Cinta Gadis Buta Huruf

Cinta Gadis Buta Huruf
Tes dna


__ADS_3

Rambut bayi Ellena sudah di tangan Cristian.


Di sebuah rumah sakit Cristian masuk dan langsung menuju sebuah ruangan.


"Aku minta,tolong periksa sample ini dengan milikku."


Cristian memberikan rambut bayi Ellena dan miliknya kepada perawat yang bertugas."


"Baik Tuan,"


"Jaga rahasia ini jangan sampai ada orang luar yang mengetahuinya."


"Kalau sampai tes ini bocor di telinga orang lain,akan aku pastikan hidupmu akan menjadi neraka untukmu."


"I i iya tuan,saya akan menjaga rahasia anda."perawat itu terlihat gugup takut dengan ancaman Cristian.


"Kabari aku jika hasil tesnya sudah keluar."


"Baik tuan."jawab sang perawat.


Cristian meninggalkan rumah sakit,dan memastikkan tak ada orang lain yang mengikutinya.


Setelah dipastikan aman,Cristian kembali ke kantornya.


Cristian mulai bekerja di kantornya.Walau pun ada rasa tak terima.Perusahaan milik kakeknya sudah ada di bawah kendali tangan Casandra dan keluarganya.


Cristian mulai membuka kembali berkas-berkas lama dan membacanya.Berharap dia menemukan sesuatu bukti yang dapat memberatkan Casandra.


Berkas-berkas dari jaman Cristian belum lahir tak luput dari incarannya.Sekecil apa pun asal bisa dijadikan bukti Cristian dengan teliti membaca satu per satu berkas yang dia buka.


Di sela-sela waktu istirahatnya Cristian akan kembali menyibukkan diri dengan semua pekerjaan dalam kantornya.Banyak waktu yang tersita,membuat Cristian jarang pulang ke rumah.


Hal itu membuat hati Casandra menjadi dongkol.


Drrrtt drttt


Ponsel Casandra berdering.


"Haloo, Casandra."


"Hallo ma..Casandra kangen sama mama."


"Sudah nanti dulu kangen-kangemanya."


"Emangnya ada apa ma?"


"Kamu tahu nggak,di kantornya Cristian mengambil berkas-berkas lama untuk di periksa kembali.Apa kamu tahu itu?"


"Apa maksudnya itu ma?"


"Bodoh,Cristian membaca berkas -bekas itu untuk mencari bukti kelemahan kita."


"Lakukan sesuatu ma,Casandra nggak mau jadi gelandangan nantinya."


"Kamu juga ngapain mau tinggal terus dalam rumah,"


"Lalu apa yang akan aku lakukan ma?"


"Pake tanya lagi, sana segera ke kantor.Bereskan semua kekacauan dalam ruangan kantor Cristian saat ini."


"Permisi tuan,"sekertaris Cristian masuk ke ruangan Cristian.


"Ya ada apa?"


"Istri tuan ingin bertemu dengan anda,apa saya boleh membawanya masuk kemari tuan."


"Jangan,biarkan aku sendiri yang akan menemuinya."


Cristian keluar dari ruangannya.


"Apa yang ingin kamu lakukan di sini.?"


"Aku cuma ingin datang mengunjungi suamiku dalam ruangannya."


Casandra membuat alasan.


"Baiklah kalau begitu,bagaimana kalau kita makan siang bersama?"


"Ide bagus,ayo kita berangkat."


Casandra begitu senang,baru pertama kali Cristian mengajaknya pergi makan bersama.


"Cristian menghabiskan makannanya."


Jika kita sudah selesai ayo aku antarkan kamu pulang ke rumah."


Hati Casandra nenar -benar bahagia.Merasa Cristian mulai memberikan perhatiannya padanya.Hingga dia lupa rencananya untuk apa dia menemui Cristian.


Drrttt drttt drtt


"Hallo.."

__ADS_1


"Iya kak ada apa?"


"Oh baiklah aku akan segera kesana."


"Ada apa Crist,"


"Siapa yang menelponmu?"


"Kak Margareth memintaku untuk kembali ke kantor.Maaf aku harus kembali ke kantor.Bisakah kamu pulang sendiri?"


"Kalau memang urusannya begitu penting.Aku bisa pulang naik taxi."


"Terima kasih sudah mengerti denganku."


Cristian berlalu meninggalkan Casandra sendiri.


"Awas kamu Margareth,aku akan membuat perhitungan denganmu."


Geram dalam hati Casandra.Dia benar-benar marah.Margareth benar-benar mengacaukan kebahagiaannya.Baru saja ingin memulai hubungan yang baik dengan Cristian,Casandra menumpahkan semua kekesalannya pada Margareth.


Casandra mengambil ponselnya dari dalam tasnya.Menelpon seseorang,dan setelah terhubung dengan orang yang dimaksud.


"Hallo,"


"Aku ingin kamu mengurus sesuatu untukku."


Jawaban sang penerima telpon darinya membuat hati Casandra sangat puas.Dan pulang ke rumah naik taxi.


Di kediaman keluarga Adiwijaya..


Nenek terbaring di ranjang dalam kamarnya


Rasa sakit kehilangan kakek membuat nenek kehilangan gairah hidupnya.


" Hallo nek,apa nenek bahagia merasakan sakit kehilangan kakek?"


Casandra menghampiri ranjang nenek dan menyuntikkan sesuatu di lengan nenek.


Nenek yang tak berdaya,untuk menggerakkan tubuhnya sangat susah apa lagi menghindari suntikkan yang di berikan oleh Casandra.Nenek hanya bisa pasrah menahan perih di hatinya.


Berharap seseorang datang untuk menolongnya.Namun yang terdengar hanyalah rintihan kecil,suaranya tertahan tak bisa keluar.


"Egghhh.."hanya itu yang nenek bisa.Selebihnya hanya ada air mata.Sebagai bentuk kemarahannya pada Casandra.


Sedangkan di perusahaan di dalam ruangan Cristian terjadi kegaduhan.


"Crist apa maksudmu memberhentikan aku bekerja di perusahaan ini secara paksa."Nona Margareth marah dan suara kerasnya sampai terdengar oleh bawahan Cristian.


"Sungguh kak,Crist juga nggak ngerti apa yang sedang terjadi."


Belum sempat Cristian menjawab,nona Margareth keluar dari ruangan Cristian.


Dengan kekesalannya nona Margareth membanting pintu ruangan Cristian dengan keras.


BLAMMM


Cristian sampai kaget,tak seperti kakaknya bila sedang marah.


"Ini pasti ulah Casandra.Tunggu kau Casandra aku akan membalaskanmu secara perlahan."gumam Cristian.


Sepertinya dia harus berrtindak hati-hati mulai sekarang,pikirnya.


Nona Margareth menuju area parkiran,di lantai paling bawah gedung ini.Nona Margareth mengendarai mobil mewahnya.


Dengan hati yang penuh kekesalan nona Margareth meninggalkan gedung perkantoran milik keluarganya.Namun itu dahulu,sekarang adalah milik Casandra dan keluarganya.


"Arrgggghhh...SIALLL.."


Nona Margareth memukul keras kemudi mobil miliknya dan berteriak dan menangis.


Sudah empat puluh lima menit berlalu,mobil nona Margareth hanya berputar putar tak jelas dari tadi.Dan dia memutuskan untuk masuk ke sebuah pusat perbelanjaan terbesar baginya.


Setelah memarkirkan mobilnya,nona Margareth memutuskan untuk ke salon.Sudah lama dia tidak mempunyai waktu untuk memanjakakn dirinya."


Bruukkkhhh


Seorang pria dari arah dalam pusat perbelanjaann menabrak tubuh nona Margareth.


"Nona saya minta maaf,"pria itu mengulurkan tangannya berniat untuk menolong nona Margareth.Dengan sopan pria itu menawarkan bantuannya.


"Nggak perlu aku bisa sendiri."ucap nona Margareth ketus sambil berdiri.


"Kalau begitu saya permisi.Jika ada yang terluka tolong hubungi saya,ini kartu nama saya.Mohon maaf nona saya masih terburu-buru."


Nona Margareth meanatap aneh pada pria tadi.


"Lumayan dia cukup tampan.."


"Eh kenapa sampai berpikir seperti itu?"


"Udahlah..lebih baik aku manjakan diriku hari ini."

__ADS_1


Nona Margareth tersenyum-senyum sendiri mengingat kejadian barusan.


Di sebuah salon kecantikkan nona Margareth langsung meminta pelayanan vvip untuk perawatan tubuhnya.


Dia ingin melupakkan penatnya pikiran,apa lagi hari ini dia lagi kesal pada Casandra.


Seharian penuh dia habiskan untuk memanjakan dirinya.Namun dia masih enggan untuk pulang.


Nona Margareth masuk ke sebuah restoran sebab perutnya terasa lapar.Setelah semua amarah dalam hatinya membuat dia lupa untuk mengisi perutnya yang lapar.


"Boleh saya duduk di sini nona?"


Nona Margareth mendonggakkan matanya melihat seorang pria di hadapannya.


Pria yang saat dia masuk ke pusat perbelanjaan ini,menabraknya dengan tak sengaja.Alasannya karena sedang terburu-buru.


Tanpa menunggu jawaban dari nona Margareth pria itu langsung duduk di kursi di hadapannya.


Nona Margareth masih diam,melihat tingkah pria ini.


Dalam hatinya dia mengagumi ketampanan pria ini tapi dia hanyalah pria asing.


"Kenalkan nama saya Alex Anderson."


Pria itu mengulurkan tangannya.


Nona Margareth ragu-ragu menerima uluran tangan pria di hadapannya.


"Margareth."


"Margareth Adiwijaya."


"Wow apakah kamu cucu tuan besar Victorio Adiwijaya?"


"Kenapa kamu bisa tahu?"


"Siapa yang nggak kenal dengan kakekmu?Tuan Besar Adiwijaya dengan segala kesuksesan yang diraihnya."


"Aku turut berduka cita,atas meninggalnya kakekmu."


"Ya terima kasih."


Nona Margareth tersenyum,mereka menghabiskan makan siang dengan banyak sekali topik obrolan.


Nona Margareth telah menghabiskan makanannya.


"Saya permisi pulang dulu tuan Alex."


Nona Margareth berlalu menuju ke kasir.


"Biar saya yang membayar tagihannya nona."


"Tapi saya bisa membayar sendiri tuan Alex."


"Terimalah kebaikkan saya nona,hitung-hitung sebagai tanda pertemanan kita hari ini."


"Kalau begitu terima kasih tuan Alex."


Nona Margareth berlalu meninggalkan tuan Alex yang masih berdiri di depan kasir.


"Tunggu nona.."


Nona Margareth berhenti dan berbalik melihat ke belakang.


"Ada apa tuan Alex,apakah masih ada yang tertinggal."


Tuan Alex mendekati nona Margareth.


"Nona Margareth,bolehkah saya meminta nomor ponsel anda?"


"Sebutkan alasan buat saya tuan Alex,kenapa saya harus memberikan nomor ponsel saya pada anda."


Nona Margareth dengan sikap anggunnya bertanya pada tuan Alex.


"Karena kita sudah berteman,oleh karena itu saya berani meminta nomor ponselmu,nona."


"Carilah dengan usahamu sendiri,aku akan menghargai usahamu jika tuan Alex mampu mendapatkan nomor saya."


Nona Margareth tersenyum,dia ingin melihat seberapa besar keinginan tuan Alex untuk mendapatkan nomor ponselnya.


"Saya permisi tuan."


"Saya pastikan saya pasti dapatkan nomor nona,sebelum nona tertidur malam ini."


Ucap tuan Alex,dia terlihat serius dengan apa yang dia ucapkan.


"Dengan senang hati saya menunggunya tuan Alex."



Lihat nih nona Margareth menunggu like,komen dan dukungannya dari para pembaca setia. Nona Margareth menunggu satu komentar dari setiap pembaca setia cerita ini.❤️❤️❤️

__ADS_1


Buat para pembaca setia jangan lupa yah tinggalkan like komen dan dukungannya,biar kak Authornya tambah semangat melanjutkan ceritanya.


❤️sayang kalian semuanya❤️


__ADS_2