Cinta Gadis Buta Huruf

Cinta Gadis Buta Huruf
Syarat Casandra


__ADS_3

Bab 25


"Ayo bersiap-siap,"


Pagi ini Cristian memintaku untuk membereskan semua barang-barang kami.Setelah semalam adegan-adegan panas yang Cristian berikan dan tak terlupakkan. Akhirnya membuat hatiku sedikit lega.Betapa tidak kami telah menghabiskan waktu di hotel ini selama satu minggu penuh.Tanpa pernah keluar dari kamar.


"Hari ini kita akan pulang.Kakek dan nenek pasti sudah kangen denganmu,sayang."


"Apalagi kita nggak memberitahu pada mereka seminggu ini kita kemana,"


"Kalau begitu,bolehkah aku menelpon nenek,memberitahukan pada mereka kalau kita akan segera tiba di rumah?"


"Jangan dulu sayang,kita akan memberi kejutan pada mereka hari ini,dengan kedatanganmu.Selama satu minggu aku berdua denganmu aku mematikan ponselku.Nggak ada yang tahu kita berada di sini."


Cristian mengecup pucuk kepalaku dan memelukku dalam dekapan hangat dada bidangnya.Kuakui aku merasa nyaman diperlakukan seperti ini olehnya.


"Aku mencintaimu Mala,dan akan selalu mencintaimu selamanya."dia mendekapku erat sekali,seakan ini hal yang terakhir yang bisa dia lakukan untukkku.


"Ayo kita berangkat."


Setelah semua barang barang kami dimasukkan ke dalam mobil,Cristian melajukan mobil ini menuju ke rumah.


Dua jam perjalanan yang kami tempuh,


Sampailah di depan rumah besar milik keluarga Adiwijaya yang dulunya adalah mantan majikanku.


Betapa bahagianya aku,karena banyak sekali cinta yang ku dapatkan dari keluarga ini.


"Mala sayang."Nenek sepertinya terkejut dengan kedatangan kami.Dia segera keluar dari rumah menyambutku dengan tangan terbuka.


Dan merangkulku dengan kerinduan yang sudah lama tak tersampaikan.


"Kamu bawa kemana cucu nenek selama seminggu ini,Crist."tanya nenek dengan wajah yang dibuat sedang marah pada Cristian.


"Ada lah nek,itu rahasia pasangan suami istri.Nenek jangan kepo."ucap Crist dengan mengedipkan sebelah matanya padaku.


Aku tersenyum melihat tingkah suamiku ini.


Nenek memanyunkan bibirnya.


"Ahh,kamu kan tahu kakek dan nenek sudah kangen sama Mala.Malah dibawa pergi jauh lagi."Lanjut nenek dengan sedikit kesal.


"Ayo sayang kita masuk ke dalam rumah."Nenek menuntunku dan masuk ke dalam rumah.


Kakek dan nona Margareth mendekati kami.Dengan wajah bahagianya kakek menyambut kedatangannku.


"Kamu kemana aja Mala,kok aku hubungi ponselnmu nggak aktif."


"Iya nona,ponselku ketinggalan di rumah peternakkan."Nona Margareth ternyata menghubungi ponsel yang tertinggal di rumah peternakkan.


"Ayo kita masuk,makan siang dulu ya.Kamu pasti capek nak."


Aku hanya menganggukkan kepalaku.


Di meja makan yang begitu besar ini,Kakek dan nenek serta nona Margareth dan Cristian duduk menyantap makanan ini dengan lahap.


"Hai Mala,"


Casandra dengan dasternya yang agak ketat,menampilkan bentuk tubuhnya yang sudah agak mulai melebar.Dengan perut yang sedikit membesar.Datang dan duduk di meja makan bersama-sama dengan kami.


"Senang sekali yah,punya suami seorang pebisnis tersibuk.Tapi masih punya waktu berduaan dengannmu,gadis kampung."


Kata-kata Casandra menusuk hatiku,sakit sekali rasanya.


"Casandra,jaga mulutmu itu."Ucap kakek yang tak terima dengan perkataan Casandra barusan.


"Ya kakek,Casandra mengerti.Apalah artinya Casandra di rumah ini.Hanyalah sebagai pajagan di rumah besar Adiwijaya."

__ADS_1


"Casandra penasaran,jika nanti semuanya berbalik,apa akan sama perlakuan cucu kakek Victorio Adiwijaya kepada Casandra."


"Apa maksudmu Casandra?"


"Sudahlah kek,jagan diladeni perkataan Casandra."nona Margareth menengahi pembicaraan mereka.


Aku hanya bisa tertunduk sedih.


Drrtt drrrttt drrttt


Ponsel kakek berdering,entah siapa penelponnya.


"Hallo, iya saya Victorio Adiwijaya."


"Ada apa?"


"APA???"


"Bagaimana bisa terjadi seperti itu?"


Kakek memegang dadanya.Dengan perlahan kakek jatuh ke lantai dan tak sadarkan diri lagi.


Semua mata mengarah pada kakek,dan berteriak bersamaan..


"KAKEK.."


Nona Margareth segera meraih ponsel kakek dan mendengarkan apa yang dikatakan sang penelpon.Sedangkan Cristian segera memanggil sopir pribadi rumah ini,untuk segera melarikan kakek ke rumah sakit.


"Siapa yang menelpon kak,"


Saat Cristian melihat nona Margareth mematikan ponselnya.


"Perusahaan kita di ambang kebangkrutan,Crist.Ada yang memanfaatkan situasi,saat kau pergi selama satu minggu terakhir ini."


Casandra tersenyum miring,Cristian yang melihatnya lalu mendorong tubuh Casandra.


"Apa ini semua ada hubungannya denganmu,huuh?


"BOHONG."


Emosi Cristian sudah meledak, bersamaan itu Pak Parman masuk,hendak mengantar kakek ke rumah sakit.


Semuanya pun mengikuti mobil yg mengantar kakek menuju ke rumah sakit.


Di rumah sakit,kakek dibawa masuk ke ruangan ICU.Semuanya menunggu dengan hati yang tak menentu.


Hingga hari ke lima kakek tak sadarkan diri.Crist lalu pergi mencari dokter yang menangani kakek.


Tok tok tok


"Masuk,"suara dokter dari dalam ruangannya.


"Oh tuan Cristian,mari masuklah."


Setelah itu Cristian duduk di hadapan dokter Wisnu.


"Dok,apa kakek saya akan terus nggak sadarkan dirinya,apa kakek saya bisa sembuh secepatnya.?"Cristian berharap masih ada kesempatan buat kakeknya untuk sembuh.


"Tuan Cristian,kondisi kakek anda memang sangat serius.Penanganan medis disini hanya mampu seperti yang di dapatkan oleh kakek anda.Kalau tuan mau mendengar saran saya,akan lebih baik tuan Victorio mendapatkan perawatan yang lebih baik.Bawalah kakek anda ke pusat perawatan di Jerman.Disana peralatan medis untuk menangani kakek anda lebih bagus,dan dokter-dokternya terkenal handal di seluruh dunia."


"Baiklah dok,aku akan segera mengurusnya."


Cristian langsung memberitahukan tentang rencananya untuk segera menerbangkan kakek ke Jerman.


"Sepertinya kita nggak akan bisa membawa kakek ke Jerman,Crist."Dengan raut wajah sedihnya nona Margareth bicara pada Cristian.


"Kenapa kak,apa maksudnya kakak mengatakan seperti itu.?"

__ADS_1


"Semua rekening kita termasuk rekening perusahaan atas namamu dan kakek sudah dibekukan oleh pihak notaris."


Cristian membelalakkan matanya tanda tak percaya apa yang di dengarnya.


"Kita sudah nggak punya biaya sepeser pun untuk pengobatan kakek."jawabnya sedih.


"Kecuali ada satu jalannya Crist,"


"Apa itu kak?"wajah Crist tampak berbinar.


"Pergilah menemui Casandra.Minta ia kembalikan hakmu.Semua perusahaan kita sedang di bawah kendali orang tuanya.Merekalah penyebab kehancuran perusahaan kita."


Cristian menggeram kesal dan emosi segera mencari Casandra.


Di rumah,Casandara sedang duduk manis di kamarnya.


"Casandra aku minta kembalikan aset perusahahnnku.Semua isi tabunganku dan perusahhaanku yang sudah kau curi dariku.


"Tenanglah Crist,aku akan mengembalikannya padamu,hanya dengan satu syarat."sambil menyunggingkan senyum liciknya.


"Apa syaratmu,?"


"Ceraikanlah Mala,dan jadikan aku satu-satunya ratu di dalam hatimu.Kita akan kembali memulai semuanya dari awal."


"Nggak,sampai kapan pun aku nggak akan menceraikan Mala.Dia adalah istriku yang paling kucintai saat ini."


"Baiklah kalau itu maumu,kita akan lihat sebesar apa cintamu kepada Mala."


Aku hanya bisa mendengar semua keinginan Casandra di balik pintu.Ada rasa bahagia di dalam hati saat Crist berkata pada Casandra kalau dia sangat mencintaiku.


Drrtt drrrrt drrrtt..


"Hallo Crist,apa kau sudah bicara pada Casandra?"suara nona Margareth terdengar panik di ujung telpon yang digenggam Cristian.


"Sudah kak,tapi dia memberikanku syarat,"


"Apa syaratnya Crist,kalau kita bisa penuhi lakukan."


"Tapi syaratnya aku harus menceraikan Mala,dan aku nggak mau itu sampai terjadi."


Nenek mengambil ponsel dari tangan nona Margareth.


"Crist..tolonglah kakekmu nak.Nenek nggak ingin kehilangan kakekmu.Jika kau bisa penuhi syaratnya lakukanlah Crist,demi kakek."


"Kakekmu drop lagi,nenek takut terjadi apa-apa padanya."


"Tapi nek,syaratnya sangat berat."


"Apa syarat yang diminta oleh Casandra nak."


"Casandra meminta Crist menceraikan Mala nek."


Nenek langsung terdiam,dan tak bisa menjawab suara Cristian.


Lama nenek terdiam,


"Di mana Casandra nak?"


Nenek mau bicara dengannya.


"Hallo nenek tersayang,apa kau sedang merindukan aku?"


Cristian memberikan ponselnya kepada Casandra.


"Aku meminta satu syarat padamu.Jika Cristian menceraikan Mala,aku ingin rumah dan peternakkan milikku dan suamiku dialihkan menjadi milik Mala."


"Apa kau setuju..?

__ADS_1


"Baiklah nenek ku sayang.Aku nggak membutuhkan rumah peternakkan itu,jadi aku akan mengabulkannya ."


Aku berlari menuju ke kamarku.Menangis dan merasakan sesak di dada.Baru kemarin aku dan Cristian mengecap kebahagian.Dan hari ini aku harus merelakannya.


__ADS_2