Cinta Gadis Buta Huruf

Cinta Gadis Buta Huruf
Devan masuk rumah sakit


__ADS_3

Alex dan Margareth sudah tiba di bandara internasional Sukarno Hatta.


Keduanya disambut gembira oleh keluarganya.


Alex dan Margareth dipeluk bergantian oleh keluarganya.


"Selamat datang sayang,kalian berdua pasti sangat kelelahan dengan perjalanan kalian."Nyonya Avilla memeluk anak mantunya dengan rasa kerinduan yang paling dalam.


Sepertinya Margareth sudah berhasil mengambil hati sang mertuanya.


"Terima kasih ma,kami berdua akan beristirahat dulu jika sudah tiba di rumah nanti."


"O o o,nggak nak.Mama sama papa nggak akan biarkan kalian langsung beristirahat dulu."


"Mama,apa mama mau menyiksa aku dan menantumu."Alex terlihat kesal,dia tahu mamanya pasti sedang merencanakan sesuatu untuknya dan istri.


"Sudahlah sayang,ikuti aja keinginan mama,kamu tahu kan kalau mama sudah menginginkan sesuatu dia tak ingin menunda nundanya lagi."Tuan Roberto menjelaskan kalau istrinya tak ingin dibantah.


"Huufffttthhh"


Alex mendengus,kesal karena selama dalam perjalanan dia tak bisa beristirahat Dalam bayangannya sesampainya dia di rumah dia akan tidur sepuasnya.


Nyonya Avilla terlihat senang,rencananya kali ini dia ingin mengejutkan anak dan menantunya.


Kasih sayang nyonya Avilla dan suaminya kepada anak-anaknya,membuat anak anak mereka selalu merasa kalau kedua orang tuanya adalah sosok yang begitu sempurna dalam hidup mereka.


"Ayok semuanya masuk ke dalam mobil,"


Nyonya Avilla dan suaminya naik ke dalam mobil.Diikuti oleh Alex dan Margareth.


"Sudahlah Alex,mukanya jangan ditekuk kayak gitu.Mama janji deh,nggak akan buat kamu menyesal nanti."nyonya Avilla melihat wajah anaknya,dalam kelelahannya dia berusaha untuk mengikuti keinginan mamanaya.


Di dalam mobil,Aleex hanya menampakkan wajah kesalnya pada sang mama.Dalam pikirannya ada ada aja ide sang mama yang membuat dia dan istrinya semakin lelah.


Sedang Margareth hanya tunduk dan patuh pada keinginan mertuanya.


Nyonya Avilla dan tuan Riberto tersenyun senang,sebab mereka yakin bahwa rencana mereka berhasil .


Iya berhasil membuat anaknya Alex semakin kesal.Keduanya saling menatap, dan tertawa kecil.


Mobil terus melaju,membelah jalanan kota ini.Semakin jauh perjalanan ini,semakin Alex kesal dengan orang tuanya.Kemana sebenarnya tujuan mereka.


Mobil ini berjalan bukan ke arah menuju pulang ke rumahnya,tapi kemana?"


Alex semakin bingung.


Satu setengah jam perjalanan,mobil papa nya masuk ke sebuah lingkungan perumahan yang begitu besar dan terlihat sangat asri.


Pagar pagar tembok perumahan menjulang tinggi.


"Kenapa kita masuk ke sini pah?"Rumah mewah dua lanta ini hadapan mereka membuat mata Alex tak berkedip.


Setelah mobil masuk ke dalam pekarangan sebuah rumah yang begitu luas.Tamannya di tata dengan berbagai macam jenis bunga.Agak masuk ke dalamnya lagi rumah mewah bercat putih itu pintunya terbuka lebar-lebar.


"Nah sekarang kita sudah sampai."ucap nyinya Avilla bersemangat,mengajak anak anaknya ikut turun bersamanya.


Pasangan pengantin baru masih dalam keaaan kebingungan.


"Rumah siapa ini,apakah rumah kerabat papa dan mama,perasaan jika benar rumah kerabat kenapa baru sekarang aku diajak kemari?"


Keduanya dipersilahkan masuk terlebih dahulu.


Baru saja keduanya menginjakkan kaki pertama ke lantai di pintu masuk,


"KEJUTAAANN TARAAA"


Jacob dan Anastasia saudara Alex berteriak gembira ke arah Alex dan Margareth.


"Apa ini?"Alex menatap bingung kedua saudaranya.


Jacob dan Anastasia bergantian memeluk Alex dan Margareth,menyambut kedatangan mereka dengan sebuah kejutan.


Alex masih belum mengerti ke arah mana keinginan mama dan papanya juga adik adiknya.


"Pah?"Alex memandang papanya ,namun papanya hanya tersenyum padanya.


"Mah?"tak puas juga dia juga memandang wajah mamanya.


Alex menggenggam tangan Margareth , dia takut mama dan papanya melakukan sesautu yang tak terduga.


Bukan tanpa sebab Alex mempunyai alasan karena itu.


Papa dan mamanya suka menjahili anak anaknya dan dengan senyum kebahagiaannya mereka akan terus melakukannya pada anak anaknya.


"Alex,Margareth...terimalah ini."papa Roberto memberikan sebuah kotak kecil berwarna merah kepada Margareth.


"Apa ini pah?"


"Bukalah sendiri,nanti kamu akan tahu."


Margarerh membuka kotak kecil itu dan masih bingung dengan apa yang ada di tangannya.


"Apa ini pah,mah?"


"Sayang,kamu telah menjadi anggota baru dalam rumah ini,oleh


karena itu kami berharap kamu mau menerima kunci itu."


"Kunci apa ini,pah?"


Margareth juga masih bingung kemana arah tujuan pembicaraan kedua mertuanya.


"Yang kamu pegang sekarang adalah milikmu sayang."Papa Roberto menjelaskan apa yang ada dalam pikirannya.


"Kunci yang ada di dalam kotak itu adalah,kunci rumah ini.Rumah ini akan menjadi milik Alex dan Margareth."


"Apa?" Yang benar pah." Mata Alex mulai berbinar binar.


"Apa papa pernah berbohong denganmu Alex?"


"Terima kasuh pah,terima kasih mah."Alex berlari dan segera memeluk ke dua orang tuanya.


"Sekarang mari kita makan dulu yah."Anastasia mengajak semuanya untuk makan.Dia sudah menyiapkan makan siang untuk Alex dan Margareth.


"Nggak aku nggak mau makan dulu,aku mau mengajak istriku untuk berkeliling di rumah baru kami ini."


Jacob dan Anastasia hanya menggelenggkan kepalanya.


Setelah puas berkeling melihat ruangan demi ruangan dalam rumah ini,keduanya lalu duduk bersama keluarganya menyantap makan siang yang sudah disiapkan Anastasia.


Keluarga bahagia ini menyantap makan siang dengan penuh canda dan tawa.


🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


Di Paris,


"Mala bersiaplah,aku akan mengajakmu ke suatu tempat."


"Mau kemana Kenny?"


"Sudahlah,jangan banyak tanya.Kamu cukup bersiap saja yah.Aku akan menunggumu di mobil."


"Hmm.,baiklah."


Mala pergi ke kamarnya,dia bergegas mandi dan berdandan.


Pakaian kasual yang dipilihnya kali ini. Celana jeans sobek pada lututnya,dan t shirt ketat bermotif bunga bunga sebagai atasannya.Polesan bedak tipis dan natural membuat penampilannya semakin cantik.


Mala turun dari kamarnya,menuju mobil Kenny.


"Cantik sekali,mau kemana sayang?"mama Laurent melihat Mala yang turun dari lantai atas.


"Mala diajak sama Kenny mah,tapi Mala nggak tahu Mala mau di ajak kemana."


"Kalau begitu,mama akan menyiapkan sesuatu untuk kalian bawa yah.Tunggu sedikit lagi."


Mama Laurent menuju ke dapur dan menyiapkan sebuah keranjang bekal.Di dalamnya dia masukkan beberapa camilan dan kue kue kering kesukaan Kenny dan Mala.


"Bawalah ini sayang,agar kalian bisa menikmatinya di suatu tempat."


"Terima kasih mama Laurent,kami pergi dulu."Mala mencium pipi mama Laurent dan berlalu meninggalkannya.


Mama Laurent menghela napas panjang melihat kepergian Mala.


"Seandainya saja kau bisa sedikit saja membuka hatimu untuk anakku,sayang.Kenapa kamu nggak pernah melihat cinta Kenny hanya untukmu?"


Gumam mama Laurent dalam hatinya.,memandang punggung Mala yang hilang di balik pintu.


Ada rasa sesak di dalam hatinya,sebab sudah tiga tahun ini Kenny selalu setia mendampingi Mala.Namun Mala seakan menghindari perasaan Kenny.Itu yang membuat Mama Laurent sedih melihat anaknya.


"Apa yang kamu bawa itu?"Kenny melihat Mala membawa sebuah keranjang menuju mobilnya.


Penampilan Mala yang begitu manis dan sangat cantik membuat mata Kenny tak berkedip sedikit pun.


Mala selalu berhasil membuat hat Kenny berdebar kencang.Namun sayang Mala selalu akan mengabaikannya dan pura pura tak mengetahuinya.


Walau pun begitu,Kenny selalu tetap setia menemani Mala dalam setiap situasi apa pun .Terlebih dalam membesarkan Devan bersama.


"Ini beberapa camilan dan kue yang disiapkan mama Laurent untuk kita nikmati di perjalanan nanti."


"Baiklah ayo kita berangkat."setelah Mala duduk di dalam mobil bersamanya Kenny pun melajukan mobilnya.


"Kita akan kemana Kenny?"


"Sudahlah ikuti saja yah."Kenny tersenyum ke arah Mala.


"Maafkan aku Kenny,aku nggak bisa membalas rasa cintamu.Aku tahu dan aku sadar akan segala perhatianmu selama ini.Namun cintaku sudah terlanjur untuk selalu menunggu Cristian.Karena aku yakin suatu saat dia akan kembali lagi kepadaku.Yang masih aku belum tahu ka*p***an saatnya.Oleh karena itu,aku nggak ingin kamu berharap lebih dariku."gumam Mala dalam hatinya.


Sejak dulu Mala memang menyadari perasaan Kenny untuknya,tapi Mala tak ingin membuat hati Kenny kecewa dengan memberi harapan padanya.Mala menutup rapat rapat hatinya agar tak ada celah untuk memasukkan perasaan orang lain ke dalam hatinya.


Perjalanannyya semakin jauh meninggalkan kota Paris menuju kota Britanny.Dimana disana terdapat peternakkan sapi. Yang akan ditunjukkan Kenny kepada Mala.


Sepanjang perjalanan disuguhkan oleh pemandangan ladang jagung dan beberapa ekor sapi yang dibiarkan lepas memakan rumput. Namun sapi sapi itu dikelilingi oleh pagar kawat yang tak membiarkan mereka bisa keluar dari sana.


Setelah empat jam perjalanan,tibalah mereka di sebuah rumah milik seorang kenalan Kenny.


Peternakkan sapi milik keluarga Karl Page Gerard, adalah tempat tujuan mereka saat ini.


Di desa Karl pertenakkan sudah menjadi bagian dari keseharian penduduk.Tempat ini merupakan sentra pertanian dan pemasok utama produk produk pertanian,peternakkan dan perikanan di Perancis.


Karl mengelola sekitar seratus ekor sapi bersama istri dan lima anaknya.Lahan peternakkan luasnya sekitar 59 hektar.Terdiri atas areal penggembalaan dan ladang jagung.


Selain lahan tersebut dia juga menyewa lahan tetangganya sebagai lahan ladang jagung dan menambah area penggembalaan sapi-sapinya.


Selain dibebaskan makan rumput,hasil panen di ladang jagung umumnya juga digunakkan sebagai pakan untuk sapi.


Seperti namanya Karl yang memiliki arti giat bekerja.


Karl adalah perkerja keras bersama keluarganya dia sudah sukses mendulang banyak rejeki untuk kehidupannya dengan berternak dan mengelola ladang jagung miliknya.


Kenny dan Mala dibawa keliling area penggembalaan sapi.


Margareth mendapatkan banyak pengalaman dari cerita Karl dan istrinya yang begitu semangat memperkenalkan perternakkan sapinya.


Setelah lelah berkeliling Karl memberikan oleh oleh susu sapi segar kepada Kenny dan Mala.


"Terima kasih Karl,kau dan keluargamu sungguh memberikan banyak pelajaran baru buat kami tentang peternakkan.Semoga suatu saat nanti kami bisa membangun peternakkan yang sama seperti milikmu."


"Tak usah sungkan tuan Kenny,pintu rumah kami akan selalu terbuka untuk kalian."Karl dengan keramahannnya membuat Mala semakin menyukainya dan keluarganya.


"Dan,jika ingin datang lagi kemari,kami akan selalu menyambut kedatangan kalian."sambung istri Karl.


"Baiklah kami permisi pulang dulu."Kenny dan Mala berpamitan untuk pulang.


Karl dan istrinya mengantar Kenny dan Mala hingga sampai di depan rumah mereka.Karl melambaikan tangannya kepada Kenny dan Mala.


Sebelum kembali pulang ayo kita berkeliling kota ini dulu.


Mala menganggukan kepalanya tanda setuju.


Jalan jalan dan berputar mengelilingi kota ini membuat perut Kenny menjadi lapar.


"Apa kamu nggak lapar Mala?"


"Aku sangat lapar Kenny."


"Bagaimana kalau kita mencari tempat yang teduh untuk menikmati camilan yang kita bawa tadi?"


"Ide bagus,"


Keduanya pun berkeliling mencari tempat yang pas buat mereka .Agar bisa menikmati camilan yang disiapkan mama Laurent untuk mereka.


Kenny memilih masuk ke sebuah taman,taman tabor namanya.Taman itu cukup luas,dan cocok sekali bagi para wisatawan yang berkunjung kesana untuk berpiknik.



Kenny dan Mala mencari tempat dan menggelar tikar kecil dia atas rumput.Mala menata aneka camilan dan beberapa kue kering dia atas tikar.


Mama Laurent sangat pandai membuat kue,begitu juga bibi Magda dan bibi Fransisca.


Camilan yang mereka bawa,semuanya dihabiskan bersama sama.Apalagi karena rasanya enak,keduanya menghabiskannya dalam sekejab.


Setelah habis,mereka saling memandang dan tertawa lepas bersama sama.


πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€


Waktu terus berlalu Kenny dan Mala masih merapikan sisa sisa camilan ke dalam keranjang.membersihkan kembali semua peralatan mereka lalu membuang sampah sampah yang harus dibuang ke tempatnya.

__ADS_1


Drrttt drttt drrrttt


Ibu Veronica memanggil pada ponsel Mala,


"Ada apa ibu Veronica menelpon?"dalam hati Mala bertanya tanya.


"Siapa yang menelpon,Mala?"


"Ibu guru Devan,kenapa dia menelpon.Seharusnya Devan masih di sekolahnya kan.Apa terjadi sesuatu padanya saat ini Kenny?"


Perasaan Mala sudah tak enak.


"Ayo angkat telponnya,agar kita bisa mengetahui ibu Veronica menelpon untuk apa?"


"I i iya Kenny."


Entah kenapa perasaan Mala menjadi tak enak.,jantungnya berdegup kencang.


"Hallo,selamat siang ibu Veronica."


"Selamat siang nyonya Mala,ini dengan ibu Veronica.Bisakah nyonya datang ke rumah sakit saat ini?"


"Ada apa bu,kenapa harus rumah sakit?"Mala mulai panik.Dia tahu pasti terjadi sesuatu kepada putranya saat ini.


"Nyonya Mala,terjadi sesuatu pada putra anda.Dari pada menunggu anda saya berinisiatif segera melarikannya ke rumah sakit,takut terjadi apa apa kepadanya."


"Kenny.."Mala menoleh ke arah Kenny,air matanya sudah bercucuran.


Kenny memeluk Mala,dan menguatkannya dan berbisik.


"Tenanglah Mala,Devan anak yang kuat dia pasti bisa melewatinya."


"Bagaimana ini,,hiiikkksss.ada apa?apa yang terjadi kepadanya.Tadi pagi saat aku mengantarnya ke sekolah dia baik baik saja." hiikkksssh hikkssh Mala menangis sesegukkan.


"Kalau begitu ,ayo kita segera pulang dan langsung ke rumah sakit.Agar kita lebih tahu keadaan Devan yang sebenarnya."Ucap Kenny lembut pada Mala.


Mala mengganggukkan kepalanya,dan segera mengikuti Kenny dari belakang menuju mobilnya.


Di dalam mobil Mala masih terus menangis,Kenny hanya bisa mengelus tangannya.


Sebelah tangan Kenny menyetir mobil dan tangan satunya mengelus dan menggenggam tangan Mala,agar Mala merasa tenang.


"Jangan menangis Mala,Devan anak yang kuat.Kamu menangis dengan sesuatu yang belum tentu terjadi apa apa padanya."


"Bersabarlah sedikit,kita akan segera tiba di rumah sakit.


Mala hannya tertunduk lemas,dia tak bisa menerima jika putranya saat ini kesakitan di rumah sakit.


Kenny terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Akan tetapi masih fokus,dengan hati hati.


"Mala,tolong ambil ponselku dan telpon mama sekarang."


Mala mengambil ponsel Kenny,dan mencari kontak mama Laurent.


Setelah terdengar suara di ujung telpon,


"Hallo nak,apa kamu belum pulang?"mama udah masak buat kamu dan Mala untuk makan malam ini."


"Ma,segera ke rumah sakit ma.!"


"Ada apa Kenny,siapa yang sakit?"mama Laurent kaget dengan perintah putranya .Bibi Magda dan bibi Fransisca langsung berdiri dari tempat duduknya,ikut mendengarkan perbincangan Kenny dan mama Laurent.


"Devan mah,kata ibu Veronica Devan baru saja dilarikan ke rumah sakit.Aku dan Mala pada saat ini sedang dalam perjalanan pulang.Tolong mama sekarang segera ke rumah sakit,pasti Devan sendiri di sana."


"Baiklah nak,mama akan segera ke rumah sakit sekarang."mama Laurent menangis,Devan sudah menjadi seperti cucunya sendiri,dia sangat menyayanginya.


"Kami ikut bersama denganmu Laurent,"bibi Magda dan bibi Fransisca juga ingin ikut bersama mama Laurent.Mereka tak menyangka putra Mala,bisa sampai masuk ke rumah sakit namun mereka tak mengetahuinya.


Empat jam perjalanan kembali Kenny dan Mala sudah tiba kembali ke kota Paris.


Mobilnya dia belokkan menuju ke rumah sakit.


Di lobi,mereka bertanya dimana ruangan Devan.


"Oh,pasien yang bernama Devano putra Cristian sudah dipindahkan ke ruang perawatan anak di lantai tiga pak.Silahakn bapak ke sana."


Kenny dan Mala menaiki lift dan menuju ke ruangan yang disebutkan sang perawat tadi.


🌼🌼🌼🌼


Mama Laurent dan bibi Magda serta bibi Fransisca sedang menunggu dokter keluar dari ruangan perawatan Devan.


Kenny dan Mala menghampiri mereka.


Mala disambut oleh mama Laurent,


Mala dipeluk erat oleh mama Laurent diikuti oleh bibi Magda dan Fransisca.


"Dimana Devan mah."


Air mata Mala tak bisa berhenti terus mengalir menangisi kesakitan putranya.


"Devan masih ditangani oleh dokter di ruangannya nak."


Mala hanya bisa terduduk di bangku tempat duduk di depan ruaangan Devan.


Tiga puluh menit berlalu,dokter keluar dari ruangan Devan.


Mala dan Kenny berdiri bersamaan diikuti ketiga orang tuanya.


"Bagaimana dok,keadaan anak saya."


"Tuan dan nyonya silahkan ikut ke ruangan saya."


Kenny dan Mala mengikuti dokter menuju ruangannya.


Setelah dipersilahkan duduk Mala dan Kenny begitu sabar menunggu penjelasan dari dokter.


"Bagaimana dok,tolong jelaskan apa penyakit anak saya."


"Begini tuan nyonya, hasil pemeriksaan anak anda belum akurat.Dan menurut gejala gejala yang ditimbulkan tadi siang saat dibawa kemari.Anak anda jatuh pingsan,hidungnya mengalami mimisan beberapa kali hari ini. Dan yang lebih penting banyak bercak bercak kebiruan di seluruh tubuk anak anda."


"Apakah itu penyakit berbahaya dok?"


"Saya belum bisa memastikannya nyonya."


"Namun kalau melihat dari gejala yang di timbulkan,anak anda dan cucu anda sepertinya akan mengalami penyakit leukimia."


"Apa?dok nggak mungkin, Devan masih sangat kecil dok."


"Itu hanya perkiraanku saja.Kita masih menunggu hasil tes laboratoriumnya keluar. "


Mala menundukkan kepalanya diatas meja dokter.Tak menyangka anaknya akan mengalami sakit yang begitu berat di usianya yang baru menginjak tiga tahun.

__ADS_1


__ADS_2