
Bab 15
Kemana mereka
Pukul 06.00 tepat kami tiba di rumah ini.Delapan jam perjalanan sangat melelahkanku.Semua mobil sudah terparkir di depan pintu rumah besar ini.
"Rasanya baru kemarin kita meninggalkan rumah ini,"gumam tuan besar.Nyonya tersenyum melihat sekeliling rumah ini.Masih sama saat kami tinggalkan hampir setahun yang lalu.
Para pekerja disini sudah berbaris rapi di teras rumah,menunduk hormat pada tuan dan nyonya besar yang melangkah masuk ke dalam rumah.
"Kakek dan nenek langsung istirahat saja ke kamar,Margareth akan mengurus semua persiapan pernikahan Cristian."Nona Margareth sepertinya masih mengkhawatirkan kesehatan tuan besar.
Yang dimaksud pun menganggukkan kepalanya,dan berlalu menaiki anak tangga menuju kamar mereka di lantai atas.
"Bapak dan ibu,mari saya antarkan ke kamar tamu,"Nona Margareth pun mengantar langsung bapak dan ibu menuju kamar tamu.
Setelah bapak dan ibu beristirahat di kamarnya.Nona Margareth mengajakku mengikutinya ke lantai atas.
"Mulai sekarang,kamar ini akan menjadi milikmu,Mala."
Nona Margareth menunjukkan sebuah kamar luas untukku.Selama bekerja disini,kamar ini memang dibiarkan kosong.Hingga akhirnya kamar ini diserahkan kepadaku.
"Karena kamu akan menjadi calon iparku,kamu yang akan menempati kamar ini.Setelah kamu resmi menjadi istri Cristian barulah kamu akan menempati kamar Crist."Sambil menaikkan alisnya,sepertinya nona Margareth sedang menggodaku.
"Kenapa tidak langsung saja gadis ini menempati kamarku,kak?" Tuan Cristian ikut menggodaku,dia yang sedang berdiri di pintu pun akhirnya masuk ke dalam kamarku ini
"Kalau itu tunggu sampai waktunya tiba tuan Cristian yang terhormat."Ujar nona Margareth sambil menjewer telinga adik kesayangannya ini.
"Auuuwww...sakit kak..."
"Kalau sakit,maka singkirkanlah pikiran anehmu itu dari dalam pikiranmu."
Aku dan nona Margareth tertawa bersamaan melihat tuan Cristian meringis kesakitan.
"Dan sekarang Mala,kamu jangan lagi memanggilku dengan sebutan nona lagi,cukup panggil aku dengan namaku saja.Panggil aku Margareth,dan adikku kamu panggil Cristian.
Diantara kita sudah tidak ada tuan dan nona lagi untukmu sayang,"Nona Margareth pun merangkulku.
"Aku juga mau dong,berpelukkan dengan kalian,"ucap Cristian dengan gaya manjanya.Namun sebelum dia mendekati, kami pun berlari menghindar darinya.
"Hehehhe..nanti adikku,belum saatnya.Tunggu dua hari lagi waktunya akan tiba untukmu."
Tuan Cristian hanya mendengus kesal dengan kata kakaknya,yang terus tersenyum menggodanya.
"Ayo sekarang kamu bersiaplah kakak akan menunggumu .Kita akan pergi ke suatu tempat."
"Kemana?"
"Nanti kamu akan tahu jika kita sampai di sana."
__ADS_1
"Baiklah aku akan segera bersiap."
Mereka berdua pun berlalu dari kamarku.Dan aku segera membersihkan diri.Setelah itu turun ke lantai bawah untuk menyiapkan sarapan pagi buat tuan dan nyonya besar.
Ibu dan bapak sudah duduk bersama tuan dan nyonya di meja makan.
"Mala,mau kemana kamu nak?"
"Saya mau ke dapur nyonya,ingin menyiapkan sarapan pagi ini."
"Baiklah,segera kemari jika sudah selesai."
"Baik nyonya."
Ternyata di dapur bik Inah dan beberapa pekerja disini telah menyiapkan sarapan.
Aku hanya tinggal menata semua hidangan di meja makan.
"Mau kemana kamu Mala?"
"Saya mau kembali ke dapur tuan."
"Duduklah disini bersama kami,temani kami sarapan."Ucap tuan besar.
"Tapi tuan."
"Baik tuan."aku menundukkan kepalaku.
"Mulai sekarang panggilah kami dengan sebutan kakek dan nenek.Seperti Margareth dan Cristian memanggil kami."
"Kamu akan menjadi bagian dari keluarga Adiwijaya dua hari lagi.Maka biasakanlah mulai dari sekarang dengan sebutan kakek dan nenek untuk kami."
"Baik tuan."Kulihat bapak dan ibu sangat terharu dengan keinginan tuan dan nyonya untukku.
Sambil memakan sarapan kami,nona Margareth dan tuan Cristian turun dari lantai atas.Sepertinya mereka akan pergi.
Nona Margareth mengenakan dress warna kuning,terihat cantik dan menawan.Sedangkan tuan Cristian mengenakan stelan jas hitam,yang begitu sangat cocok dengan postur tubuhnya.
Dan aku yakin pasti banyak mata para gadis di luar sana yang memandang ketampananya akan menjerit jerit meminta menjadi miliknya.
"Mau kemana kalian,nak?" Nenek bertanya pada mereka.
"Aku dan Cristian ada urusan di luar nek."
"Apa kalian mau pergi tanpa sarapan?"
"Nanti kami akan sarapan di luar nek."jelas nona Margareth.
"Ada urusan yang harus kami selesaikan segera nek,dan kami buru-buru."
__ADS_1
"Akan kemana anak-anak itu pergi tanpa sarapan?"nenek menggeleng-gelengkan kepalanya.
Selesai sarapan tuan dan nyonya kembali ke kamar mereka.Dan aku segera membereskan meja makan ini.
Pekerjaanku sudah selesai.Aku memilih pergi ke taman belakang sambil menyiram bunga bunga yang selama ini kutinggalkan.
Walau pun selama hampir setahun kami meninggalkan rumah ini.Bunga bunga di taman di terawat baik oleh para pekerja di sini
"Sedang apa kamu nak,?"ibu dan bapak menghampiriku.
"Ibu,bapak ..."
"Mala lagi menyiram tanaman.Bunga bunga ini dulu Mala yang menanamnya."
"Cantik bunga bunganya nak."
"Hmmm iya bu..Mala senang merawat bunga bunga di sini."
"Nak..bapak boleh bertanya padamu.?"
Aku pun menghampiri bapak dan ibu lalu duduk di antara mereka berdua.
"Bertanyalah pak,Mala akan menjawabnya."
"Apakah kamu sudah benar benar yakin dengan perjodohan ini nak?Mengingat tuan muda pernah mengacuhkanmu."
Aku menghela napas panjang.Lama terdiam memikirkan jawaban apa yang tepat untuk bapak dan ibu. Menutup mata dan mengingat kembali perlakuan tuan muda kepadaku saat pertama kali berjumpa dengannya.
Dia yang sedikit mengacuhkanku.Hingga beberapa hari belakangan ini sikap tuan padaku mulai berubah.
Dari percakapan kami di restoran,malam itu.Hingga semalam dalam perjalanan,sikap tuan yang begitu perhatian padaku.
"Mala belum tahu pasti perasaan tuan pada Mala bu,hanya saja Mala melihat ada yang berbeda pada mata tuan saat ia memandang Mala.Dari caranya memperlakukan Mala beberapa hari ini.Mala mau menjalaninya,pak."
"Tapi kalau nanti tuan muda berubah pikiran Mala akan memilih mundur,pak."Aku pun menggenggam kedua tangan bapak dan ibu bersamaan.Menguatkan mereka kalau aku bisa menjalani ini tanpa terbebani.
"Bapak dan ibu hanya bisa mendokan Mala bisa bahagia bersama tuan muda."
Sambil menangis ibu pun memelukku.Dia masih tidak menyangka kalau anak gadis satu satunya akan dipinang majikannya sendiri.
Sudah hampir pukul 19.00 tuan Cristian dan nona Margareth kembali.Setelah membersihkan diri di kamarnya,mereka pun bergabung bersama kami di meja makan.
Makan malam bersama malam ini terasa sangat lengkap.Namun kulihat raut wajah tuan Cristian tidak seperti biasanya.Dia terlihat muram dan dalam diam menghabiskan makanannya.
Sedang nona Margareth terlihat biasa saja.Sepertinya hanya tuan Cristian yang berubah malam ini.
Apakah ada sesuatu yang terjadi padanya hari ini?Kemana mereka seharian ini,apa yang mereka lakukan di luar?Apakah tuan sedang mendapat masalah?
Terdapat banyak sekali pertanyaan yang mengganggu pikiranku.Sejak selesai makan malam tadi tuan Cristian lebih memilih langsung masuk ke kamar tidurnya.Dan mengunci pintunya.
__ADS_1