Cinta Gadis Buta Huruf

Cinta Gadis Buta Huruf
Tiga puluh tahun yang lalu


__ADS_3

Bab 56


Mala masuk ke dalam kamarnya,setelah membersihkan dirinya dia merebahkan tubuhnya diatas ranjang.


Betapa sakit terasa di dalam hatinya.Dia merasa tak melakukan kesalahan namun menjadi korban dari kekerasan wanita yang bernama Jasmine itu.


Mala bergidik ngeri membayangkan bagaimana mama Laurent akan menjadi bagian dari keluarga wanita bar bar itu.


Hanya ada air mata yang menemaninya dalam gelapnya malam.


Bayangan Devan dan Kenny bergantian hadir dalam pikirannya.


Dengan menangis Mala bisa mencurahkan rasa rindu di dalam hatinya.


Dengan menangis setidaknya melegakan isi dalam hatimu.


Akhirnya Mala tertidur dengan air mata yang masih membasahi pipinya.


Hector pulang ke rumah,langkahnya pelan menaiki anak tangga.Lampu di dalam rumah sudah dimatikan.Agak gelap dengan penerangan lampu temeraman.


Tanpa sengaja matanya melihat lampu kamar Mala masih menyala,pintunya sedikit terbuka sehingga cahaya lampunya bisa terlihat dari luar.


Dia berjalan pelan mendekati pintu,perlahan mendorong pintu dan melihat ke dalam kamar,mungkin saja pemilik kamar itu belum tidur.


Hector mende kokati ranjang dan melihat Mala yang sedang terlelap dalam tidurnya.


"Maafkan aku,kamu mendapat kesulitan hari ini."Suara Hector berbisik hampir tak terdengar.


Setelah itu dia matikan lampu dan keluar dari kamar Mala,tak lupa menutup pintunya.


Sejak kejadian itu Mala pergi ke peternakkan sendiri diantar oleh supir keluarga.Mala selalu menghindari bertatapan dengan Hector.Sementara mama Laurent masih mencari tahu siapa yang berani berbuat kasar pada Mala.


Sebab Mala dan Bimo sama sama menutup mulutnya masing masing.


"Mala apa kau menyukai pekerjaanmu di peternakkan?"


"Tentu mama,Mala menyukainya.Bimo sangat membantu Mala melakukan pekerjaan di sana."


"Syukurlah kalau begitu."


Mama senang jika Mala menikmati pekerjaannya.Dengan begitu Mala bisa melupakan kesedihannya.


Hari berganti dan berlalu dengan cepat,peternakkan yang dikelola Mala dan dibantu oleh Bimo berkembang pesat.


Mama Laurent senang mendengarnya,


Mala juga senang dengan pencapaiannya.


"Peternakkan sudah berkembang sejak kamu mengelolanya nak,keuntungannya semakin meningkat"


Hevtor lebih senang menjalankan bisnisnya yang lain sehingga peternakkan sering tak terurus.


Dia lebih memilih menjaga jarak dengan Mala,agar Jasmine tak bertindak lebih jauh lagi.


"Mama senang jika kamu melakukannya dengan hati yang bahagia nak."


"Iya ma,Mala akan selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik."


"Mala berencana untuk mengelola kebun anggur juga.Mala ingin belajar menjadi pebisnis yang sukses."


"Tentu sayang,mama akan meminta Bimo untuk selalu mendampingi pekerjaanmu."


"Kamu boleh melakukan apa saja untuk kebaikkanmu.Mama akan mendukungmu juga."


"Baiklah ma,hari ini Mala akan memulainya."


"Tentu sayang,"


Mobil Bimo sudah di halaman depan rumah Tuan Gerardo.


Sekarang Bimo yang bertugas mengantar jemput Mala bekerja.


Hubungan persahabatan Bimo dan Mala semakin erat.Mereka sudah seperti saudara.Perjalanan yg mereka tempuh cukup memakan waktu hanya satu jam.Waktu memang tak terasa,apa lagi Mala sedang berlatih berenang.


Di dalam mobil,Bimo memandang Mala.


"Apa kamu siap hari ini?"


"Tentu Bimo,aku senang belajar hal hal barunya setiap waktu.Aku juga berterima kasih padamu,karena sudah banyak membantuku.Aku tak tahu bagaimana caranya membalas kebaikkanmu."Mala bersunguguh sungguh demag ucapannya


"Jangan sungkan padaku Mala,kita sudah seperti saudara.Sejak kedatanganmu,aku memiliki teman."


"Ya aku juga senang memiliki teman sepertimu."


Mereka tertawa bersama.


Mobil sudah tiba di tempat yang mereka tuju.Mala mulai mengikuti Bimo mempelajari semua tentang anggur yang akan dihasilkan menjadi minuman berkualitas tinggi."


Setiap hari Mala belajar dengan bersemangaat.Apa lagi Bimo sangat baik dalam membimbing Mala.


Mereka mengelilingi kebun anggur,memperhatikan kualitas buah anggur yang dihasilkan sehingga layak untuk diolah.


Juga memperhatikan cara para penduduk lokal di sini melakukan pekerjaannya.Dengan tangan dan kelincahan mereka memetik buah anggur yang sudah cukup tua untuk dipanen.


Tanpa disadari keduanya,ada sepasang mata yang memperhatikan mereka berdua.


Tatapan dingin tanpa ekspresi,namun jauh di lubuk hatinya merasa sesak melihat keakraban keduanya.


Dia tidak bisa melakukannya sebaik yang dilakukan oleh Bimo.Meski hanya untuk menawarkan pertemanan dia terlalu canggung dan kaku.


Begitulah hidup yang dilaluinya sejak kecil.Walau pun dia sangat ingin berbaur dengan teman temannya namun tak bisa dia lakukan.Sehingga dia lebih memilih untuk menyendiri.


Hanya Bimo yang berhasil dekat dengannya.


🌞🌞🌞🌞


Di kediaman Adiwijaya.


"Apa kamu sudah menemukan keberadaan Mala nak?"

__ADS_1


Nyonya Elisabeth memandang cucunya yan masih murung memikirkan Mala.


Semua cara sudah dilakukannya.Namun Mala hilang seakan tak ada jejak sama sekali.


"Belum nek,Crist akan selalu mencarinya dengan semua usaha Crist."


"Yang sabar ya nak,buah dari kesabaran pasti sangat manis."Nenek selalu berusaha menguatkan hati Cristian.Agar cucunya tak mudah berputus asa.


"Tentu nek Cristian nggak akan pernah menyerah begitu saja.Mungkin ini hukuman buat Crist,karena menjadi pria yang nggak bisa membuat keputusuan yang benar buat pernikahan kami dulu."


"Cristian terlalu bodoh dan takut sehingga Crist lebih memilih melepaskan cinta Mala buat Crist."


"Sudah lah nak,nggak ada guna untuk menyesalinya sekarang."


"Jika suatu saat Tuhan berkenan mempertemukan kalian kembali,berusahalah menjadi pria yang lebih baik lagi."


"Tentu nek,itu pasti.Crist akan memperbaiki semua kesalahan Crist di masa lalu."


Sementara di penjara,


"Nyonya Casandra,ada tamu yang datang berkunjung untukmu?"


"Siapa,apa itu Cristian?"


Casandra begitu bersemangat,merapikan rambutnya yang terlihat kusut tak terawat.


"Sayangnya bukan nyonya,anda akan tahu setelah bertemu dengannya."


Penasaran Casandra mengikuti sipir yang mengantarnya menuju ruang yang ditentukan oleh sipir untuk bertemu dengan tamu bagi para tahanan.


Casandra menggeleng tak percaya siapa yang ada dihadappannya sekarang.


"Kau?"


"Apa yang kau lakukan disini?"


Casandra duduk di hadapan pria itu dengan wajah yang begitu terkejut.


Dia tak menyangka,pria ini nekat datang berkunjung untuknya.


"Tenanglah Casandra,aku ingin bicara denganmu."


"Nggak ada yang perlu kubicarakan denganmu,Jacob!"


Casandra terlihat tak senang dengan pria di hadapannya.


Dia langsung berdiri dan berbalik berniat untuk kembali ke ruangan tahanannya.


"Ini tentang Ellena,Casandra."


Deg


Hati Casandra terasa ada yang mengiris irisnya dari dalam.Dan ditambah dengan air hangat.


Dia kembali berbalik dan melihat wajah Jacob.


"Ellena nggak ada hubungannya denganmu,jadi behentilah mengancamku.Aku tak akan mengijinkamu berbuat sesuatu yang akan melukai Ellena."


Darah Casandra lagi lagi terasa berdesir hebat.


"Jangan coba coba kau mengakui hal yang nggak mungkin bagimu Jacob."


"Kamu nggak bisa mengelak Casandra,Aku mengantongi bukti tes dna Ellena dan mulikku."sambil menunjukkan bukti lembar tes dnanya dengan Ellena yang menghampiri 99,9%.


Dia sedikit percaya diri untuk itu.


Mata Casandra terbelalak kaget,bagaimana mungkin Jacob bisa secepat ini mengetahuinya.


"Jika kau masih mengelaknya,aku bisa saja melaporkanmu dan hukumanmu akan semakin lama di dalam sana."Jacob tersenyum tipis melihat wajah Casandra yang sudah pucat pasi.


"Kumohon Jacob,aku akan melakukan apa pun.Asal kamu nggak menyakiti Ellena."


"Segeralah keluar dari penjara,dan kau akan melihat bagaimana aku membalasmu karena telah menipuku bertahun tahun."Jacob berdiri dan meninggalkan Casandra sendirian.


Jacob tersenyum penuh kemenangan di dalam hatinya.


Aarrrrrhggghhhhh


Casandra berteriak,dan membuat sipir datang menghampirinya dan membawanya kembali masuk ke ruang tahanannya.


Casandra duduk di pojok ruangan itu,dia tak masih tak menyangka kalau Jacob akan mengetahui kebenarannya.


Kebenaran yang sudah dia jaga dan tutup rapat rapat.


Pikirnya dia bisa mengendalikan Cristian dengan keberadaan Ellena.


"Pak sipir,"


Casandra memanggil seorang sipir.


"Ada apa?"


"Aku membutuhkan bantuanmu,tolong berikan aku telepon,aku ingin menghubungi ayahku,ini sangat penting sekali."


"Baiklah,"


Sang sipir membuka pintu sel dan membiarkan Casandra menggunakan telpon di ruang kerjanya.


"Hallo ayah.,"saat telpon sudah tersambung dengan ayah Casandra.


"Ada apa Casandra?"


"Gawat ayah,Jacob sudah mengetahui Ellena adalah putrinya.Bagaimana ini,aku nggak mau jika sewaktu waktu Jacob akan mengambilnya dariku,ayah."


"Kamu tenanglah nak,ayah akan mengurusnya untukmu."


"Terima kasih ayah,aku percaya ayah bisa mencari jalan keluar untukku."


Casandra sedikit bernapas lega.Dia yakin dia akan bisa terbebas dari ancaman Jacob.

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼


"Bagaimana ini bu,?"


"Ada apa lagi sih pa,siapa yang menelpon papa?"


Ibu Anisa melihat wajah suaminya menahan sesuatu di dalam hatinya.


"Casandra menelpon,dia bilang Jacob sudah tahu yang sebenarnya kalau Ellena adalah putri kandungnya."


"Bagaimana dong pa?bagaimana kalau Jacob menuntut anak kita dan hukumannya semakin bertambah panjang."


Ibu Anisa mulai khawatir.


"Itulah yang sedang papa pikirkan mah.Bagaimana caranya agar Ellena aman,dan Jacob nggak berbuat ulah.Papa pusing memikirkannya."


"Selama ini mama rasa Ellena sudah aman di rumah Adiwijaya,dan setelah Casandra keluar dia masih punya hak untuk tinggal bersama Ellena,dan mungkin bisa memperbaiki hubungan mereka."


"Iya mah,papa juga berpikir begitu.Selama ini papa begitu lengah sehingga segala aset milik mereka yang sudah papa kuasai bisa kembali pada mereka.Harusnya papa bisa lebih jeli lagi nanti.Jika Casandra sudah keluar kita harus membantunya agar bisa masuk lagi menjadi bagian dari keluarga Adiwijaya."


Ibu Anisaa menggangguk setuju dan sependapat dengan suaminya.


Dendam di masa lalu telah membutakan hati dan pikiran keluarga Hermanto.Namun cinta buta putri tunggal mereka pada keluarga Adiwijaya membuat hancur semua rencana yang sudah di susun dengan rapi.


Flasback on,


Tiga puluh tahun yang lalu,


"Bagaimana ini pa,perusahaan kita hampir bangkrut,"ibu Anisa Hermanto cemas dengan laporan keungan perusahaan suaminya bermasalah.


"Jangan dipikirkan ma,nanti papa pinjam ke teman baik papa dulu.Dia pasti akan memberikan pinjamannya nanti."


Keluarga Ferdy Hermanto,memiliki seorang bayi perempuan kecil yang lucu.


"Pa,mama udah nggak punya uang buat beli susu,"


"Emang uang mama udah habis?"


"Iya kan kemarin papa ambil semuanya buat bayar uang gaji karyawan papa."


Ferdy Hermanto tampak gusar,mengingat semua isi tabungan mereka sudah terkuras habis di bank.Tak ada sepeser pun yang tersisa.


"Ya udah papa pergi dulu."


"Mau kemana pah?"


"Papa ingin bertemu dengan Anthony Adiwijaya dulu."


"Semoga berhasil pah."


Ferdy Hermanto bergegas menuju ke kediaman keluarga Adiwijaya.


❀️❀️❀️❀️


"Jadi begitulah kedatangan saya kemari.Saya sangat mohon bantuan saat ini,sekiranya kamu bisa membantu, saya sangat berterima kasih sekali."


Ferdy Hermanto menjelaskan maksud dan tujuannya datang minta pertolongan Anthony Adiwijaya dan istrinya Anggraini Adiwijaya.Di sana ada tuan besar Victorio Adiwijaya dan istrinya.


"Maafkan saya Fer,saat ini saya nggk bisa membantu kalian dulu.Soalnya semua dana milik keluarga papa akan di investasikan ke sebuah rencana pembuatan anak cabang perusahaan di kota tetangga."


"Tapi Anthony,bukankah rencana itu bisa ditunda sedikit saja.Bantulah aku yang sedang kesusahan saat ini."


Ferdi mulai memohon.


"Bukannya aku nggak mau membantumu,Fer.Tapi proyeknya sudah mulai berjalan dan dananya sudah nggak bisa di tarik kembali.Maafkan saya yah."ucap Anthony dengan sopan.


Ferdy merasa dipermalukan oleh keluarga Adiwijaya.


"Keterlaluan kamu Anthony,apa salahnya kalau kamu sedikit saja membantu temanmu yang sangat membutuhkan pertolonganmu."


Ferdy,berdiri dan pergi meninggalkan kediaman Adiwijaya dengan kemarahan yang berapi api di dalam hatinya.


Akhirnya perusahaan Ferdy bangkrut,dan entah mereka tinggal dimana setelah itu.


Terakkhir terlihat di area parkir perusahaan keluarga Adiwijaya.


Ferdi mengendap menuju sebuah mobil mewah,dan masuk ke kolong mobil mengutak atik sesuatu di bawah sana.


Lima menit selesai,Ferdi berdiri sedikit jauh dari sana.Memperhatikan sepasang suami istri yang meninggalkan perusahaan dan naik di atas mobil.Meninggalkan perusahaan itu dengan wajah yang bahagia.


Mobil melaju dengan meninggalkan area parkir.


"Rasakan akibatnya sebentar lagi Anthony Adiwijaya,selamat tinggal buatmu dan istri tercintamu.Inilah akibat dari kesombonganmu."


Gumam seorang pria segera bergegas pulang ke rumahnya,dengan raut wajah penuh kepuasan.


Malam ini,seluruh stasiun televisi menyiarkan sebuah kecelakaan tunggal yang merenggut pewaris tunggal tahta kerajaan bisnis Adiwijaya.


Ferdi dan Anisa istrinya tersenyum bahagia melihat kecelakaan yang menimpa orang yang mereka inginkan untuk lenyap di sebuah rumah kecil dan sempit ini.Cuma televisi yang menjadi hiburan bagi mereka.


Ferdy mematikan televisi,


"Papa akan berusaha bangkit lagi,ma.Papa akan memulai bisnis papa mulai dari awal lagi."


"Tentu,mama akan mendukung semua usaha papa demi putri kita."


Flashback off


Dan di sinilah mereka kini,dengan kesuksesan yang diraih hampir menyamai kesuksesan keluarga Adwiijaya.


Awalnya rencana mereka ingin meleyapkan satu satunya pewaris tunggal keluarga Adiwijaya.Namun sayang putri mereka terlanjur mencintai putra tunggal Anthony Adiwijaya itu.Sehingga mereka mengurungkan rencana mereka.


Dan membuat mereka tak jadi melakukan niat jahat mereka.


Segala cara mereka lakukan demi untuk menghancurkan pewaris tunggal Adiwijaya itu.


Satu per satu aset Adiwijaya berhasil dikuasai oleh Ferdy Hermanto dengan kecurangannya.


Namun Cristian Adiwijaya lebih cerdik darinya.Cristian mampu membaca situasi dalam perusahaannya.

__ADS_1


Di bawah pimpinannya Cristian,tak boleh ada perbuatan yang tak mengenakkan. Apa lagi jika ketahuan korupsi atau mencuri sehingga para bawahan akan selalu patuh padanya dan tak berani melakukan sesuatu di sana.


Dengan masalah ini,Cristian berhasil meraih kembali apa yang dimilikinya dari tangan keluarga Hermanto.


__ADS_2