmu.Dan jangan lupa untuk merekamnya sebagai kenang kenangan untukku nanti.)
Kirim..
Casandra tersenyum puas,Cristian sudah sangat dekat dengannya.Dia sudah tak memerlukkan Mala lagi.
Biarkan Mala menjadi santapan kelima orang suruhannya.
โ๏ธโ๏ธโ๏ธโ๏ธ
Drrttt drttt drttt
Kenny terbangun dari tidurnya.
"Hallo.."
"Tuan saya sudah mendpaatkan lokasi brerakhir sang pemilik nomor yang barusan kirimkan padaku."
"Segera kirimkan padaku."
"Tapi tuan harus bergegas sekarang."
"Kenapa memangnya."
"Saya berhasil menyadap nomor itu dan tuan liat saja pada ponsel tuan,saya sudah mengirimkan tangkapan layar percakapan terakhir mereka pagi ini."
"Baiklah aku akan mencoba melihatnya."
"Segeralah tuan."
Kenny menutup sambungan telponnya dan membuka pesan masuk dari orang kepercayaannya barusan.
"Nomor Casandra mengirim pesan pada nomor tak dikenal ini?"
(Kamu boleh menikmati wanita itu sekarang.Aku ingin kamu menikmatinya bersama sama dengan temanmu.Dan jangan lupa untuk merekamnya sebagai kenang kenangan untukku nanti.)
__ADS_1
Kenny membacanya dan amarahnya langsung meluap luap...
Dia mengirim langsung isi pesan itu kepada Cristian.Dan segera mengirimkan lokasi keberadaan sang penelpon kepada Cristian.