Cinta Gadis Buta Huruf

Cinta Gadis Buta Huruf
Kamar hotel


__ADS_3

Bab 64


Sinar matahari yang menerobos kaca jendela, membuat mata Cristian mengerjap beberapa kali. Saat matanya benar benar terbuka dia melihat jam di atas nakas, pukul 10.00.  Sepertinya ada yang aneh dengan pagi ini pikirnya.


‘’Ini bukan kamarku, lalu kamar siapa.’’ Cristian bangun dari ranjangnya dan duduk sambil memijit- mijit  kepalanya yang sedikit pusing. Mencoba mengingat ingat kejadian semalam, kenapa bisa dia berakhir di atas ranjang yang bukan adalah ranjang di dalam kamarnya. Sekelebat bayangan Mala muncul di hadapannya.


‘’Apa yang terjadi semalam, apakah Mala sudah melihat kelakuan pria asing itu di belakangnya?’’ Cristian mulai mengingat rentetan kejadian semalam. Dia tersenyum puas dengan usahanya, setidaknya dengan kehadiran Mala semalam membuat  dia tak usah bersusah payah menjelaskan perselingkuhan suaminya. Usahaku ternyata tak sia sia. Dengan kemunculan Mala di kamar itu pasti hari ini mereka akan bertengkar hebat.   Cristian tersenyum miring, memikirkan rencananya berhasil.


Cristian lalu masuk ke kamar mandi dan mulai membersihkan dirinya, bau alkohol yang begitu menyengat membuat Cristian merasa mual dan tak tahan jika dia tak segera membersihkan dirinya. Setelah membersihkan diri,  Cristian baru mengingat sesuatu.


‘’Sial.’’ Cristian mengumpat sendiri di dalam kamar mandi. Betapa tidak, dia sedang mengumpat dirinya sendiri, yang begitu bodoh. Dia membersihkan diri, tapi tak memiliki baju ganti. Pakaiannya semalam penuh dengan noda kotoran, mungkin bekas muntahannya.


‘’Bagaimana aku bisa mendapatkan pakaian ganti sekarang?’’


Cristian keluar dari kamar mandi, dan terkejut di atas ranjangnya Mala sedang duduk menunggunya selesai membersihkan diri.


Mala mengalihkan pandangan matanya ke arah lain, saat melihat Cristian baru keluar dari kamar mandi. Dan itu membuat Cristian tersenyum senang.


‘’Apa kamu senang memandang tubuhku ini Mala?" Cristian menggoda wanita di hadapannya karena dia melihat rona kemerahan di wajah Mala.


‘’Jangan bangga kamu, kamu berhutang penjelasan pada Hector pemilik kamar semalam. Dan kamu datang mengacaukannya, dengan memukul Bimo tanpa alasan.’’


‘’Aku punya alasannya Mala.’’


‘’Kalau begitu jelaskan alasanmu pada Hector.’’


Mala beranjak dari tempat duduknya, hendak keluar.


‘’Tunggu Mala.’’ Cristian mencekal lengan Mala, yang sudah akan membuka pintu untuk keluar dari kamar ini. Wangi sabun di tubuh Cristian dengan rambut yang masih basah, membuat Mala terlena sejenak. Dengan cepat kesadaran Mala kembali, dan berusaha menepis cekalan tangan kokoh milik Cristian.


‘’Lepaskan tanganku Cristian.’’


‘’Aku membutuhkan pertolonganmu saat ini.’’


‘’Jangan macam macam kamu Cristian, atau aku akan berteriak.’’ Pikiran Mala sudah kalut tak karuan. Degup jantungnya semakin bertalu-talu tak bisa dia kendalikan. Ada rasa dari dalam hatinya yang kini bergejolak. Namun segera di tepisnya.


‘’Berteriak lah kalau begitu, agar semua akan mengira kita adalah pasangan yang baru saja menikah.’’ Ucap Cristian yang membuat hati Mala semakin kacau.


‘’Tolong bantu aku untuk kali ini saja.’’ Pikiran Mala sudah tak baik baik saja. Apa lagi saat ini Cristian hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya.


‘’Aku tak bisa membantumu Cristian.’’ Jawab Mala melemah, air matanya sebentar lagi akan tumpah. Cristian yang melihat mata Mala kini berkaca kaca mulai mengurai cekalan tangannya pada lengan .ala.


‘’Aku kira kamu bisa membantuku, ya sudahlah kalau kamu nggak bisa.’’ Cristian mulai melangkah mundur, dan menundukkan kepalanya. Berjalan gontai menuju ranjangnya. 


‘’Aku nggak bisa bertemu dengan Hector, dengan keadaanku yang seperti ini."


‘’Maksudmu?" Mala mulai merasa iba dengan Cristian,


‘’Maksudku, aku nggak mungkin memakai handuk untuk bertemu dengan Hector dan pria asing tukang selingkuh itu.’’


‘’Namanya Bimo, Cristian. Jangan kamu  panggil dia tukang selingkuh.’’


‘’Kenapa kamu membelanya, jelas jelas kamu juga berada di sana semalam.’’


Mala semakin kesal dengan perkataan Cristian.


‘’Mala.’’


‘’Ada apa lagi Crist.’’


‘’Bantu aku untuk kali ini saja.’’


‘’Aku nggak bisa membantumu melakukan sesuatu yang , menjijikkan bagiku.’’


‘’Apa maksudmu dengan sesuatu yang menjijikan Mala, apa kamu berpikir sesuatu yang sangat nikmat itu Mala.’’


Hahahhahahaha Cristian tertawa terbahak bahak.


‘’Aku sangat menginginkan itu Mala, jika kamu bersedia melakukanya lagi denganku. Aku sangat merindukanmu. Oleh karena itu aku pun nekat untuk mengikuti pria asing itu yang memang sangat nggak cocok berdampingan denganmu.’’


‘’Jaga bicara mu Crist.’’


‘’Ketahuan kan dari nada bicaramu, kamu menginginkanku.’’ Cristian berjalan mendekati Mala lagi, dan memeluk pinggangnya dengan kasar hingga tubuh mereka bersentuhan tanpa ada pembatasnya lagi.


‘’Aku akan melakukannya lagi denganmu Mala,tunggu sampai aku akan membuat pria asing itu bercerai denganmu. Saat ini aku hanya membutuhkanmu untuk membelikan sepasang setelan baju untukku.’’ Bisik Cristian di telinga Mala, suaranya yang begitu pelan dan hampir tak terdengar itu mampu membuat bulu roma Mala berdiri.


"Mala berusaha melepaskan diri dari pelukan Cristian,dan mencoba menetralkan kembali suasana hatinya. Rona wajahnya memerah seketika, membuat Cristian semakin gemas melihatnya. Setelah Cristian melepaskan pelukannya, Mala berbalik ke arah pintu dan berniat keluar dari kamar Cristian.


‘’Tunggu sepuluh menit lagi aku akan menyuruh pelayan membawakan pakaian untukmu.’’ Ucap Mala tanpa berbalik menatap wajah Cristian, berusaha menutup kegugupannya.


Hati Cristian berdesir, merasakan kehadiran Mala yang masih sanggup menggetarkan hatinya. Perasaan ini belum berubah, perasaaan ini masih sama seperti saat pertama dia berjumpa dengan Mala. Lama Cristian merenungkan perasaanya pada Mala. Bagaimana caranya agar bisa meluluhkan hati Mala agar dia bisa kembali lagi padanya.


Tok tok tok 


Cristian dikagetkan dengan suara ketukan pintu. Dia bergegas menuju pintu dan membuka pintunya. Seorang pelayan hotel berdiri di depan pintunya.


‘’Selamat pagi tuan.’’ Pelayan itu menyerahkan satu stelan baju untuk Cristian, lengkap juga dengan  pakaian dalamnya. Cristian menerima baju itu, sambil menyerahkan tip pada pelayan itu.


‘’Terima kasih ya.’’


‘’Sama sama tuan. ‘’ Cristian hendak menutup pintu.

__ADS_1


‘’ Tuan.’’


‘’Ada apa. Apa masih ada lagi yang ketinggalan?”


‘’Tidak tuan, tapi tuan Hector dan nona Mala sedang menunggu anda di cafe lantai bawah.’’


‘’Baiklah, katakan pada mereka aku akan turun dan menemui mereka saat aku sudah berganti pakaianku.’’


‘’Baik tuan, kalau begitu saya permisi dulu.’’


Cristian lalu mengenakan pakaian yang dibawa pelayan tadi. Ukuran yang begitu sangat pas di tubuhnya.


‘’Aku yakin Mala, pasti kamu yang memilihkan pakaian ini untukku.’’  Cristian tersenyum sendiri menatap wajahnya di depan cermin, sambil memasangkan dasi  berwarna navy di lehernya.


‘’Kamu masih mengingat seleraku dan warna kesukaanku. Tentu kamu masih ingat, karena kamu masih memiliki rasa kepadaku.’’ Hati Cristian semakin berbunga bunga rasanya. Setelah selesai, Cristian meraih jas yang ada di atas ranjangnya, lalu segera keluar dari kamarnya.


Cristian membuka pintu lift, dan menekan tombol lantai dasar, dimana Mala dan yang lainnya sedang menunggunya di cafe yang berada dekat dengan lobi hotel ini.


Untuk sesaat Cristian terpaku di tempatnya. Melihat semua orang yang sedang menunggunya di meja yang sedikit besar itu berkumpul.  Terllihat jelas raut bahagia di wajah Mala.Tak ada tanda setelah habis bertengkar dengan suaminya. Cristian menjadi bingung sendiri. Bahkan kini mereka duduk di satu meja makan yang sama sambil bercanda.


‘’Maafkan aku Mala, aku nggak pernah membuatmu bahagia. Tapi aku berjanji aku akan membuatmu bahagia setelah ini. Saat urusan kita selesai dengan pria asing itu.’’  Gumam Cristian dalam hatinya.


 Cristian melangkah pasti menuju meja mereka. Semua mata tertuju padanya, namun tak sedikit pun Cristian merasa takut.


‘’Silahkan duduk.’’ Ucap Hector  dengan kewibawaannya kepada Cristian.


 Dan dia pun duduk di hadapan mereka. Cristian diam memandang mereka satu per satu terutama pada Bimo yang sudut bibirnya sedikit terluka oleh pukulannya semalam. Ada rasa senang di hati Cristian karena berhasil memberi pelajaran pada pria asing tukang selingkuh itu.


‘’Apa kamu tahu kenapa kami memanggilmu kemari tuan Adiwijaya?’’ Hector memulai perbincangan mereka, dan tak ingin mengulur waktu lagi.  Cristian menggelengkan kepalanya.


‘’Apa karena aku telah memukul pria tukang selingkuh ini?’’  Jawab Cristian santai.


‘’ Dari mana kamu tahu dia adalah tukang selingkuh.’’


‘’Aku mempunyai buktinya.’’   Jawab Cristian santai.


 “Bukti apa yang kamu maksud?’’


Dengan kepercayaan dirinya, Cristian mengambil ponselnya dan membuka video yang  yang direkamnya beberapa saat lalu. Ditambah beberapa foto yamg memperlihatkan kemesraan Bimo dan Felicia.


‘’Atas dasar apa kamu menuduh mereka adalah tukang selingkuh?’’ Hector kembali menatap tajam pada wajah Cristian.


‘’Ya karena pria asing ini adalah suami Mala, dan aku tak menyukai perselingkuhan. Dan ingin membuka mata hati Mala, kalau dia telah menikahi pria yang salah.’’


Semua orang yang duduk di hadapan Cristian saling memandang wajah mereka satu sama lain. Di detik berikutnya mereka tertawa terbahak – bahak. Cristian semakin bingung melihat tingkah semua orang di hadapannya. Bukannya marah, malah menertawainya. Mala pun hanya diam dan meneguk minuman yang ada di hadapannya tanpa ekspresi.


“Apa ada yang salah?’’


Mala memandang wajah Cristian dengan wajah datar.


‘’Kenapa aku harus cemburu dengannya?” Mala lalu beranjak dan berdiri dari tempat duduknya. Dia lebih memilih meninggalkan meja mereka. Mala sungguh tak sanggup harus duduk bersama dengan Cristian lagi di sana.


‘’Mala.’’


‘’Jangan mengikutinya, biarkan dia sendiri.’’ Ujar Hector yang menghentikan langkah Cristian.


‘’Duduklah bersama kami, agar kita bisa meluruskan masalah yang sedang terjadi di antara kalian.’’Sambung Hector lagi.


‘’Sebenarnya, aku juga turut membencimu karena kelakuanmu di masa lalu Mala. Tapi aku bisa melihat sinar di mata Mala, saat dia memandang kamu.’’ 


‘’Aku tak bisa pungkiri itu. Namun kesalahanmu sungguh membuat hati Mala terluka begitu lama.’’


‘’Dan kini aku ingin mengetahui sejauh mana perasaanmu terhadap Mala.’’


‘’Perkenalkan dia adalah Bimo, apa kamu sudah mengenalnya dengan baik?" Cristian menganggukkan kepalanya lagi.


‘’Kamu yakin kamu mengenalnya dengan baik, sehingga kamu berani menuduh dia sebagai tukang selingkuh.’’


‘’Iya aku sangat yakin sekali, karena aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.’ Ujar Cristian yakin." Hector menggelengkan kepalanya. Dan meminta Bimo dan Felicia serta istrinya Jasmine untuk kembali kamar  mereka lagi.  Cristian semakin bingung dengan tingkah Hector. 


‘’Kamu belum sepenuhnya mengenal Mala, dan kamu tahu apa kesalahan terbesarmu saat ini?’’ Hector menggelengkan kepalanya, menatap dengan rasa kasihan pada Cristian.


‘’Kesalahanmu adalah, karena kamu adalah pria bodoh. Sudah melakukan kesalahan, namun tak bisa mengakui dan meminta maaf. Jangan salahkan Mala jika dia lebih memilih menjauh darimu, dan berlindung di balik punggung kami saat ini.’’ Mereka semuanya pun berlalu meninggalkan Cristian sendiri. Yang  masih duduk dan mencerna perkataan Hector barusan. 


 Cristian melangkah pulang menuju ke rumahnya. Dia ingin segera menceritakan seluruh isi hatinya pada nenek.  “Nenek pasti bisa memberikan solusi yang terbaik bagiku.’’ Meski pun perkataan Hector tadi sangat menyinggung harga dirinya, tapi Cristian mencoba memikirkan arti dari kata demi kata yang di ucapkan oleh Hector padanya. Jadi Cristian lebih memilih diam, dan tak menanggapinya dengan emosi.


Di kediaman Adiwijaya.


Nyonya Elisabeth sedang duduk dengan nona Margareth kakak Cristian yang satu ini sudah lama tak lagi mengunjungi kediaman mewah keluarganya. Setelah menikah dengan Alex, kini Cristian memiliki seorang keponakan yang sangat cantik. Namanya Aleta. Aleta anak perempuan kecil yang sangat lucu. Semua orang sangat menyayanginya, sama seperti mereka menyayangi Elena. Nyonya Elisabeth bingung dengan tingkah Cristian biasanya Cristian akan selalu kembali ke rumah, selarut apa pun itu. 


‘’Kamu kemana aja semalam nak. Kok nggak pulang rumah.’’   Nyonya Elisabeth bertanya pada cucu kesayangannya.


Cristian tak bisa menjawab, dan hanya menitikkan satu tetes air mata di sudut matanya yang lolos begitu saja mengalir di pipinya.


‘’Kamu kenapa Crist, katakan pada kakak apa masalahmu. Kenapa kamu menjadi begini?” Nona Margareth menghampiri adiknya dan memeluknya erat. Karena dia tahu Cristian adalah pria yang mudah rapuh jika menghadapi persoalan yang tak bisa dia carikan sendiri akar permasalahannya. Sejak Mala meninggalkannya, tepatnya.


 Cristian hanya  diam, membuat nyonya Elisabeth  dan nona Margareth semakin banyak bertanya ada masalah apa yang sedang Cristian hadapi.


Apa yang sedang di hadapi oleh Cristian saat ini. Cristian memeluk neneknya erat, dan nyonya Elisabeth mengelus pundaknya lembut.


 Setelah Cristian telah sedikit tenang, nyonya Elisabeth mulai bertanya padanya apa yang terjadi padanya.

__ADS_1


‘’Kamu kenapa nak, apa ada maslah hingga penampilan kamu harus sekusut ini.’’


Nona Margareth hanya diam, dan menyimak perbicangan mereka.


‘’Mala nek.’’


‘’Kenapa dengan Mala nak?”’


‘’Apa terjadi sesuatu padanya?’’ Nona Margareth tak kalah khawatir dengan perkataan Cristian. Akhirnya Cristian menceritakan semua kejadian yang sangat mengganggunya saat ini. Terutama perkataan Hector yang sangat menusuk  hatinya.               Nyonya Elisabeth menghela napas panjang.


‘’Mungkin perkataan orang yang bernama Hector itu ada benarnya juga nak.’’ Nenek mencoba menjelaskan pada Cristian.


"Karena saat ini merekalah ,orang – orang terdekat Mala. Mungkin mereka mengetahui masa lalu Mala, dan nggak ingin membuat masalah lagi untuknya.’’


‘’Dan kamu memang benar dalam posisi yang salah.’’


“Maksud nenek?" Tanya Cristian tak mengerti.


‘’Apa kamu sudah meminta maaf pada Mala? Karena seorang wanita lebih baik kehilangan segalanya dari pada kehilangan anak yang adalah buah hatinya, darah dagingnya sendiri.


Cristian baru tersadar, kalau sejak pertemuannya dengan Mala, dia tak pernah meminta maaf pada Mala. Karena dia telah berbuat jahat padanya, dan tak memiliki pendirian yang kuat, sehingga Mala harus kehilangan buah hatinya .


" Semuanya salah Cristian nek, kalau saja waktu itu Cristian menurunkan ego , mungkin sekarang Crist sudah bahagia bersama dengan Mala.’’ Cristian sungguh menyesal dengan semua yang sudah terjadi. 


‘’Yang sudah terjadi, biarlah terjadi nak, sekarang yang kamu pikirkan bagaimana caranya kamu mengembalikan kepercayaan Mala padamu.’’   Ucap nyonya Elisabeth pada Cucunya.


‘’Aku sangat merindukan Mala, aku ingin berjumpa dengannya.’’ Nona Margareth mengungkapkan kerinduannya dengan sendu.


‘’Benar juga, kalau kakak yang meminta bertemu, pasti Mala akan langsung mengiyakannya nanti. Mata Cristian berbinar mendengar rencana kakaknya. Dan dengan cepat sebuah ide muncul di kepalanya.


‘’Apa rencana mu?’’


‘’ Cristian ingin membuat kejutan untuk Mala, sebagai permintaan maaf ku padanya.’’


‘’Tapi bagaimana kalau Mala nggak menginginkan kamu di sana?’’


‘’Aku akan berusaha terus kak, sampai Mala memaafkan aku.’’


‘’Asal kamu janji jangan memaksanya nanti.’’


‘’Baik kak, aku setuju. Karena jika dipaksakan Mala pasti akan menjauh dariku.’’


‘’Hebat, sekarang kamu benar benar pintar yah.’’ Goda Margareth pada adik kesayangannya.


  Akhirnya setelah tiga hari nona Margareth mendapatkan nomor ponsel Mala.


Drrrttt drrrt drttt


Ponsel Mala bergetar, saat dia dan Bimo sedang berada di dalam mobil menuju ke kantornya.


‘’Siapa yang menelpon?’’ Tanya Bimo yang masih fokus menyetir dan tak sengaja melihat ke arah ponsel Mala yang menyala.’’


‘’Entahlah Bimo, nomor baru kayaknya.’’


‘’Dijawab aja, siapa tahu penting bagimu.’’


Akhirnya Mala menggeser layar hijau di ponselnya.


‘’Halo.’’


‘’Halo Mala, apa kamu masih mengingat aku?   Kata Cristian kamu sudah berada di kota ini. Aku sangat merindukanmu, bisakah nanti kita bertemu. Aku sudah sangat merindukanmu, begitu pula dengan nenek. Aku mohon padamu.’’ Tanpa jeda  suara nona Margareth sungguh tak asing lagi bagi Mala. Meski sudah lama sekali mereka tak pernah bertemu dan bertukar kabar, tetapi Mala tau betul suara di ujung telpon itu adalah suara nona Margareth.


‘’Halo kak Margareth.’’ 


‘’Baiklah, aku akan menghubungi kakak sore nanti saat aku pulang kerja. Kita akan bertemu sepulang kerja yah.’’Suara Mala terdengar gugup, entah dari mana dia bisa mendapatkan nomor ponselnya. Akan tetapi Mala tak bisa menyangkal, hatinya juga sangat merindukan nenek dari mantan suaminya itu, juga kak Margareth yang sudah sangat baik padanya. Mereka adalah orang orang baik yang pernah menjadi bagian dari hidup Mala.


‘’Baiklah Mala, aku menunggumu untuk menghubungiku sore nanti.’’ Nona Margareth menutup sambungan telponnya.


‘’Bagaimana kak, apa Mala mau bertemu?’’ 


‘’Iya tapi nanti sore dulu katanya, sepulang dari kerja.’’


“Terima kasih kak, aku sayang sama kakak.’’ Cristian memeluk erat kakaknya.


‘’Siapa yang menelpon mu, Mala?’’ Bimo melihat raut wajah Mala yang kini menjadi gugup.


‘’Kamu kenapa, apa ada masalah?’’ Bimo merendahkan suaranya agar Mala merasa nyaman dengan pertanyaannya.


‘’Nggak Bimo, kakak  Cristian baru saja menghubungiku, dia dan nenek Cristian sangat baik sekali padaku dan  kini mereka memintaku untuk bertemu dengannya.’’


‘’Lalu?’’


‘’Sebenarnya aku sangat merindukan mereka juga, namun perbuatan Cristian padaku sangat menyakitiku. Sepertinya aku nggak sanggup deh.’’


‘’Mala.’’  Bimo menatap iba wajah Mala.


‘’Yang membuat kesalahan di masa lalu kamu adalah Cristian , jadi kenapa kakak dan neneknya terkena imbasnya. Apa lagi kamu bilang mereka adalah orang orang yang sangat baik bagimu. Apa salahnya jika mereka ingin bertemu denganmu, saling melepas kerinduan setelah beberapa tahun ini tak berjumpa.’’


‘’Apa bisa aku melakukannya?’’ Mala bersandar di kursi mobilnya sambil menutup mata.


‘’Tentu saja kamu harus bisa.’’ 

__ADS_1


Mobil mereka pun tiba di depan perusahaan, tempat mereka memulai pekerjaan mereka hari ini.


__ADS_2