
Bab 60
"Aku punya pekerjaan untukmu.’’
Cristian menelpon seseorang dan memintanya untuk melacak keberadaan Mala dan Bimo setelah mereka meninggalkan kantor milik Cristian.
Cristian mengirim foto foto Mala agar memudahkan suruhannya mencari tahu tentangnya.
Seseorang di balik telpon langsung meluncur segera melaksanakan perintah tuannya.
Sedangkan Laura berusaha mengingat ingat siapa wanita yang mengganggu pikiran Cristian dia merasa seperti pernah melihat wanita itu tapi dimana.
Bimo mengantar Mala kembali ke apartemennya ,dan membiarkan Mala beristirahat di kamarnya sementara Bimo kembali mengurusi gedung perusahaan yang baru mulai dibangun.
Dada Mala terasa sesak dia bangun dari tidurnya menuju ke dapur,mengambil air di lemari pendingin.Lega rasanya setelah segelas air minum ditenggaknya sampai habis.
Bayangan Cristian mulai berputar putar di dalam benaknya.
Kejadian lima tahun lalu terulang kembali dalam pikirannnya.
Sakit hati bercampur dengan kebencian sungguh tak mudah baginya.
Mala hanya bisa menangis dan terus memukul mukul dadanya untuk mengurangi rasa sakit di dalam dadanya.Hingga hari mulai malam Mala masih menangis di lantai kamarnya.
Malam ini Bimo masih sibuk dengan pekerjaaanya dan karena terlalu lelah dia lebih memilih untuk langsung masuk ke dalam kamarnya dan beristirahat.
Keesokan harinya,di kediaman Adiwijaya.
‘’Halo Cristian,apa hari ini kamu akan mengunjungi makam putramu?’’
‘’Iya nek aku akan pergl.’’
‘’Boleh aku ikut papa?’’Ellena menyela perkataan neneknya,karena dia tahu neneknya berbicara dengan papamya.
‘’Tentu sayang,Devan adalah saudaramu juga.’’Cristian mengiyakan Ellena untuk ikut bersamamya.
Hari ini adalah peringatan hari ulang tahun Devan yang ke sembilan tahun dan peringatan kematiannya yang ke lima tahun.
Setiap tahunnya Cristian selalu datang untuk merayakan ulang tahun Devan.Dan bahkan sering dia sendiri jika terlalu merindukan Mala Cristian akan datang dan menceritakan isi hatinya pada Devan di makamnya .Mencer itakan bagaimana hatinya sangat merindukan Mala.Dan jika Mala kembali suatu saat nanti dia akan meminta maaf pada Mala,dengan ketulusan hati yang paling dalam.
Cristian menutup sambungan telponnya dan meraih kunci mobilnya lalu turun dari lantai atas menuju tempat parkir. Cristian melajukan mobilnya segera ingin menjemput Ellena di kediaman Adiwijaya.
Tiga puluh menit perjalanan,mobil Cristian tiba di depan kediaman Adiwijaya,rupanya Ellena sudah menunggu kedatangan papa Cristian di depan teras rumah mereka.Sehingga Cristian tak perlu masuk lagi ke dalam rumah mereka.
‘’Apa nenek nggak ikut sayang?’’
‘’Nggak papa,kata nenek dia mempunyai urusan di tempat lain.’’
‘’Baiklah, ayo kita berangkat.’’ucap Cristian dengan bersemangat dan memasangkan sabuk pengaman pada Ellena.
Mobil Cristian meluncur kembali menuju tempat pemakaman Devan.
Perjalanan mereka selama tiga puluh menit ditemani celotehan Ellena. Ellena sangat bersemangat jika dia diajak oleh Cristian mengunjungi makam Devan.Bagi Ellena,Devan adalah saudara satu satunya.
Setelah tiba Ellena dan Cristian menaburkan bunga segar diatas makam Devan dan juga untuk makam Kenny.Sebuket bunga mawar putih Cristian tempatkan dibawah nisan Devan dan juga Kenny.
Saat Cristian mulai berdoa dan berbicara pada Devan. Ellena memilih untuk bermain melompat ke sana kemari seperti anak kecil pada umumnya yang cepat sekali bosan.
‘’Hallo gadis manis,apa yang kamu lakukan di sini sendirian.’’seorang wanita cantik menyapa Ellena dengan senyum yang begitu mempesona.Saat Ellena kelelahan bermain dia memilih untuk berteduh di bawah pohon beringin yang teduh sebagai tempat istirahatnya.
Ellena mendonggakkan kepalanya menatap wanita dewasa yang sedikit membukukkan badan dan mensejajarkan tingginya dengann Ellena lalu menyapanya.Dengan senyum manisnya Ellena tertegun melihat wanita cantik di hadapannya.
‘’Tante, maukah tante menjadi pasangan papa Ellena?’’Ellena tak menjawab pertanyaanya malah balik bertanya.Sesaat wanita cantik itu terkejut dengan pernyataan polos seorang gadis kecil yang berada di hadapannya.Bagaimana mungkin gadis kecil ini yang baru ditemuinya hari ini menawarkannya menjadi seorang mama baginya.
Mala tersenyum,dan mengelus pucuk kepala gadis kecil di hadapannya.
‘’Siapa namamu sayang?’’
‘’Ellena tante.’’
‘’Nama yang bagus sayang.’’
‘’Hmm,begitu kata papa Ellena juga.’’Sahut gadis kecil itu lagi.
‘’Memangnya dimana mamanya Ellena?’’Mala sepertinya ingin tahu bagaimana bisa seorang gadis kecil di hadapannya menawarkannya menjadi mama baginya.
‘’Mama Ellena sudah nggak pernah ingat sama Ellena lagi.Kata papa dulu mama melakukan sebuah kesalahan besar dan akhirnya mama dimasukkan ke dalam penjara.’’
Untuk sesaat Mala tertegun dengan jawaban polos dari gadis kecil di hadapannya ini.
“Tante turut prihatin atas kejaadian yang menimpa mama kamu ya.’’
‘’Terima kasih tante.’’
‘’Elennnaaaaa...’’
‘’Tante,sepertimya papa sedang mencari Eleena.Sampai jumpa yah.’’Ellena berlari kecil menuju sumber suara yang memanggil namanya,dan membalikkan badannya lalu melambaikan tangannya ke arah Mala.
‘’Sampai nanti tante.’’
__ADS_1
Mala hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah polos gadis kecil itu barusan.
‘’Kamu kemana saja sayang,papa mencarimu dari tadi.’’
‘’Ellena bertemu tante yang cantik seperti bidadari tadi pah.’’Jawab Ellena dengan polosnya.
‘’Lalu Ellena memintanya menjadi mama Ellena.’’Lanjutnya lagi.
Cristian terkekeh mendengar cerita putri kesayangannya.
‘’Emang cinta papa sama Ellena selama ini kurang yah?’Cristian berpura pura cemberut di hadapan putrinya.
‘’Bukan begitu papa.Sebenarnya Ellena nggak suka sama tante Laura yang kecentilan sama papa.Dan lagi semua teman Ellena di sekolah memiliki orang tua yang lengkap.Ada papa dan juga mama,Ellena juga ingin seperti mereka.’’
Cristian diam dan tak bisa menanggapi kata kata dari putri kecilnya.Mereka berjalan pelan menuju tempat mobil mereka di parkir.Menyadari telah salah berbicara pada papanya Ellena menundukan kepalanya ,dan tak ingin melanjutkan pembicaraannya.Sementara Cristian melajukan mobilnya kembali pulang ke rumahnya.
Wanita cantik itu berjalan menuju sebuah makam kecil,dua buket mawar putih dia tempatkan di bawah batu nisan.
‘’Selamat ulang tahun kesayangan mama,maafkan mama yang baru bisa datang menemuimu.’’
‘’Maafkan mama yang selama ini meninggalkan kamu sama uncle Kenny sendiri di sini.Mama harus menemani oma Laurent dan menjaganya.Sekarang pasti kalian sudah bahagia di sana, tapi mama kesepian nggak ditemani kalian lagi.’’Sambil satu tangannya mengusap air mata yang lolos begitu saja keluar dari anak matanya.
‘’Sekarang mama akan tinggal berdekatan lagi sama Devan dan uncle Kenny,soalnnya mama udah dapat pekerjaan di sini berkat uncle Hector.’’
‘’Oh iya Devan belum tahu kan uncle Hector itu siapa? Dia adalah kakaknya uncle Kenny dan uncle Hector sangat baik sekali sama mama.Kini mama sudah dapat pekerjaan berkat uncle Hector.’’
‘’Terima kasih Kenny,cintamu yang begitu besar padaku membuat aku semakin merasa bersalah padamu.Aku nggak akan bisa membalas rasa cintamu dan kamu tahu itu.Kenapa semuanya kau serahkan padaku?’’Mala menangis meneteskan air matanya lagi,sambil mengelus makam aKenny dan Devan bergantian.
‘’Tunggu ada yang aneh disini.’’Mala mengusap air matanya
Ada dua buah buket yang sama juga yang tergeletak di sana.Dia heran dan bertanya tanya di dalam hatinya siapa yang datang menbawa bunga di makam putranya dan di makam Kenny.Sepertinya taburan bunga bunga ini masih baru.
‘’Siapa yang baru datang kemari?’’ gumamnya dalam hati.
Mala memandang sekeliling makam,tapi tak ada satu pun orang di sana.
Drrttttt drrrttt drrrtttt drrtttt
Ponsel Mala berdering,
Bimo memanggil
‘’Hallo Bimo,’’
‘’Kamu dimana Mala?’’
“Kamu ke sana sama siapa?’’
‘’Aku sendiri tadi naik taxi.’’
‘’Kenapa nggak minta aku yang anterin.’’
‘’Aku takut mengganggu kesibukanmu.Jadi aku pesan taxi online buat mengantatrku kemari.’’
‘’Tunggu aku disana sekarang juga, aku akan pergi menjemputmu.’’
“Tapi,Bimo...’’
Tut tut tut,sambungan telpon diputus sepihak oleh Bimo.
“Aduh Bimo,kenapa kamu mau saja terus merepotkan dirimu.’’
Terpaksa Mala pun harus menunggu kedatangan Bimo untuk menjemputnya.Sambil terus bertanya tanya di dalam hati siapa yang baru saja mengunjungi makam Devan dan Kenny.
Empat puluh lima menit Mala menunggu,hingga mobil mewah berwarna hitam menghampirinya.
Tiiinnnnn..
Klakson panjang mobil di hadapan Mala berbunyi keras mengangetkannya.
‘’Masuklah.’’perintah Bimo dengan nada datar. Setelah Mala duduk disampingnya Bimo melajukan mobil mewahnya menuju ke apartemen mereka.
Sudah sepuluh menit berlalu di dalam mobil Bimo hanya diam dan fokus menyetir.
‘’Kamu marah sama aku ya,Bim?’’
Karena tak kunjung bicara Mala memberanikan dirinya bertanya.Bimo enggan menjawab pertanyaannya.
‘’Bimo..’’
Bimo menghela napas panjang,dan mengatur napasnya dengan teratur.
Bimo mencoba meredam kemarahannya.
Untuk saat ini dia harus bisa mengatur emosinya di hadapan saudari dari atasannya.Jangan sampai dia kehilangan kendali.
Lima menit, Bimo terdiam.Mala semakin merasa ada sesuatu yang aneh dari tingkah Bimo.
‘’Mala,,’’Akhirnya Bimo mengeluarkan suaranya.
__ADS_1
‘’Hmm..’’
“Maafkan dengan sikapku barusan.’’
‘’Nggak apa apa Bimo,aku mengerti.Mala mencoba tersenyum pada Bimo.Dia masih merasa Bimo sedang marah padanya.
‘’Aku sedang merasa gagal untuk menjagamu,Mala.’’Bimo akhirnya mengemukakan alasan kemarahannya.
‘’Apa yang harus aku lakukan jika aku benar benar gagal menjagamu.Aku nggak tahu tuan Hector pasti akan murka dan menghukumku.’’
‘’Apa Hector suka menghukum orang?’’tanya Mala menusuk hati Bimo.
‘’Tuan Hector nggak akan pernah segan untuk menyingkirkan orang yang nggak bisa menjaaga kepercayaannya.’’
‘’Apa menyingkirkan itu sama dengan membunuh?’’
Bimo menjawabnya dengan anggukan kecil.
“Tuan Hector sudah mempercayakan keselamatanmu padaku,jadi tolong
mengertilah padaku.Jika ingin bepergian bilang dulu padaku.’’Ucap Bimo dengan penuh harap pada Mala.
‘’Maafkan aku Bimo,aku nggak tahu itu.Tapi aku janji aku akan selalu menghubungimu,jika aku hendak pergi kemama mana.’’
“Oke aku percaya padamu.’’
Mereka pun kembali mengobrol santai,hingga tak terasa sudah tiba di apartemennya.
Saat turun dari mobil dan masuk ke dalam apartemen,mereka tak menyadari seseorang sedang memotret kebersamaan mereka.
Mala mengajak Bimo masuk ke dalam aparetemennya. Mala mempersilahkan Bimo untuk duduk dan menunggunya membuatkan minnuman untuk nya.
“Sebenarnya aku ingin mengajakmu pergi mengunjungi ibuku di kota sebelah nanti sore.’’ajak Bimo pada Mala.
‘’Benarkah,baiklah aku ingin ikut denganmu.’’ucap Mala antusias.
‘’Bersiaplah aku ingin kesana selama satu minggu.Ibuku memintaku untuk bertemu dengannya selama satu minggu.Kita bisa menghabiskan waktu di sana sambil berjalan jalan dan mengunjungi banyak tempat wisata di sana.’’Bimo lalu menceritakan kota kelahiran ibunya yang terdapat banyak sekali tempat wisatanya.
Mala menyetujuinya,apalagi dia sama sekali tak pernah diajak jalan jalan ke tempat wisata.Bahkan oleh Cristian yang pernah mengakui mencintainya.
Mala mulai membereskan pakaiannya.Semua keperluannya selama satu minggu ke depan.
Setelah semuanya beres,Bimo menggeret koper milik Mala,sedangkan kopernya sudah dia masukkan ke dalam bagasi mobil.
Sengaja Bimo memilih menyetir sendiri,dan meminta supir pribadinya untuk berisirahat. Bimo ingin menikmati moment kebahagiaanya sendiri,tentu juga bersama Mala.Untuk melepaskan kerinduan yang sejak anak anak dia sudah di pisahkan dengan ibu kandungnya sendiri.Dia dibaawa oleh ayahnya ke Meksiko.
Ayah Bimo sudah sepuluh tahun meninggalkan dunia ini.Dan kini Bimo mulai senang dengan kesempatan untuk bisa berjumpa kembali ddengan ibunya.Selama ini Bimo dan ibunya hanya bisa bertukar kabar melalui telepon.
Dan hari ini telah tiba,Bimo sudah tak sabar untuk berjumpa ibunya.
‘’Apa kamu yakin bisa menyetir sendiri?’’Mala terlihat ragu dengan kepercayaan diri Bimo pada saat ini.
“Tenanglah Mala, kita akan dipandu sama mbah geogle.’’Ucap Bimo dengan wajah bahagianya.
Bimo terlihat sudah menguasai rute perjalanan mereka.Selama enam jam perjalanan yang sangat melelahkan bagi Mala.
Hingga mereka menyadari telah tiba di rumah keluarga Bimo.
Melihat kedatangan putra kesayangannya ibu Bimo langsung berhambur bersama dengan kerabatnya memeluk erat Bimo.
Setelah mempersilahkan mereka berdua masuk ke dalam rumah,dan melepas kerinduan bersama sang ibu.Bimo memperkenalkan Mala sebagai atasannya.
Ternyata keluarga Bimo sudah mempersiapkan acara pernikahan yang sudah disetujui oleh Bimo akan perjodohan yang direncanakan oleh ibunya.Persiapan pernikahan mulai dilakukan,seluruh bagian rumah Bimo telah di hias sedemikian rupa oleh keluarganya.
Mala senang bisa menjadi bagian dari keluarga Bimo yang akan mengadakan perayaan pernikahan bersama keluarga Bimo.
Hari yang dinantikan tiba,pesta besar yang di adakan oleh keluarga Bimo sungguh sangat meriah.
Felicia nama calon istri Bimo. Gadis muda dan cantik anak dari kerabat ibu Bimo.Menurut ibu Bimo Felicia adalah gadis yang tepat bagi putranya.
Bimo meninggalkan ibunya sejak dia berumur dua belas tahun.Dia menghabiskan waktu selama lima belas tahun tinggal bersama ayahnya di Meksiko.
Ayah Bimo bekerja sebagai tangan kanan ayah Hector sebelum dia meninggal dunia.
Bimo menghabiskan masa kecilnya bersama Hector hingga akhirnya dia dipercayakan menjadi tangan kanan Hector saat mereka sudah dewasa.
Hector mengetahui semua tentang Bimo,dan memilih Bimo untuk kembali ke Indonesia bersama Mala.
Felicia mempunyai sifat yang baik,dan mudah untuk bergaul.Dan tak membutuhkan waktu yang lama baginya untuk bisa akrab dengan Mala atasan dari suaminya,Bimo.
Tak ada seorang pun menyadari di dalam sebuah mobil tepat di depan rumah ibu Bimo seorang pria sedang mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
‘’Halo bos,sepertinya hari ini keduanya sedang berada di sebuah rumah yang sedang merayakan pesta pernikahan.Hanya saja saya belum mengetahui pernikahan siapa yang terjadi di sana.’’
Setelah mendapat jawaban dari seberang telpon pria itu mengganggukan kepalanya tanda mengerti.
‘"Baik bos,akan saya lakukan.’’
Di dalam rumah Bimo pesta pernikahan yang dihadiri seluruh kerabatnya membuat Mala merasa terhibur dan sedikit melupakan kegundahan di dalam hatinya.
__ADS_1