
Bab 27
Saat sampai di peternakkan aku disambut oleh bik Inah dan pak Eko.Bik Inah memelukku.
Ternyata Bik Inah sudah tahu,tentang perceraianku dengan Cristian.
"Jangan sedih nak,masih ada bik Inah dan pak Eko yang akan menemanimu disini.
"Apa maksud perkataan bik Inah?"tiba-tiba Kenny masuk ke dalam rumah dan langsung bertanya ada apa yang sedang terjadi denganku.
Bik Inah memandangku,dan aku mengganggukkan kepalaku.Tanda aku setuju bik Inah menjelaskannya pada Kenny.
Setelah bik Inah menjelaskan semua yang terjadi padaku pada pak Kenny.
"Nggak apa-apa bu Mala,jangan kamu pikirkan.Saat ini fokuslah bekerja di peternakkan,dan carilah kesibukkan lain,agar kamu nggak terlalu terbebani."
"Terima kasih pak Kenny,kamu memang teman yang terbaik yang pernah kutemui."aku memaksakan diriku untuk tersenyum padanya.Agar tak terlihat kesedihan yang begitu amat dalam di hatiku.
Hari-hari berikutnya aku lebih memilih untuk menyibukkan diri di peternakkan.
"Selamat pagi bu Mala,"sapa pak Kenny yang baru saja membuka pintu ruanganku.
"Ini buatmu,"pak kenny meletakkan sebuah kotak pink di atas meja kerjaku.
Aku membuka sebuah kotak pink di hadapanku ini,dan melihat isinya ternyata sebuah brownies coklat.
"Terima kasih pak Kenny,"Aku merasa senang dengan perhatiannya saat ini.
"Ya kamu harus memakannya bu Mala,karena katanya saat kita memakan semua makanan yang berasa coklat hati kita akan bahagia."
Aku menundukkan kepalaku,masih terasa sakit di dalam hati ini belum juga sembuh.
Air mata lagi-lagi menetes di pipiku.
"Menangislah bu Mala,jika memang harus menangis.Agar dengan air matamu kamu akan merasa lega."
"Tapi ingat,jangan sampai masalah yang sedang menimpamu membuatmu terjatuh ke dalam lubang yang akan menghalangi kebahagiaanmu."
"Setelah menangis,tutuplah lembaran kesedihanmu.Jadikan pelajaran berharga buatmu agar kamu dapat meraih kebahagiaan di masa depannmu."
Aku menghapus air mataku.
"Tumben kata-katamu menjadi bijak pak Kenny."
Hahahhahaha
Dia menertawakanku,
"Itu adalah kata-kata penghibur buatmu bu Mala,agar kamu nggak terlalu berlarut dalam kesedihanmu."ucapnya serius,biasanya dia akan selalu membuat lelucon.Namun kali ini dia benar-benar berbeda.
Aku hanya menanggapinya dengan senyuman,sambil mengambil sendok dan menyuap brownies ini ke mulutku.
"Enak yah?"
"Hmmm"aku mengganggukkan kepala,sambil terus melahap brownies ini ke mulutku.
"Apa kamu suka?"
__ADS_1
"Ya,aku suka pak Kenyy."
"Tentu saja kamu suka bu Mala,sekotak brownies kamu habiskan sendiri tanpa menawariku ikut makan denganmu."ucapnya pura-pura kesal.
Heheheheh
"Sekalipun aku meberikannya padamu browniesnya sudah tinggal sedikit."ucapku acuh seakan tak tega untuk berbagi dengannya.Karena brownies ini benar-benar enak.
Pak kenny hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Untuk menghilangkan beban pikiranmu,bagaimana kalau nanti aku mengajakmu berlibur?"
"Nggak mungkin pak Kenny,aku nggak bisa pergi bersama orang asing apa pagi pergi berlibur cuma berdua."
"Kalau kamu mau,kita bisa mengajak bik Inah dan pak Eko ke sana."
"Aku berencana mengajakmu melihat resort yang baru ku bangun, tempatnya nggak jauh dari sini."Pemandangannya juga mengarah ke pantai.
Mendengar kata pantai,aku merasa sesak di dadaku.Mengingat kembali hari-hari yang kulewati bersama Cristian,di hotel yamg pernah kami singgahi selama satu minggu.
"Ayolah Mala,nggak akan lama kok.Kan masih ada Vitri dan Linda yang akan menghandle semua pekerjaan kita di sini.
"Kamu butuh refresing,Agar pikiranmu menjadi jernih kembali."
"Baiklah kapan kita akan berangkat?"
"Kapan saja saat kamu siap,kita akan berangkat bu Mala."
"Aku akan memikirkannya dan akan segera memberi tahu bik Inah agar dia juga ikut dengan kita.
Semakin hari peternakkan semakin ramai.
Aku berencana menambah beberapa puluh ekor sapi lagi.Merombak peternakkan ini menjadi lebih besar.
Dan menerima beberapa karyawan baru.
Berkat bantuan pak Kenny semuanya berjalan seperti rencana.
Permasalahan yang sedang menimpaku sedikit membuatku lupa.Karena kesibukkan di peternakkan bebar-benar menyita waktuku. Dan aku bisa menerima semua bebanku dengan ikhlas.
Tok tok tok
"Masuk."
Pak Kenny masuk ke ruanganku,ada seorang wanita yang datang bersamanya.
"Bu Mala,kenalkan ini sahabatku,"
Wanita ini mengulurkan tangannya,
"Hallo bu Mala,nama saya Inez,"
"Saya Mala,"dan menyambut uluran tangannku.
"Bu Mala,kedatangan bu Inez di sini juga ingin bekerja sama denganmu."
"Bu Mala,saya sudah mendengar kalau susu yang dihasilkan dari peternakkan anda berkualitas sangat baik."
__ADS_1
"Saya ingin menawarkan kerja sama dengan bu Mala.Selain peternakkan anda menghasilkan susu terbaik,bagaimana kalau peternakkan ini juga menyediakan daging sapi import yang kualitasnya tak kalah bagusnya.
Kami akan mendukung bu Mala dengan mendistribusikan daging importnya ke beberapa mall di kota besar .
"Ide yamg bagus bu Inez,tapi saya belum mengerti tentang bisnis daging import,"
"Silahkan bu Mala,mempelajarinya di sini."bu Inez meyerahkan beberapa file kepadaku.
"Bu Mala,tinggal mempelajarinya dari situ ketika bu Mala sudah setuju silahkan hubungi kami."
"Baiklah bu Inez,terima kasih."
"Tawaran anda sangat bagus,saya akn segera mempelajarinya."
"Kalau begitu saya permisi dulu bu Mala,saya berharap bu Mala menerima tawaran kerja sama ini."dia pun berlalu pergi meninggalkan ruanganku.
Sedang di rumah mewah kediaman tuan Victorio dan nyonya Elisabeth..
"Sudah malam Crist,ayo beristirahatlah."ujar Casandra pada suaminya,yang sedang mengerjakan sesuatu di labtopnya.
Casandra masuk di ruangan kerja Cristian.Dengan mengenakan lingerie hitam transparan dan seksi,berharap Cristian tergoda dengan penampilannya.
Akan tetapi,Cristian tidak menghiraukannya.Dalam benaknya masih teringat akan istrinya.
Sungguh hati Cristian benar-benar merindukan istrinya.Ingin sekali Cristian pergi menemuinya.
Namun lagi-lagi Casandra mengancammya.
"Crist,aku merindukkanmu."
Casandra menghampiri Crist,dan berdiri di belakang tempat duduk Cristian.
Dia mulai memijit-mijit pundak suaminya.Namun tangannya segera di tepis oleh Cristian.
"Crist.."
"Pergilah,jangan mengganggu aku."
"Tapi anak kita membutuhkamu,Crist."
"Aku tak perduli."
"Ayolah Crist,bayi ini membutuhkan sentuhan ayahnya."bujuk Casandra pada Cristian.
"Sudahlah dan pergilah Casandra jangan mengganggu konsentrasiku."
"Crist,sampai kapan kamu akan terus mengabaikan aku?"
"Aku sudah melakukan segalanya demi untuk apa yang kau minta,begini balasanmu padaku?"
"Iya Casandra,kalau saja kau dan orang tuamu nggak berlaku curang di perusahaanku.Pasti Mala masih ada disampingku selalu menemaniku.
"Perempuan kampung itu lagi,kami pikir aku akan tinggal diam saat kau akan pergi berjumpa dengannya?"
"Jika kau masih ingin perempuan kampung itu aman,maka berhentilah memikirkannya.Cukup untuk memikirkan aku saja."
Casandra pun berlalu dari ruangan kerja Cristian.
__ADS_1
"Tunggu kau Mala,aku akan buat perhitungan denganmu."gumam Casandra dalam hatinya.