
Bab 19
Pagi harinya aku lebih memilih meninggalkan hotel bersama bapak dan ibu.
Kakek dan nenek juga turut serta.
Di dalam mobil aku hanya diam,tak ingin bicara.
Ternyata di rumah Cristian sudah menunggu kedatangan kami.Sepertinya dia langsung pulang ke rumah semalam.
Melihat aku turun dari mobil segera dia berlari menghampiriku.
"Mala,"
Aku memalingkan wajahku tak ingin melihatnya.
"Kumohon Mala,percayalah padaku ini tidak seperti yang kau kira."
Aku hanya diam dan masuk ke dalam rumah.
Di ruangan tamu,kakek nenek,nona Margareth serta bapak dan ibu sepertinya sedang menunggu aku dan Cristian masuk .
"Mala,kemarilah nak."Kakek memintaku untuk bergabung bersama mereka.
"Dan kamu Cristian,duduklah di sini.Kakek dan nenek serta orang tua Mala ingin mendengarkan penjelasanmu.Dengan kejadian semalam kau telah menyakiti hati Mala juga orang tuanya.Tapi juga menyakiti hati kakek dan nenek."
Cristian menghampiri kakek dan berlutut di hadapannya.
"Kakek,Cristian tidak melakukan kesalahan.Cristian tidak mengerti kenapa bisa menjadi seperti ini."
"Mala,kumohon percayalah padaku.Aku tidak melakukan perbuatan seperti itu."Dia terus memohon padaku.Seakan apa yang dia lakukan adalah bukan kesalahan.
"Tapi bagaimana dengan hasil usg,dan foto-foto kemesraanmu itu bersamanya Crist? Kakak sungguh kecewa dengan perbuatannmua saat ini."Kak Margareth menimpali kata dari Cristian.
"Kak,kakak kan tahu Cristian bukanlah tipe pria yang suka melakukan sesuatu seperti itu.Selama berpacaran dengan Casandra Crist bisa memposisikan diri untuk menghargai harga diri wanita.
Tidak lebih.
"Crist mengakui,memang sebelum kakek masuk ke Rumah Sakit,Casandra menelpon meminta untuk menjemputnya di sebuah kamar hotel.Setelah sampai di sana entah kenapa paginya baru Crist tersadar.Crist terbangun di ranjang hotel itu.Tapi Casandra tidak ada bersama denganku saat itu.Dia sudah pulang terlebih dahulu."
"Apa kamu ingin mengatakan kalau kamu dijebak Casandra?Tidak mungkin seorang pria dan wanita dalam sebuah kamar hotel tidak melakukan apa apa Crist."Kakek terlihat marah kepadanya merasa pengakuan Cristiam sungguh tidak masuk akal.
"Kakek,Crist berani bersumpah tidak melakukan hal kotor itu dengan Casandra."
Cristian datang dan meraih tanganku,mencium tanganku dan ingin memelukku.Tapi aku sudah terlanjur kecewa dengannya.Aku menghindari pelukkannya.
"Mala,kumohon sayang,kamu sekarang menjadi istriku.Percayalah padaku kali ini saja."
"Bagaimana saya bisa mempercayaimu Crist,foto-foto itu menjadi buktinya."
"Aku akan buktikan padamu sayang,bahwa segala yang Casandra katakan adalah kebohongan semata."
"Apa yang ingin kau buktikan Crist,"suara dari arah pintu memotong perkataan Cristian.
__ADS_1
Tampak seorang lelaki paruh baya dan seorang wanita muncul di hadapan kami.
Penampilan mereka seperti bukan dari kalangan biasa.
"Apa yang om dan tante lakukan disini huhhh?"Cristian tampak emosi melihat kehadiran kedua orang barusan.
Keduanya hanya tersemyum sinis.
"Kami kemari ingin meminta pertanggung jawabanmu,sebab kau telah menghamili putri kami satu-satunya.
Tuan Ferdy Hermanto dan nyonya Anisa Hermanto kedua orang tua Casandra ternyata menginginkan sesuatu dengan kedatangan mereka.
"Tidak aku tidak akan mau,"
Casandra masuk ke dalam ruangan ini,dengan menggeret dua koper besar.
"Kamu harus bertanggung jawab Crist dengan benih yang kukandung saat ini."
"Aku tidak mau Casandra,dan aku tidak yakin kalau anak yang ada dalam kandunganmu itu adalah anakku."
"Cukup Cristian,yang sopan bila berbicara dengan putriku."Lelaki yang adalah ayah Casandra tidak suka dengan perkataan Cristian.
"Tuan Victorio Adiwijaya yang terhormat dan nyonya Elisabeth apakah kalian ingin berita kehamilan Casandra ini sampai ke telinga wartawan hmm?"senyum seringai dari tuan Ferdi Hermanto kepada kakek dan nenek seakan sedang mengancam mereka.
"Duduklah kalian dulu,kita bicarakan ini dengan secara baik-baik."
"Kek,tolong Cristian jangan ikuti apa yang mereka inginkan."
"Nak,kami belum mengerti dengan masalah cucuku dengan anakmu.Apakah Casandra benar yakin kalau anak yang ada dalam kandunganya adalah anak Cristian?"
"Kakek,apa sedang merendahkanku?Apa kakek pikir aku wanita bodoh seperti gadis kampungan itu haah?"Casandra emosi dengan pertanyaan kakek.
"Jaga mulutmu Casandra,Mala sekarang adalah menantu keluarga Adiwijaya."Nenek yang sedari tadi hanya diam membentak Casandra.
"Yang jelas tuan Victorio,kami ingin pertanggung jawaban dari keluarga Adiwijaya atas kehamilan putri kami saat ini."
"Atau kami akan membeberkan bukti foto-foto kemesraan Cristian dan Casandra yang akan merusak reputasi keluarga Adiwijaya."
Kakek menghela napas panjang,sambil mengelus dadanya.Ia ingin mengontrol emosinya.Cristian yang khawatir dengan keadaan kakek berlutut di hadapannya.
"Kakek,lakukan sesuatu untukku,apa pun yang kakek putuskan Crist,akan melakukannya.Asal kakek jangan sakit lagi."Cristian memohon dan berharap agar kakek memberikan keputusannya.
Aku hanya menundukkan kepalaku,mencerna apa maksud perkataan Cristian barusan.
Lama kakek hanya diam,semua orang yang ada di dalam ruangan juga ikut terdiam.Menanti keputusan sang kakek.
Sementara Casandra terus mendesak.
"Ayolah kek,berikan keputusanmu.Apa kakek mau anak ini akan lahir tanpa kehadiran seorang ayah.Apalagi kalau semua orang tahu aku melahirkan anak seorang Cristian Adiwijaya yang telah menikah dengan gadis kampungan itu."Dengan melirik benci padaku Casandra terus mengoceh.
"Aku yakin,kakek akan memutuskan yang terbaik untuk Cristian dan Casandra,sebab kakek tahu kan Cristian begitu mencintai Casandra."
"Cihh."Cristian berdecih,benci dengan perkataan Casandra barusan.Entah apa yang terjadi diantara keduanya.Beberapa waktu lalu Cristian tidak ingin di jodohkan denganku.Lalu sepulangnya dari Singapura dia menjadi berbalik menginginkan aku menjadi pasangannya alih alih demi kesehatan kakek.
__ADS_1
Ada apa sebenarnya ini?
"Baiklah,kakek memutuskan Casandra akan tinggal di rumah ini sampai anaknya lahir.Setelah anaknya lahir,kau baru boleh pergi dari rumah ini. "
"Tapi aku ingin menikah dengan Cristian kek,"Casandra berteriak sengit.
"Kamu tahu kan,Cristian baru menikah kemarin.Tidak mungkin dia menceraikan istrinya saat ini."
"Pokoknya aku tidak mau tahu kek,Cristian harus menikah denganku,walau aku menjadi istri keduanya.Toh aku sudah mengandung buah cinta kami saat ini."Ucap Casandra penuh percaya diri.
"Lalu bagaimana dengan status anakku nanti kek.Kalau kakek mengijinkan aku tinggal di rumah ini tanpa menikah dengan Cristian."
Cristian hanya menundukkan kepalanya,dia lalu menatap wajahku.Tapi aku mengalihkan padanganku darinya.Sesak sekali rasanya,mendengar keputusan kakek tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Anak itu akan menjadi bagian dari keluarga Adiwijaya nanti,dengan satu syarat."Ujar kakek dengan serius.
"Apa itu syratnya kek,aku akan melakukannya apa pun itu."Ucap Casandra dengan matanya yang berbinar.
"Kamu boleh menikahi Cristian dengan perjanjian diatas kertas.Dalam perjanjiannya nanti.Setelah kamu melahirkan,anakmu akan menjadi bagian dari keluarga Adiwijaya dan kamu harus bersedia diceraikan oleh Cristian."
"Tapi aku mau menikah secara resmi dengan Cristian kek,dan tidak ingin bercerai dengannya."
"Jangan membantah keputusanku Casandra.Atau aku akan membatalkannya nanti."
"Baiklah,aku mempunyai banyak waktu untuk meyakinkan Cristian agar tidak menceraikan aku setelah anakku lahir nanti."Gumam Casandra .Dengan senyum kemenangan di bibirnya.
"Papa dan mama pulanglah,mulai hari ini.aku akan tinggal bersama keluarga ini."Casandra meminta orang tuanya untuk pulang ke rumah mereka.
Mendengar keputusan kakek,aku hanya bisa menangis dan kembali ke kamarku ke lantai atas.Cristian yang melihatku segera berlari mengejarku.
Aku masuk ke dalam kamar hendak menutup pintu,akan tetapi Cristian mendorong pintunya hingga ia pun berhasil masuk.Pintu kamarku ia kunci,dan segera menghampiriku.
Cristian lalu memelukku erat.
"Maafkan aku Mala,aku tidak bermaksud untuk menyakitimu.Semua yang terjadi saat ini diluar kendaliku."
Aku meronta ingin lepas dari pelukkan Cristian.Air mata yang terus mengalir di pipiku tidak bisa berhenti.
"Kenapa kamu mempermainkan perasaanku,Crist."
"Aku tdak mempermainkan perasaanmu,Mala.Aku sunguh-sungguhjatuh cinta padamu."
"Cinta yang mana yang kau katakan Crist,?"
"Cinta yang mendapati bahwa ada wanita lain yang mengaku kau hamili tepat pada saat malam pertama kita?"
Cristian mengangkat daguku,menghapus air mataku dengan punggung tangannya.
Dia lalu mengecup keningku lama sekali.
"Aku sudah menaruh perasaanku hanya untukmu Mala.Perbuatan Casandra ada maksud tersembunyi dibaliknya.Dan aku akan mencari tahu semua itu.Tolong bantu aku untuk mengerti posisiku saat ini."
"Kalau begitu buktikan Crist,kalau kamu benar-benar mempunyai perasaan padaku."
__ADS_1