Cinta Keinara

Cinta Keinara
Mantan yang Meresahkan


__ADS_3

“Paket.....”


Terdengar suara seorang pria dari teras rumah. Keinara yang sedang bersiap berangkat kuliah terpaksa keluar untuk menemuinya.


“Dengan mbak Keinara?” Tanya pria yang merupakan kurir dari sebuah toko bunga.


“Iya benar, ada apa ya mas.” Jawab Keinara yang merasa tidak memesan bunga.


“Ini mba ada paket bunga, buat mbak Keinara. Silahkan tanda tangan disini.”


Ucap kurir menyerahkan selembar kertas kecil untuk Keinara tanda tangani sebagai  tanda terima.


Keinara termangu memandangi buket bunga yang ada di tangannya. Rasapenasaran gadis itu, mendorongnya untuk mencari tau siapa pengirim bunga itu dari sebuah kartu yang terselip di antara angkai bunga.


“Bunga yang cantik untuk yang cantik. Terima kasih, karena sudah mau memaafkan dan menerima ku kembali sebagi teman. Semoga kamu suka. Fakhri.”


Pesan itu menciptakan senyuman yang terukir sempurna di bibir merah Keinara, setelah gadis itu selesai membacanya. Setelahnya buket bunga berpindah menjadi hiasan cantik di kamarnya, dengan wangi khas bunga mawar. Tak lupa sebuah ucapan terima kasih Keinara kirimkan pada Fakhri melalui aplikasi centang biru di ponselnya.


Tanpa menunggu balasan, Keinara beranjak untuk segera ke kampus. Bersama sahabatnya yang dengan senang hati telah menjemputnya. Tak butuh waktu lama, Keinara dan sahabatnya telah sampai di kampus. Senyum keinara kembali merekah. Saat mendapati pesan dari Fakhri terpampang di layar ponselnya.


“Sama-sama cantik.”


Hanya sepenggal kalimat, namun mampu menerbangkan hati keinara dengan wajah bersemu merah.


Jam empat sore Kei selesai dengan kuliahnya. Pulang dengan setumpuk tugas yang harus dia selesaikan segera.


 “Alkhamdulillah...ponselnya ketemu.”


Ucap Dewi sambil duduk di depan Keinara. Setelah mengambil ponselnya yang tertinggal di perpustakaan.


Keinara menggelang-gelengkan kepala, atas sikap teledor sahabatnya yang bukan terjadi pada saat itu saja.


Waktu yang  terus beranjak sore,membuat  kedua sahabat itu bergegas keluar kampus. Tangan Keinara menyelusup kedalam tas ransel yang ada dipangkuannya, untuk mengambil ponsel yang bergetar sebentar tanda sebuah pesan masuk. Lagi dan lagi wajah Keinara menyiratkan bahagia karena sebuah pesan yang masuk ke dalam ponselnya. Jari Keinara akan bergerak lincah diatas barisan huruf-huruf kecil yang tertersusun dalam sebuah keyboard, ketika  sebaris tulisan muncul di layar ponselnya. Dan itu berulang beberapa kali, menimbulkan rasa penasaran pada sahabatnya.


“Aku berasa seperti hantu, yang ada tapi tak nampak.”


indir Dewi yang dengan sengaja mengeraskan suaranya, agar gadis di sebelahnya menyadari bahwa ia sedang tak sendiri.

__ADS_1


Keinara yang mengerti maksud ucapan sahabatnya akhirnya melepaskan ponsel dari tangannya, dan jatuh di atas kedua pahanya.


“Maaf....”


Satu kata yang Keinara gunakan untuk mewakili rasa salahnnya. Namun itu berlaku sejenak, karena pada akhirnya ia kembali membuka ponselnya ketika benda pipih miliknya itu bergetar dan menyala.


Dewi akhirnya menyadari satu hal, bahwa sahabatnya sedang berbalas pesan dengan seseorang yang spesial. Dan seseorang tu yang membuat rasa penasaran hinggap di kepalnya.


“Memang benar kata orang, cinta dapat membuat seseorang melupakan segalanya. Sekalipun itu sahabatnya.”


Kalimat Dewi menggugah pikiran Keinara, yang sejak tadi hanya terfokus pada seseorang yang sedang berada jauh darinya. Demi perasaan sahabatnya, yang nyata-nyata ada bersamanya bahkan menjadi seperti seorang supir untuknya, Keinara memilih menyimpan ponselnya dan tak berniat lagi untuk membukanya.


Seulas senyum Keinara berikan untuk sahabatnya yang tengah di landa penasaran yang tak kunjung berujung. Menuntut penjelasan.


“Lagi chat sama siapa? Kok bisa bikn kamu senyum-senyum sendiri gitu. Apa lagi itu wajah kamu,kaya udang habis berendam di air panas.”


“Oh...ini tadi lagi chat sama kak Riski”n Ucap Keinara berusaha menutupi kenyataan.


“Kamu kira aku percaya..?!.”


Dewi memilih Diam, membiarkan rasa penasarannya menguap begitu saja, karena dia merasa gadis di sebelahnya tak berniat membantu dirinya mengatasi rasa penasarannya.


Mobil yang membawa Keinara dan Dewi telah sampai di depan rumah kost Keinara. Yang kemudian terpakir tidak jauh dari dua orang yang sedang berada di depan gerbang rumah. Sepasang lelaki dan permpuan sedang berbicara serius di sana, hal itu dapat di ketahui dari mimik wajah keduanya. Keinara tau siapa sang pria, tapi


untuk wanitanya baik Keinara dan Dewi tidak tau sama sekali.bahkan mereka pertama kali melihatnya.


Setelah menyelesaikan pekerjaan kantornya, Fakhri sengaja pergi ketempat itu untuk menemui gadis yang di dambanya. Tapi tak disangka malah mantan pacarnya yang ia jumpai. Seperti sebelum-sebelumnya, ketika bertemu Fakhri, Diana selalu meminta setengah menuntut agar Fakhri kembali kepadanya. Fakhri seolah  telah kehabisan kata, untuk membuat Diana mengerti. Bahwa dirinya tidak bisa mengabulkan permintaan Diana. Dengan dalih


tak pernah ada cinta untuk Diana.


“Jangan katakan kalau kamu sudah mencintai wanita lain, sehingga kamu tak mau kembali padaku”.


“Diana....ada atau tidak adanya wanita yang aku cintai saat ini, itu bukan alasan yang aku gunakan untuk mengakhiri hubungan kita. Aku sudah mengatakan sejak awal, bahwa aku tidak bisa meneruskan hubungan kita karena aku tidak bisa mencintai kamu, dan aku sudah pernah berusaha untuk mencintai kamu.tapi aku memang tetap tidak bisa .”


Fakhri tak mengerti dengan Diana, yang tak kunjung mengerti dengan penjelasannya. Meski ia sudah beberapa kali memberikan penjelasan pada gadis itu.


“Kurangnya aku apa sih Ri, aku sangat mencintai kamu. Aku mau melakukan apapun buat kamu.”

__ADS_1


“Tidak ada yang kurang dari kamu Diana. Kamu sempurna. Tapi maaf kesempurnaanmu tak bisa membuatku jatuh cinta sama kamu. dan aku tak mengerti itu.”


Lagi-lagi Diana merasa kecewa. Karena Fakhri tetap tak mau membuka hati untuknya.


“Jika aku tak bisa memilki kamu, maka tidak boleh ada wanita lain yang memilikimu” Ucap Diana dengan nada emosi.


“Diana....kamu sadar dengan ucapanmu!. Buang pikiran konyol itu. karena kamu tak berhak mengatur kehidupan ku. Jangan buat dirimu kehilangan waktu hanya untuk sesuatu yang seharusnya tidak kamu kejar!.”


“Aku tetap ingin kita kembali seperti dulu. dan apapun akan aku lakukan untuk mewujudkannya.”


Fakhri merasa didalam dirinya emosi mulai menguasai pikirannya. Pria itu gusar. Sementara Diana mencoba terus merayu Fakhri dengan mengenggam kedua tangan pria itu. dan menatapnya lembut penuh perasaan. Namun itu malah membuat Fakhri semakin gusar. Fakhri melepas tangan Diana dari tangannya dengan sedikit keras, akibat dari emosi yang makin naik. Setelah berhasil melepas tangan Diana, Fakhri membalikkan badannya berniat meninggalkan Diana. Tapi saat berbalik netranya beradu pandang dengan Keinara yang tengah berdiri tidak jauh dari tempatnya. Pria itu meyakini, Keinara dan sahabatnya melihat dan mendengar perdebatannya dengan Diana.


 “Keinara.....??” Gumam Fakhri terkejut.


Keinara terdiam dengan raut wajah yang sulit diartikan. Kemudian Fakhri menghampiri kedua sahabat itu. Diikuti Diana yang menebak jika gadis di depannya adalah wanita yang kini dicintai Fakhri.


“Apa yang mas Fakhri lakukan dengan wanita itu di sini?. Kalau ada hal-hal yang harus kalian bicarakan sepertinya kamu dan wanita ini butuh tempat yang tepat untuk membicarakannya. Dan tempat itu bukan di sini!.”


Sebuah pengusiran halus dilakukan Keinara, karena perdebatan Fakhri dan Diana memunculkan ketidaknyamanan dalam pikiran dan hatinya.


“Tidak ada hal yang harus aku bicarakan dengan dia. Karena aku sudah malas berbicara dengannya yang tak kunjung mengerti , meski berkali-kali aku jelaskan.”


 “Fakhri aku pacarnya kamu, kenapa kamu ngomong seperti itu!!”


Tiba-tiba Diana menyela untuk membohongi keinara berharap gadis itu percaya. Sesaat kemudian matanya menatap tajam pada Keinara.


“Keinara...jangan dengarkan dia. Apa yang dia ucapakan itu hanya omong kosong.” Ucap Fakhri yang dibuat


jengkel dengan ucapan Diana.


 “Fakhri..apa ini wanita yang sudah membuat kamu berpaling dariku?!.”


Diana mendekat kearah Keinara. Matanya menatap tajam penuh kebencian, Menelisk setiap jengkal tubuh Keinara dari ujung kaki sampai ujung kepala.


“Sungguh aku tak menyangka, Gadis kampungan yang sok alim seperti ini ingin menggantikan posisi aku. Buka mata kamu lebar-lebar Fakhri. Apa kelebihan dia di banding aku. Sama sekali tidak ada yang istimewa. aku yakin dia hanya inginkan harta kamu. Dan dia akan melakukan apapun untuk itu, termasuk menyerahkan tubuhnya.


Dasar wanita munafik.”

__ADS_1


__ADS_2