
Di kediaman keluarga Hermanto,
Tuan Ferdy Hermanto dan nyonya Anisa Hermanto sedang duduk di ruang keluarga. Mereka menikmati kopi dan aneka camilan di atas meja,Casandra masuk ke dalam rumah mewah kedua orang tuanya.
Wajahnya yang kelihatan kesal membuat kedua orang tuanya saling menatap.
Dia langsung duduk di sofa sebelah mamanya.
"Ada masalah apa kamu,hingga wajahmu begitu kesal seperti itu nak?"
Tuan Ferdy ingin tahu apa yamg terjadi pada anaknya.
"Apa papa tahu,kalau perempuan buta huruf itu telah kembali,ternyata dia belum mati."
"Siapa yang kamu maksud nak?"
Nyonya Anisa kenal betul dengan tabiat anaknya.Jika dia menginginkan sesuatu dia akan berjuang mengambil apa yang dia inginkan,walau dengan cara yang kotor sekali pun.
Papa dan mama Casandra tak bisa menghentikannya.
"Siapa lagi kalau bukan mantan istri Cristian ma,"
"Dia nggak mati pada saat aku bakar dia hidup hidup di perternakkan."ucap Casandra dengan hati yang penuh dengan kekesalan
dan kemarahan.
"Sekarag dia datang ke kehidupan kami lagi,di saat Cristian sudah mulai memberi perhatiannya padku."
"Ma pah,tolong aku."
"Apa lagi yang kamu inginkan nak."tuan Ferdy selalu berlaku lembut kepada anaknya.
"Aku ingin Mala mati agar dia nggak akan menjadi penghalang cintaku bersama Cristian."
"Lalu apa rencanamu sekarang?"
Casandra terlihat memikirkan sesuatu.
"Aku mempunyai rencana besar,aku ingin papa dan mama mendukungku."
Casandra lalu menceritakan rencananya kepada kedua orang tuanya.
Orang tuanya mengangguk setuju.
Kedua orang tua Casandra sangat mencintainya.Sejak kecil Cassandra sudah dimanjakan,apa pun yang dia inginkan harus segera dituruti.
Termasuk menginginkan Cristian,yang adalah anak dari musuh kedua orang tuanya.
Mereka terpaksa menyetujui pernikahan putrinya dengan Cristian,walaunpun mereka juga tahu pernikahan Casandra adalah hasil paksaan Casandra kepada orang tuanya.
Tuan Ferdy dan nyonya Anisa hanya mengangguk setuju dengan menyetujui keinginan anaknya .Segala keinginan putri tunggal mereka,tuan Hermanto siap melakukanya,demi kebahagiaannya juga.
"Baiklah,aku akan pulang sekarang.Saat aku akan memulai rencana kita aku akan menghubungi papa dan mama."
Tuan Ferdy menganggukkan kepalanya,sedang nyonya Anisa mengantar putrinya keluar.
"Kamu yakin dengan rencanamu sayang?"
"Iya mah aku yakin,dan aku akan berhasil menyingkirkan Mala kali ini."Casandra tersenyum puas dalam benaknya dia berpikir bahwa dialah pemenangnya sekarang.
Casandra mengemudikan mobilnya meninggalkan rumah mewah kedua orang tuannya.
ππππ
"Apa kamu bisa mengantarkan aku menemui Mala,aku mohon Anastasia."Cristian memohon pada Anastasia berharap Anastasia memberitahukan padanya dimana Mala tinggal selama ini.
Anastasia melihat kesungguhan hati Cristian,sorot matanya yang menyiratkan kerinduan yang begitu dalam.
"Ya sudah aku akan memberikan alamatnya padamu.Tapi ingat jangan pernah melakukan kesalahan lagi yang dapat menyebabkan hati Mala sedih.Cukup dengan kepergian Devan dia merasa sangat terpukul jangan kau tambah lagi beban di hatinya."
"Aku berjanji Anastasia,nggak akan menyakitinya lagi."ponsel Cristian berbunyi,Anastasia mengirimkan alamat tempat tinggal Mala dan Kenny.
"Aku akan meminta maaf pada Mala,terima kasih Anastasia."
"Ya,aku harap kamu akan di maafkan olehnya,setelah perbuatan jahatmu padanya."dokter Anastasia membuang mukanya.
Cristian ingin segera pergi mencari keberadaan Mala.Dia pun pamit pada semua orang rumah itu.
"Crist,"
Cristian menoleh,Margareth memanggilnya.
"Sampaikan salam ku untuk Mala,katakan aku pun merindukannya."
Cristian menggangguk dan tersenyum pada kakaknya.
Cristian tiba di depan apartemen Kenny,berulang kali di menekan bel.Namun tak ada orang yang membuka pintu baginya.
Cristian lalu mengambil ponselnya dan menelpon Anastasia.
"Hallo Anastasia,aku sudah berada di apartemen Kenny.Namun tak ada yang membuka pintu bagiku."
"Tenanglah Crist,aku akan mencoba menghubungi Kenny terlebih dahulu."
"Baikah aku menunggu kabar darimu."
Sepuluh menit kemudian,
"Halo Crist,baik ponsel Mala atau pun Kenny tak ada satu pun yang aktif.Aku nggak tahu mereka ke mana."
"Kalau begitu,apakah kamu bisa memberi tahu dimana makam anakku?"
"Ya aku akan memberitahukan padamu,dimana makam Devan berada."
Cristian lalu bergegas meninggalkan apartemen Kenny.
Dan melajukan mobilnya menuju pemakaman Devan,sebab Anastasia sudah mengirimkan lokasinyan pada ponsel Cristian.
Lebih baik dia tak membuang waktu untuk menunggu Mala dan Kenny disini.
__ADS_1
Tapi dia akan datang lagi nanti,begitu pikiran yang ada di dalam hatinya.
Cristian melangkah ragu,menuju tempat peristirahatan terakhir putranya.
Setelah penjaga makam menuntunnya menuju makam putranya itu.
Di batu nisannyan tertulis indah nama putranya.
DEVANNO PUTRA CRISTIAN
Lahir,29 july 2017
Wafat,29 july 2021
Cristian berlutut di makam itu,tak terasa air matanya keluar.Dia menangis sekeras kerasnya.
Ada rasa sakit seperti tertancap pisau di dalam hatinya.
"Maafkan papa sayang,maafkan papa."
"Papa sudah menyebabkan kepergianmu.Kalau saja papa tak mengikuti keegoisan hati papa.Pasti papa saat ini masih merasakan keberadaanmu.Maafkan papa sayang."Cristian terus menangis dan meminta maaf kepada batu nisan di hadapannya.
Lama Cristian duduk dan menangisi kepergian putranya.Dia tak menyangka kepergian putranya membuatnya merasa bersalah yang begitu besar di hatinya.
Dalam doanya di hadapan makam putranya.
"Papa janji nak,papa akan kembali mencintai mama.Papa akan menjadikan mama sebagai pendamping hidup papa sepanjang hidup papa.Tak perduli rintangan apa yang akan menghampiri papa,"
"Papa akan menjadikan mama Mala sebagai satu satunya dalam hidup papa selamanya.Papa ingin menebus semua kesalahan papa di masa lalu,dan kembali menata hidup papa menjadi bahagia bersama mama Mala selamanya."
"Itu janjiku nak,papa bersumpah di depan makammu akan menepati janji papa kepadamu.Apa pun konsekuensinya."Cristian menangis terisak isak,ada penyesalan yang begitu dalam di hatinya.Setelah lama menangisi makam putranya,Cristian mulai mendoakan putranya agar dia mendapatkan tempat yang layak di Surga.
Lalu Cristian tunduk dan berlulut mencium makam Devan.Dan berdiri meninggalkan pemakaman dengan hati yang hancur.
β€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈ
Mobil Cristian masuk ke halaman rumah mewah mereka.
Hatinya kacau,tak bisa mendapatkan dimana keberadaan Mala saat ini.
"Selamat sore tuan,"
Dokter Gina,menyapanya.Dokter Gina yang selama ini merawat nenek.
"Selamat sore juga dok,bagaimana keaadaan nenek selama in?"
"Udah bagus tuan,nenek anda sudah menampakkan perubahan pada kesehantannya.Dia sudah bisa memulai dengan merespon ucapan kita dengan ucapan ya.Itu sudah kemajuan yang luar biasa,tuan."
"Apa itu benar nek?"
Tanya Cristian lembut.
"Ya."Walau masih belum terdengar jelas,tapi Cristian bahagia.
"Terima kasih dok.Aku mohon tolong rahasiakan ini dari Casandra."
"Baik tuan."
"Iya dok,apa kamu mempunyai keluhan selama mengurus nenekku?"
"Bukan begitu tuan,maksudku.."
Saat dokter sedang akan melanjutkan kata katanya,Casandra masuk ke dalam kamar nenek.
"Kamu udah pulang Crist?"
"Ya."jawab Cristian singkat.
"Ada apa dengan Cristian,kenapa dia begitu acuh padaku saat ini?"gumam Casandra dalam hatinya.
"Mau kubuatkan kopi untukmu.?"
"Nggak usah."lagi Cristian menjawabnya sesingkat mungkin.
Hati Casandra semakin dongkol.
"Kenapa Cristian mendadak berubah?"Casandra bingung dengan sikap Cristian padanya.
Lalu dia keluar dari kamar nenek.
"Dok,silahkan lanjutkan tadi mau bicara apa?"Cristian kembali melanjutkan percakapannya dengan dokter Gina.
"Begini tuan,setelah saya menyelidiki dan mengetes darah nenek tuan,sepertinya nenek anda sakit bukan karena faktor usia melainkan ada kesengajaan di dalamnya."
"Maksud dokter bagaimana,saya nggak ngerti."
"Tuan saya pernah mengambil darah nyonya dan saya periksa di laboratorium tempat saya bekerja.Dari sana hasilnya sangat mengejutkan saya,karena di dalamn darah nyonya terdapat banyak sekali kandungan obat obat kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia.Sepertinya nyonya pernah diberi minuman atau dalam bentuk suntikan sebuah obat yang sangat berbahaya bagi tubuh manusia.Obat itu sangat keras jika selalu disuntik dengan dosis tinggi dapat menyebabkan kelumpuhan fisik mau pun kelumpuhan syaraf.Dan itu yang terjadi pada nenek anda."
"Jadi nenek saya sakit karena ada unsur kesengajaan yah dok."
"Kira kira seperti itu tuan."
"Apakah ada kemungkinan nenek saya bisa sembuh."
"Tentu saja tuan,nenek anda bisa sembuh kalau kita selalu mengontrol obat yang diminumnya."
"Aku percayakan semuanya pada anda dok,tolong sembuhkan nenek saya."
"Saya akan membayar dokter lebih banyak lagi jika nenek saya bisa sembuh total."
πΌπΌπΌ
Empat jam perjalanan di tempuh Kenny dan Mala.
Rumah yang dulu adalah rumah reot,beratapkan alang alang,dinding dinding yang sudah lubang dimana mana.Kini telah berubah menjadi rumah mewah minimalis,halaman depannya dibangun sebuah toko kelontong yang cukup besar,demi untuk menopang hidup bapak dan ibunya.
Ya itu semua adalah jerih payah Mala selama bekerja di peternakkan.Peternakkan milik keluaraga Victorio Adiwijaya dan nyonya Elisabet Adiwijaya..Ada rasa bangga menyelimuti hati Mala,melihat kehidupan bapak dan ibunya kini telah berubah.
Ini pertama kalinya Mala kembali menginjakkan kakinya di kampung halamannya.
__ADS_1
Mala turun dari mobil Kenny,dan mulai masuk ke dalam halaman rumah yang ada di hadapannya.
Saat Mala hendak mengetuk pintu,ibu Mala keluar namun apa yang dilihat di hadapannya sungguh membuat dia kaget.
Mala memberikan senyumnya pada ibunya.
"BAPAK.."
Ibu Mala,berteriak histeris melihat wajah putrinya yang dikira sudah meninggal tampak di hadapannya.
"Ada apa bu."bapak Mala berlari tergopoh gopoh dari arah belakang rumah.
Saat melihat siapa yang ada di hadapan mereka,bapak Mala tak kalah terkejutnya.
"MALA,"keduanya berteriak bersamaan.
Mereka tak percaya apa yang mereka lihat saat ini.
"Bapak ,ibu.,"Mala bergantian menciumi tangan bapak dan ibunya.
Mala merangkul keduanya dengan hati yang dipenuhi kerinduan.
Ibu Mala,menangis tersedu sedu.
"Pak apakah aku sedang bermimpi?"
"Nggak bu,kalau ini mimpi kenapa kita bisa melihat dengan jelas anak dihadapan kita?"
"Ibu,bapak..."Mala merangkul keduanya.
Pelukan hangat dan kerinduan yang sudah lama terpendam di dalam hati.
"Ibu sangat merindukanmu nak."tangis ibu Mala akhirnya pecah.
"Mala yang mereka kira telah tiada hari ini kembali ke rumah."
Lama mereka saling melepas kerinduan,saling memeluk dan saling bertukar cerita.Bagaimana keadaan dan kondisi Mala selama ini.
"Jadi selama ini,kamu di Paris nak?"
"Ya ibu,"
"Ibu juga turut berduka atas kepergian cucu ibu nak."Dengan berderai air matanya ibu memeluk Mala.
Kenny yang sejak tadi melihat kesedihan di keluarga ini tak bisa menahan dirinya.Dia juga turut menangis.
"Kalau begitu aku pamit pulang dulu,Mala"
"Loh,nak jangan pulang dulu.Beristirahatlah sebentar di sini.Besok pagi barulah kamu pulang."Ibu Mala meminta Kenny untuk menginap untuk semalam di rumahnya.
"Baiklah kalau begitu."
Malam ini mereka habiskan waktu dengan bercanda ria.Dalam hatinya Kenny merasa sangat bahagia melihat keluarga yang hangat ini.Dalam kesederhaan mereka masih bisa saling menguatkan.
Pagi pagi sekali Kenny bersiap untuk kembali pulang.Ada urusan mendadak di kantornya yang mengharuskan dia untuk kembali pulang.
Mala mengantarnya di depan mobil.
"Hat hati di jalan Kenny,"
"Kamu juga jaga diri kamu baik baik disini.Aku akan kembali lagi nanti menjemputmu kemari.Aku ingin mengajakmu kembali ke Paris.Sekarang tenangkanlah dirimu dulu."
"Mala mengangguk."Mala dan Kenny sudah bicara semalam,kalau Mala akan tinggal sementara di rumah bapak dan ibu.Untuk menenangkan dirinya,selama yang diinginkan Mala.
Mobil Kenny pun meluncur meninggalkan rumah keluarga Mala.
Dalam perjalanan hati Kenny terasa hampa,merasa ada sesuatu yang hilang dari hidupnya.
Selama ini Mala selalu bersamanya dan kini dia melepaskan Mala kembali tinggal bersama kedua orang tuanya.Ada rasa sakit dalam hatinya,dia meninggalkan Mala di sana.
"Tunggulah Mala,aku akan kembali datang menjemputmu."
Kenny bergumam sendiri dalam hatinya,sambil mengemudikan mobilnya menuju ke kota.
Perjalanan yang sungguh sangat melelahkan sebenarnya.Namun Kenny melakukannnya dengan senang hati buat Mala apa pun dia akan lakukan.
πΌπΌπΌπΌπΌ
Kenny masuk ke area parkir apartemennya.Serta memarkirkan mobilnya lalu menuju ke lantai tujuh dimana tempat tinggalnya sudah dia tinggalkan dua hari ini.
Perjalanan yang cukup melelahkan,Kenny berjalan pelan masuk ke dalam lift.
Saat lift terbuka,tampak seorang pria sedang berdiri tepat di depan pintu apartemennya.
Pria itu membelakangi Kenny,dia mendekatinya dan memegang pundak pria itu.
Deg,
Saat pria itu berbalik dan menatap wajahnya.Hati Kenny langsung menjadi sakit,ada kemarahan yang membuncah di dadanya.
"Apa yang kau lakukan di depan apartemenku?"Kenny bertanya dan masih menahan amarahnya.
"Kenny,di mana Mala.Aku ingin bertemu dengannya."Cristian memohon padanya dengan suara yang sedikit serak.Matanya sembab mungkin habis menangis,tapi Kenny tak memperdulikannya.
"Untuk apa kamu mencari Mala?"
"Tolonglah Kenny,aku ingin bertemu dengan Mala,aku ingin meminta maaf kepadanya.Aku salah,aku egois,aku menyesalinya.Aku telah salah paham pada kalian hingga membutakan hatiku untuk mendengarkan permohonan Mala waktu itu."
BUUUKKKK BUUUKKKKHHH BUKKKKHHH
Tiga kali Kenny meninju tubuh Cristian hingga tubuhnya ambruk.
Dengan kemarahan yang meluap luap,Kenny menarik kerah baju Cristian dan melayangkan tinju sekali lagi ke wajahnya.
"Apa kamu ingin bertemu dengan Mala,untuk apa?
Untuk menyakiti hatinya lagi dengan permintaan maafmu,dengan penyesalannmu,dengan keegoisanmu apakah kamu bisa mengembalikan putra Mala ke pangkuannya,HUUH?"
Kenny berteriak keras di depan wajah Cristian,dengan air mata yang berlinang di pipinya.
__ADS_1
"Kenapa baru sekarang kau datang,di saat Mala telah kehilangan putranya."