Cinta Gadis Buta Huruf

Cinta Gadis Buta Huruf
Cinta pada pandangan pertama


__ADS_3

Nona Margareth pulang ke rumah,dan mencari keberadaan nenek.


"Nenek.."


Dia mencari ke dapur,nenek tak ada.


Nona Margarerth menuju ke kamar nenek di lantai atas.


Dia membuka pintu kamar nenek,


"Nenek..."


Nenek yang terbaring di atas ranjangnya,hanya memandang kedatangan cucunya dengan tersenyum.


"Nenek..apa nenek sakit?"


Nenek tak bisa menjawab dan hanya menangis.


"Nenek.."


Nona Margareth memeluk nenek.


Nenek hanya mengeluarkan suara


"Errrhggghh"


"Apa nenek nggak bisa bicara?"


Nenek menggangguk,dan masih mengeluarkan air matanya dengan deras.


Nona Margareth memgambil ponsel dari dalam tasnya,menelpon Cristian.


"Crist pulanglah sekarang,nenek tiba-tiba sakit."


Sebelum Cristian mengucapkan hallo,nona Margareth yang panik menyuruh Cristian agar cepat kembali.


"Baiklah kak segera hubungi dokter Surya,agar nenek cepat mendapatkan pertolongan."Cristian panik dengan kabar dari nona Margareth barusan.


Dia segera membereskan semua barang-barang di mejanya dan meninggalkan ruangannya.


Di kediaman keluarga Adiwijaya,nenek sedang diperiksa oleh dokter.


Dokter Surya memang sudah menjadi dokter keluarga Adiwijaya dan menjadi kepercayaan keluarga Adiwijaya bertahun tahun lamanya.


"Bagaimana keadaan nenek saya dok,?"


Cristian yang sudah tiba di rumahnya langsung masuk ke kamar nenek.


Dokter Surya memandang kedua cucu ny.Elisabeth Adiwijaya di hadapannya.


"Nenek kalian sepertinya mengalami gejala stroke,oleh karena tekanan darahnya pada saat ini sangat tinggi."


"Butuh perawatan extra baginya,agar bisa pulih kembali."


"Apakah nenek butuh bantuan dokter setiap harinya?"


"Nyonya boleh di rawat di rumah,asalkan dibawah pengawasan seorang dokter di dekatnya agar darahnya dapat di kontrol dan bertahap bisa kembali normal."


"Baiklah dok,terima kasih."


"Saya permisi dulu tuan,nona."


Setelah memberikan resep yang harus di beli oleh Cristian dokter Surya kembali pulang.


Cristian menelpon orang kepercayaannya,agar mencari seorang dokter yang akan dipekerjakannya untuk merawat nenek.


Nenek hanya bisa menangis melihat kedua cucunya yang begitu sangat khawatir padanya.


Cristian datang dan memeluk neneknya yang terbaring lemah di ranjangnya.


"Maafkan Cristian nek,Crist nggak bisa menjaga kesehatan nenek saat ini,sehingga nenek menjadi sakit.Bahkan kak Marhareth dan Crist sangat sibuk dengan pekerjaan kantor sehingga melupakan nenek."


Nenek membelai lembut rambut Cristian.


Dalam hatinya nenek berusaha mengungkapkan segala sakitnya disebabkan oleh Casandra.


Namun yang keluar hanya suara yang tertahan di tenggorokkannya.


"Errggghhhh"


"Nenek istirahat yah,"Ctistian dan nona Margareth keluar dari kamar nenek.


Nona Margareth yang sudah lelah seharian berjalan-jalan menyenangkan dirinya beranjak ke kamarnya.

__ADS_1


Setelah mandi dan berganti piyama nona Margareth ingin merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Drttt drtt drtttt


Ponselnya berbunyi,sebuah panggilan dari nomor baru,nomor yang tak dikenal.


Nona Margareth meyeritkan keningnya,


"Siapa yang menelponku larut malam begini?"


"Hallo,dengan siapa ini?"


Ucapnya ragu memberi salam kepada sang penelpon.


"Selamat malam,tuan putri cantik.Aku memenuhi janjiku kan.Dan aku yakin pada saat ini tuan putri cantik sedang akan membaringkan tubuhnya di atas ranjang bersiap untuk tidur menuju alam mimpinya yang indah."


Suara pria di ujung telpon ini mengejutkan nona Margareth.


"Bagaimana bisa kamu mendapatkan nomor ponselku?"


"Apa yang nggak mungkin buat seorang Alex Anderson tuan putri."


"Baiklah,saya akan menutup panggilan ini dulu.Selamat malam tuan Alex."


"TUNGGU.."


"Tunggu dulu nona,aku akan menutup panggilan ini,jika kamu bersedia untuk makan siang denganku besok."


"Jika aku menolaknya tuan Alex?"


"Maka aku akan mengganggumu sepanjang malam ini,tuan putri."


"Maksudmu?"


"Aku akan terus meelponmu,hingga kamu menerima ajakkanku."


"Terserah."


Nona Margareth menutup panggilannya.Dan segera menon aktifkan ponselnya.


"Lihat saja tuan yang terlalu percaya diri.Apa yang akan kau lakukan untuk menggangguku."


Nona Margareth pun memejamkan matanya.


"Siapa malam malam begini mengganggu istirahatku?"


Nona Margareth membuka pintu kamarnya.


"Ada apa bik?"


"Ini non,seseorang menelpon nona di telpon rumah ini.Dia mengaku kalau dia adalah teman nona."


"Sudah bik,bilang aja aku sudah tidur."


"Tapi nona, bibik sudah bilang kalau nona sudah tidur jam segini,dan tak boleh di ganggu. Tapi ini adalah panggilannya yang ke dua belas kalinya.Sudah berkali-kali dia menelpon.Dan bunyi telponnya sungguh mengganggu."


"Baiklah bik,terima kasih."


"Dimana telponnya tadi?"


"Di ruang keluarga nona."


Nona Margareth keluar dari kamarnya,dan turun ke lantai bawah.


Menuju ke ruangan keluarga rumah ini.


Telpon tadi diletakkan begitu saja di atas meja kecil di dekat sofa ruangan keluarga.


"Halo."


"Akhirnya kamu mau menjawab panggilanku tuan putri."


"Apa yang kamu inginkan?"


Tanya nona Margareth ketus.


"Ohoo..tuan putriku sedang marah.."


Terdengar suara begitu senang saat mengetahui nona Margareth sedang marah padanya.


"Tolong terimalah ajakkan makan siang bersamaku,tuan putri."


"Baiklah tuan yang terlalu percaya diri,asalkan kamu nggak mengganggu istirahatku malam ini lagi.Aku akan pergi bersama denganmu besok."Nona Margareth menutup panggilannya dengan kesal.

__ADS_1


"Dasar pengganggu."


Tapi dengan senyum malu-malu.Hatinya terasa penuh dengan bunga-bunga warna warni bermekaran.Dia berlari kecil menaiki anak tangga menuju ke kamarnya.Membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya.Namun yang terlihat di hadapannya adalah bayangan pria yang bernama Alex Anderson itu.


"Ah,betapa konyol nya kamu Margareth."Dia berusaha menghilangkan pikirannya dengan mencoba tidur.


Sementara di sebuah kamar mewah dalam kediaman keluarga Anderson.


Alex juga tak bisa memejamkan matanya.


"Sungguh pesonamu membuatku tergila-gila,tuan putri Margareth Adiwijaya."


Dia bergumam sendiri dalam hatinya.


"Aku akan membuat kamu jatuh cinta kepadaku.Dan menjadikanmu sebagai milikku."


Makan siang yang dimaksud tuan Alex Anderson adalah makan siang di sebuah hotel berbintang.Di sebuah ruangan vip,meja makan di tata dengan dekorasi bernuansa pink dan putih.Makanan yang begitu menggugah selera,yang membuat semua orang melihatnya akan segera melahapnya habis.



Nona Margareth muncul dari balik pintu.Tuan Alex sedang menunggunya.


Begitu takjub tuan Alex melihat kecantikkan nona Margareth.


Mereka duduk dalam diam menghabiskan makanannya.



Setelah makanan mereka habis.Tuan Alex mengeluarkan sebuah kotak cincin dari dalam saku jasnya.Dan memberikannya pada nona Margareth.



"Maukah kau menikah denganku,nona Margareth Adiwijaya?"


"APA KAU SEDANG BERCANDA TUAN ANDERSON?"


Setengah berteriak Nona Margareth berdiri dan hendak meninggalkan ruangan ini,tapi tuan Alex mencegahnya.


"Sungguh nona Margareth,aku sedang nggak bercanda.Sejak pertama kali aku bertemu denganmu aku sudah jatuh cinta padamu."


"Maafkan aku tuan Alex,aku nggak pernah percaya dengan cinta pada pandangan pertama."


"Percayalah padaku nona."


"Maaf,aku permisi."


Nona Margareth begitu kesal.Bagaimana bisa seorang pria yang baru dikenalnya dua hari menyatakan cinta padanya.


"Sungguh kekanak kanakkan."


Nona Margareth menggelengkan kepalanya.Seakan tak percaya dengan sifat tuan alex yang begitu nekat seperti ini.Nona Margareth meninggalkan Alex seorang diri yang masih terpaku melihat kepergiannya.


"Arrggghhhh"


Tuan Alex frustrasi,bagaimana tidak,dia memang tidak bisa mengekspresikan perasaannya pada orang lain.Entah kenapa sosok Nona Margareth begitu berbeda di matanya.Sehingga dia melakukan apa yang sedang diinginkan hatinya.


Nona Margareth melajukan mobil mewahnya menuju kantor adiknya Cristian.


Walau dia sudah di larang untuk bekerja di sana,tapi dia masih bisa pergi menemui adiknya di kantornya.


"Boleh aku masuk?"


Cristian menggangguk melihat kedatangan kakaknya dari balik pintu.Nona Margareth memang sudah terbiasa keluar masuk ruangan Cristian tanpa mengetuk pintunya dahulu.


"Ada apa dengan wajahmu Crist,terlihat berantakkan sekali."


"Aku kehilangan semuanya kak."


"Kehilangan apa maksudmu?"tanya nona Margareth tak mengerti.


"Semua berkas berkas yang ingin kuperiksa kembali,untuk mencari bukti kesalahan keluarga Casandra."


"Kemarin aku baru memulai membacanya,namun pagi tadi saat aku masuk ke ruangan ini.Semuanya lenyap tak meninggalkan jejak.Saat diperiksa cctv pun tak ada buktinya juga.Sebab cctv nya sengaja dimatikan oleh seseorang saat masuk ke ruanganku dan mencuri semuanya."


"Aku gagal kak,."ujar Cristian memelas.


"Yang sabar ,Crist.Suatu saat pasti kita akan bisa mendapatkan buktinya."


Cristian hanya bisa mengangguk pasrah.


🌼🌼🌼🌼


Pembaca setia tinggalkan komentarnya dong,buat authornya.Biar authornya tambah semangat melanjutkan cerita receh ini.

__ADS_1


❤️❤️❤️salam sayang buat para pembaca setia semuanya❤️❤️❤️


__ADS_2