Cinta Gadis Buta Huruf

Cinta Gadis Buta Huruf
Maaf maaf maaf


__ADS_3

"Aku pamit ke rumah sakit yah,Mala terima kasih makanannya enak sekali."Anastasia berdiri dan meninggalkan ruangan makan.


Dan berlalu meninggalkan Mala dan Kenny yang masih duduk di meja makan menghabiskan makanan mereka.


"Kenny apa kamu nggak berangkat kerja?"


Mala membereskan semua piring piring kotor sisa makan mereka.


"Nggak,"


"Kenapa?"


"Aku ingin menemanimu hari ini."


"Aku bisa sendiri di sini."


"Nggak Mala,biarkan aku menemanimu."


"Baiklah,terserah kamu aja."Kenny memang keras kepala,apa pun yang dia katakan tak akan bisa dibantah lagi.


"Mala,"


"Hmmm."Mala menjawab singkat sambil membersihkan dapur.


"Aku merindukkan Devan,"Kenny menunduk sedih.


Mala melepasakan perkerjaannya.


Dia mulai duduk di samping Kenny.


"Bawa aku pergi menemui Devan,"Mala meminta pada Kenny dengan suaranya yang lemah.


"Segera bersiaplah,kita akan bersama sama mengunjungi Devan."


Tanpa menjawab Mala meninggalkan Kenny di meja makan,dan berlalu ke kamarnya bersiap untuk pergi ke makam Devan.


Empat puluh lima menit,mereka tiba di area pemakaman Devan.


Mala menaburkan bunga dan tak henti hentinya menangis.Air matanya tak pernah berhenti mengalir.Mengenang kembali kebersamaannya bersama putra kesayangannya hingga dia tumbuh menjadi anak yang pintar dan penurut.


"Maafkan mama nak,maafkan mama yang nggak bisa menjagamu baik baik selama kamu bersama dengan mama,maafkan mama yang nggak bisa mendapatkan donor untuk kesembuhanmu."


"Mala,berhentilah menyalahkan dirimu,ini sudah takdir Tuhan."Kenny merangkul Mala dengan kelembutan.


"Hallo Dev,uncle yakin kamu sudah sembuh di sana kan?


Uncle membawa mama Mala kemari,dia selalu saja menangisi kepergianmu.Uncle janji akan menjaga mama Mala untukmu.Namun uncle nggak tahu permen lolipop mana yang mama Mala sukai,bisakah kau memberitahu uncle.Karena dengan lolipop mungkin mama Mala akan berhenti menangis."


Mala hanya tersenyum mendengar kelakar Kenny.


Setelah tangis Mala mulaai mereda,mereka mulai berdoa untuk keselamatan jiwa Devan.


"Kenny."


"Ya Mala,"


"Apa aku boleh meminta sesuatu kepadamu?"Setelah selesai berdoa untuk Devan,hati Mala agak tenang dan mereka bersiap untuk pulang ke apartemen.


"Bisa kah kamu mengantarku ke stasiun kereta?"


"Kamu mau kemana Mala?"


"Aku ingin mengunjungi bapak dan ibuku di kampung.Sudah sejak lama aku meninggalkan mereka."


"Sepertinya mereka belum tahu kalau aku masih hidup."


"Nggak aku nggak akan biarkan kamu pergi sendiri.Aku akan mengantarkanmu,hingga ke kampungmu."


"Tapi kamu kan sibuk.Kampungku sangat jauh dari sini.Lagi pula kamu kan masih banyak pekerjaan di kantormu."Mala menolak keinginan Kenny.


"Udahlah nggak apa apa."


Mala hanya bisa pasrah,karena dia tahu Kenny tak mau mendengarkan keinginannya.


Akihrnya Mala diantar oleh Kenny ke kampungnya.


Kenny memang orang baik,Mala duduk di sampingnya dan memandang Kenny yang masih fokus menyetir mobilnya,meninggalkan hiruk pikuk keramaian kota.Dan menuju kampung Mala.


🌼🌼🌼🌼


Di kediaman Adiwijaya..


Semua barang barang milik Casandra dia lemparkan ke segala arah.Kamarnya penuh dengan berantakkan.


"Kenapa dia masih hidup,kenapa dia kembali lagi kemari?"


Arrrggggghhhhhhhh


Casandra berteriak keras,dia kesal melihat Mala ternyata masih hidup.Dan berani datang ke rumah ini mencari Cristian.


Aku harus membuat rencana,agar Cristian tak kembali terpikat dengan gadis buta huruf itu.


"Dasar perempuan bodoh."dia terus mengumpat.Dia tak terima Mala ternyata masih hidup.


Untunglah saat ini Cristian tak suka dengan kedatangannya.


"Tapi bagaimana kalau Cristian kembali menginginkannya menjadi istri."


"Oh tidak,aku nggak akan membiarkannya.


"Aku harus mencari cara agar bisa mengendalikan perasaan Cristian.


Padahal beberapa waktu terakhir ini,Cristian sudah mulai baik kepadaku.Sedikit lagi aku akan mendapatkan kepercayaannya kembali.


"Tunggu kamu Mala,kamu akan rasakan bagaimana aku akan menyiksamu."


Arrrgggghhhhh


Kemarahan Casandra semakin menjadi jadi.


Dia begitu takut kehilangan Cristian.


"Aku harus segera membuat rencana."


Casandra mengambil ponselnya dan menekan tombol dial di ponselnya.


"Hallo ma,aku sekarang butuh bantuan mama."


"Bantuan apa sayang?"suara mama Casandra terdengar serius untuk segala yang berhubungan dengan anak gadisnya.


"Aku akan bicara sama mama sampai aku tiba di rumah nanti."


"Baiklah papa dan mama akan menunggumu di rumah.


Casandra segera mengambil tasnya,membiarkan kamarnya yang berantakkan oleh barang barang yang berserakkan,hasil dari emosinya yang meledak ledak.


Casandra masuk ke dalam mobil sport berwarna biru tua miliknya,meninggalkan rumah dan Ellena yang dibiarkan di jaga oleh pengasuhnya.


🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


Di kediaman Alex Anderson,


Hooeekkk hoeeekkk hooeekkk


Margareth masih terus merasa mual mual di pagi hari.


Sudah hampir lebih dari seminggu ini,Margareth selalu ingin muntah jika apa yang ada di hadapannya tak ada yang dia sukai.


Rasa ingin muntah menyerang dirinya.Tak ada satu pun makanan yang terasa enak di lidahnya.


Semakin hari tubuhnya semakin kurus dan pucat.Alex menjadi khawatir dengan keadaan istrinya.


"Sayang,apa kamu baik baik saja?"


Margareth menatap wajah suaminya dengan tatapan mata yang sayu.


Belum sempat dia menjawab,


Hooeekkk hoeekkk hooekkk


Margareth berari menuju kamar mandi dan memutahkan seluruh isi perutnya.Hanya air yang keluar dari mulutnya.


Tubuh Margareth semakin lemas,Alex datang menghampirinya nya di kamar mandi.


"Sayang,kamu kenapa?"


"Sayang.."


Alex berteriak memanggil manggil istrinya,yang pada saat ini tergolek lemah di bawah westafel kamar mandi.


Alex menggendong tubuh istrinya dan membaringaknnya di atas ranjang.


Dia mengambil ponselnya dan menekan tombol memanggil.


"Hallo,Anastasia,"


Suara Anastasia di seberang telepon terdengar.


"Tolong segera kemari,Margareth kayaknya sedang sakit.Aku nggak tahu bagaimana cara menanganinya."Suara Alex terdengar panik di telinga Anastasia.


"Baiklah,aku akan segera kesana."


"Aku akan menunggumu."


"Tenanglah Alex,aku akan segera tiba disana dua puluh menit lagi."


"Baiklah."Alex menutup sambungan telponnya.


Drrrrttt drrttt drrrrtt


Ponsel Margareth berbunyi di atas nakas,


(Cristian memanggil)


"Hallo kak."


"Hallo cmCrist,"


"Alex dimana kakakku,kenapa dari kemarin susah sekali aku menghubunginya."


"Maafkan aku Crist,aku lupa mengabarkan kepadamu."


"Margareth saat ini sedang sakit,dia jatuh pingsan tadi di kamar mandi.Namun aku sudah menelpon adikku agar segera kemari memeriksakan keadaanya."


"Apa,Margareth sakit apa?"


"Aku belum bisa memastikannya Crist,saat ini Anastasia sedang menuju kemari,dia akan datang memeriksa kondisi Margareth."


Alex menutup sambungan telponnya.


Ting tong ting tong


Bel di rumah Alex berbunyi.


Alex dan Margareth hanya tinggal berdua di rumahnya,sedangkan beberapa pelayan mereka lebih banyak menyibukkan diri di dapur.


Alex segera bergegas ke lantai bawah dan membuka pintu rumahnya.


"Akhirnya kau datang juga.Cepatlah Anastasia sepertinya Margareth sudah sangat parah sekali."


Anastasia mengikuti langkah kakaknya menuju lantai atas dan masuk ke kamar Alex dan Margareth.


Margareth terbaring lemah di ranjangnya.


Anastasia lalu mulai memeriksa keadaan Margareth,Alex diminta menunggu di luar.


Anastasia membangunkan Margareth,dan memberikan tespek pada Margareth agar dia segera mencobanya di kamar mandi.


Anastasia dan Margareth menungu dengan hati yang berdebar debar.


Setelah lebih dari sepuluh menit,Anastasia keluar dari kamar dan tersenyum bahagia pada Alex.


"Selamat Alex kamu akan menjadi ayah sebentar lagi,Margareth sedang mengandung buah cinta kalian saat ini."


Alex kelihatan kaget mendengar berita ini dan segera masuk ke kamar dan memeluk istrinya yang masih duduk bersandar di atas ranjang.


Sementara itu Cristian dan nyonya Avilla ibu dari Alex dan Anastasia masuk ke dalam kamar.


Mereka bergantian mengucapkan selamat kepada Alex dan Margareth.


"Selamat yah Alex,sebentar lagi kamu akan menjadi ayah."


"Terima kasih untuk ucapannya.Aku juga sangat bahagia saat ini untuk istriku terima kasih sayang,kamu memberikan kepadaku kado terindah hari ini untukku"


Mama Avilla masuk ke kamar dan membawakan senampan teh untuk mereka nikmati di kamar ini.kKarena Margareth tak diperbolehkan keluar dari kamar,terpaksa mama Avilla menyajikan tehnya di dalam kamar.


"Dan kamu Anastasia,mengapa baru sekarang kamu datang.Kamu membatalkan janjimu untuk datang kemari berkali kali."


Alex mulai mendengus kesal kepada adiknya,selama ini dia sudah menelpon Anastasia berkali kali,alhasil sudah lebih dari satu minggu barulah Anastasia datang memeriksakan keadaan Margareth.


"Maafkan aku Alex,aku lagi sibuk mengurus pemakaman anak dari temanku."


"Aku mempunyai teman bernama Kenny."


Cristian yang mendengar nama Kenny disebut merasa jantungnya bersegup kencang.Namun segera ditepisnya.Mungkin nama Kenny yang sama namun orang yang berbeda pikirnya.


"Dia dan temannya baru kemari dari Paris,mereka tinggal di Paris selama ini."


Cristian menyimak cerita Anastasia.


"Kenny mempunyai hati yang sangat baik,dia dan temannya datang dari Paris mencari ayah kandung dari anak teman wanitanya.Selama ini mereka tinggal di Paris,sebab dahulu ketika temannya tinggal di Indonesia,dia ingin dibunuh oleh istri dari mantan suaminya.Peternakkannya dibakar.Dan Kenny datang tepat pada waktunya untuk menyelamatkan temannya.


Dan ternyata temannya saat itu sedang mengandung buah cintanya bersama sang mantan suami."


Lagi hati Cristian terasa seakan disayat sayat sembilu dan terus menyimak cerita Anastasia.Dia ingin lebih banyak mendengar apa yang diketahui oleh Anastasia.


"Saat Kenny membawa temannya ke klinik millikku,temannya hampir saja mati akibat tertabrak dengan sengaja oleh seorang pengendara motor.Akhirnya Kenny memutuskan mengajak teman wanitanya itu ke Paris dan tinggal bersama orang tuanya di sana."


"Temannya itu melahirkan seorang putra yang sangat lucu dan pintar,tapi sayang saat umurnya menginjak tiga tahun,dia diagnosis menderita leukimia.Di Paris mereka sudah melakukan kemoterapi namun semuanya sia sia.Dokter dokter di sana menyarankan untuk mencari ayah kandung dari anak itu untuk meminta pertolongan agar bisa memberikan donor sum sum tulang belakang pada putra teman wanitanya itu."

__ADS_1


"Mereka sudah berusaha menemui mantan suami temannya itu yang kini sudah mempunyai istri yang baru lagi di sini.Setelah terus mencoba,namun sayang tepat di hari ulang tahunnya,putra kecil temannya itu menghembuskan napas terakhirnya.Tanpa mendapatkan kesempatan menerima donor dari ayah kandungnya."


"Hanya aku sendiri yang menemani mereka hingga proses pemakaman anak itu selesai,dan menemani serta menghibur ibunya selama ini yang masih terus berduka atas kepergian putra kesayangannya."


Air mata Anastasia tak sadar meleleh di pipinya.


"Kasian sekali nasib teman mu itu nak,"nyonya Avilla terharu mendengar cerita anaknya.


"Iya ma,aku sungguh sangat kasihan melihatnya."


"Apa nama teman wanita Kenny itu Mala?"


Cristian yang dari tadi diam dan mendengarkan cerita Anastasia membuka suara.


"Kenapa kamu bisa tahu,apa kamu teman Kenny?padahal aku belum menyebut nama teman wanitanya itu."Anastasia kaget ternyata Cristian juga mengenal Kenny dan Mala.


Margareth tak kalah kagetnya.


"Katakan Anastasia,apa yang kau ceritakan adalah Mala?"Margareth langsung bertanya pada Anastasia dengan rasa kagetnya,dia berharap itu benar benar Mala yang dikenalnya.


Margareth mengambil ponselnya dan membuka galeri fotonya,dan mencari ada beberapa foto Mala yang sempat diambilnya.



Ditunjukkannya pada Anastasia,


"Apakah Mala yang ini?"


Anastasia tak kalah kagetnya ternyata Cristian dan Margareth juga mengenal Kenny dan Mala.


Anastasia menggangguk,


"Apa kalian mengenal Kenny dan Mala?"tanya Anastasia dengan hati hati.


"Bukankah Kenny adalah suami Mala?"tanya Cristian dengan nada sedikit meninggi kepada Anastasia.


Anastasia menggeleng,Cristian frustrasi.


"Kenny memang mengungakapkan perasaanya berkali kali pada Mala,namun Mala selalu menolaknya.Dia percaya mantan suaminya akan mencarinya dan kembali menikahinya."


Cristian menangis sejadi jadinya.


Anastasia,Alex dan nyonya Avilla bingung dengan tingkah Cristian.


Margareth turun dari ranjangnya,lalu mendekati Cristian dan memeluknya.


"Apa kalian mengenal Kenny dan Mala?"tanya Anastasia sekali lagi.


Cristian mengangguk,Maragreth ikut menangis bersama adiknya.


"Mala adalah istriku,"


Anastasia kaget dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Jadi kau ayah kandung Devan yang ditunggu tunggu olehnya,berharap kau berbelas kasih padanya untuk donor sum sum tulang belakangnya."


"Jika saja kau mendengar permintaan Mala,mungkin Devan saat ini masih bersama Mala."


"Kamu jahat Cristian,"Anastasia berteriak ke arahnya.


"Maaf, maaf ,maaf."Hanya itu yang mampu diucapkan oleh Cristian.Dengan air mata yang terus berderai di pipinya.


Anastasia mengambil ponselnya dari tas yang dia bawa.Membukanya dan menunjukkan sesuatu kepada Cristian.


Happy Birthday to you


Happy Birthday to you


Happy Birthday, Happy Birthday


Happy Birthday to you....


Terlihat di dalam vidio mereka sedang merayakan ulang tahun seorang anak lelaki yang masih terbaring di ranjang rumah sakit.


"Selamat ulang tahun sayang,"


Mala dan Kenny memberi selamat ulang tahun pada Devan dan mengecup keningnya bergantian.


"Selamat ulang tahun anak mama Mala."


"Terma kasih aunty."


"Aunty nggak tahu kalau hari ini,Devan berulang tahun.Tapi aunty berjanji nanti akan membelikan hadiah untuk Devan."


"Telima kasih,aunty baik sekali."ucap Devan dengan sopan kepada Anastasia yang masih memegang ponselnya dan merekam kebersamaan mereka.


"Sekarang tiup lilinnya jagoan."Kenny menyodorkan kue ulang tahun kepada Devan.


Devan menutup mata sebentar lalu meniup lilin lilin yang masih bernyala di atas kuenya.


"Yeeeee..."mereka semua bertepuk tangan.


"Devan tadi meminta apa sama Tuhan nak?"


"Devan meminta sama Tuhan,semoga Devan bisa segela beltemu dengan papanya Devan.Agal Devan bisa segela bisa opelasi dan sembuh.Kalau Devan sembuh mama Mala pasti akan bahagia."


"Mama,bisakah Devan beltemu dengan papa nanti,walau hanya untuk telakhir kali untuk Devan?"


"Jangan ngomong seperti itu nak,Devan harus sembuh untuk mama.Devan kan udah janji sama uncle."


"Oh iya yah,Devan lupa uncle."Devan menepuk keningnya sendiri membuat mereka tertawa.


Vidio yang bedurasi lebih dari sepuluh menit itu,membuat Cristian semakin menangis tersedu sedu.


"Apakah dia benar putraku Anastasia?"


"Dia putra Mala,bukan putra dari Kenny."jawab Anastasia dengan kesal.


Dia tak menyangka,papa kandung yang ditunggu tunggu Devan selama ini tak lain adalah Cristian.


"Jika saja aku mengetahuinya lebih awal,aku akan memaksamu untuk melakukan operasi itu secepatnya."Anastasia bicara dengan nada emosinya.


"Dimana Mala sekarang,Anastasia aku ingin berjumpa dengannya."Margareth bertanya pada Anastasia,sebab dia sangat merindukan Mala selama ini.Yang dikiranya telah meninggal dalam kebakaran beberapa tahun yang lalu.


"Aku tahu mereka tinggal di mana Margareth,tapi kamu masih sakit dan belum boleh terlalu banyak bergerak.Nanti kalau Mala bersedia,aku akan memintanya datang kemari menjegukmu."


Margareth masih menangis,Alex memeluknya dan menenangkannya.


"Tenanglah Margareth,kamu jangan terlalu bersedih.Nanti akan berpengaruh buruk pada bayi yang ada di dalam kandunganmu."nyonya Avilla menenangkan menantunya yang sangat terpukul.Mendengarkan berita buruk yang baru saja diketahuinya.


"Anastasia,aku mohon antar aku ke rumah Mala."


"Untuk apa kamu ingin menemuinya Crist,apa kamu ingin menambah luka untuk Mala lagi?"


"Sudah cukup keegoisanmu membunuh putra kesayangannya.Lalu untuk apa kamu mememuinya.Menyesal sekarang pun nggak ada gunanya lagi.Putra Mala nggak akan bisa kembali ke sisinya."ujar Anastasia dengan ketus.


"Apa pun resikonya aku akan menerimanya Anastasia,asal aku bisa bertemu dengan Mala.Aku yakin Mala akan memaafkanku.Aku sangat mengenal Mala,dia tidak pernah membenci orang lain dalam hidupnya."Cristian mencoba meyakinkan Anastasia,namun Anastasia hanya diam saja di tempatnya.


"Anastasia aku mohon,tolong bawa Mala kemari.Aku sangat merindukannya.Jika saja kamu beritahukannya padaku lebih awal ,aku ingin berjumpa dengan Mala.Jika nenek mengetahui Mala masih hidup,pasti nenek akan senang.Aku mohon Anastasia,lakukan ini demi aku dan nenekku."

__ADS_1


Margareth menangis tersedu sedu.Dia benar benar merindukan Mala selama ini.


__ADS_2