Cinta Keinara

Cinta Keinara
Terima Kasih Cinta


__ADS_3

Selamat membacaaa.....


⚘⚘⚘⚘


“ Aku nggak nyangka banget bisa ketemu kamu disini, karena selama ini aku ingin sekali menemui kamu.Aku ingin minta maaf atas sikapku waktu itu yang memang keterlaluan. Saya merasa sangat bersalah sama kamu. Aku benar-benar minta maaf, aku harap kamu mau membuka pintu maafmu untukku Kei...” Tutur Fakhri yang merupakan ungkapan tulus dari dalam sanubarinya.


Keinara terdiam dan memilih fokus pada layar ponselnya yang sebenarnya tidak ingin dia lihat.


“Kei...” Panggil Fakhri lembut.


“Saya sudah memaafkan bapak jauh jauh hari kok.” Jawab Keinara datar


“Benarkah?."


Gadis itu diam tak langsung merespon ucapan Fakhri. Namun akhirnya dia mengangguk.


“Tulus?” Tanya Fakhri lagi.


Keinara kembali mengangguk dengan mata yang tetap menatap keponselnya.


Meski bilang sudah memaafkan, tapi sikap Keinara terkesan masih dingin pada Fakhri.


Pria tampan yang di buat salah tingkah dengan sikap Keinara, akhirnya memilih diam.


“Tak apalah yang penting Kei sudah mau memaafkan” Pikir Fakhri.


Berkali-kali pria itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sepertinya ia ingin melakukan sesuatu agar Keinara mau diajak bicara dan melepas ponselnya. Tapi ia tak tau harus dengan cara apa. Karena ia harus menjaga sikapnya, jangan sampai perbuatannya membuat gadis yang mulai merambah hatinya, merasa tidak nyaman dengannya. Yang dapat ia lakukan hanyalah sabar menghadapi sikap gadis itu.


Dalam diam matanya tak berhenti menatap wajah gadis disampingnya. Setiap inci wajah Keinara ia telusuri, membuat hatinya terasa adem.


Sesekali Fakhri meyunggingkan senyum dibibirnya. Entah apa yang dipikirkannya. Yang pasti tatapan matanya berhenti lama dibagian bibir gadis itu.


Keinara yang menyadari kalau tamunya tak bersuara lagi, kemudian mengangkat wajahnya dan mengarahkan netranya kearah Fakhri. Dan ternyata tamunya itu sedang menatapnya sambil menopang dagu dengan bertumpu pada tangan kursi. Keinara langsung salah tingkah dengan Wajah bersemu merah. Untung cahayanya diteras tidak begitu terang, jadi perubahan wajah gadis itu tidak begitu jelas dimata Fakhri. Cepat-cepat gadis calon guru itu mengalihkan pandanganya.


“Serius amat liatin ponselnya, sampai-sampai tamunya dianggurin." Ujar Fakhri


“ Ehmm..maaf pak.” Jawab Keinara gugup karena salah tingkah.


Ditambah jantungnya yang tiba-tiba berdetak cepat.

__ADS_1


“Saya ambilkan minum dulu pak.” Keinara bergegas bangun dari duduknya untuk mengambil minum.


Setelah sempat mengatur detak jantung dan nafasnya,Keinara kembali keteras dengan membawa secangkir kopi.


“Silahkan pak, adanya cuma kopi." Ucap Keinara menawarkan.


“Makasih Kei...ehmmm...jadi benarkan kamu sudah memaafkan aku?."


Fakhri menanyakan llagi prihal permohonn maafnya, sekedar untuk meyakinkan diri.


"Iya pak, bukankah sudah seharusnya untuk saling memaafkan." Balas Kei yang tampaknya tulus.


" Makasih Kei....oh ya, ini uang kamu, aku kembalikan “


Fakhri mengeluarkan sebuah amplop dari dalam dompetnya dan menyodorkan ke Kinara.


“Tidak usah pak, simpan saja. Saya sudah mengiklaskannya.”


“Tidak Kei,ini uang kamu, terimalah...” Ucap Fakhri memohon.


Akhirnya Keinara menerimanya dan meletakkannya diatas meja. Perasaan Fakhri begitu lega.


“Silahkan pak...”


Fakhri menyeruput kopi yang dibuatkan oleh Keinara.


“Hemmm....asli enak banget kopinya Kei.”


Sanjung Fakhri. Padahal yang sebenarnya kopi itu kurang manis dilidahnya.


“Sepertinya kurang manis deh pak, karena tadi gulanya cuma sedikit. Stok gula lagi habis.”


“Enggak kok, kalau di aku dah manis.”


“Oh ya syukur deh....”


Kei merasa lega, karena tamunya begitu menikmati kopi bikinannya. Pelan tapi pasti, sikap Keinara mulai menghangat. Tawanya sesekali pecah ditengah-tengah obrolan mereka.


“Derttt....derrt....”

__ADS_1


Ponsel Fakhri bergetar. Dlihatnya layar ponsel, bukan mengangkat panggilan tapi Fakhri malah merijeknya.


“Ganggu aja.” Batin Fakhri.


“Derttt....derttt..derttt....” Ponsel Fakhri kembali bergetar, dan lagi lagi Fakhri merijeknya.


“ Kenapa tidak diangkat pak, siapa tau itu telpon dari pacar bapak.”


“Bukan...aku gak punya pacar.” Jawab Fakhri singkat sambil tersenyum.


“Nggak punya pacar? He...he..he..” Keinara tertawa dan menggelengkan kepalanya.


"Hadeh.....dasar play boy kelas kakap ” Gumamnya lirih.


“Kenapa?." Tanya Fakhri yang melihat ekspresi Keinara.


“Oh tidak apa-apa pak.” Jawab Kei yang kembali tersenyum.


“Kok senyum-senyum gitu. Gak percaya kalau aku nggak punya pacar?.”


Keinara hanya menjawab dengan senyuman.


“Derttt....derttt....”


Ponsel Fakhri bergetar lagi. Kali ini Fakhri langsung mengangkat ponselnya, saat tau yang menelpon adalah kakaknya.


Sang kakak sedang menunggu mereka pulang, karena malam mulai larut. Fakhri akhirnya berpamitan pulang dengan menggendong Cinta yang tertidur setelah makan somay.


“Terima kasih Cinta, udah bantu om ketemu tante Keinar.”


Ucap Fakhri saat merebahkan tubuh keponakannya di tempat tidur.


Disusul dirinya yang ikut merebahkan tubuhnya disamping Cinta. Matanya menatap langit-langit kamar dengan snyum yang mengembang. Mewakili perasaannya yang sedang bahagia, setelah mendapat maaf dari Keinara.


Terbersit tanya dihatinya, kenapa dia bisa merasa sangat bahagia hanya karena mendapatkan kata maaf dari gadis itu. Apakah dia sudah jatuh cinta?.


Dari awal pertemuannya dengan Keinara, Fakhri memang sudah mengaguminya. Ada rasa hangat setiap kali melihat wajahnya dan menjadi kebahagiaan tersendiri saat bisa berlama-lama bersama dengan gadis itu.


Matanya yang terasa berat membuat Fakhri tertidur, sehingga tak sadar kalau Fahira kakaknya masuk kedalam kamar. Melihat adiknya terlelap disamping anaknya, wanita itu kemudian keluar kamar setelah menyelimuti tubuh keduanya.

__ADS_1


__ADS_2