
Resepsi pernikahan di mulai,semua kolega bisnis dari keluarga Adiwijaya dan Anderson memenuhi ruangan pesta.
Para tamu undangan tak ada habisnya silih berganti memberi selamat kepada kedua mempelai.
Beberapa artis ibukota juga turut memeriahkan pesta mewah malam ini.Dengan membawakan beberapa lagu andalannya.
Casandra yang berdiri di sudut ruangan di hampiri oleh seorang pria,yang sejak tadi memperhatikannya.
Casandra hendak pergi,namun pria itu menghentikannya.
"Berhenti,Casandra.Atau aku akan membuat kekacauan di sini."
"Apa lagi yang kamu inginkan Jacob,hubungan kita sudah selesai sejak malam itu.Dan jangan mengganggu hidupku.Aku sudah bahagia dengan pasanganku."
"Bahagia katamu?"
"Bahagiamu telah merampas pasangan orang lain secara licik?"
"Apa maksudmu,Jacob.Jaga bicaramu.!"
"Siapa yang tak mendengar berita Casandra.Bahwa kau memaksa Tuan Cristian Adiwijaya membatalkan perjanjian pernikahannya oleh karena ancamanmu."
"KAU...??"Casandra ingin melayangkan tangannya menampar pria di hadapannya.
Namun tiba tiba Cristian datang menghampiri mereka.
"Ada apa Casandra?"
"Ng nggak ada apa apa Crist,"jawab Casandra dengan mimik wajah yang terlihat gugup.
"Apa kau mengenal pria ini?"
"Nggak aku nggak kenal dia."ucap Casandra dengan lantang.Dia pun berlari meninggalkan Cristian yang bingung menatap tingkahnya.
Cristian pergi untuk menyusul Casandra.
Sedang Jacob hanya tersenyum kecut melihat Casandra yang pergi meninggalkannya.
Casandra masuk ke dalam toilet wanita,karena Cristian khawatir dia mengikutinya.
Ketika Casandra keluar dari toilet,Cristian datang kepadanya.
"Apa kau baik baik saja Casandra?"
Casandra telihat gugup memandang wajah Cristian.
"Ya,aku baik baik saja."Casandra mencoba menetralisir keadaan.
Casandra pun kembali ke ruangan pesta.
Dalam hati Cristian yakin kalau Casandra sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
"Terus saja kau sembunyikan apa yang menjadi rahasiamu Casandra,aku yakin aku pasti menemukan apa yang kau sembunyikan dariku suatu saat nanti."gumam Cristian dalam hati.
Di pelaminan pengantin wanita sudah kelelahan.Menerima ucapan selamat dari setiap tamu undangan ya g seakan belum ada habis habisnya.Sedang pengantin pria melihat wajah istrinya yang sudah kelelahan dengan tatapan senyum yang menggoda.
"Tunggulah sedikit lagi,sabar yah.."bisik Alex pada istrinya.
"Apa maksudmu?"nona Margareth balas membisik.
"Aku tahu kamu kelelahan sayang,tapi para tamu undangan masih banyak,kita harus bersabar."
"Tapi kaki ku sudah pegal semuanya Alex,aku nggak bisa menahannya lagi."
"Ya udah kamu duduk aja dulu,mau ku ambilkan minum?"
Nona Margareth mengangguk,
Alex turun dari pelaminan dan mengambil sebotol air mineral.Dan dia pergi ke kamarnya mengambil sandal jepit untuk istrinya.
"Ini,pakailah.Gantilah sepatumu dengan sandal ini."Alex kembali ke pelaminan dan memberikan sandal jepit untuk dipakai istrinya agar kakinya tak terasa pegal lagi.
"Suami yang begitu peka,padahal aku nggak minta dibawakan sandal jepit."gumam nona Margareth.Dalam hatinya dia bahagia mendapatkan suami yang begitu perhatian padanya,bahkan pada hal kecil seperti ini pun.
Malam semakin larut,para tamu mulai kembali pulang satu per satu.Hingga semuanya pergi dan aula resepsi menjadi kosong.
Tinggal para keluarga Anderson dan keluarga Adiwijaya.
Mereka memang akan menginap di beberapa kamar hotel mewah ini.
Nona Margareth digiring oleh Alex masuk ke kamar pengantin.Kamar yang sudah di dekorasi khusus untuk pengantin baru.
Alex mempersilahkan nona Margareth masuk terlebih dahulu dalam kamar.
Nona Margareth begitu takjub dengan kamar mewah yang disuguhkan untuk kamar pengantin mereka.
Alex menggenggam tangan nona Margareth menuntunnya duduk di tepi ranjang.
Alex mendekati wajahnya kepada istrinya,menggulum bibir manis sang istri.Yang sejak ciuman pertama di hadapan imam tadi membuatnya dia harus menahan sesuatu di dalam hatinya.
Satu per satu jepit rambut nona Margareth dilepaskannya.Sambil bibir mereka saling menautkan tanpa berhenti.
Pelan tangan Alex mulai memeluk tubuh istrinya hingga tangannya menyentuh resleting baju pengantin milik istrinya.
Perlahan resletingnya dibuka oleh Alex,sehingga menampakan punggung putih dan mulus yang dapat dilihat di sebuah cermin oleh Alex di belakang nona Margareth.
Semakin lama mereka saling memagut bibir mereka satu sama lain,semakin panas hasrat yang ada dalam diri mereka masing masing.
__ADS_1
Tubuh Alex menginginkan yang lebih.
Nona Margareth menghentikan ciuman panasnya,dan memundurkan tubuhnya dari pelukkan Alex.
"Sabar dulu Alex,aku akan membersihkan diriku dulu.Tubuhku terasa lengket oleh keringat yang sejak tadi membuatku merasa nggak nyaman."
Nona Margareth berusaha meredam gelora hasrat yang ada di dadanya.Sementara tubuhnya harus dibersihkan dahulu.
Alex mengganggukkan kepalanya,nona Margareth melepas baju pengantinnya di hadapan Alex.Sehingga hanya menyisakan tubuh polos istrinya yang hanya memakai dalaman.
Nona Margareth masuk ke kamar mandi,waktu terasa lama bagi Alex,menunggu istrinya.Dia lalu menanggalkan semua pakaiannya dan menyusul istrinya masuk ke dalam kamar mandi.
"Alex?"
"Apa yang kau lakukan?"nona Margareth kaget melihat Alex masuk ke dalam kamar mandi .Dia tak mengenakan pakaian lagi,melihat tubuh polos istrinya tanpa sehelai benang pun.Tubuh nona Margareth yang masih diguyur air hangat dari shower,membuat gejolak hasrat Alex semakin menggebu.
Tanpa diminta dia langsung memeluk isterinya,dengan tubuh mereka berdua diguyur air yang masih mengalir dari shower.
Mereka menautkan bibir mereka dengan penuh hasrat yang menggebu,semakin dalam dan semakin panas.
Tangan Alex semakin liar mengerayangi tubuh istrinya.Sesekali terdengar ******* nona Margareth.
Alex ingin sekali menikmati semuanya tubuh polos milik istrinya yang dia yakin belum pernah di jamah tangan nakal orang lain.
Malam semakin larut,keheningan malam menjadi saksi bisu kedua anak manusia bergumul dengan rasa dan hasrat yang sama.
Setiap leguhan dan ******* saling bertalu seakan berlomba mengekspresikan sebuah kenikmatan.
Semburan kenikmatan berkali kali diraih bersamaan dengan rintihan dan suara ******* nikmat sang penikmat yang kini menjadi pasangan yang sah dimata Tuhan.
"Margareth aku mencintaimu." Bisik Alex di telinga nona Margareth
"Aku juga mencintaimu Alex"
Terima kasih atas kenikmatan ini.Alex mengecup kening istrinya.
Nona Margareth mengangguk dan membenamkan kepalanya di dada bidang milik suaminya.
Setelah hasrat dituntaskan dan kelelahan dan rasa kantuk menyatu dalam diri,ada rasa bahagia menyelimuti hati.
Malam ini mereka habiskan dengan menikmati gairah dan gelora hasrat yang tak bisa mereka lewati begitu saja.
Inilah malam yang sangat panjang buat nona Margareth dan suamimya.Rasa lelah yang menghinggap pada tubuh keduanya membuat mereka masih tak ingin terbangun dari tidurnya.
Hingga matahari mulai menampakkan sinarnya,tak ada satu pun dari mereka yang terbangun.
Drttt drrtt drtttt
Entah sudah berapa kali ponsel Alex berbunyi..
Drrrttt drrtttt drrrtt
"Hallo.."
"Akhirnya ada juga yang mengangkat telpon mama."Suara nyonya Avilla terdengar kesal di ujung telpon.
"Alex apa kau dan istrimu akan terus berada di kamarmu sepanjang hari ini,dan seperti tadi pagi kalian berdua akan melewatkan sarapan pagi bersama keluargamu?
"Apakah ini sudah pagi?"suara serak Alex yang masih belum sepenuhnya sadar dari tidurnya.Tirai jendela masuh menutup jendela kamar mereka ,hingga kamar ini masih terlihat gelap bagi mata Alex.
"Alex,ini sudah hampir pukul 11.00 ,sudah waktunya makan siang.Turunlah kami menunggu kalian di restoran,setidaknya kalian menghormati kami yang menunggu dari tadi kedatangan pengantin baru."
Nyonya Avilla terus mendesak Alex dan istrinya untuk turun dan menikmati makan siang bersama keluarganya.
"Sudahlah ma,pengantin baru masih belum ingin keluar dari kamarnya,nanti juga akan turun dan kau bisa memberikan kejutan itu untuk mereka."Tuan Roberto membela anak kesayangannya yang masih belum juga mau turun dari kamarnya.
Nyonya Avilla mengerucutkan bibirnya.Sebenarnya dia sudah tak sabar ingin menghadiahkan sebuah kejutan untuk anak dan menantunya.
ššš
Alex melihat istrinya yang masih tertidur pulas.Diusapnya wajah istrinya dengan lembut.,mengecup kening dan pipi istrinya berulang kali.Tanda perasaan sayangnya kepada wanita yang baru saja menikah dengannya semalam.Membuat Margareth istrinya terbangun dan mengerjapkan matanya beberapa kali.
"Selamat siang istriku."
"Alex,apa ini sudah pagi.Jam berapa ini,kita akan sarapan bersama keluargamu pagi ini."
"Istriku sayang,sekarang sudah oukul 11.00"
Alex turun dari ranjangnya dan membuka tirai jendela kamar hotel mereka.
"Alex.."
Margareth istrinya berteriak,dan meloncat turun dari ranjangnya.
"Ada apa kau berteriak istriku,apa ada yang sakit?"Alex mendekati istrinya yang masih memegang kepalanya.
"Alex ini sudah siang,bagaimana bisa kita melewatkan acara sarapan pagi bersama keluargamu."Margareth terlihat buru buru dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya.
Alex hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang ketakutan karena telah melewati sarapan pagi bersama keluarga mereka.
Sambil menunggu istrinya selesai membersihkan diri,Alex memakai pakaiannya.Walau hanya boxer dan kaos oblong.Dia mulai merapikan tempat tidurnya yang kelihatan seperti kapal pecah.Alex tersenyum dan kembali membayangkan adegan demi adegan yang mereka lakukan semalam di atas ranjang ini.
Saat alex membentangkan selimutnya,dia melihat ada bercak darah di sprei putih ini.
Betapa bahagia hatinya,
"Ternyata aku yang telah berhasil membuka segel istriku semalam."
__ADS_1
Dengan hati yang penuh kebahagiaan Alex berlari masuinke kamar mandi,menyusul istrinya dan memeluk serta menciumi wajah istrinya.
"Terima kasih istriku.Aku akan selalu mencintaimu sepanjang hidupku.Terima kasih sudah memberikan kepadaku milikmu yang paling berharga untukku."Alex berbisik di telinga Margareth.
Istrinya mengangguk dan tersenyum bahagia.
Satu jam kemudian suami istri ini telah bersiap untuk turun menemui keluarganya.
Keduanya sudah di tunggu keluarganya di restoran hotel yang mereka tempati sejak semalam.
Keluarga Anderson semuanya sudah lengkap,menanti kedatangan pengantin baru yang baru turun dari kamar mereka.
Setelah keduanya duduk,Jacob dan Anastasia saling memandang dan tertawa kecil melihat kedua pengantin baru di hadapan mereka.
"Apa yang kalian tertawakan?"
"Nggak kami nggak menertawaimu,kami hanya menertawakan sebuah cerita pasangan suami dan istri yang saat mereka lajang mereka tak pernah merasakan nikmatnya hubungan bersama pasangan sebelum menikah.Dan saat mereka berdua menikah,mereka tak bisa keluar dari kamarnya."
Ha ha ha ha
Keduanya begitu kompak tertawa.
"Aku tahu,kalian sedang mentertawakan aku kan?"
Alex mendengus kesal,sedang Margareth tertunduk dan tersenyum malu.Dalam hatinya dia merasa bahagia,karena dia adalah wanita pertama yang disentuh oleh suaminya.
Cristian mendorong kursi roda nenek,berjalan menghampiri mereka.Hari ini mereka akan menikmati makan siang bersama.
"Crist,dimana Casandra?"
Margareth bertanya karena dia tak melihat batang hidung Casandra bersama adik dan neneknya.
"Dia masih di kamarnya kak,katanya lagi nggak enak badan."
"Ohh, begitu,apa kau sudah memesan makanan untuknya?"
"Sudahlah kak,jangan terlalu di pikirkan.Dia bisa mengurus dirinya sendiri."ucap Cristian dingin.
Jacob yang mendengar ucapan dingin Cristian berdiri dan mencari pelayan.Meminta sesuatu kepada pelayan itu.Dan pelayan itu mengangguk tanda mengerti.
Jacob kembali ke tempat duduknya,setelah memastikan apa yang dimintanya dilakukan ileh pelayan.
Kedua keluarga menghabiskan makan siang mereka dengan saling bercanda dan tertawa tawa.Hingga akhirnya mereka selesaikan makan siang mereka.
Nyonya Avilla mengeluarkan sebuah amplop dan menyerahkannya di hadapan Alex.
"Apa ini mah?"
"Bukalah sendiri nanti kau akan tahu isinya."
Perlahan lahan Alex membuka ampop itu,dan matanya berbinar membaca apa isi amplop itu.
"Itu hadiah spesial dari papa dan mama untuk kalian."
"Terima kasih pah mah."
Alex memberikan amplop itu kepada Margareth.Dan dia membuka isinya yang adalah sebuah paket perjalanan bulan madu ke Paris.
"Terima kasih mah,terima kasih pah."Margareth menunduk hormat berterima kasih kepada keluarga barunya.
"Bersiaplah sekarang,sebab tiket perjalanan kalian malam ini pukul 21.00"
"Secepat itu mah?"
"Yah lebih cepat kan lebih baik sayang.Pulanglah membawa kabar bahagia untuk mama."
"Mama..terima kasih."
Nyonya Avilla mengangguk.
Margareth menatap adiknya dengan hati yang sendu.
"Tenanglah kak,aku akan menjaga nenek dengan baik disini.Kakak nikmatilah bulan madu kalian di sana dengan baik yah."
Seperti tahu arti tatapan sendu kakaknya,Cristian menghiburnya dan menguatkanya.Bahwa nenek akan baik baik saja bersamanya nanti.
Sedang di kamar Casandra seorang pelayan mengetuk pintu.
Setelah pintu di buka,seorang pelayan membawa makanan yang telah dipesan khusus untuknya.
"Nyonya,tuan menyuruh saya untuk mengantarkan makanan ini untuk nyonya nikmati."
Hati Casandra berbunga bunga,
"Crist,kau benar benar benar perhatian padaku sekarang."
Semua persiapan telah beres Margareth dan Alex hanya memmbawa sebuah koper.Setibanya di Paris nanti baru akan membeli pakaian di sana.Karena sudah tak ada waktu untuk membereskan pakaian pakaian milik Margareth.Mereka lebih memilih akan belanja sepuasnya di sana.
Malam ini seluruh keluarga mengantar kepergian Alex dan Margareth ke bandara.
Satu per satu mereka berpelukkan.
Nenek orang yang terakhir di peluk oleh nona Margareth .Nenek mengusap pipi nona Margareth dengan lembut.Air mata cucunya tak mau berhenti.
Panggilan penumpang untuk pesawat yang akan berangkat ke Paris mulai menggema.Seluruh penumpang diminta segera masuk ke dalam pesawat.
Alex dan nona Margareth meninggalkan keluarga mereka dan bergegas menuju pesawat yang akan mereka tumpangi.
__ADS_1