Cinta Gadis Buta Huruf

Cinta Gadis Buta Huruf
Mari berteman?


__ADS_3

Bab 22


Tiga hari kemudian,Kenny sudah tiba di kantorku.Aku kalah cepat darinya.Sejak kapan dia tiba di sini.Ini masih terlalu pagi.


Dia sudah duduk manis di sofa ruangannku,saat aku masuk.


"Apa begini jam kerja pemilik peternakkan,tamu udah datang sejak tadi.Sedangkan pemiliknya terlambat."Kenny meledekku oleh karena keterlambatanku."


Aku memanyunkan bibirku dan melihat jarum jam yang melingkar di pergelangan tanganku,masih pukul 08.15 .


"Kamu juga,ngapain datang sepagi ini.Kita janjiannya pukul 11.00 kan."


"Aku nggak ingin kehilangan kesempatanku.Makanya aku datang lebih awal."Sepertinya pak Kenny serius dengan rencana kerja sama ini.


Aku duduk di kursi kerjaku,menatapnya heran.Apakah ada manusia seperti ini,datang tiga jam sebelum kesepakatannya.


"Bagaimana keputusanmu,aku datang membawa proposal kerja sama yang akan kita buat."


Dia memberikan padaku,proposal yang sudah dia buat.Setelah membuka dan membacanya dengan teliti aku mengganggukkan kepalaku tanda aku suka dengan proposal yang dia buat.


"Baikalah pak Kenny,saya menyetujui kerja sama ini."


"Terima kasih bu Mala,aku senang bu Mala menginginkan kerja sama ini.Aku akan segera menyiapkan seluruh berkas-berkasnya.Seminggu lagi aku akan datang,membawa kontrak kerja sama kita."


"Baiklah,pak Kenny."


"Dia lalu duduk kembali ke tempat duduknya.Aku memandangnya dengan heran.


"Apa masih ada yang belum selesai,pak Kenny?"


"Sudah semuanya bu Mala,"


"Lalu kenapa anda masih duduk di sana?"


"Aku masih ingin menunggu jam makan siang disini."


"Tapi kami nggak menyediakan makan siang untuk tamu kami disini."


"Kalau begitu aku akan menunggu."


"Menunggu apa maksudnya?"


"Menunggu jam waktu makan siang bu Mala.Aku ingin mengajak makan siang di luar bersama bu Mala."Ucap pak Kenny tanpa beban.


" Maaf pak Kenny,Saya nggak menerima tawaran makan siang bersama orang asing."


"Aku kan bukan orang asing bu Mala."


"Kita sudah bertemu dua kali kan."


"Saya nggak mengenal anda pak Kenny,dan anda tidak mengenal saya.Kecuali hanya urusan pekerjaan."


Aku tidak ingin pak Kenny berpikiran yang macam-macam.

__ADS_1


Mendengar kata-kataku pak Kenny malah tertawa.


"Kenapa anda tertawa pak Kenny?"


"Apa ada yang lucu bagi anda?"


"Kamu lucu sekali bu Mala,aku hanya mengajak makan siang,tapi bu Mala merasa nggak mengenalku."Hahahha dia terus tertawa sambil memegang perutnya.


Tapi aku memasang wajah datarku,merasa tak suka dengan prilaku pak Kenny saat ini.


Saat dia melihat wajah seriusku,dia menghentikan tawanya.


"Maaf bu Mala,aku hanya bercanda.Nggak bermaksud menyinggung perasaan bu Mala."


Ternyata dia menyadari,kelakarnya sungguh tak lucu buatku.


Dia pun memperbaiki posisi duduknya.


"Kalau bu Mala tersinggung dengan ucapanku,saya minta maaf."


"Hmmm."aku menjawab singkat tanpa menoleh kepadanya.


"Saya permisi dulu."


"Baiklah pak Kenny,terima kasih atas kerja samanya."


Dia membuka pintu ruanganku,dan berlalu pergi dari ruanganku.


Tepat pukul 12.00 waktu makan siang ku,aku sudah lelah dengan pekerjaanku.Meregangkan otot-otot tanganku yang kaku karena seharian bekerja di hadapan labtopku


Tok tok tok


"Masuk."


"Ada apa,Fit?"


"Apa kamu sudah makan siang?


"Belum bu,saya akan makan siang bersama teman -teman di belakang sebentar lagi."


"Ada keperluan apa kamu?"


"Itu bu,pak Kenny ada di luar ingin bertemu dengan bu Mala katanya."


"Apa ada keperluan lain dia datang lagi?"


"Kalau itu saya kurang tahu bu,apa dia boleh saya persilahkan masuk?"


"Baiklah,suruh dia masuk Fit."


"Selamat siang bu Mala,aku kembali lagi."Pak Kenny terlihat kerepotan membawa bungkusan kresek yang banyak sekali.


"Nona Fitri,ambilah ini bagian kalian bersama rekan rekan kerja di ruanganmu.Ini makan siang untuk kalian semua."Dia mengambil beberapa bungkus makanan dari kreseknya di berikannya kepada Fitri.

__ADS_1


"Terima kasih pak Kenny,saya permisi dulu ke ruangan saya."Fitri menundukkan kepala ke arahku dan berlalu meninggalkan ruangan.


"Pak Kenny apa yang anda lakukan?Apa masih ada urusan yang belum selesai?"


"Tenanglah bu Mala,karena tadi bu Mala menolak ajakanku untuk makan siang di luar maka aku akan membawakan makan siang untuk bu Mala sekarang."


"Tapi saya sudah punya makanan saya sendiri pak Kenny."aku menunjukkan kotak bekalku pada pak Kenny.Yang tak kalah menggoda dari makanan restoran mana pun.


"Wahh makanan bu Mala kayaknya terlihat enak sekali.Bu Mala beli dimana makanan seperti ini."


"Saya nggak beli,ini bekal makan siang yang saya siapkan dari rumah."


Pak Kenny menata makanan yag dia bawa di atas meja.


"Kalau begitu,bagaimana kalau kita bertukar makanan."


Dia meraih kotak bekalku tanpa seijin dariku dan segera melahap makananku.


"Aku makan bekal bu Mala,sementara bu Mala habiskan makanan yang ku bawa.Adil kan?"ucapnya sambil menguyah makanan yang seharusnya kumakan saat ini.


Aku hanya menggelengkan kepalaku,dan memandang pak Kenny yang begitu lahap menghabiskan bekal makan siangku.


"Apa bu Mala nggak lapar?"tanyanya kepadaku dengan mulutnya masih penuh dengan makanan.


"Makanlah,saya nggak berselera makan."


"Yahh,kasian dong makanan yang ku bawa."Dengan nada kecewa ia melihat makanan yang sudah ditata diatas meja.


"Kata orang tua dulu,pemali loh kalau makanan itu dibuang percuma nggak dimakan."


"Memangnya pak Kenny tau dari mana kata orang tua dulu seperti itu?"Aku masih heran dengan tingkah pak Kenny yang baru dua kali bertemu denganku.Sudah menganggapku seperti mengenalku lama.


"Masih banyak yang nasibnya nggak seberuntung kita,bu Mala.Masih di beri kesempatan memiliki rejeki buat makan."Masih dengan nada memelasnya.Dia terlihat tak bersemangat melihat banyak makanan yang ada dihadapannya akan dihabiskan sendiri.


Aku tertawa padanya,dan dia menoleh ke arahku.


"Baiklah,pak Kenny aku akan menghabiskan makanan ini."


"Nah,gitu dong.Kan enak kalau kita sama-sama menghabiskan rejeki Tuhan saat ini pada kita."Ucapnya langsung bersemangat kembali.Saat aku mulai menyendok makanan ini ke mulutku.


"Jadi,bu Mala."


"Apa?"


"Mari berteman denganku."


Pak Kenny mengulurkan tangannya padaku,sementara aku masih ragu-ragu.


"Ayolah bu Mala,ini nggak akan mempersulitmu juga."


Dengan desakannya,aku pun mengulurkan tanganku dan menerima pertemanan ini.


Pak Kenny menyunggingkan senyumnya tanda ia merasa senang dengan uluran tanganku.

__ADS_1


Wajah tampannya,jika tersenyum pasti akan membuat siapa pun yang melihatnya akan terpesona.


__ADS_2