
Bab 21
Setelah satu jam kepergian Cristian,aku hanya terpekur sendirian di atas ranjangku.Sudah berapa kali aku merasakan kemesraan yang harus kukecap bersama Cristian harus gagal.
Aku hanya bisa merelakannya pergi.Membiarkan Cristian menyelesaikan masalah demi masalah yang ditimbulkan oleh Casandra.
"Mala apa yang kau pikirkan."Aku segera tersadar.Aku harus fokus dengan pekerjaanku saat ini.Peternakkan yang sudah dipercayakan oleh kakek dan nenek padaku untuk aku kelola.
Setelah aku membersihkan diri,aku pun turun ke lantai bawah menuju ke dapur.Di sana sudah ada bik Inah yang lagi berkutat dengan alat-alat dapurnya.
"Masak apa,bik?"
"Eh,non Mala.Ini bik Inah lagi masak opor ayam kampung buat makan malam non Mala sama tuan muda."
"Jangan panggil Mala seperti itu bik,Mala lebih suka dengan panggilan yang sebelumnya."Aku pun membantunya membereskan alat-alat masak kotor untuk di bersihkan.
"Baiklah nak,"ucap bik Inah kepadaku sambil tersenyum.
"Kita makan malam bersama-sama ya bik,temani Mala makan.Tolong panggilkan juga pak Eko,biar kita bisa menikmati makan malam bersama-sama."
"Tapi nak,apa tuan muda nggak turun buat makan malam?"
"Dia sudah kembali ke kota satu jam yang lalu bik,ditelpon sama nona Margareth."
"Kenapa tuan muda nggak nginap aja dulu malam ini yah?Padahal perjalanan kembali sungguh sangat melelahkan.Belum juga sempat istirahat,udah main pulang aja si tuan muda."Sungut bik Inah seakan merasakan kegetiran dalam hatiku ini.
Aku hanya tersenyum kecut,mendengarkan ocehan bik Inah.
"Kata nona Margareth,Casandra kecelakaan bik.Dia lebih membutuhkan Cristian saat ini."
"Kayaknya nona Casandra punya maksud tersembunyi deh,dibalik keinginananya menikah dengan tuan muda."
"Entahlah bik,kalau Mala lihat sorot mata papa dan mama Casandra,sepertinya juga sedang merencanakan sesuatu dengan anaknya.Tapi apa yah..Mala juga belum bisa buktikan sendiri."
Bik Inah pun tak menjawab perkataanku.Mungkin dia juga merasakan apa yang kurasakan.
Saat ini,pak Eko juga udah masuk ke dapur dan bergabung bersama-sama dengan kami.
Makan malam ku saat ini hanya di temani oleh bik Inah dan pak Eko.Keduanya sudah kuanggap seperti bapak dan ibu.Apalagi umur keduanya tak berbeda jauh dengan umur bapak dan ibu.
Kami makan dalam diam,seakan larut dengan pikiran kami masing-masing.Tak ada satu pun yang bersuara.Mungkin kedua orang tua ini mengerti dengan rasa kegundahan dalam hatiku.Oleh sebab itu,mereka enggan mengajakku berbicara.
Setelah membantu bik Inah membersihkan piring-piring kotor,bekas makanan kami.Aku lebih memilih kembali ke kamarku.
Aku merebahkan tubuhku di atas ranjang ini.
Seharusnya aku menghabiskan malam indah bersama suamiku saat ini.Tak terasa air mata menetes di pipiku.
Aku menangis lagi,ternyata aku tak sekuat apa yang kupikirkan.
"Menangislah Mala,air mata dapat menjernihkan hati dan batinmu.Bangunlah besok pagi dengan kekuatan yang baru."
Bisikan ini seperti suara ibu.Kata -katanya yang menguatkan aku bila aku sedang rapuh dalam kesedihan.
__ADS_1
Aku pun ingin terlelap dan masuk ke alam mimpi.Ingin memimpikan tentang suamiku,tentang kebahagiaan yang akan kami rajut bersama dalam bahtera rumah tangga yang baru kami bina ini.
Sinar mentari pagi menerobos celah jendela kamarku ini .Aku pun terbangun dan segera membersihkan diri.
Hari ini aku berencana untuk kembali bekerja di peternakkan.
Drrrttt drrttt drrrttt
Saat sedang sarapan ponselku berdering.
Cristian nama sang penelpon tertera di layar ponselku.
"Hallo.."
"[Hai istriku,selamat pagi.]"
[Apa kabarmu pagi ini,aku sungguh sangat merindukanmu,]
[Hari ini aku akan menikah dengan Casandra.Aku meminta pada kakek upacara pernikahannnya hanya di rumah saja.Nggak ada pesta,cuma dihadiri beberapa kerabat dari pihak keluarga Casandra.]
Aku meneteskan air mata lagi,tak sanggup sekedar menjawab.Mendengar suamiku akan menikah dengan wanita lain.Yang tak lain adalah mantan kekasihnya,dan kini tengah mengandung benih dari suamiku.
"[Mala,apa kau mendengarku?]"
"Ya aku mendengarkanmu Crist."
"[Apa kau sedang menangis?]"
"[Di hatiku hanya ada namamu,Mala.Bersabarlah aku akan kembali untukmu.]"
"Baiklah,sampai jumpa."Aku memutuskan sepihak sambungan telponku.
Sesak sekali terasa di dada.Hingga aku sudah tak mampu menghabiskan sarapanku.
Ternyata Casandra terjatuh hanya akal akalannya saja.Agar Cristian cepat kembali lagi ke rumah.
Aku memilih beranjak ke peternakkan.Disana mungkin aku akan mendapatkan ketenangan.
"Selamat pagi bu Mala,"Fitri dan Linda menyapaku saat aku baru akan masuk ke ruanganku.
Saat aku duduk di di kursi meja kerjaku,Fitri dan Linda masuk ke dalam ruanganku ini.
"Duduklah,laporkan padaku pembukuan peternakkan ini sejak aku tinggalkan."
Fitri menyodorkan beberapa file di atas meja kerjaku.
"Semuanya lengkap di dalam file tersebut,bu."
"Hanya saja beberapa hari lalu ada seseorang datang mengaku dari perusahaan susu kemasan dari kota.Ingin menjalani kerja sama dengan peternakkan kita."
Fitri menjelaskan secara mendetail seluruh percakapan mereka dengan seseorang yang datang ingin berencana bekerja sama dengan kami.
"Tapi karena bu Mala dan keluarga sedang melangsungkan pernikahan di kota kami memintanya untuk datang lagi setelah beberapa hari.
__ADS_1
"Ya sudah kalau dia berniat serius untuk kerja sama dengan kita.Pasti dia akan kembali kemari".
Aku pun memilih untuk menyibukkan diri,memeriksa semua laporan keuangan yang sudah dikerjakan oleh Fitri dan Linda.
Tok tok tok
"Iya masuk,"
"Bu Mala,itu orang yang datang dari perusahaan susu kemasan udah ada di depan."
"Apakah boleh saya panggilkan masuk,bu?"
Aku mengiyakannya.
Dengan sopan Linda memanggil orang yang berada di balik pintu.
"Silahkan masuk pak,"ia menunduk hormat pada orang tersebut.
"Selamat siang.Perkenalkan namaku Kenny,"sambil mengulurkan tangannya ingin menjabat tanganku.
"Kenny Gerardo."
"Namaku Mala,pak Kenny."
Aku menyambut uluran tangannya,akan tetapi dia menggenggam tanganku lama.
"Pak Kenny."
"Iya bu Mala,"
"Tolong lepaskan tangan anda,"ujarku sopan padanya.
"Eh,maaf bu Mala,"Dia menarik tangannya kembali.
"Silahkan duduk,"
"Terima kasih."
"Apa yang membuat anda tertarik datang ke peternakkan kami,pak Kenny?"
Aku langsung menanyakan perihal kepentingannya datang kemari.
"Bu Mala,perusahaan kami tertarik menjalin kerja sama dengan peternakkan ini.Selain sudah terbukti kualitas susu dari tempat ini sangat bagus,bagaimana kalau kita mengembangkan ide untuk membuat susu olahan dari peternakkan ini,yang akan kita buat menjadi susu kemasan.Baik kemasan susu bubuk maupun susu cair."
"Baiklah akan saya pikirkan rencana pak Kenny ini. Saya butuh waktu untuk memikirkannya dan berdiskusi dengan rekan-rekan kerja saya dulu."
"Setelah tiga hari,silahkan tuan datang kemari lagi."
"Baiklah bu Mala,saya sungguh berharap bu Mala menerima tawaranku saat ini."
"Saya permisi dulu ,"
Aku menggangguk membiarkan pria itu pergi.
__ADS_1