
Bab 53
Persidangan pertama untuk kasus yang dibuat oleh Casandra,berlangsung dengan kericuhan yang terjadi.Tuan Ferdy Hermanto tak terima Casandra dan para orang suruhannya mendapat hukuman 10 tahun penjara.
Semua aset aset milik perusahaan keluarga Adiwijaya yang diambil oleh keluarga Ferdy Hermanto,dikembalikan kembali pada Cristian.
Keputusan itu membuat tuan Ferdy Hermanto terlihat geram,dia tak menerima semua hasil jarahannya dalam perusahaan Adiwijaya dikembalikan lagi haknya pada Cristian.
Dan terlebih lagi seharusnya Casandra mendapatkan keringanan,dia hanya menyuruh melecehkan Mala namun tidak untuk pembunuhan yang menyebabkan Kenny meninggal.
Seharusnya orang suruhannyalah yang menanggung penjara selama 10 tahun.Bukan Casandra.
Namun hakim tetap pada keputusannya.
Casandra hanya bisa menitikkan air matanya.Di dalam benaknya dia sudah membayangkan betapa hidup dalam penjara sama halnya adalah kematian buatnya.
Dua minggu berada di penjara selama sebelum persidangan di adakan,Casandra sudah merasakan penyiksaan penyiksaan dari narapida yang lain.
Dia tak bisa membayangkan akan hidup dan bertahan di dalam penjara selama sepuluh tahun dengan penghuninya yang sangat menjijikkan baginya.
Dan lebih menyakitkan baginya,sehari setelah persidangannya dilakukan,Cristian menggugat cerai dirinya.
"Nyonya Casandra."seorang sipir memanggilnya yang tengah duduk di pojok ruangan selnya.
"Iya pak."
"Silahkan ikut saya menuju tempat persidangan."
"Apa saya akan dibebaskan pak?"
"Nggak.Tapi anda harus mengikuti satu persidangan lagi."
"Persidangan apa maksud bapak?"
"Sidang perceraian anda yang digugat oleh suami anda."
Casandra menggeleng seakan tak mempercayai kata kata pak sipir barusan.
"Nggak mungkin pak,saya nggak mau bercerai."teriaknya dengan nada yang keras.
"Tapi anda harus mengikutinya.Tak ada pilihan lain untuk anda sekarang."Tegas pak sipir yang mengantarnya kembali ke tempat persidangan.
Bagi Cristian inilah waktu yang tepat baginya untuk menyingkirkan Casandra dari dalam hidupnya.
Cristian begitu tak perduli dengan Casandra.Sedikit pun dia tak menoleh ke arah Casandra yang meminta belas kasihannya.Namun hati Cristian benar benar telah beku.Bagaimana pun caranya dia harus bisa pergi dari hidup Casandra.
Casandra tak menerima keinginan perceraian ini."Bagaimana pun bagiku pernikahanku ini hanya untuk sekali seumur hidup Crist."
"Pernikahan ini sungguh sudah nggak bisa diteruskan,yang mulia hakim."
Hakim mendengarkan semua penuturan Cristian dengan cermat.
Cristian membeberkan kondisi kehidupan rumah tangganya yang tak bahagia.
"Ini bukti bukti kejahatan wanita ular ini selama dia menjalin hidup rumah tangga denganku."
Hakim menerima bukti buktinya dan melihat semua kejahatan Casandra pada neneknya,zat kimia yang tak bagus untuk tubuh disuntikkannya berkali kali pada nyonya Elsabeth.
Tanpa di duga Casandra,yang terakhir Cristian menyerahkan hasil tes dna miliknya dan Ellna sama sekali tak ada kecocokan di dalamnya.
"Bohooooong...."
" Yang mulia,putriku Ellena adalah anak kandung Cristian."
Hakim mengamati dengan seksama bukti bukti yang Cristian berikan padanya.
Untuk lebih banyak meneliti semua pernyataan Cristian,sidang ditunda satu minggu lagi.
Casandra berteriak histeris,dia tak bisa menerima perceraiannya dengan Cristian.
"Cristiannnnn,aku pastikan kalau Ellena adalah putrimu.."
Casandra digiring paksa lagi oleh petugas dan diantar kembali menuju sel.
Cristian tersenyum tipis,hatinya terasa tercabik cabik oleh semua yang sudah dia alami bersama Mala.
Karena ulah Casandra dia harus berpisah secara terpaksa dengan Mala.
Jika saja dia memiliki pendirian yang tetap,dan lebih memilih hidup bahagia bersama Mala.
Jika saja dia tak berpisah dengan Mala,mungkin kejadian kemarin saat Kenny meregang nyawa tak pernah terjadi.
Dalam benaknya dia benar benar sudah yakin ingin meninggalkan Casandra dan mencoba memperbaiki hubungannya dengan Mala.
Hanya Mala yang sanggup merebut hatinya dalam hitungan waktu
yang sangat singkat.
Apa pun yang terjadi dia ingin meyakinkan Mala kalau dia benar benar akan menjadi pendamping hidup bagi Mala seutuhnya.
Cristian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Dia ingin sekali untuk cepat tiba di rumahnya.Sebab nenek sudah menunggu kedatangannya.
"Bagaimana persidangannya saat ini nak?"
"Masih ditunda satu minggu lagi nek."
"Baguslah kalau begitu,kamu juga harus bersabar satu minggu lagi,setelah semuanya selesai baru kita akan menemui Mala."
Cristian menghela napas panjang.
"Selama kamu masih bersatus sebagai suami Casandra pasti akan membuat Mala akan semakin menjauhimu nak."
"Lebih baik memilih bersabar sedikit lagi,saat semuanya sudah selesai barulah kau bisa menemui Mala."
"Ya nenek,aku mau memperbaiki kesalahanku.Aku takut Mala tak bisa memaafkan aku."
"Tenanglah nak,jangan dulu kau pikirkan itu.Fokuslah memikirkan perceraiannmu."
Cristian menggangguk setuju.
"Lalu bagaimana dengan Ellena?"
"Nek,aku sangat menyanyanginya seperti putriku sendiri.Namun kesalahan ibunya tak bisa kumaafkan lagi.Aku masih ingin menjadi papa buat Ellena selamanya.Kalau bisa aku akan mengambil hak asuhku untuk Ellena,agar dia tetap bersamaku."
"Nenek yakin semua keputusanmu adalah yang terbaik,apa pun itu nenek selalu memihakmu sayang."
Nenek Elisabeth memeluk erat cucunya.
Baginya cucu kesayangannya sudah melewati hari hari buruk selama ini.Dia akan selalu mendukunng cucunya ,janji nenek Elisabeth dalam hatinya.
"Pergilah ke kamarmu dan istirahatlah nak,"pinta sang nenek.
Nenek sangat mengerti hati Cristian yang sudah sangat kacau.
Cristian melangkah pelan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
❤️❤️❤️❤️
"Papa.."
Suara anak perempuan kecil itu mendekati Cristian.
"Iya sayang,anak manis papa kemarilah."
Ellena mendekati Cristian dengan berlari kecil.Cristian merentangkan kedua tangannya,menangkap tubuh kecil putri cantiknya lalu mengangkatnya dalam gendongannya.
"Papa,kapan mama Ellena akan kembali.Ellena sangat merindukannya."
"Anak sayang papa,mama Casandra ada di sebuah tempat yang sangat jauh.Belum bisa pulang."Cristian ingin dia berhati hati menjelaskan keadaan Casandra pada Ellena.
"Apakah mama Ellena nggak mau pulang?"
"Bukan begitu sayang,mama Casandra sedang nggak ingin diganggu oleh siapa pun saat ini."
Cristian membawa Ellena masuk ke kamarnya dan mendudukkan anak perempuan kecil itu di atas ranjang.
Dia tahu Ellena pasti masih ingin banyak bertanya tentang Casandra.
Anak kecil ini selalu banyak bertanya oleh karena keingin tahuannya yang sangat besar dalam dirinya.Kadang kadang membuat siapa pun kewalahan menjawab pertanyaannya.
__ADS_1
"Papa,apa mama Ellena sudah melupakan Ellena"
Mata kecil anak itu sudah mulai berkaca kaca.
"Sssttt anak manis,Ellena adalah putri kesayangan mama Casandra."
"Jadi dia nggak akan meninggalkan Ellena sendirian"
"Tapi papa,sudah lama sekali Ellena bobo sendiri tanpa di temani oleh mama.Nggak ada yang bacakan dongeng lagi buat
Ellena.Ellena merasa kesepian."
"Anak sayang,kemarilah."
"Cristian lalu memeluk tubuh kecil Ellena.
Ini juga salahnya,selama ini dia terlalu bersemangat untuk mengurus perceraiannya dengan Casandra,hingga dia melupakan rutinitas setiap malam untuk Ellena sekedar untuk membaca dongeng pengantar tidur untuknya.
"Maafkan papa ya sayang,papa janji mulai nanti malam papa akan membacakan dongeng untuk Ellena."
"Tapi Ellena harus berjanji dulu sama papa."
"Janji?"
"Janji apa papa?"
"Ellena berjanji akan menunggu mama Casandra pulang,tapi nggak boleh sedih."
Ellena terdiam sesaat,
"Jika tiba tiba Ellena merindukan mama,dan air mata Ellena turun saja tanpa diminta.Apa itu akan membatalkan janji kita papa?"
Ellena dengan kepolosannya bertanya pada Cristian yang tak akan bisa dijawabnya.
Cristian terpaku sesaat,
"Papa.."
"Iya sayang,"
"Kalau Ellena menangis,datanglah kepada papa,dan katakan pada papa kalau Ellena sedang bersedih."
"Baiklah papa,"Ellena mulai tersenyum lagi.
"Ellena berjanji."sambil menunjukkan jari kelingkingnya untuk ditautkan dengan jari kelingking Cristian.
"Papa,malam ini aku ingin bobo bersama papa.Boleh kan?"
"Ya sayang,apa pun yang tuan putri Ellena inginkan.Papa Cristian akan mengabulkannya."
"Asyiiikkk..."
Cristian hanya bisa tersenyum,melihat tingkah polos putrinya.
"Aku akan tetap menjadi papa untukmu sayang."gumam Cristian dalam hatinya menatap sendu ke arah Ellena.
"Apa papa juga merindukan mama?kenapa wajah papa terlihat sedih?"
"Papa nggak sedih sayang,mata papa sedikit kelilipan."
"Benarkah?".
"Hmmm"
Setelah Cristian mandi Ellena di ajak turun olehnya untuk menikmati makan malam bersama nenek.
Rumah begitu sepi sekarang,mereka bertiga makan dalam diam.Karena aturan di rumah nenek,jika sedang makan tak boleh ada satu pun yang berbicara.
Setelah makan malam selesai,meja sudah dirapikan kembali oleh para pelayan.
"Nenek,malam ini Ellena akan bobo bersama papa.Iya kan pa?"
Sambil memandang Cristian dengan senyum manisnya.
"Oh cucu nenek,benarkah?"
"Ya.papa sudah berjanji akan membacakan dongeng untuk Ellena malam ini.Menemani Ellena bobo sampai pagi."
Nenek Elisabeth menganggukkan kepalanya.
"Sekarang sudah pukul 20.00 bersihkan kakimu dan masuklah ke kamar.Papa akan menyusulmu."
"Baik papa."Ellena segera turun dari tempat duduknya dan bergegas naik ke lantai atas menuju ke kamar Cristian.
Nenek hanya memandang anak perempuan kecil itu dengan sedih.
"Bagaimana kalau Casandra akan merebutnya dari kita Crist,"
"Itu nggak akan mungkin nek,Crist yakin kita bisa mendapatkan hak asuh untuknya."
"Semoga saja nak,semoga nggak akan ada lagi masalah yang menghalangi urusan perceraian kalian."
"Iya nek."Cristian mengaminkan ucapan neneknya.
"Kalau begitu aku akan menyusul Ellena ke kamar dulu nek.Sudah lama aku nggak punya waktu untuknya.Crist ingin membacakan dongeng untuknya malam ini."
"Pergilah nak."Cristian meninggalkan nenek sendirian di ruang makan.
🌼🌼🌼🌼
Dokter Gina masuk ke ruang makan dan mendekati nyonya Elisabeth dengan senampan air minum.
"Waktunya minum obat nyonya."
Nenek mengangguk dan menerima beberapa butir obat dari tangan dokter Gina.Lalu menelannya dengan segelas air minum.
"Apa nyonya membutuhkan air lagi?"
"Sudah cukup dok."
"Kalau begitu mari saya antarkan nyonya ke kamar."
Nyonya Elisabeth berdiri dari tempat duduknya dan berjalan beriringan bersama dokter Gina menuju kamarnya di lantai atas.
Dikter Gina menyelimuti nyonya Elisabeth dengan selimut,dia melakukannya dengan baik.
"Dokter.."
Dokter Gina yang akan membuka pintu kamar hendak keluar dari kamar nyonya Elisabeth menoleh kembali kepadanya.
"Iya nyonya,apa masih ada yang nyonya butuhkan?"
Nyonya Elisabeth menggelengkan kepalanya.
"Terima kasih,sudah mengobati saya hingga sekarang saya bisa sembuh."ucapnya lagi.
Dokter Gina mendekati ranjang nyonya Elisabeth,dan duduk di kursi yang ada di dekat ranjang.
Dia menggenggam tangan nyonya Elisabeth.
"Nyonya nggak perlu berterima kasih padaku.Aku melakukan semuanya karena sudah tugasku untuk merawat orang sakit. Dan satu lagi,aku merawat nyonya dengan ketulusan hati yang aku punya.Karena aku yakin dengan ketulusan,ketelatenan dan kesabaranlah pada akhirnya bisa melihat hasilnya.Nyonya bisa sembuh secepat ini."
"Nyonya Elisabeth mengangguk,
"Kalau begitu saya permisi dulu nyonya."
Dokter Gina meninggalkan kamar nyonya Elisabeth dengan senyum dan ketulusan.
Akhirnya nyonya Elisabeth sudah bisa beristirahat dengan ketenangan..karena dia yakin dokter Gina sudah melakuakn tugasnya dengan baik.
🌠🌠🌠🌠
"Papa,ayo bacakan dongeng untukku."
"Sabar sayang,papa ingin berganti pakaian dulu dengan piama papa."
"Hmm,cepatlah."
Cristian naik ke atas ranjangnya,memperbaiki selimut untuk putrinya.
__ADS_1
"Ayolah papa."
Cristian berdehem dan mengambil sebuah buku cerita anak di atas nakasnya.Dan memulai membuka halaman pertama di bukunya itu.
"Pada zaman dahulu, di sebuah kerajaan
hiduplah seorang putri berambut merah yang baik hati . Keindahan rambut sang putri membuat burung emas tertarik untuk bertandang ke balkon kamarnya.
Putri dan burung emas pun kompak melantunkan lagu pengantar tidur untuk seluruh rakyatnya.
Berkat senandung sang putri dan burung emas, rakyatnya selalu bermimpi indah hingga fajar tiba. Namun, semua berubah ketika penyihir jahat mengubah rambut merah putri menjadi hitam.
Putri sangat sedih dan mencurahkan segala isi hatinya pada burung emas. Nasib buruk itu terus terulang hingga 2 kali.
Suatu hari, ada seorang pangeran datang ke istana. Ia memberikan sehelai rambut merah milik sang putri. Rupanya, pangeran ini adalah teman semasa kecil putri.
Beruntung, keajaiban datang dan membuat rambut sang putri kembali menjadi warna merah setelah direndam oleh sang pangeran.
Berkat ketulusan Pangeran, kekuatan penyihir jahat pun sirna. Pangeran dan putri memutuskan untuk menikah. Seluruh rakyat pun menyambut gembira berita tersebut."
HOOOAAAMMMMM
Ellena menguap dan tak disadari oleh Cristian setelah membaca dongengnya,Ellena sudah terlelap dalam tidurnya.
Cristian mengecup kening putri kecilnya.
"Mimpi yang indah sayang."
Cristian pun ikut tidur di samping putrinya.
🌞🌞🌞🌞
Satu minggu berlalu,hari ini persidangan perceraian Cristian yang ditunda akan di lanjutkan.
Cristian sudah rapi dengan stelan jasnya,dan sedang menyisir rambutnya.
"Papa.."
"Iya sayang,ayo bangun kamu akan ke sekolah kan?"
"Papa mau kemana sepagi ini?"
"Papa ingin pergi ke suatu tempat sayang."
"Apakah papa akan mencari mama Ellena?"
Cristian menatap putrinya,yang sudah hampir satu minggu ini dia menemani tidur bersamanya.
"Anak manis papa,ingat janji kita kan?"
"Hmm."Ellena menggangguk,namun raut sedih yang terpancar dari wajahnya tak bisa berbohong.
"Maafkan papa ya nak."
"Maaf untuk apa papa?"
"Maaf kalau papa belum bisa membawa mama Casandra kemari."
Ada raut kecewa di wajah putrinya ini yang tak bisa Cristian pungkiri.
"Sekarang bersiaplah,anak manis harus ke sekolah."
"Ya papa."
Cristian meminta seorang pelayan untuk membantu Ellena mempersiapkan dirinya.
Setelah Cristian mengantar Elllena ke sekolah,Critian melajukan mobilnya menuju tempat persidangan.
🌼🌼🌼🌼
Hampir tiga jam persidangan perceraian ini berlangsung.Bagi Cristian waktu berjalan sangat lambat.
Hingga akhirnya,,hakim mengetok palu sebanyak tiga kali,mengabulkan permohonan gugatan percraian yang dilayangkan Cristian.
Ada rasa kelegaan yang begitu besar di dalam hatinya.Penantiannya selama ini akhirnya dapat terwujud di hari ini.
Sedang Casandra berteriak histeris.Dia tak menerima keputusan hakim.Dan hak asuh Ellena jatuh ke tangan Cristian.
Tak salah Cristian,mempercayakan semua perkaranya kepada seorang pengacara handal di kotanya.
Cristian sudah tak sabar untuk menemui neneknya di kediaman Adiwijaya.Dia meninggalkan area parkir dan segera melajukan mobilnya dengan senang hati.
Tapi seorang pria yang sejak tadi memperhatikan jalannya persidangan menatap iba ke arah Casandra yang kembali di antar ke rumah tahanan wanita.
"Aku akan mencari tahu,anak siapa itu Casandra."gumamnya sambil memaandang mobil tahannan yang ditumpangi Casandra berlalu dan hilang ditengah keramaian jalanan kota.
Seorang pria yang selalu memperhatikan Casandra dalam diamnya.
Dan keberuntungan berpihak padanya,saat dia mendengar kabar jika Cristian Adiwijaya mengggugat cerai istrinya.Istri Cristian Adiwijaya yang menjadi pujaan hatinya dalam diam selama ini.
"Aku berjanji akan selalu berada di sampingmu.Tunggu sampai aku akan mendapatkan buktinya ."gumamnya dalam hati.
☘️☘️☘️☘️
"Hallo nek,apa nenek sudah siap?"
"Cristian sudah dalam perjalanan menuju rumah dan akan menjemput nenek."
"Nggak usah Crist,nenek udah ada di tempat parkir di gedung apartemennya sekarang."
"Baiklah nek,Cristian akan segera ke sana,menyusul nenek."Hati Cristian penuh dengan kebahagiaan.
Sebelum menuju apartemen,Cristian menghentikan mobilnya di depan toko bunga.
Membeli sebuket bunga mawar merah yang dirangkai indah sang pelayan toko.
"Spesial untuk orang terkasih tuan."sang pelayan menyodorkan bunga yang telah dirangkai itu pada Cristian.
"Terima kasih."
Cristian melanjutkan perjalanannya sendiri.
Dia bertemu dengan nenek di tempat parkir khusus apartemen.
Mereka memasuki lift dan menuju apartemen Kenny .
Saat pintu lift terbuka Cristian dengan antusias berjalan menuju pintu apartemen Kenny dan menekan belnya.
Sekitar lima menit menunggu,pintu apartemen Kenny terbuka.
"Selamat sore tuan,anda mencari siapa?"
Cristian menatap bingung ke arah pria yang membuka pintu.
"Maaf tuan,saya sedang mencari pemilik apartemen ini. "
"Saya lah pemiliknya tuan."
"Bukankah apartemen ini milik Kenny,dan ditempati oleh Mala dan nyonya Laurent?"
Cristian mencoba menerangkan pada orang dihadapannya apa yang dia ketahui.Sementara nyonya Elisabeth hanya berdiri sambil memperhatikan.
"Bukan tuan,nama saya Hans Budiman,pemilik baru apartemen ini."
"Tapi kan apartemen ini masih di tempati oleh Mala beberapa minggu yang lalu."ucap Cristian yang sudah mulai tak sabar.
"Sepertinya tuan benar,tapi sayangnya saya sudah membeli apartemen ini dua minggu yang lalu."
"Lalu kemana pemilik apartemen ini pergi."
"Kalau itu saya kurang tahu tuan.Setelah melakukan transaksi kedua wanita yang menjual apartemen ini pergi.Dan saya nggak menyimpan nomor ponsel mereka."
"Maafkan saya yang nggak bisa membantu anda tuan."
Cristian merasa kalut,kemana perginya mereka.
"Sudahlah nak,nanti kita akan mencarinya lagi.Sekarang kita pulang dulu."Nenek Elisabeth memegang pundak Cristian dan mengajaknya pulang.
"Kalau begitu,terima kasih tuan,kami permisi dulu."
__ADS_1
"Ya sama sama nyonya."Pemilik apartemen itu kembali menutup pintunya.