
Sejauh mata memandang,hanya ada puing-puing bangunan peternakaan yang tersisa.
Nenek menutup matanya,mengingat kembali kisah cintanya bersama kakek.
Memulai usaha pwternakkan ini dari nol,hingha sekarang mereka berhasil dan mengembangkan bisnis di bidang yang lain.
Kakek adalah cinta pertama nenek.Sampai kapan pun kakek akan selalu ada dalam hatinya.Banyak suka dan duka yang sudah mereka lalui bersama.Hubungan rumah tangga mereka hampir tak pernah bertengkar.Hingga mereka melewati masa tuanya dengan lebih saling memperhatikan.Agar cinta dalam hati mereka tak akan pudar.
Dan terbukti hanya maut yang bisa memisahkan mereka.
Air mata nenek mengalir tak ada habisnya.Kenangan demi kenangan seakan berputar kembali dalam benaknya.
Cristian hanya bisa memeluk nenek.Sebab ia tahu tak ada kata penghibur yang bisa mengurai kesedihan nenek.Hanya kakek satu-satunya pelipur lara sang nenek.
Dan kini nenek hanya sendirian menahan sakit dalam hatinya.
"Aku menyayangimu nek,"Cristian semakin erat memeluk tubuh nenek yang terguncang karena menangisi kakek.
"Kakek adalah separuh jiwa nenek Crist,"
"Mala adalah pilihan kakek untukmu,namun kita telah menyia-nyiakannya dengan membiarkannya menderita sendirian dalam kobaran api di sini."
Cristian hanya menggangguk sedih.Perasaan cintanya masih dia kubur sangat dalam di hatinya.
"Aku akan mencari tahu semuanya,dan mencari semua bukti.Siapa pun yang terlibat di dalamnya aku nggak akan maafkannya."gumam Cristian dalam hatinya.
"Ayo kita pulang nek,"
Nenek mengganggukkan kepalanya.
Nenek sudah terlalu lelah,Cristian mengajaknya kembali ke penginapan.Rencananya mereka akan kembali ke kediaman Adiwijaya besoknya.
Di hotel mereka mengistirahatkan diri.
Cristian dan nene menyantap makanannya masing masing dalam diam.Hanya bunyi sendok yang memecah kesunyian diantara mereka.
Nenek masih belum melupakan kakek dan memikirkan Mala,bagaimana dia menghadapi saat saat terakhirnya dalam kobaran api malam itu.Semakin sesak rasa hati nenek memikirkannya.
Sedang Cristian larut dalam pikirannya,bagaimaa caranya mengambil hati Casandra agar dia mempercayai Cristian.Agar dapat memudahkan rencananya,Cristian tak memberitahukan siapa pun akan rencananya.
"Crist,nenek ingin kembali ke kamar dulu."
"Tapi nenek belum menghabiskan makan malam nenek."
"Nenek lelah nak,nenek ingin beristirahat saja."
"Baiklah Cristian akan mengantarkan nenek ke kamar."
Cristian memapah tubuh nenek yang kelelahan.Hingga masuk ke dalam kamar nenek."
Istirahatlah nek,besok pagi pagi kita akan kembali ke rumah."
"Kalau nenek butuh sesuatu,panggil aja Cristian di kamar sebelah yah."
Setelah Cristian mengantar nenek tidur dia kembali ke kamarnya.
Cristian membaringkan tubuhnya diatas ranjangnya.Dia tak bisa memejamkan matanya.
Kenangan indah bersama Mala tak bisa ia lupakan.Belum lama mengecap kebahagiaan,dia harus menelan pil pahit kehilangannya.
Belum bisa dia buktikan besarnya rasa cintanya pada Mala,dia harus tunduk pada keinginan Casandra yang begitu licik.
Demi kesehatan kakek,dia harus melakukannya.
Namun cintanya kepada Mala harus ia korbankan.
Benar kata pepatah penyesalan selalu datang terlambat.
Akhirnya semuanya menjadi hancur berantakkan.
"Mala..aku mencintaimu."bisiknya hampir tak terdengar.Hingga Cristian pun terlelap dalam tidurnya,membawanya ke alam mimpi.
Tiga hari setelah kepulangan nenek dan Cristian dari peternakkan.Tak ada yang berubah,Cristian tetap menjalankan pekerjaannya seperti biasa.
Lalu Casandra,dia selalu mencari cara agar bisa mendekatkan bayinya dengan Cristian.
__ADS_1
Agar tak kelihatan terlalu mencolok,Cristian acuh tak acuh melihat tingkah Casandra.
"Selamat pagi papa Tian.."
Casandra datang menghampiri meja makan,dengan mendorong kereta bayinya.Dengan nada manjanya menyapa Cristian yang sedang sarapan.
Cristian hanya memandang sekilas kereta bayi Casandra dan melanjutkan sarapannya.
Casandra memanyunkan bibirnya,melihat reakasi Cristian.
Selesai makan,Cristian berdiri dan melangkah menuju pintu keluar.Namun sesaat dia berhenti dan berbalik kembali ke arah meja makan,mendekati kereta bayi Ellena.
Dikecupnya kening Ellena.
"Selamat pagi manis."
Cristian menyapa bayi Ellena.
Casandra yang tak menyangka Cristian menghampiri bayinya.Dan mulutnya masih terbuka saking terlalu terkejut dengan tingkah Cristian pagi ini.
Saat Cristian telah hilang di balik pintu.Casandra melonjak bahagia dia melompat lompat seperti anak kecil yang baru menerima permen .
Nenek dan nona Margareth hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
Reaksi Casandra terlalu berlebihan menurut mereka.
Sore harinya Casandra ingin menarik perhatian Cristian.
Dia sudah tak sabar menunggu kepulangan Cristian.
Dia bersiap di pintu depan berniat menyambut kepulangam Cristian.
Mobil Cristian berhenti tepat di depan Casandra yang masih memegang kereta bayi Ellena.
"Hayo papa Tian,selamat datang.Bayi Ellena sudang menunggu papa Tian."
Casandra dengan nada manjanya masih berharap mendapat perhatian dari Cristian.
Cristian memaksakan senyumnya,dengan senatural mungkin.
"Bayi ini sungguh sangat menggemaskan,namun sayang mama mu sangat jahat sayang."gumam Cristian dalam hatinya.
Cristian menggendong bayi Ellena dalam dekapannya.Sungguh pemandangan yang sangat diharapkan oleh Casandra.
"Terima kasih Crist,semoga kamu mau menenrima bayi Ellena dalam hatimu."
Cristian hanya menjawabnya dengan senyuman kepada Casandra.
Casandra berjalan mengekori Cristian yang masih didekapnya dalam pelukkanya.
Cristian melangkah menuju kamar bayi Ellena.
Aroma tubuh bayi Ellena sungguh menenangkan hati Cristian.
Cristian menidurkannya di box bayi.Lalu berlalu pergi dan masuk ke kamarnya.
Sebenarnya hati Cristian masih berdebar keras,antara mau melanjutkan rencananya atau tidak.
Aroma tubuh bayi Ellena sepertinya sudah berhasil meluluhkan hati Cristian.
"Tidak,aku nggak boleh lemah,aku harus tetap pada rencanaku."
Kini setiap malam Cristian mempunyai rutinitas baru.Dia senang bisa mengurus bayi Ellena,entah bagaimana dia bisa menjelaskannya.Namun ada kedamaian tersendiri dalam hatinya jika dia bersama dengan Ellena.
Setelah Ellena tertidur barulah Cristian masuk ke kamarnya.
Bagi Casandra itu adalah pencapaian terbesarnya.
"Satu langkah lagi menuju bahagia bersama Cristian Adiwijaya."Casandra terkikik sendiri membayangkan cinta Cristian utuh untuknya.
Casandra mengetuk pintu kamar Cristian.
"Boleh aku masuk?"
Setelah pintu terbuka ternyata Cristian belum tidur.
__ADS_1
Cristian hanya mengangguk tanpa menoleh.
"Aku datang ingin meminta maaf padamu Crist,aku menyesal telah membuatmu seperti ini.Tapi percayalah aku melakukannya karena aku sungguh mencintaimu."
Lama Cristian belum mau menjawab pertanyaannya.
"Crist apa kamu mau memaafkan aku?
Cristian menarik napas berat,menoleh ke arah Casandra dan mengganggukkan kepalanya.
"Benarkah,?soraknya girang.
Aku sedang nggak bermimpi kan?"
"Iya."jawab Cristian singkat.
Casandra memeluk Cristian.
Tatapan mata kosong di kedalamam mata Cristian saat merasakan pelukkan bahagia dari Casandra.Namun dia harus bisa mengendalikan perasaannya.
Awal mula rencana dimulai dari sekarang.
"Dimana bayi Ellena,apa dia sudah tidur?"
"Ya bayi kita sudah tidur Crist."
Hati Casandra berbunga-bunga,sudah mendapatkan maaf dari Cristian adalah kebahagian baginya.
"Keluarlah Casandra,aku ingin beristirahat."ujar Cristian dengan suara yang pelan.
"Baiklah,Crist.Aku akan terus bersabar menunggumu hingga kamu benar-benar membuka hatimu hanya untukku."
"Aku akan mencobanya kembali,Casandra.Tapi kamu tahu kan perasaanku pada Mala masih sama.Aku nggak bisa berjanji padamu akan bisa mengubah perasaanku untukmu."
"Apa pun itu Crist,aku akan menunggumu demi cintamu kembali untukku aku rela bersabar."
Casandra keluar dari kamar Cristian,dengan penuh kebahagiaan dalam hatinya.
Jam di di dinding menunjukkan pukul 02.00,Cristian mengendap -endap dalam kegelapan,menuju ke kamar bayi Ellena.
Dia membuka pintu kamar bayi Ellena dan masuk ke dalamnya.Tapi dia lupa menguncinya kembali.
Ditatapnya wajah bayi Ellena dengan tatapan penuh rasa iba.
"Bukannya papa Crist beniat tega padamu sayang,akan tetapi papa Crist ingin membuktikan kejahatan mama Casandra.Ijinkan papa Crist melakukan ini yah,"Sambil mengelus kening bayi Ellena dengan penuh kasih.
Diambilnya gunting dari saku celananya,menggunting sedikit bagian rambut bayi Ellena dan memasukkannya ke dalam plastik.
Ceklek..
Bunyi pintu kamar bayi Ellena terbuka.
"Crist..apa yamg kamu lakukan di sini?"Casandra tiba-tiba muncul dari balik pintu.
"Ng ng nggak ada a a apa -a apa Ca sandra."
ucap Cristian kaget untunglah rambut bayi Ellena sudah di masukkan ke dalam saku celananya.
"Tadi aku mendengar suara bayi Ellena ,aku mengira dia menangis.Aku lalu masuk kemari ternyata bayi Ellena masih tertidur."
Cristian membuat alasan.
Dan untunglah Caasandra mempercayai perkataan Cristian.
"Aku akan kembali ke kamarku."
Casandra mengangguk.Setelah Cristian keluar,saat Casandra akan menghampiri box bayi Ellena kakinya merasa menginjak sesuatu.
Matanya tertunduk melihat ke lantai.
"Gunting?"
"Milik siapa gunting ini?"
Casandra merasa tak pernah meletakkan gunting di dalam kamar bayi Ellena.
__ADS_1